
"Kita akan pergi ke Skotlandia selama sebulan, dan kita akan pulang ke sini di saat Steve menikah. dan Setelah itu kita akan pergi lagi," kata Charles.
"Kalau kita pergi lagi bagaimana dengan kerjamu?"
"Ada Stone dan Harry yang mengurusnya, jadi tidak perlu khawatir!" jawab Charles yang mencium bibir istrinya.
"Flower, apa kamu bahagia?" tanya Charles dengan senyum.
"Aku sangat bahagia, terima kasih karena sudah membuatku bahagia," ucap Flower dengan senyum.
"Asal kamu bahagia aku juga bahagia, terima kasih karena sudi menjadi istriku. dan tidak takut hidup bersamaku," ucap Charles yang melanjutkan ciumannya.
Keesokan harinya
Apartemen Bared.
"Cole, apa kamu sudah siap menjadi penganti papa?" tanya Bared yang duduk di sofa.
"Papa, aku sudah siap. dan aku akan ikut denganmu ke spanyol," jawab Cole.
"Cole, papa juga tahu kalau kamu merasa berat meninggalkan tempat ini. tapi kamu adalah putra tunggal. dan papa ingin kamu menjadi penerusku. dan kamu juga bebas untuk kembali ke sini mencari mereka," ujar Bared.
"Aku mengerti, aku akan berusaha yang terbaik," jawab Cole dengan senyum.
Markas Dragon.
"Harry, kenapa berdiri di luar? memang ada apa di langit? kenapa kamu melihat ke atas terus?" tanya Yona yang melangkah keluar dari markas.
"Aku merasa sepi," jawab Harry.
"Sepi?"
"Bos dan nyonya sudah berangkat, sementara Cole juga akan berangkat. makanya aku merasa sepi," jawab Harry.
"Sudah! kamu tidak perlu sedih! bos dan Flower pergi bulan madu. sementara Cole kembali ke asalnya," kata Yona.
"Kenapa dunia ini begitu kejam? setelah bersama belasan tahun akhirnya kami harus berpisah," ujar Harry.
"Semua orang juga akan berpisah, jadi ini wajar-wajar saja. sudah jangan di pikirkan lagi!"
Tidak lama kemudian Cole tiba di depan markas.
"Harry, Yona," sapa Cole yang turun dari mobilnya.
"Cole, kau datang, aku sedang memikirkanmu," sahut Harry.
"Kami harus membiasakan diri untuk hidup tanpa mu," kata Yona dengan senyum.
"Kita masih bisa bertemu lagi, aku hanya tinggal di spanyol saja dan bukan pergi jauh," ujar Cole yang melangkah masuk ke dalam markas bersama dengan Yona dan Harry.
Siang hari itu mereka makan bersama di dalam markas sebagai acara perpisahan.
"Cole, aku ingin ucapkan mudah-mudahan kamu bisa menjadi bos yang hebat," ucap Stone.
"Kamu sangat luar biasa, dan aku sangat kagum padamu selama ini. walau kita tidak bisa bekerja sama lagi, tapi aku berharap kamu akan sama seperti bos, menjadi bos yang luar biasa," kata Curry.
"Aku juga tidak mau ketinggalan mengucapkan sesuatu untukmu, semoga kau berhasil mengantikan posisi ayahmu, dan aku juga berharap jangan bersikap keras kepala lagi. dan cepatlah cari pedamping hidupmu setelah kau berhasil di sana," ucap Liza dengan senyum.
"Iya, dan jangan lupa hadir untuk pesta kami di saat kami mengundangmu nanti,"kata Stone dengan sengaja.
"Hah...iya...iya...kamu masih harus menghadiri acara pesta pernikahan tuan Steve dan Winz, dan selain itu pernikahan Liza dan Stone belum di tentukan," kata Harry.
Cole hanya terdiam saat mendengar ucapan temannya itu. Harry dan Stone sengaja ingin mengusik Cole agar bisa mempersatukan mereka.
