
"Kita harus keluar dari sini, tidak bisa di dalam kurungan ini lagi" ujar Fannie
"Dia tidak akan membebaskan kita dari sini, demi wanita itu dia menyiksa kita bertiga" kata Mona yang tidak berdaya
Fannie dan Mona yang kelelahan hanya bisa berbaring di lantai dingin tanpa bantal dan selimut, terkurung di dalam ruangan gelap dan di siksa selama ini membuat mereka hanya bisa menuruti semua perintah anggota Charles
Keesokan harinya
Rumah sakit tempat Flower di rawat
Harry telah mendapat info mengenai kehamilan dua wanita itu, lalu dirinya pun memberitahukan kepada Charles
"Jika mereka sedang hamil maka keluarkan saja mereka" ujar Charles yang berada di kamar Flower
"Kita lepaskan mereka begitu saja, Bos?" tanya Harry
"Jika kita tetap masih mengurung mereka di saat mereka sedang hamil ini hanya merepotkan saja" jawab Charles yang sambil memandang ke arah Flower yang masih belum sadar
"Benar juga, lagi pula mereka juga tidak bisa buat apa-apa lagi, jika kita menyiksanya ini sama saja akan menyusahkan kita jika janinnya ada apa-apa"
"Serahkan mereka kepada Farlos" perintah Charles yang sedang duduk di samping ranjang
"Ha? serahkan dia?"
"Iya, aku yakin di dalam kandungannya adalah darah daging Farlos atau 2 anggotanya"
"Tapi, untuk apa kita melakukan itu?"
"Untuk membuat mereka semakin menderita, mereka telah menyebabkan Flower menderita selama ini, walau mereka sudah hamil bukan berarti aku akan melepaskan mereka begitu saja" kata Charles yang merasa dendam
"Dengan sifat dia tidak mungkin dia akan bertanggung jawab"
"Dia hanya akan semakin menyiksa dua wanita itu, bisa saja dia menunggu kelahiran anak itu, setelah itu dia pasti akan melakukan tes DNA, iya atau bukan 2 wanita itu akan menderita jika bersamanya" jelas Charles
"Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan Farlos lakukan terhadap dua wanita itu"
Tidak lama kemudian Flower membuka matanya, di saat Charles menyadari Flower yang sudah sadar ia pun langsung menghampiri gadis itu
"Flower, bagaimana denganmu?" tanya Charles yang duduk di tepi ranjang
"Charles, apa yang sudah terjadi?" tanya Flower yang dalam kondisi lemas
"Flower terjatuh dari lantai dua, karena benturan makanya Flower tidak sadarkan diri" jawab Charles dengan menyentuh wajahnya
Setelah beberapa saat kemudian Flower merasakan sakit di kepalanya
"Sakit" keluhan Flower yang menyentuh kepalanya
"Harry, cepat panggil Winz" perintah Charles dengan merasa khawatir
__ADS_1
"Iya" jawab Harry yang langsung melangkah keluar dari kamar
"Flower, bertahan ya sebentar lagi dokter akan datang" ujar Charles yang sedang merasa cemas
Di saat merasakan sakit Flower membayangkan sebuah tragedi yang menimpa dirinya di masa kecil
Semakin jelas bayangan itu membuatnya semakin merasakan sakit
"Aaaaarrrrrgghh" jeritan Flower yang sedang memegang kepalanya sambil memejamkan mata
"Flower" ucap Charles yang khawatir melihat reaksi pujaannya itu
Tidak lama kemudian Winz masuk ke kamar dan langsung memeriksa kondisi Flower
15 menit kemudian
Winz memberikan obat tidur untuk Flower yang sedang menderita sakit di kepalanya, dengan bantuan obat tersebut Flower kembali tertidur
"Winz, apa yang terjadi? apakah benturan itu yang menyebabkan dia merasa sakit?"
