Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Perjamuan


__ADS_3

Perkumpulan Red Lion


"Kenapa sudah sekitar jam segini mereka masih belum tiba juga? tanya Brad yang sedang duduk di sofa


"Tuan besar, mungkin saja mereka sudah di perjalanan menuju ke mari" jawab Kelvin


"Aku berharap perjalanan mereka lancar-lancar saja" ucap Brad yang sedang menghisap rokoknya


"Tuan besar, seharusnya tidak ada kendala apapun, karena orang luar juga tidak mengenal mereka, kecuali kita sendiri"


"Iya! mudah-mudahan tidak ada kendala apapun di jalan, mungkin saja belakangan ini terlalu banyak masalah yang menimpa pada kita, sehingga aku berpikir sembarangan" jawab Brad dengan menghela nafas


"Sejak kematian bocah itu Red Lion sering saja terjadi masalah yang tidak menyenangkan, andaikan jika dia masih hidup dia pasti tidak akan membiarkan ini terjadi" ucap Brad yang merasa menyesal


"Tuan besar menyesali kematiannya?" tanya Kelvin yang berdiri di hadapan Brad


"Jika di pikir ulang aku sangat menyesalinya, jika dia masih hidup dia bisa berhadapan dengan Micheal Care, akan tetapi sekarang di Red Lion tidak ada yang bisa menghadapi kumpulan Black Dragon" kata Brad


"Tuan besar, apakah aku bisa bertanya sesuatu?" tanya Kelvin dengan berhati-hati


"Apa yang ingin kau tanyakan?"


"Apa alasannya Anda membunuh bos Charles?" tanya Kelvin dengan penasaran


"Dia adalah senjata yang mematikan di Red Lion, karena terlalu mematikan sehingga aku merasa senjata ini akan menikamku suatu saat nanti, dan selain itu dia juga tidak bisa di kendalikan, sehingga membuatku harus bersikap waspada padanya" jelas Brad


"Tapi bos Charles tidak ada alasan untuk mengkhianati Anda, karena Anda adalah ayah angkatnya, bos Charles hanyalah memiliki sikap yang cukup keras dan tidak suka di singgung, akan tetapi dia sangat setia pada, Tuan besar" kata Kelvin


"Kelvin, apa menurutmu kematian dia adalah sesuatu hal yang tidak seharusnya terjadi?"


"Terus terang, Tuan besar. menurut ku kematiannya adalah kerugian besar bagi kita, karena semasa hidup dia tidak menunjukan sikap yang akan memberontak, dia membunuh Farlos adalah hal yang wajar, karena selama ini kita juga mengetahuinya jika Farlos sering saja mengirim pembunuh untuk mengincarnya, akan tetapi bos Charles memilih diam, sehingga Farlos mengusik wanitanya, dia baru merasa marah besar dan langsung membunuh Farlos karena emosi" jelas Kelvin


"Selama ini dia selalu saja berhasil menyelesaikan tugas yang ku berikan, walaupun aku merasa menyesal sekarang, juga sudah terlambat" ucap Brad


"Tuan besar, bagaimana jika Anda istirahat dulu, biarkan aku yang menunggu mereka" kata Kelvin


"Hm...baiklah, badanku ini juga sudah lelah" jawab Brad yang berdiri dengan bantuan tongkatnya dan melangkah pelan menuju ke kamarnya


Keesokan harinya

__ADS_1


Di pagi itu jam dinding menunjukan pukul 8, Brad yang sudah bangun dan duduk di ruangan baca sambil menunggu kedatangan anggotanya yang mengantar obat, akan tetapi raut wajah Brad berubah saat anggotanya tak kunjung tiba ke markasnya.


