
Dua hari kemudian
Ruby yang telah tidak sadarkan diri selama dua hari. kini telah membuka matanya
"Ruby, bagaimana denganmu?" tanya Liza yang duduk di tepi kasurnya
"Liza, di mana bos? apa bos baik-baik saja?" tanya Ruby yang ingin bangkit
"Jangan bergerak dulu, luka mu masih sakit" ujar Liza
"Berbaringlah, jangan asal bergerak, luka jahitanmu akan terbuka" ujar Yona
Tuk...tuk...tuk....
Ketukan pintu dari Flower yang membawakan semangkok sop
"Kak Ruby sudah sadar, ini ada sop sudah siap di masak, bagaimana kalau kakak minum ini dulu?" ucap Flower yang menghampiri meja di samping kasur
"Aku ada makan obat, jadi tidak perlu" jawab Ruby yang kesal dengan melihat ke arah kemunculan Flower
"Flower, taroh saja dulu, nanti akan di minumnya" ujar Liza dengan senyum
"Iya" jawab Flower yang sudah tahu jika dirinya tidak di sukai oleh Ruby
"Sop ini sangat tidak mudah di masak, rendam bahannya harus dua hari dan hari ini baru bisa di masak, Flower benar-benar hebat" puji Curry dengan senyum
"Kakak, ini tidak seberapa jika di bandingkan dengan luka kakak Ruby" jawab Flower
"Di mana bos?" tanya Ruby tanya Ruby dengan menatap Liza
"Bos berada di aula bersama Cole dan lainnya" jawab Yona
"Kalian keluar saja dulu, biarkan Flower yang menemaniku di sini" pinta Ruby dengan sengaja
"Jangan bilang kau ingin Flower menjagamu?" ujar Liza yang sudah tahu sifat temannya itu
"Tidak! selama Flower di sini kami belum pernah berbicara, lagi pula Flower sudah memasakkan sop untuk ku, tentu aku ingin berterima kasih padanya" jawab Ruby dengan senyum menatap Liza dan Flower
Liza, Yona dan Curry yang sudah memahami sifat Ruby merasa khawatir jika temannya akan melukai kekasih bosnya itu
"Kak Liza, Kak Yona, Kak Curry, tidak apa-apa aku akan menemani Kakak Ruby di sini" ucap Flower
"Kalau begitu mari kita keluar dulu" kata Curry yang melangkah keluar dari kamar dengan di ikuti Liza dan Yona
"Kakak, bagaimana dengan lukamu, apa masih sakit?" tanya Flower yang duduk di samping kasur
__ADS_1
"Sudah baikkan, asal bos selamat maka ini tidak sia-sia" jawab Ruby dengan sengaja
"Terima kasih karena sudah melindunginya" ucap Flower
"Flower, kau tidak perlu berterima kasih padaku, karena ini adalah kewajibanku melindungi bos" jawab Ruby dengan sengaja
"Iya, jika bukan karena mu Charles pasti sudah terluka"
"Aku berada di sini untuk membantu dan melindunginya, sebagai wanita aku tidak boleh lemah, jika tidak maka aku tidak layak menjadi pengikut bos" jelas Ruby dengan menyindir
"Kakak benar! di sini semuanya sangat pintar mengunakan senjata" kata Flower dengan senyum
"Apa kamu bisa mengunakan senjata?"
"Tidak bisa!"