"Aku lupa satu hal, sebelum pergi, bos memberi kita tugas untuk menghapus dua kumpulan preman yang menganggu kawasan kita," kata Curry.
"Dua kumpulan di mana saja?" tanya Liza.
"Yang satu di bangunan yang sudah terbiar, mereka tinggal di sana. dan satu kumpulan lagi mereka di pelabuhan tempat mereka bekerja," jawab Curry.
"Kalau begitu tunggu apa lagi? mari kita pergi!"ajak Yona yang bangkit dari tempat duduknya.
"Mari kita pergi! ini adalah kerja sama kita mengalahkan lawan untuk terakhir kali bersama Cole," kata Harry yang bangkit dari tempat duduknya begitu pula dengan Cole, Liza dan Stone.
"Habiskan minuman ini setelah itu kita berangkat!" ucap Stone yang saling bersulang dengan semua temannya.
"Cheers," ucap mereka dengan serentak dan menghabiskan minuman mereka dalam sekali tegukan.
Setelah mereka menghabiskan minumannya mereka langsung menuju ke sarang preman atas perintah bos mereka.
Setelah setengah jam kemudian mereka pun tiba di depan sarang preman itu. mereka semua turun dari mobil dan mengeluarkan senjatanya, Cole, Harry, Liza, Curry, Stone dan Yona memiliki dua senjata di tangan mereka.
Tanpa menunggu lama mereka menerobos masuk ke dalam bangunan kosong itu yang telah menjadi sarang preman.
Saat mereka melangkah masuk mereka berpencar menjadi 3 tempat. Stone dan Curry pergi ke arah kiri, Harry dan Yona ke arah kanan. sementara Liza dan Cole di bagian tengah.
Mereka melangkah dengan perlahan untuk menyerang sekelompok preman yang masih belum menyadari kedatangan mereka. preman itu berada di belakang dan sedang makan dan minum.
Cole memberi kode dengan tangannya untuk melepaskan tembakan setelah melihat mereka yang sedang fokus makan.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
__ADS_1
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Tembakan dari Yona dan Harry yang mengenai puluhan preman.
"Aarrghh....Aarrghh....,"
"Aarrghh....Aarrghh....,"
"Aarrghh....Aarrghh....,"
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Tembakan dari Stone dan Curry menembus ke belasan preman itu.
"Aarrghh....Aarrghh....,"
"Aarrghh....Aarrghh....,"
"Aarrghh....Aarrghh....,"
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Tembakan dari Cole dan Liza yang menewaskan sejumlah preman.
"Aarrghh....Aarrghh...."
"Aarrghh....Aarrghh...."
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Tembakan serentak mereka berenam yang berhasil membunuh Sekelompok preman itu yang tanpa ada perlawanan.
Setelah berhasil mereka pun berjalan menuju ke mobil sambil menyimpan kembali senjata mereka.
Setelah beberapa saat kemudian mereka meninggalkan lokasi tersebut. semua preman yang mereka bunuh tewas tak tersisa.
"Wooooo....senang sekali dengan begitu mudah kita berhasil menewaskan mereka," teriak Harry yang berada dalam satu mobil dengan Cole.
"Ini adalah penyerangan yang paling mudah, pihak lawan tidak memiliki kesempatan untuk melawan sama sekali," ujar Cole yang sambil menyetir.
"Mari kita menuju ke pelabuhan!" kata Harry.
Setelah setengah jam kemudian mereka tiba ke pelabuhan yang menjadi sasaran mereka itu. saat tiba Cole, Stone dan Liza yang menyetir mobilnya menerobos langsung masuk ke pelabuhan sambil melepaskan tembakannya.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Tembakan dari Cole dan Harry.
"Aarrghh....Aarrghh....,"
"Aarrghh....Aarrghh....,"
"Aarrghh....Aarrghh....,"
Jeritan sejumlah preman itu yang di tembus oleh peluru.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Tembakan yang di lakukan dari Liza dan Yona.
