Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Penderitaan


__ADS_3

"Putriku adalah wanita yang paling sempurnadi dunia, kalau dia menolak maka dia sudah rugi besar," ujar Mona.


"Charles Robertson memang dikenal dengan mulutnya yang yang suka bicara menusuk hati, dia berasal dari Red Lion. dia memiliki banyak anggota. kita tidak bisa melawannya," jelas Mark.


"Mark, malam ini dia sudah keterlaluan dengan beraninya dia menghina putri kita, Fannie begitu sempurna bagaikan ratu cantik tapi dia malah menghinanya," kata Mona dengan kesal


"Sudahlah. jangan diungkit agi, ada baiknya jika kita tidak bertemu dengan dia lagi, dia bukan orang biasa dan tidak bisa disinggung," ujar Mark yang menghela nafas


"Mark, apakah dia begitu hebat? sehingga membuatmu begitu takut dengannya," tanya Mona.


"Dia bukan pebisnis biasa, kalau kita menyinggungnya, dia mengirim anggotanya untuk menghancurkan kita" jawab Mark yang merasa cemas.


"Iya sudah! biarkan saja! lagi pula kita juga tidak mungkin lagi bisa bertemu dengannya" ucap Mona.

__ADS_1


"Fannie, tidak perlu dipikirkan, di dunia ini masih banyak pria yang lebih tampan dan kaya dari dia!" bujuk Mona.


"Mona, apakah hari ini wanita itu bekerja?" tanya Mark


"Hari ini dia bekerja sambil menahan sakit tapi aku merasa dia hanya berpura-pura saja karena ingin membuang waktu, tadinya aku ingin memberi dia makan tapi aku takut kau memarahiku makanya tidak jadi," kata Mona.


"Baiklah ikut katamu saja" jawab Mark.


Flower yang tidak dapat makanan hanya bisa menahan lapar dan sakit pada tubuhnya, dengan duduk di sudut ruangan gelap itu dengan memeluk kedua lututnya sambil gemetar.


Air mata Flower tidak bisa ditahankan walau dirinya sudah mencoba untuk menahan diri, rasa sakit yang dia alami membuatnya sangat putus asa dan menderita, sehingga di malam itu dia hanya bisa menangis karena sakit hati. dalam sehari dia dipaksa bekerja makan dan istirahat sambil menahan sakit tubuhnya yang dipukul oleh Mark sebelumnya, dirinya hanya bisa menatapi tembok dalam ruangan itu dengan perasaan sedih dan hampa.


Villa Robertson

__ADS_1


"Bos, kenapa kita tidak bunuh Farlos? dia sudah lewat batas, tuan besar juga menutup sebelah mata walau sudah tahu semua perbuatan brengsek itu," kata Cole yang adalah orang kepercayaan Charles.


"Tuan besar tidak akan ikut campur urusan aku dan brengsek itu," ujar Charles


"Ayah angkat ku selama ini hanya berpura-pura baik di depanku, dan berniat jahat di belakangku, sedangkan Farlos adalah manusia yang berotot tapi tidak berotak," tutur Charles yang sedang duduk.


"Apakah tuan besar akan melakukan hal yang sama?" tanya Cole.


"Dia akan melakukannya tapi dengan secara diam-diam, selama ini dia tidak percaya denganku, walau dia sering lembut tapi hatinya selalu berniat jahat padaku," jawab Charles.


"Bos, tuan besar di pihak Farlos? oleh sebab itu dia diam saja?" tanya Cole.


"Dia tidak ada dipihak siapapun, karena dia tidak akan percaya pada brengsek itu dan aku, jadi walau kami saling membunuh di hadapannya, dia hanya akan menonton saja," jawab Charles.

__ADS_1


"Sangat aneh, Bos dan Farlos adalah bagian dari Red Lion tapi dia bisa saja abaikan pertikaian Bos dan Farlos, sebenarnya apa yang ada dipikirannya," ujar Cole .


"Biarkan saja! kalau sekarang aku membunuh Farlos tuan besar akan mencurigai ku, dia akan mengira jika aku ingin memberontak," jawab Charles.


__ADS_2