Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Kekesalan Stallone


__ADS_3

Jam dinding menunjukan pukul 01.00


Markas Black Dragon.


Mereka mencari keberadaan Flower sehingga larut malam dan baru kembali ke markas mereka.


"Bos, kami sudah mencari ke banyak tempat akan tetapi masih tidak menemukan nona," kata salah satu anggotanya.


"Bos, apa mungkin Stallone sudah menculik nona?" tanya Harry.


"Ini tidak baik! jika memang benar di tangan dia! dia masih menaruh dendam terhadap bos, jadi dia akan mengunakan Flower sebagai alat untuk mengancam bos," kata Curry


"Bos, apa yang harus kita lakukan? aku khawatir jika mereka melukai Flower!" kata Yona.


"Aku ingin mengetahui di mana tempat tinggal dia dulu, agar bisa mengetahui di mana Flower berada," jelas Charles dengan raut wajah datar.


"Bos...." panggil Cole yang melangkah masuk ke dalam markas dengan di ikuti oleh Liza.


"Bos...." sapa Liza.


"Cole, Liza, kenapa kalian pulang?" tanya Charles.


"Bos, kami mendengar kabar jika nona belum di temukan, oleh karena itu aku segera pulang dan ingin mencarinya," jawab Cole.


"Bos, biarkan kami mencari Flower!" pinta Liza.


"Kenapa di sini begitu ramai? sekarang sudah pukul berapa?" tanya seorang wanita yang tiba-tiba muncul dan berdiri di pintu besar.


Semua orang yang di dalam markas itu menoleh ke arah depan pintu, semua tatapan berfokus pada wanita itu yang sedang mengucek matanya.


"Flower...." panggil Charles yang langsung bangkit dari tempat duduknya dan melangkah cepat ke arah pujaannya itu.


"Flower, apa kau tidak apa-apa?" tanya Charles dengan khawatir dan langsung memeluk gadis itu


"Aku tidak apa-apa! aku menunggumu seharian sehingga ketiduran." jawab Flower yang di dalam pelukan Charles


"Ketiduran? Flower, kau menunggu ku di mana?" tanya Charles yang melepaskan pelukannya.


"Di gudang senjata! karena tidak di kunci, di saat itu aku hanya bisa bersembunyi di sana sambil menunggumu pulang," jelas Flower.


"Apa kamu terluka? apa mereka menyakitimu?" tanya Charles dengan merasa khawatir.


"Aku tidak terluka! aku hanya kedinginan," jawab Flower dengan gemetaran.

__ADS_1


Charles langsung melepaskan jas luaran dan memakaikan ke tubuh pujaannya itu. dan kemudian Charles langsung mengendong Flower menuju ke kamarnya. saat masuk ke kamar Charles mendudukan Flower di atas kasur.


Charles menuangkan segelas air minum untuk pujaannya.


"Flower, katakan padaku apa yang sudah terjadi hari ini? kenapa kau bisa ada di gudang senjata?" tanya Charles yang duduk berhadapan dengan Flower.


"Aku tidak tahu siapa lawan dan siapa kawan di sini! dan yang pasti pria itu yang bernama Anto pasti bukan orang baik, dan aku hanya bisa berpura-pura meminta makanan dengannya. saat dia pergi aku langsung melompat keluar dari jendela. aku memilih gudang senjata untuk bersembunyi dan menunggumu pulang. karena aku tahu mereka tidak akan menyangka jika aku di sana, aku tidak boleh keluar dari markas karena akan lebih bahaya di luar sana," jelas Flower dengan panjang lebar.


"Gadisku memang pintar! salah ku karena meninggalkan mu di sini sendirian, sehingga melibatkanmu," ucap Charles yang mengelus rambut pujaannya.


"Di saat aku bersembunyi di sana dia berusaha ingin memancing ku keluar, dan tidak lama kemudian aku pun ketiduran sehingga malam ini aku baru bangun, makanya aku langsung keluar dari sana," jelas Flower.


"Charles, siapa mereka sebenarnya? kenapa mereka bisa ada di dalam markas?"


"Semua karena uang! mereka yang mengkhianatiku demi uang."


