Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Sejak kapan dia muncul di sini?


__ADS_3

"Kenapa bisa ada kartu nama pria di dalam jaketnya?" gumam Charles


"Charles, kamu sudah pulang?" sapa Flower yang baru keluar dari kamar mandi dengan rambutnya yang basah


"Flower, apa kamu mengenalnya?" tanya Charles dengan menunjukam kartu nama tersebut


"Tidak! kami bertemu di mall, saat aku di ancam seseorang dia tiba-tiba muncul membantuku" jawab Flower yang berjalan dan duduk di kasur sambil mengunakan handuk mengeringkan rambutnya


"Apa? ada yang mengancammu? apa kamu terluka?" tanya Charles yang menghampiri Flower


"Aku tidak terluka!"


"Ini sangat bahaya bagimu, apakah pelakunya adalah Brad?"


"Mungkin saja! dia ingin menangkapku dan menyebut namamu"


"Flower, maafkan aku. karena masalahku telah melibatkanmu" ucap Charles dengan mengecup dahinya Flower


"Ini bukan salahmu, jadi jangan minta maaf" kata Flower


"Aku harus memperketatkan penjagaaan untuk bonekaku ini, agar tidak di bawa pergi oleh sesiapapun" ucap Charles dengan mencium bibir Flower dengan dalam


Charles menidurkan Fower ke atas kasur sambil mencium dengan penuh naf.su


"Flower, aku ingin mendapatkan tubuhmu malam ini" ucap Charles yang melanjutkan ciumannya


"Gawat! lukaku masih belum sembuh, Charles baru melakukannya semalam, dan malam ini dia masih menginginkannya" batin Flower


Setelah berciuman selama beberapa menit Charles melepaskan semua pakaian Flower hingga menampakkan semua sisi tubuhnya, Charles menjelajahi setiap lekuk tubuh Flower yang sudah tanpa sehelai benang. mencium setiap inci tubuh yang penuh bekas luka dan memainkan jarinya di bawah sana.


Flower masih merasa perih hanya pasrah karena tidak ingin mengecewakan pria yang dia cintai itu.


Tidak lama kemudian Charles yang ingin segera menuntaskan hasratnya langsung memasukan miliknya ke bagian inti pujaannya itu, saat merasakan gesekan di bawah sana Flower menahan sakit sambil memejamkan matanya, ia tidak ingin menjerit karena akan di ketahui oleh Charles bahwa bagian intinya itu masih terasa sakit dan sangat perih


Charles melakukan pergerakan tanpa berhenti dengan lembut, dan sambil mencium bibir Flower serta lehernya


"Flower, apa kamu masih sakit?" tanya Charles dengan berbisik di telinga Flower

__ADS_1


"Tidak" jawab Flower dengan tidak mengakui


"Aku akan melakukannya sampai aku puas, apa kau tahu semalam aku masih belum puas menguasaimu, dan malam ini aku akan ingin menguasai tubuhmu sampai puas" ujar Charles yang sambil melakukan pergerakannya yang di bawah sana


Mendengar bisikan calon suaminya itu, tentu mengejutkan bagi Flower jika saja pria itu ingin melakukannya lebih lama, sedangkan dirinya sedang menahan sakit dengan setiap gesekan yang di lakukan oleh pria itu.


Di sisi lain Stallone sedang berada di rumah mewahnya, dirinya bersama dengan seorang gadis yang adalah kekasihnya


"Stallone, gaun ini cantik sekali, aku tidak menyangka jika kau pintar memilih warna" ucap gadis itu yang bernama Lina


"Seseorang yang membantuku memilih warna ini, karena aku tidak tahu warna apa yang sesuai untukmu" jawab Stallone yang sedang duduk sambil merokok, dengan kemejanya yang terbuka kancing bagian depan


"Aku akan berterima kasih padamu" ucap Lina dengan mencium wajah pria yang berparas tampan itu


"Ingin berterima kasih padaku harus mengunakan tubuhmu" ucap Stallone yang melepaskan baju Lina dan mencium dua gundukan yang menonjol itu


"Kau sangat hebat" kata Lina yang menyukai permainan pria itu


Stallone mengendong Lina ke atas kasur dan kemudian melepaskan pakaiannya, tidak seperti biasanya Stallone suka bermain dengan tubuh gadis cantik itu, kini ia langsung menembus milik Lina yang seksi itu


