Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Godaan Yona


__ADS_3

"Karena aku memiliki sembilan nyawa, dan Tuhan juga sayang padaku. oleh karena itu aku panjang umur," jawab Charles dengan menatap senyum ke arah Flower yang duduk di kursi. sedangkan Charles duduk di ranjang pasien.


"Iya, benar. Tuhan sangat sayang padamu sehingga tidak membiarkanmu mati," jawab Winz yang sedang melilit perban lengan sahabatnya itu.


"Aku masih ingin menikah dengan pujaaan ku, mana mungkin aku cepat mati," ujar Charles dengan senyum menatap ke arah Flower.


"Apa kali ini sudah di tetapkan? musuhmu itu sudah di bunuh olehmu," tanya Winz.


"Belum lagi! kami masih terluka. aku tidak mau tampil dengan kondisi yang seperti ini," jawab Charles.


"Seminggu sudah baikkan, asal rutin beri obat," kata Winz.


"Winz, jangan lupa untuk hadir ya? kamu adalah tamu penting," ujar Flower dengan senyum.


"Aku pasti datang, Flower. tenang saja. aku juga sudah kamu pilih sebagai pendamping pengantin," jawab Winz.


"Terima kasih, semua pedamping pengantin cantik-cantik," ucap Flower dengan senyum.


Di sisi lain beberapa anggota Charles yang tertembak sedang menerima perawatan..


Setelah dua jam kemudian mereka keluar dari ruangan tersebut.


"Bagaimana dengan kalian semua?"tanya Vic.


"Tuan Austin, kami semua baik-baik," jawab Stone dan lainnya dengan serentak.


"Baguslah, mulai hari ini kalian harus menyembuhkan luka kalian. karena hari pernikahan Charles dan Flower sudah mau tiba. kalian adalah pengawal yang tangguh dan tentu harus tampil dengan tampan dan cantik," kata Vic dengan senyum..


"Tuan Austin, tenang saja! kami semua sangat tampan dan mereka juga sangat cantik. jadi kami tidak mengecewakan bos," jawab Harry dengan seraya bercanda.


"Hahahahahah...aku sangat tidak sabar menanti hari itu," ujar Vic dengan tertawa.


"Kau terlalu memuji diri sendiri," ucap Cole dengan menatap ke arah Harry yang berdiri di sampingnya.


"Jangan rendahkan aku! ketampanan ku tidak kalah darimu," jawab Harry yang tidak mau kalah.


"Walau dia tidak setampanmu, tapi kalau di bawa keluar masih bisa untuk pamer dan tidak memalukan," ujar Yona yang mengandeng tangan Harry dan menatap ke arah Cole.


"Yona, Harry, jangan-jangan kalian berkencan di belakang kami?" tanya Curry.


"Kalian merahasiakan pada kami ya selama ini?" tanya Liza dengan bercanda.


"Tidak ada, kami tidak berkencan selama ini," jawab Harry yang melepaskan tangan Yona dan menjaga jarak dari wanita itu.

__ADS_1


"Harry, setidaknya masih ada wanita yang mau bersamamu," kata Stone dengan mengejek.


"Apa maksud dengan perkataan mu ini?" tanya Harry dengan kesal.


"Maksudku adalah Yona begitu cantik sementara wajahmu biasa-biasa saja dan tidak tampan, tapi masih bisa di bandingkan dengan preman jalanan sana," jawab Stone dengan seraya bercanda.


"Hahahahahaha...." suara tawa mereka semua.


"Ada apa? kelihatannya kami ketinggalan," tanya Flower yang menghampiri mereka bersama Charles.


"Charles, anggotamu sedang jatuh cinta," ujar Steve dengan tertawa.


"Siapa dia, aku menjadi penasaran?" tanya Charles dengan senyum.


"Yona dan Harry, mereka adalah pasangan yang serasi," jawab Curry.


"Kak Yona, apakah benar?" tanya Flower.


"Tidak benar, tentu saja tidak benar. kami tidak sedang berkencan," jawab Harry yang membantah keras.


"Apa kau tidak menyukaiku? apa kekuranganku? apa aku tidak cantik? atau kau sudah memiliki yang lain?" tanya Yona yang tanpa berhenti dan mendekati Harry.