"Bisa jadi, benturannya cukup kuat, apa lagi darah beku yang di dalam kepalanya juga masih belum cair, jadi bisa di katakan karena dua faktor ini dia menderita sakit" jelas Winz
"Apa ada cara lain untuk menyembuhkannya?" tanya Charles
"Tidak ada! selain makan obat pereda sakit maka tidak cara lain" jawab Winz
"Charles, aku tahu perasaan mu, dan untuk sekarang hanya dirimu saja yang bisa membuatnya bangkit, dia membutuhkan mu"
"Winz, tentang kegugurannya tolong di rahasiakan, aku tidak ingin dia bersedih. mengenai bayi ini kelalaian ku juga, jika aku menjaga Flower dengan baik maka semua ini tidak akan terjadi, ini semua salahku karena tidak bisa melindunginya dengan baik"ucap Charles dengan merasa bersalah
"Aku tahu apa yang harus ku lakukan" jawab Winz
Setelah 2 jam kemudian
Klek
"Bos" sapa Cole yang baru selesai melakukan perintah bosnya
"Cole, bagaimana, apa sudah dapat pelakunya?" tanya Charles yang sedang duduk di sofa
"Bos, pelakunya adalah nona Coco" jawab Cole yang berdiri di hadapan bosnya
"Wanita gila itu tega melakukan hal seperti ini?" ketus Harry dengan merasa kesal
"Apa sudah tertangkap?" tanya Charles yang sedang menahan emosi
"Dia sudah pergi di saat nona terjatuh, rekaman cctv terlihat dia meninggalkan pusat perbelanjaan di saat kerumunan, aku dan anggota lain berpencar dan mencarinya di setiap jalan tapi tidak mendapatkan dia" jelas Cole
"Ke mana dia pergi setelah membunuh janin tidak bersalah itu, dan nona Flower harus menderita" ujar Harry
__ADS_1
"Cari dia sampai dapat, walau dia putri dari paman Tony, tapi karena dia sudah menyentuh Flower dan anakku maka dia harus menanggung akibatnya" perintah Charles dengan tegas
"Baik Bos", jawab Cole dengan sopan
"Paman Tony, bukan aku melupakan jasamu, tapi putrimu sudah keterlaluan, Flower hampir saja kehilangan nyawa atas insiden ini dan anakku meninggal karena ulah putrimu" batin Charles
Villa Farlos
"Lepaskan aku, kalian siapa kenapa mengurungku di sini? buka pintunya" teriak seorang wanita yang di kurung di dalam sebuah kamar sambil mengedor-ngedor pintu
"Kalian siapa berani menangkapku? cepat lepaskan akuuu" teriak wanita itu yang di abaikan oleh anggota Farlos yang sedang berdiri di luar pintu
"Wanita ini bising sekali, dia sudah berteriak selama dua jam masih tidak mau diam", ujar salah satu anggota Farlos
"Kita hanya bisa menunggu bos, lihat saja nanti dia pasti di lahap oleh bos kita"
"Tidak ada wanita yang bisa lolos dari tangannya"
"Bahkan wanita yang sudah tua juga di lahap"
Tidak lama kemudian Farlos kembali ke Villanya
"Dasar kurang ajar, aku harus di rawat selama seminggu lebih di sana, dan hanya bisa tidur di atas ranjang seperti mayat" ocehan Farlos yang melangkah masuk ke dalam rumahnya
"Bos" sapa serentak anggotanya
"Hm..aku mendengar kalian sudah membawanya ke sini?" tanya Farlos dengan tatapan tajam ke arah dua anggotanya
"Benar Bos, dia berada di kamar" jawab Anggotanya itu
"Baiklah, aku ingin tahu apa hubungannya dengan si bocah itu" ujar Charles yang melangkah menuju ke kamar tempat yang di mana wanita itu di kurung
Klek.
Setelah membuka pintu Farlos masuk ke kamar dan melihat seorang wanita muda berkulit putih yang sedang berdiri di hadapannya, tentu tatapan Farlos lagi-lagi berpusat pada tubuh wanita muda itu dari atas hingga ke bawah, kaos ketat yang di kenakannya terlihat jelas tubuhnya yang ramping serta bagian dadanya yang menonjol, sehingga membuat Farlos bagaikan singa yang sedang kelaparan
"Kalian siapa sebenarnya? kenapa menangkapku?" tanyanya yang merasa cemas dengan tatapan Farlos
"Apa hubungan mu dengan Charles Robertson?" tanya Farlos yang menatap bagian dada wanita itu
"Aku adalah ahli keluarganya" jawab wanita itu dengan merasa bangga
"Siapa namamu?"
"Namaku adalah Coco, Charles adalah ahli keluargaku, jika kau melukaiku maka dia akan membunuhmu" jawab Coco yang berharap pria ini tidak berani melukainya
"Sudah seminggu aku di rumah sakit tanpa bisa makan apa-apa, dan adikku sudah kelaparan" ujar Farlos dengan tatapan sinis
"Apa maksud mu?" tanya Coco yang tidak mengerti maksudnya
__ADS_1