"Bagaimana dengan yang lainnya?"


"Mereka semua di pihak kita, yang memihak ke musuhku itu sudah tewas di tanganmu dan sisa Anto yang masih hidup."


"Apa yang akan kamu lakukan padanya?"


"Aku akan mengirim dia kembali ke asalnya."


"Apa kamu tahu siapa musuh mu?"


"Charles, mereka berusaha ingin menyakitimu, kau harus selalu berhati-hati!" kata Flower dengan merasa khawatir


"Jangan khawatir, Flower. aku bisa mengatasinya. dan sudah seharian kamu berada di gudang, dan belum makan apa-apa juga, kau pasti sudah laparkan?" tanya Charles dengan senyum


"Iya, aku sudah lapar! tapi aku mau mandi dulu."


"Biarkan aku memandikanmu! setelah itu aku akan menyiapkan makanan untukmu!" ujar Charles yang mengendong Flower menuju ke kamar mandi.


"Iya, terima kasih!" ucap Flower.


Keesokan harinya.


Mansion Stallone.


"Aaarrgh...." teriakan seorang wanita yang terdengar dari dalam kamar Stallone.


Juve yang menunggu bosnya sudah selama dua jam di sana, karena ingin melaporkan sesuatu.

__ADS_1


"Bos, sudah bermain selama dua jam, dan Lucy juga berteriak selama itu, gadis ini pasti akan di buang juga suatu saat nanti, tidak peduli secantik apapun wanita yang bersama bos, jika sudah bosan makanya akan di buang lagi," batin Juve.


"Sakit sekali Tuan!" jeritan Lucy yang sedang merasakan hentakan kuat dari Stallone.


"Berteriaklah! aku semakin suka kau berteriak!" kata Stallone yang sedang melakukan pergerakannya di bawah sana.


Tidak lama kemudian Stallone menghentikan aksinya.


"Besok malam datang lagi! ingat, setiap malam datang pukul 07.00! ambil uangnya, dan rawat dirimu baik-baik!"


"Iya," jawab Lucy yang masih merasa sakit.


"Dia sangat kuat! lukaku masih belum sembuh sekarang sakit lagi." batin Lucy


Setelah beberapa menit kemudian Stallone keluar dari kamarnya dengan mengenakan kemeja yang terbuka di bagian depan.


"Bagaimana, apa hasilnya?" tanya Stallone.


"Bos, dia tidak ada kabar, mungkin saja dia gagal," kata Juve yang sedang berdiri di ruangan.


"Lima orang bisa gagal?" tanya Stallone dengan merasa kesal.


"Anto mengatakan jika kelemahan Charles hanya satu, yaitu adalah wanitanya, oleh karena itu Anto ingin menangkap wanita itu untuk kita," jelas Juve.


Stallone yang merasa kesal lalu melempar gelasnya ke lantai.


PRANG...


"Kurang ajar! siapa yang menyuruh dia menangkap wanitanya? yang aku inginkan adalah Charles saja, apa kalian menganggap aku akan mengunakan wanita untuk melawan musuhku? apa aku serendah itu!" ketus Stallone dengan kesal.


"Masalahku dengan Charles aku hanya akan menyelesaikan dengan dia, dan bukan mengunakan wanitanya sebagai alat untuk mengancamnya," bentak Stallone dengan emosi.


"Iya Bos" jawab Juve dengan menunduk.


"Mungkin saja mereka sudah mati, Charles tidak mudah di bohongi, biarkan saja mereka," ujar Stallone.


"Apa rencana kita seterusnya, Bos?" tanya Juve.


"Apa yang dia sibukan?"


"Semalam dia dan anggotanya bertarung dengan sejumlah orang, tidak tahu dari kumpulan mana yang menyerangnya," jawab Juve.


"Dia akan selalu bernasib baik, karena ketangguhannya dan selain itu dia juga memiliki bsnyak anggota yang hebat."

__ADS_1


"Untuk selanjutnya apa yang akan kita lakukan, Bos?"


"Untuk sementara ini belum ada! aku yang akan bertemu dengannya suatu saat nanti," jawab Stallone yang sedang meneguk minumannya.


__ADS_2