Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Pekerja bersenjata


__ADS_3

"Kak Liza, Cole, kenapa kalian bertengkar?" tanya Flower dengan heran.


"Mereka memang sudah biasa, Nona. jadi sudah tidak heran lagi," jelas Harry.


"Ada masalah apa sehingga kalian harus bertengkar? apa tidak bisa berdamai? kalian adalah satu kumpulan," ucap Flower.


"Aku tidak akan berdamai dengannya!" jawab Liza dengan kesal.


"Orang seperti ini tidak perlu di layani, semakin tua semakin kekanakan!" balas Cole.


"Siapa yang kekanakan..ha!" ketus Liza dengan emosi.


Sesaat kemudian Charles melangkah keluar dari markas dengan memberi tugas kepada anak buahnya," Cole, kau dan Liza pergi ke pelabuhan X, ada yang memberi info, jika di sana ada yang ingin membuat keributan!" perintah Charles.


Cole bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri bosnya itu.


"Siapa yang begitu berani membuat keributan di sana, apakah mereka tidak tahu siapa yang berkuasa!" ujar Cole.


"Urus dengan cara kalian, agar hama itu pergi dari pelabuhan, jika perlu maka bunuh saja!" kata Charles.


"Bos, berapa orang yang pergi ke sana?" tanya Liza.


"Kalian berdua saja!" jawab Charles.


"Baik Bos," jawab Liza dan Cole dengan serentak. walau sebenarnya tidak ingin bekerja sama, akan tetapi demi tugas yang di berikan oleh bos, maka Cole dan Liza hanya bisa menepikan permasalahan mereka.


"Cole, Liza, kalian jangan bertarung saat menangkap pembuat onar, nanti masalah bisa tak terselesaikan," ujar Harry dengan seraya bercanda.


"Jangan bicara sembarangan!" ketus Cole.


"Kalian sudah boleh pergi sekarang!" titah Charles.


"Baik Bos," jawab Cole dan Liza dengan serentak. dan sesaat kemudian mereka pergi dengan mobil dan menuju ke pelabuhan.


"Charles, kenapa kau membiarkan Cole dan Kakak Liza pergi bersama?" tanya Flower yang merasa khawatir yang menghampiri Charles.


"Mereka adalah satu tim, walaupun mereka ada masalah, tapi aku yakin mereka tidak akan campur adukkan masalah pribadi dengan kerja," jelas Charles dengan senyum.


"Bos, beberapa hari ini apa tidak terlalu tenang?" tanya Harry.


"Apa maksudmu?" tanya Yona.

__ADS_1


"Sudah beberapa hari si tua itu tewas, kenapa belum ada yang cari kita? tidak mungkin pengikutnya ikut menghilang!" ucap Harry dengan merasa aneh.


"Mereka tidak akan pergi sebelum membalas dendam, dan aku yakin mereka menjadi pengikutnya pasti sudah dari dulu, jadi mereka akan muncul suatu saat nanti," jelas Charles.


"Berapa jumlah mereka? aku sangat penasaran!" tanya Curry.


"Tidak ada yang tahu! dan aku yakin mereka akan muncul dalam waktu dekat, jadi ke mana pun kita pergi tetap perhatikan tempat yang kita tujui!" kata Charles.


"Apakah mereka akan datang ke markas kita?" tanya Harry.


"Tidak mungkin! mereka pasti menyerang saat kita di luar, mereka tidak bodoh untuk datang ke sini, andaikan jumlahnya mereka ratusan juga tidak mungkin mereka akan ke sini!" jelas Charles.


"Kenapa, Bos?" tanya Harry dengan penasaran.


"Markas Black Dragon di dirikan di London semua juga sudah tahu, jadi, mana mungkin mereka akan menyerang sarang kita," jelas Charles.


"Aku sudah mengerti, mereka akan muncul setelah saatnya tiba, dan setelah mereka merencanakan dengan baik," kata Yona.


"Ingat saja untuk kalian! ke mana pun kalian pergi tetap waspada, karena pengikut Brad jumlahnya tidak sedikit!" kata Charles.


"Baik Bos," jawab mereka bertiga dengan serentak.