"Aarrghh....Aarrghh....,"
"Aarrghh....Aarrghh....,"
"Aarrghh....Aarrghh....,"
Jeritan sejumlah preman yang tumbang satu-persatu dan tergeletak tidak bernyawa.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Tembakan yang di lakukan oleh Stone dan Curry.
"Aarrghh....Aarrghh....,"
"Aarrghh....Aarrghh....,"
__ADS_1
"Aarrghh....Aarrghh....,"
Jeritan sejumlah preman yang terkena tembakan dan tumbang satu persatu.
Brak...brak...brak...brak...brak..
Tabrakan mobil mereka yang menabrak sejumlah preman itu.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Tembakan dari preman itu yang maju ke arah tiga mobil yang di kendarai anggota Black Dragon.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Tembakan preman itu mengenai mobil yang sedang melaju ke arah mereka.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Tembakan serentak dari Cole dan kawannya.
"Aarrghh..."
"Aarrghh..."
Brak...brak...
Setelah di tembakan preman itu, tiga mobil Black Dragon menabrak lawan mereka langsung.
Setelah itu mereka pun keluar dari mobilnya dan menyerang gudang lawan mereka.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Tembakan serentak dari Cole dan Harry yang mengenai sejumlah preman yang berdiri di depan gudang
"Hei...terima ini!" teriak Stone yang melempar bom ke arah gudang pelabuhan itu.
Lemparan tepat mengenai gudang-gudang itu.
DUAR...DUAR...DUAR...DUAR...DUAR..
Ledakan terjadi pada gudang yang di lempar bom oleh Stone.
Stone melempar bom terus menerus ke arah semua gudang.
.
DUAR...DUAR...DUAR...DUAR...DUAR..
"Serang mereka!" teriakan sejumlah preman yang melepaskan tembakan ke arah Cole dan kawanya.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
"Bunuh mereka semua!" perintah Cole yang melepaskan tembakan ke arah lawan mereka.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Terjadinya baku tembak besar-besaran di pelabuhan sana. gudang-gudang preman itu di ledakan oleh Stone yang melempar tanpa berhenti.
DUAR...DUAR...DUAR...DUAR...DUAR..
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Setelah setengah jam kemudian anggota Black Dragon berhasil membunuh semua preman itu, pelabuhan sana di penuhi oleh mayat-mayat yang tergeletak di mana-mana.
Setelah berhasil mereka pun kembali ke mobil mereka dan pergi meninggalkan pelabuhan.
"Sangat menyenangkan," teriak Stone yang sambil menyetir mobil.
"Hahahahaha....anggota Black Dragon paling hebat," teriak Harry dengan semangat.
"Aku merasa sangat puas mengalahkan mereka, si pembuat onar," ucap Liza yang sedang menyetir.
"Iya, dan hari ini akan menjadi kenangan untuk kita. karena hari ini adalah hari terakhir kali Cole bersama kita," kata Curry yang sedang duduk di samping Liza.
"Terakhir kali? benar, mulai besok mungkin kami tidak akan bertemu lagi, dan jika suatu saat kami bertemu kembali mungkin saja semua sudah berubah, aku dan dia pasti sudah menikah dengan yang lain,"batin Liza.
"Mari kita rayakan malam ini!" kata Liza.
"Rayakan kemenangan kita?"tanya Yona.
"Dua-duanya, untuk acara perpisahan kalau hanya makan tidak cukup, harus minum sampai mabuk. dan selain itu kita berhasil mengalahkan dua kumpulan preman," jawab Liza dengan menyetir mobil.
Malam hari..
"Mari kita bersulang! malam ini kita harus minum hingga mabuk!" ucap Harry.
"Malam ini bagi siapa yang minum tidak sampai mabuk, maka dia akan kalah," kata Stone.
Cheers..
__ADS_1
Di malam itu mereka berenam minum bersama di markas hingga larut malam. saling bercanda dan minum hingga mabukan, mereka menghabiskan belasan botol minuman di malam itu