"Apa kau tahu jika menjadi pedamping bos tidak boleh lemah, jika senjata saja kau tidak bisa mengunakannya bukankah ini hanya akan membuat bos kita harus selalu melindungimu? bos adalah salah satu bos gangster, dia harus melakukan banyak hal dan di samping itu dia harus melindungimu, bukankah ini hanya akan menyusahkan dia?" ujar Ruby dengan menyindir
"Kenapa kau terdiam? apa aku ada salah bicara?" tanya Ruby yang melihat Flower yang sedang terdiam
"Tidak ada!" jawab Flower dengan senyum paksa
"Flower, bukan aku ingin mengataimu, tapi kenyataannya adalah jangan menyusahkan bos, karena tanggung jawab bos sangat besar, jika ingin menjadi pendampingnya kau harus kuat dan bisa mengunakan senjata dan ilmu bela diri, jika tidak maka selamanya kau tidak akan selevel dengan bos" ketus Ruby
Di saat mereka sedang berbicara Charles yang sedang mencari keberadaan Flower melangkah masuk ke kamar Ruby
"Flower" suara panggilan Charles
"Iya" jawab Flower dengan bangkit dari tempat duduknya
"Flower, ternyata kamu di sini" ujar Charles yang menghampiri Flower
"Bos, apa kamu baik-baik saja?" tanya Ruby dengan menatap ke arah Charles
"Aku tidak apa-apa, Billy mengatakan kau jangan terlalu banyak bergerak dulu" ucap Charles
"Flower, mari kita keluar dulu" ajak Charles yang mengandeng tangan Flower
"Bos, sebentar..aauugghh" jeritan Ruby yang kesakitan
"Kakak, apa kamu sakit?" tanya Flower yang menghampiri Ruby
"Tidak! aku tidak ada apa-apa" jawab Ruby dengan menahan kesal terhadap Flower
"Bos, luka ku masih sakit, apa bisa tolong aku melihatnya?" tanya Ruby dengan sengaja
__ADS_1
"Kakak, biar aku periksa" ujar Flower yang ingin memeriksa luka Ruby
"Tidak perlu, kau tidak akan mengerti soal gini" ujar Ruby dengan menepis tangan Flower
"Begini saja aku akan menghubungi Billy untuk memeriksa mu" ucap Charles yang ingin melangkah pergi dengan memegang tangan Flower
"Bos, aku ada sesuatu yang ingin bicara denganmu" kata Ruby dengan menatap tajam ke arah Flower, dan menatap ke arah Charles
"Charles, aku keluar dulu" ujar Flower dengan melepaskan pegangan Charles
Charles menahan Flower yang ingin beranjak dari kamar itu
"Ruby, jika ada sesuatu katakan saja, Flower juga bagian dari kumpulan ini" ucap Charles dengan sengaja
"Bos, tapi Flower tidak bisa ilmu bela diri dan juga sangat lemah, jadi dia tidak bisa di katakan adalah bagian dari kita" kata Ruby dengan menyindir
"Ruby, seharusnya kamu sadar apa yang sudah kamu katakan, Flower adalah kekasihku jadi dia tidak perlu mengunakan senjata karena aku yang akan melindunginya" jawab Charles dengan tegas
"Bukan maksudku untuk merendahkannya"
"Sudahlah, kau istirahat saja" ucap Charles dengan tatapan dingin dan memegang tangan Flower dengan erat dan beranjak keluar dari kamar
"Sialan, wanita ini sangat menjengkelkan" gumam Ruby dengan merasa kesal
Kamar Charles dan Flower
"Flower, lain kali jangan mendekati Ruby lagi" ujar Charles yang duduk bersama Flower di sofa kamarnya
"Kenapa?"
"Dia agak keras dan bisa bicara sesuatu yang tidak enak di dengar, dan Flower juga tidak perlu menyiapkan apapun untuknya"
"Tapi dia terluka karenamu, aku hanya ingin membantu saja, lagi pula walau aku di sini aku juga tidak bisa apa-apa, di saat kalian semua sibuk aku tidak melakukan apapun dan hanya makan dan tidur" ucap Flower dengan merasa kecewa
"Sebagai boneka kesayanganku tidak perlu melakukan apapun" ucap Charles dengan senyum
"Apa aku hanya akan menjadi beban mu, jika aku tidak bisa mengunakan senjata?"
"Flower, kau tidak perlu semua itu, karena aku yang akan melindungimu" jelas Charles dengan mencium wajahnya Flower
Di sisi lain Liza yang masuk ke kamar Ruby sudah tahu apa yang telah di lakukan oleh Ruby terhadap kekasih bosnya itu
"Aku tidak mengerti kenapa kau harus memancing emosi bos kita" ujar Liza
"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya" jawab Ruby dengan kesal
__ADS_1
"Lalu apa yang kau dapatkan selain kena teguran dari bos?"
"Dia hanya wanita lemah tapi bos malah begitu perhatian padanya" ucap Ruby dengan merasa kesal