"Kelvin, cepat utuskan anggota kita, selidiki di mana mereka sekarang" perintah Brad dengan wajah kesal


"Baik, Tuan besar" jawab Kelvin dengan menurut dan melangkah pergi


Setelah dua jam kemudian


Kelvin kembali ke markasnya


"Tuan besar" sapa Kevil dengan hormat


"Bagaimana, apa sudah temukan mereka?" tanya Brad


"Tuan besar, berita buruk. mereka telah tewas di bunuh di tengah jalan" jawab Kelvin


"Apa, di bunuh? lalu, bagaimana dengan obatnya?" tanya Brad yang bangkit dari kursinya


"Obatnya hancur dan berserak di jalan itu"


"Kurang ajar" bentak Brad dengan kesal sambil menghentakkan mejanya


"kenapa bisa ada yang mengetahui soal ini? apakah pembunuhnya adalah orang dalam? selama bertahun-tahun lamanya mereka mengantar obat tidak pernah ada kendala dan kali ini mereka tewas begitu saja" ketus Brad dengan kesal


"Tuan besar, kelihatannya niat pelaku memang ingin menghancurkan obat itu, karena bukan hanya anggota kita yang di bunuh, bahkan semua obat itu juga di tembak dan hancur tidak ada yang utuh lagi"


"Ini adalah kesengajaan, siapa dia?" ucap Brad


"Tuan besar, ini adalah pembunuh berencana, apakah ada hubungan dengan Micheal Care?"


"Atas dasar alasan apa dia melakukan semua ini padaku?" tanya Brad dengan merasa kesal


"Tuan besar, apa yang harus kita lakukan?"


"Niatnya memang ingin kematianku, kenapa dia bisa mengetahui banyak hal? pada hal dia berasal dari spanyol"


"Jika malam ini dia hadir di acara itu, bukankah sangat bahaya bagi Anda?"


"Dia tidak akan bertindak saat di pesta, aku malah penasaran siapa sebenarnya dia, sampaikan ke anggota untuk mengawalku ke acara itu"

__ADS_1


"Baik, Tuan besar" jawab Kelvin


Malam hari


Acara pesta ulang tahun Bared di adakan di salah satu restoran mewah di London, saat itu para tamu yang hadir kebanyakan dari kalangan mafia, Bared yang sudah cukup terkenal tentu saja sangat di segani oleh sesama mafia lainnya


Tidak lama kemudian Brad hadir dengan di temani oleh Tom dan Figo


Mereka melangkah masuk ke acara pesta itu, tidak sedikit yang mengenal mereka dan menyapa serta bersalaman dengan Brad, setelah bersalaman dengan para tamu di sana ia pun menghampiri Bared yang sedang berbincang dengan temannya di sana.


"Tuan Bared" sapa Brad dengan senyum


"Tuan Robertson, Anda sudah datang" balas ucapan Bared sambil bersalaman dengan Brad


"Selamat ulang tahun, Tuan Bared" ucap Brad


"Tuan Bared, selamat ulang tahun" ucap Figo dengan bersalaman dengan Bared


"Terima kasih, karena sudah menghadiri acara ini" balas ucapan Bared dengan senyum


"Terima kasih, karena telah mengundang kami" ucap Tom dengan senyum


"Keberuntunganku karena bisa bertemu dengan bos Red Lion" kata Bared


"Tuan Bared, saya sangat senang bisa bertemu dengan Anda, dan saya berharap jika kita bisa selalu berkomunikasi dengan baik" ujar Brad


"Tentu saja! kita sudah seperti saudara sendiri" jawab Bared dengan tertawa kecil


"Silakan makan dan minum, anggap saat rumah sendiri, jangan sungkan" kata Bared


Selama di acara itu Bared bersama Brad dan lainnya sedang berbincang-bincang, dan tidak lama kemudian Charles datang ke acara dengan di temani oleh Cole, Harry, Stone dan Liza


Saat Charles menginjak masuk ke acara itu semua pandangan berfokus pada dirinya tentu saja bagi mereka yang tinggal di london sudah tidak asing lagi dengan Charles


"Hahahahah...Tuan Brad, mari ikut aku, sahabat terbaikku sudah datang" ajak Bared dengan sengaja


Brad, Tom dan Figo memandang ke arah Charles yang sedang bersalaman dengan para tamu lain yang sedang menghampiri mereka, tentu saja sangat mengejutkan dengan kehadiran seorang Charles yang sebelumnya sudah tewas dalam ledakkan tersebut.


"Dia..?" ucap Brad yang merasa terkejut dengan membulatkan mata besarnya

__ADS_1


__ADS_2