
"Apakah bos tahu setelah bos bersama nona kami lebih sering melihat senyuman bos. dan kami bisa merasakan bahwa bos menjadi lebih bahagia."ucap Cole.
"Setelah bersamanya aku lebih menghargai hidupku. dan tidak ingin cepat mati. jika dulu aku tidak peduli dengan nyawa sendiri. akan tetapi sekarang aku tidak mau seperti itu lagi. karena setiap aku keluar ada yang menunggu ku di rumah," jawab Charles.
"Cole, pikirkanlah dengan baik! jika dia sudah masuk ke hatimu maka jangan pernah melepaskan dia! karena kau akan menyesalinya," ucap Charles yang bersulang dengan pengawalnya itu
Mereka saling bersulang dan duduk sambil meneguk minuman favorit mereka.
Setelah beberapa menit kemudian Charles kembali ke kamarnya dan berjalan menghampiri tempat tidurnya. ia melihat pujaannya sedang tidur dengan begitu pulas.
"Selamat malam, boneka kesayanganku," ucap Charles yang mencium wajahnya Flower yang polos dan makeup tanpa.
Jam dinding menunjukan pukul 04.00
Hotel tempat tinggal Stallone
Anggota Stallone telah tiba di depan hotel. lima anggotanya yang berpakaian rapi melangkah masuk ke hotel tersebut. lima pria itu adalah kepercayaan Stallone serta pengawal andalannya.
Tuk....tuk...
Ketukan pintu yang di lakukan salah satu dari mereka.
Klek
"Bos," sapa mereka dengan serentak terhadap Stallone yang membukakan pintunya
"Masuklah!" titah Stallone yang melangkah ke sofa dan duduk di sana. lima anggotanya duduk bersama dengan bos mereka.
"Bos, apa masih belum ada kabar Juve?" tanya salah satu anggotanya yang bernama Borey.
"Tidak ada sama sekali, tidak tahu apakah dia masih hidup atau sudah mati, ataupun di tangkap oleh mereka," jawab Stallone.
"Apa mungkin dia di tangkap dan di ancam?" tanya Chan.
__ADS_1
"Jika saja dia di tangan mereka maka mereka pasti sudah menghubungiku," kata Stallone.
"Siapa pihak lawan kita sebenarnya? tidak ada tanda-tanda sama sekali," ujar Atith.
"Tidak ada gunanya jika dia menahan Juve dan tidak menghubungiku, dan tidak ada gunanya juga dia membunuh Juve karena sasarannya adalah aku. sekarang yang menjadi pertanyaan adalah di mana Juve dan kenapa mereka bisa mengetahui tempat tinggalku?"ucap Stallone dengan penasaran.
"Apakah dari sejak bos di sini mereka sudah mengikuti Anda?"tanya Guty.
"Tidak mungkin, kalau seperti yang kamu katakan maka mereka pasti sudah bertindak dari awal," jawab Stallone.
"Bos, kami sudah melakukan penyelidikan di kamboja, ada kumpulan besar di ketuai oleh Fernando. dia adalah kumpulan yang paling besar di bagian kamboja. tidak tahu bagaimana caranya jumlah anggotanya meningkat pesat dalam beberapa tahun. dan mengenai ini kita sudah kelalaian karena kita tidak memperhatikannya," jelas Boran.
"Di kamboja walau dia menjadi yang terbesar akan tetapi untuk apa dia mengincar bos kita?" tanya Guty dengan penasaran.
"Dua alasan, Alasan pertama mungkin karena dia ingin menjadi terkuat di kamboja dan alasan kedua adalah mungkin dia menaruh dendam terhadap bos," jelas Boran.
"Aku dan dia tidak pernah ada pertikaian apapun, jadi tidak mungkin kami bermusuhan. mungkin saja bukan mereka," jawab Stallone.
"Foto yang bos kirim untuk kami sudah kami selidiki, walau mereka adalah orang kamboja akan tetapi mereka bukan membesar dia sana. dan kami juga tidak dapat info selanjutnya lagi. sepertinya data mereka sudah di hilangkan," jelas Atith.