"Kenapa hari ini kau tidak bermain seperti biasa?" tanya Lina yang merasakan gesekan di bawah sana


"Kenapa? kau tahu jika tubuhku ini hanya milikmu, kau bisa memainkan selama kau mau" tanya Lina dengan merasa kecewa


"Malam ini adalah permainan terakhir, aku sudah menemukan yang lain" jawab Stallone yang sedang menekan pinggang Lina sambil mengoyangkan pinggulnya tanpa berhenti


"Siapa dia? apakah dia lebih hebat di ranjang?" tanya Lina dengan merasa sedih


"Jangan bertanya mengenai urusan pribadiku, Lina. sebelumnya aku sudah mengatakannya padamu, kita hanya teman ranjang, jika aku sudah mulai melirik yang lain, maka hubungan kita segera berakhir"


"Cium aku, Stallone"


"Tidak! aku hanya menginginkan bagian kewanita.anmu saja, setelah puas aku akan menyuruh orang mengantarmu pergi, aku tetap akan membayarmu, dan setelah itu kita tidak akan bertemu lagi" jawab Stallone dengan melakukan pergerakan yang cepat


Setelah dua jam kemudian Stallone masih belum berhenti dengan aksinya, Lina yang merasa kecewa hanya bisa pasrah jika dirinya selama ini memang hanya di jadikan pemuas untuk pria itu, tiba saatnya dia akan di campakkan.


Setelah beberapa menit kemudian Stallone menghentikan aksinya, dan ia langsung bangkit dan menuju ke kamar mandi, tidak ada ciuman lagi untuk gadis itu atau kemesraan lainnya.

__ADS_1


Setelah membersihkan dirinya Stallone keluar dari kamar mandi, ia mengambil dompet dan memberi uang kepada Lina


"Ambil uang ini dan pergilah" kata Stallone yang meletakan lembaran uang ke atas meja


"Apa kau sudah bosan denganku?" tanya Lina dengan merasa sedih


"Permainan kita sudah berakhir, pergilah" jawab Stallone yang ingin melangkah keluar dari kamarnya


"Aku sudah hamil" ucap Lina dengan mengeluarkan air matanya


Mendengar kata gadis itu Stallone menghentikan langkahnya dengan merasa hampir tidak percaya dan menatap dengan tatapan kejam ke arah gadis itu


"Jangan bermain denganku, Lina. besok aku akan membawamu menjumpai dokter"


Mansion Charles


Charles melakukan selama dua jam dan melepaskan hasratnya berkali-kali, walau sudah berulang kali akan tetapi tidak membuatnya merasa puas dan tidak ingin mengakhirinya, sehingga Flower harus menahan perih selama berhubungan.


"Sudah dua jam, tapi Charles masih tidak berhenti, dia sudah melakukan pelepasan banyak kali" batin Flower


"Flower, apa kamu merasa sakit?" tanya Charles yang sedang melakukan pergerakan tanpa berhenti


"Iya"


"Aku akan segera mengakhirinya" ujar Charles dengan mencium bibirnya Flower


Gerakan demi gerakan di lakukan oleh Charles semakin lama semakin cepat dan kemudian ia pun melepaskan hasratnya untuk kesekian kalinya, setelah tercapainya kenikmatan yang dia rasakan, lalu dia melakukan pergerakan dengan lembut. dan setelah itu ia pun menghentikan aksinya


"Terima kasih, Flower. kau sangat mengoda" ucap Charles dengan mengecup dahinya Flower


"Apa kau sudah ingin berhenti?"


"Aku masih ingin melanjutkannya, akan tetapi tubuh mu tidak akan bisa menahannya, kau akan kewalahan, tapi aku sangat puas" jawab Charles dengan mencium bibirnya Flower


"Tubuh gadis ini membuatku tidak bisa menahan naf.su, aku sudah menahan begitu lama, dan akhrinya malam ini sudah bisa melepaskan sebanyak berulang kali, jika aku melakukannya lagi Flower akan merasa kesakitan" batin Charles


Saat di kamar mandi Charles mengingat kembali kartu nama yang ada di jaket pujaannya itu

__ADS_1


"Sejak kapan dia muncul di sini, dan untuk apa dia datang ke london?" gumam Charles yang sedang berdiri di depan cermin


__ADS_2