Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Pembalasan Flower


__ADS_3

"Berani sekali kau menamparku," bentak Ruby yang ingin melayangkan tangannya ke wajah Flower akan tetapi dihadang oleh Curry.


"Ruby, hentikan! jangan menimbulkan masalah!" ujar Curry yang mendorong Ruby


"Siapa dia berani sekali menamparku...," teriak Ruby dengan nada kesal.


"Flower, maaf! aku akan menegurnya," ucap Liza yang menenangkan Flower.


"Tidak perlu! karena aku yang akan membalasnya," jawab Flower.


"Serahkan rekaman itu!" pinta Flower yang menghampiri Ruby.


"Tidak mau! aku ingin menyebarkan rekaman ini agar semua orang mengetahui kalau di dunia ini ada seorang gadis yang memiliki tubuh yang cacat," ketus Ruby dengan mengejek.


Flower semakin kesal mendengar hinaan anggota Charles.


"Aku tidak akan melepaskanmu...," teriakan Flower yang sedang emosi, dan lalu menghampiri Ruby.


"Kau mengejekku, dasar kurang ajar," bentak Flower menarik rambut Ruby dengan sekuat tenaga dan menhentakan kepala Ruby ke tembok dengan sekuat tenaga.


Bruk...


Hentakan kepala Ruby yang dilakukan oleh Flower membuat wanita itu tidak berkutik dan kesakitan.


"Aarrgh...," pekikan Ruby yang kesakitan.


"Flower...," teriak Liza, Curry dan Yona.


"Jangan coba-coba ikut campur, apakah kalian sama dengan dia ingin menghinaku karena aku cacat?" bentak Flower dengan kesal menatap ke arah mereka bertiga dengan mengeluarkan air matanya


"Flower, lepaskan dia dulu! kita adalah teman. mana mungkin kami menghinamu," bujuk Liza.


Flower yang sedang emosi mengambil pisau sayur dan menancap tembok yang posisinya pas di samping mata Ruby.


Bruk

__ADS_1


"Aarrghh...," teriakan Ruby yang ketakutan.


"Kau menghinaku? menertawakanku? apa kau tahu apa yang sudah ku lalui selama ini..ha? kau merasa bangga di saat menghinaku?" bentak Flower yang sedang emosi.


"Bunuh saja aku!" ketus Ruby.


"Bunuh? aku tidak begitu bodoh harus mengotori tanganku," bentak Flower sambil menekan kuat kepala wanita itu.


"Aarrgh....," jeritan Ruby yang kesakitan.


"Flower, tenanglah! Ruby akan menerima hukuman sesuai peraturan kelompok kita," ucap Curry yang berusaha menenangkan Flower.


"Kalian ingin melindunginya? jangan berharap kalian bisa membantunya," ketus Flower yang sedang kesal.


"Cepat lepaskan tanganmu!" jerit Ruby yang sedang menahan sakit


"Kau mengejekku, dan bahagia atas penderitaanku, baiklah. aku akan membuatmu sama sepertiku," bentak Flower yang mengambil tali cambuk yang ada di atas lemari.


"Apa yang kau ingin lakukan?" tanya Ruby dengan cemas.


"Aku hanya ingin kau merasakan apa yang aku rasakan," jawab Flower.


"Ruby, lepaskan senjatamu! kita adalah satu keluarga jangan saling membunuh!" ujar Liza yang berusaha ingin menghentikan pertengkaran mereka.


"Kau ingin menembakku? lakukan saja! aku tidak takut, walau aku bukan gangster tapi hidupku sudah cukup sulit dan tidak kalah menderita darimu," bentak Flower.


"Cepat panggil bos!" teriak Liza yang cemas.


"Iya," jawab Yona yang langsung pergi dengan cepat.


"Tembak saja! aku tidak takut," tantang Flower.


"Tembak jantungku dan kalau tepat tembakanmu, maka kau menang dan aku mati," bentak Flower dengan kesal dan sambil mencambuk wanita itu.


"Aarrgh...," jeritan Ruby yang kesakitan.

__ADS_1


"Bagaimana rasannya, apakah sakit?" tanya Flower sambil mencambuk wanita itu.


"Aarrgh...," jerit Ruby yang kesakitan. tubuhnya mengenai cambukan berkali-kali yang dilakukan oleh Flower.


"Flower...," teriak Liza.


"Ruby...," teriak Curry.


Flower yang emosi dan histeris mencambuk tubuh ruby hingga berdarah, ia mengunakan sekuat tenaganya memcambuk wanita itu karena kebencian dan sakit yang dia rasakan saat terbayang masa lalu.


"Aarrghh...


"Aarrghh...," jeritan Ruby yang kesakitan.


"Selama puluhan tahun aku menerima siksaan ini, semua bekas luka yang ku dapatkan berasal dari perbuatan ayahku yang berhati mulia," bentak Flower sambil mencambuk tanpa berhenti.


"Aarrghh...," teriakan Ruby yang kesakitan.


"Sekarang kau sudah tahu rasanya, kan? bagaimana aku bisa memiliki bekas luka ini, aku wanita cacat dan mulai hari ini kau sama juga," bentak Flower.


Ruby dicambuk pukulan kali oleh Flower yang sedang tertekan


Liza dan Curry sama sekali tidak bisa menghentikan aksi Flower yang sedang emosi, dan hanya bisa melihat teman mereka yang mengerang kesakitan.


"Bagaimana rasanya...ha? kau senang melihat tubuhku yang sudah cacat ini, dan sekarang kau sudah merasakannya," ketus Flower yang sambil mencambuk wanita itu berulang kali. kini Ruby tergeletak tidak berdaya akibat lukanya cukup parah di tubuhnya.


"Aarrggh...."


"Hentikan...," teriakan Ruby yang menangis karena kesakitan.


"Flower, tolong hentikan! dia akan mati jika begitu terus" bujuk Curry yang merasa khawatir


"Dia tidak akan mati, aku sudah menerima pukulan selama 10 tahun dan masih hidup hingga sekarang" jawab Flower yang sambil mencambuk Ruby tanpa berhenti.


Cambukan yang dilakukan oleh Flower karena sedang tertekan.

__ADS_1


"Hentikan...," teriakan Ruby yang sedang berguling di lantai.


Cambukan dilakukan oleh Flower telah melukai tubuh Ruby sehingga mengeluarkan darah di seluruh tubuhnya, dirinya mengerang kesakitan selama cambukan yang dia terima.


__ADS_2