"Sejak kapan dirimu menjadi menyebalkan? jaga jarak dengan ku! aku tidak suka dekat-dekat dengan wanita," ujar Harry yang menjaga jarak dari wanita itu.


"Harry, jangan memilih lagi! kak Yona sangat cantik, dirimu akan menyesal jika suatu saat dia di rebut oleh orang lain," kata Flower.


"Bagaimana kalau nikahkan saja mereka berdua?" tanya Vic dengan bercanda.


"Apa, menikah? jangan bercanda!"teriak Harry.


"Charles, ini usulan baik untuk menikahkan mereka, mungkin saja mereka bisa akur setelah menikah," kata Steve.


"Setelah pernikahanku maka aku bisa mengaturnya untuk mereka," jawab Charles dengan tertawa.


"Bos, jangan bercanda! aku tidak mau menikah apa lagi dengan si ulat bulu ini. aku ingin hidup bersendirian untuk selamanya," jawab Harry.


"Kau tidak ada pilihan lagi, semua juga mendukung kita bersama," ucap Yona yang mengandeng tangan Harry.


"Dasar ulat bulu jangan dekat denganku! pilih saja Cole sebagai calon mu dia lebih tampan dan lebih hebat dariku," kata Harry yang mendorong Yona ke arah Cole.


"Setelah di pikirkan kalian sudah sangat serasi, lagi pula kita sudah lama kenal," kata Stone dengan sengaja.


"Jangan sembarangan bicara!" ketus Cole.

__ADS_1


"Cole, kita boleh juga mempertimbangkan hubungan kita, lagi pula di hati mu juga tidak mencintai siapapun, jadi kenapa kita tidak mencobanya saja," tanya Yona dengan sengaja mengusik Cole dan memerhatikan reaksi Liza.


Liza melihat kedekatan sahabatnya dengan pria dingin itu ia hanya diam walau merasa tidak nyaman di hatinya.


Yona dengan sengaja mengoda Cole untuk membuat sahabatnya itu cemburu, karena niat mereka adalah ingin mempersatukan Liza dan Cole yang sama-sama memendamkan perasaan.


"Begini saja! karena Yona sudah bersama Cole, aku juga tidak mau hidup sendirian. maka aku pilih Liza sebagai teman hidupku. kita akan saling mencintai hingga akhir hayat," ucap Stone dengan sengaja dan merangkul pundak Liza.


"Apa?" tanya Liza dengan menoleh ke arah temannya itu.


"Kita sudah lama kenal dan sudah saatnya kita menikah bukankah begitu?" tanya Stone dengan sengaja.


Cole yang melihat Stone begitu dekat dengan Liza raut wajahnya berubah menjadi tidak senang.


"Dengan begini apakah kita akan menikahkan mereka berempat?" tanya Flower dengan sengaja.


"Asalkan mereka setuju kita akan mengadakan pesta untuk mereka dengan bersamaan," jawab Charles.


"Ide yang bagus," jawab Curry.


"Liza, mari kita pergi ke suatu tempat!" ajak Stone dengan sengaja.


"Kita mau ke mana?" tanya Liza dengan heran.


"Ke tempat untuk berkencan," jawab Stone.


"Wah...kau begitu mari kita pergi juga ya, Cole!" ajak Yona.


"Aku tidak ingin ke mana-mana dan aku juga tidak akan menikah denganmu," jawab Cole dengan berterus terang.


"Mari kita pulang istirahat dulu! kita semua sudah kewalahan juga!" ajak Charles.


"Mari kita pulang dulu!" ujar Vic.


Stone sengaja merangkul Liza dengan erat dengan sengaja ingin membuat Cole merasa cemburu. sementara Yona dengan sengaja mengandeng tangan Cole walau berkali-kali Cole menepis tangannya.


Harry dan Curry yang berjalan di belakang sambil berbisik.


"Hei...bagaimana menurutmu apakah cara ini akan berhasil?" tanya Harry dengan nada kecil..


"Tidak tahu! mereka sama-sama keras kepala dan sangat sulit. walau mereka merasa cemburu tapi mereka diam saja," jawab Curry dengan berbisik.


"Fernando saja bisa kita taklukkan, tidak mungkinkan mereka tidak kita bisa taklukan," ucap Harry.

__ADS_1


"Tunggu bos saja yang bertindak," kata Curry


"Apa maksudmu?" tanya Harry.


__ADS_2