Di sisi lain Cole dan Liza baru tiba ke pelabuhan X. mereka berjalan masuk ke pelabuhan itu dan melihat beberapa orang asing yang sedang bekerja, tentu bagi Cole dan Liza yang sudah lama di dunia mafia bisa membedakan yang mana kawan dan yang mana lawan.


Beberapa pria asing sedang mengangkut barang yang baru masuk dari kapal, sekitar dua puluhan orang yang tak di kenal yang sedang bekerja di sana.


Cole dan Liza memerhatikan setiap gerakan mereka, ada yang aneh pada pria asing itu, dan hanya Cole dan Liza yang mengetahuinya..


Setelah di perhatikan Cole mendapati tubuh mereka tersimpan sesuatu yang ternampak dengan jelas.


"Hanya pekerja biasa kenapa bisa memiliki senjata? kelihatannya kita punya musuh baru," batin Cole.


"Dua puluhan orang asing di sini, dan semuanya sangat ulet, kelihatannya tidak mudah!" ucap Liza dengan nada rendah.


"Mereka juga memiliki senjata!" kata Cole.


"Kenapa bisa ada yang orang tidak di kenal masuk ke sini? bukankah penjagaan sini sangat ketat?" tanya Liza dengan penasaran.


"Hanya mandor yang tahu, mari kita menemui mandor dulu!" ajak Cole.


"Bagaimana dengan mereka? jika saja mereka bertindak di sini?" tanya Liza.

__ADS_1


"Untuk saat ini kita jangan gegabah, aku tidak mau melibatkan anggota lainnya dan menghancurkan barang di sini, jika bisa kita urus masalah ini di luar pelabuhan!" jawab Cole dengan melangkah ke arah lain dan di ikuti oleh Liza.


Cole menemui mandor pelabuhan yang sebelumnya adalah pilihan Bared, mandor tersebut bernama Marcus yang adalah anggota di kumpulan Bared.


"Kakak Cole, kenapa kalian bisa ada di sini? apakah ada pemasukan barang lagi?" tanya Marcus yang sedang mengawasi para pekerja.


"Aku melihat semua pekerja sini sangat rajin, apa lagi belakangan ini sering masuk barang, mereka sangat banyak membantu kita dan tentu saja ini akan sangat menarik perhatian tuan Bared," jelas Cole dengan senyum.


"Ini sudah seharusnya mereka rajin, karena mereka bekerja di sini dan menerima upah dari kita juga," jelas Marcus dengan sopan.


"Aku melihat ada beberapa anggota baru, mereka sangat membantu, sejak kapan mereka mulai bekerja di sini?" tanya Cole.


"Hah...mereka sudah dua hari, mereka memang sangat rajin," jawab Marcus.


"Hari ini aku datang ke sini atas perintah dari bos, bos ingin mentraktir kalian makan, karena sudah bekerja lembur untuk beberapa hari ini," kata Cole.


"Traktir makan?"


"Benar, lagi pula dari awal kita bekerja sama, kita belum ada kesempatan untuk duduk bersama, jadi bos ingin mengunakan kesempatan ini untuk kita bisa saling kenal, ajaklah semua anggota baru, bagaimanapun mereka sudah menjadi bagian kita!" ujar Cole.


"Baiklah kalau begitu, aku akan sampaikan ke mereka semua," jawab Marcus.


" Siang nanti ajak semua anggota yang baru masuk!"


"Kakak Cole, akan ku lakukan!" jawab Marcus dengan menurut.


"Liza, mari kita pergi dulu, pesan makanan!" ajak Cole dengan berpura-pura.


"Kami akan menunggu kalian di restoran," kata Cole.


"Kami akan ke sana setelah mereka siap bongkar barang," jawab Marcus yang tanpa merasa curiga.


Tidak lama kemudian Cole dan Liza meninggalkan pelabuhan X.


Perjalanan.


"Siapa yang di katakan bos si pembuat onar?" tanya Liza yang sedang duduk di samping Cole.


"Yang di maksud bos adalah mereka yang bersenjata itu!" jawab Cole yang sedang mengendarai mobilnya.


"Siapa mereka? mereka adalah musuh kita atau musuh tuan Bared?" tanya Liza dengan penasaran.

__ADS_1


__ADS_2