"Apa anggota kita sudah sampai?" tanya Stallone
"Sudah Bos, mereka tinggal rumah yang kami sewa di dalam kota ini. tidak akan ada yang mencurigai mereka. mereka juga akan melindungi bos dari jarak jauh. setiap bos keluar mereka akan mengikuti dari belakang," jawab Chan.
"Baiklah, aku sudah mengerti," jawab Stallone.
Tuk....tuk...tuk...
Suara ketukan pintu dari seseorang di luar kamar hotel.
Stallone dan lainnya yang mendengar suara ketukan langsung bangkit dari tempat duduk mereka. masing-masing mengeluarkan senjata mereka.
"Siapa?" tanya Stallone yang melangkah mendekati pintu sambil memegang pistolnya. sementara lima pengawalnya berdiri di samping sambil menodong pistol ke arah pintu.
__ADS_1
Tuk...tuk...tuk...
Ketukan pelan yang di lakukan entah dari siapa yang ada di luar sana.
"Siapa di luar?" tanya Stallone yang memegang gagang pintu.
"Bos, ini aku," jawab seorang pria yang tidak asing suaranya.
"Juve?" gumam Stallone yang membuka pintu dan langsung menodong ke arah luar.
Saat Stallone membuka pintu ia membuka matanya besar-besar melihat Juve yang terkapar di depan pintu dengan wajah yang berlumuran darah.
"Juve..." teriak Stallone yang mengangkat tubuh Juve masuk ke dalam kamarnya.
"Juve, apa yang sudah terjadi? siapa pelakunya?" tanya Stallone yang membaringkan anggotanya itu di sofa. sementara Chan dan lainnya sedang membersihkan luka yang di alami oleh Juve.
"Aku tidak tahu siapa pelakunya, aku tiba-tiba di serang di siang itu. mereka ada empat orang dan membawaku ke tempat lain. memukul ku dengan kayu dan membiarkan ku di sana. saat aku masih sadar aku mencoba menghubungi bos akan tetapi tidak ada yang angkat dan kemudian aku tidak sadar diri lagi," jelas Juve.
"Apa kamu pingsan selama dua hari ini?" tanya Chan.
"Aku baru sadar tadi siang dan berusaha berjalan pulang ke tempat tinggal bos. akan tetapi rumah itu sudah berantakan, makanya aku mencoba untuk ke sini," jawab Juve yang sambil menahan sakit.
"Kenapa kau bisa tahu jika bos tinggal di sini?" tanya Boran dengan merasa heran.
"Karena saat pertama kali datang ke kota ini, bos juga tinggal di hotel ini sebelum tinggal di rumah mewah itu," jawab Juve.
"Lukamu cukup parah dan istirahatlah dulu. jika masih sakit maka kau harus di bawa ke rumah sakit!" ucap Stallone.
"Bos, untuk saat ini lebih jangan menampakan diri dulu. biarlah Juve menerima perawatan di sini saja. karena kami ada membawa obat dari kamboja. jadi aku yakin lukanya akan sembuh dalam beberapa hari ini," kata Borey.
"Betul kata kalian! lakukanlah tugas kalian!" jawab Stallone.
Guty, Atith, Chan, Boran dan Borey sedang mengobati setiap luka yang di tubuh Juve. luka yang di alami adalah pukulan yang sangat kuat sehingga meningga lebam di setiap tubuhnya. kepalanya berdarah akibat pukulan keras. tidak tahu bagaimana ceritanya ia bisa bertahan hidup selama dua hari setelah mengalami luka parah pada dirinya.
__ADS_1
Stallone berdiri sambil memandang ke arah Juve yang sedang berbaring di sofa dan sudah tidak sadarkan diri.
"Selama dua hari ini apa yang sudah terjadi sebenarnya? dan siapa yang mengincarku sebenarnya" gumam Stallone