
"Apa yang sudah kau lakukan terhadap anggotaku di Red Lion?" tanya Brad.
"Mereka di kalahkan dengan begitu mudah, kami hanya mengunakan asap dan membuat mereka tidak sadarkan diri, dan aku tidak perlu membuang peluruku untuk mengalahkan mereka," jelas Charles dengan tersenyum
"Katakan di mana pengawalmu itu!" titah Charles yang sedang melilit ke dua kaki Brad dengan tali.
"Aku tidak akan katakan!"jawab Brad dengan kesal
"Apa kau yakin?"
"Iya, dan aku yakin satu hal, mereka akan mengincarmu setelah aku mati!"
"Aku akan menunggu kedatangan mereka." jawab Charles dengan santai
"Kau akan menyesal!"ketus Brad
"Hahahahaha, aku tidak peduli dengan semua itu, di saat aku ingin menjumpaimu aku sudah bersiap untuk melawan semua anak buahmu, jika aku takut maka aku bukan lagi putra Tommy Care," jawab Charles yang baru selesai mengikatkan tali yang melilit tubuh Brad hingga ke kaki.
"Waktumu hanya ada dua puluh menit, jika kau berhasil maka kau akan hidup, dan aku akan membiarkan mu tetap hidup, akan tetapi jika kau gagal, maka kau hanya bisa menerima nasibmu," ujar Charles dengan senyum sinis.
Tidak lama kemudian beberapa anggota Charles yang membawa beberapa jrigen berisi minyak tanah dengan berniat menyirami kamar Bard dan membakarnya dari dalam.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Brad dengan nada tinggi, yang melihat mereka membawa jrigen minyak masuk ke kamarnya.
"Minyak tanah untuk menyirami kamarmu," jawab Charles dengan senyum.
"Kau..."
"Kenapa, kau takut?" tanya Charles.
"Brad Robertson, bukankah ini caranya saat kau membakar orang tua ku? membakar mereka dalam keadaan hidup-hidup dan mengunci pintu dari luar, agar ayah dan ibuku tidak bisa keluar!"
"Ini adalah dunia Gangster, jadi dia harus bisa menerima nasibnya!" ketus Brad dengan berusaha meronta agar bisa melonggarkan ikatan di tubuhnya itu.
"Nasibnya? dan kau harus menerima nasibmu juga, apa yang kau lakukan terhadap orang tua ku di saat itu, aku hanya mengulanginya saja," kata Charles dengan senyum sinis.
Anggota Charles menyiram minyak tanah ke setiap sisi dalam kamar itu dan juga menyirami sekeliling kasur tempat Brad di ikat.
__ADS_1
"Hentikan!" teriak Brad yang merasa cemas karena melihat seisi kamarnya di basahi oleh minyak tanah termasuk dirinya.
"Kau takut?" tanya Charles dengan senyum sinis.
"Charles Robertson...." teriak Brad.
"Tentu kau masih ingat di saat ayah dan ibuku meminta tolong agar bisa keluar dari rumahnya yang sudah di lalap api, tapi, apa yang kau perbuat? kau malah berdiri di luar dan melihat mereka terbakar sehingga menjadi abu, dan malam ini kejadian itu akan berlaku padamu. hanya saja, aku masih bersikap baik karena memberi mu waktu untuk melepaskan diri," kata Charles dengan senyum.
"Tolong!" teriak Brad yang berusaha ingin melepaskan diri.
"Tidak berguna kau berteriak, semua anggotamu di luar sudah di tumpaskan."
"Kau brengs*k!" ketus Brad dengan kesal dan berusaha ingin meronta, akan tetapi ikatan Charles yang sangat ketat sehingga membuat dirinya tak berdaya.
Charles mengeluarkan pemetik api dan menyalakan apinya di depan mata Brad, sehingga membuat Brad semakin ketakutan.
"Zamanmu sudah berakhir, Brad Robertson!" ucap Charles yang dengan matanya yang berkaca-kaca karena mengingat kejadian yang menimpa orang tuanya.
"Charles, aku tahu kau pasti tidak akan melakukannya, karena aku adalah ayah angkatmu!" ujar Brad dengan merasa ketakutan.
"Tidak! Tidak! Charles, kau bisa saja mengambil ahli di kumpulan ini, asalkan kau melepaskanku!" pinta Brad yang merasa ketakutan.
"Sayang sekali aku tidak berminat, seharusnya itu adalah milik papaku, akan tetapi kau malah merebutnya, markas ini akan menjadi tempat pemakamanmu!"
"Charles, bagaimanapun kita sudah lama bersama, setidaknya kita masih memiliki kasih sayang!"
"Perasaanku terhadapmu, hanyalah dendam, dan aku ingin mengakhirinya di malam ini juga!" ketus Charles
"Kalian semua boleh keluar!" perintah Charles.
Semua anggota Charles beranjak keluar dari kamar, sementara Charles masih menyalakan pemetik apinya dan membakar sprei di ujung kasur itu.
"Jangan melakukannya!" teriak Brad yang berusaha meronta-ronta.
Api menjalar dengan cepat, Brad yang duduk di tengah kasur dalam kondisi di lilit tali di seluruh tubuhnya tidak mampu melepaskan dirinya, kini api itu menjalar mengelilingi kasur yang di mana Brad sedang berada di tengah.
"Padamkan api! padamkan api!" pintah Brad dengan ketakutan.
__ADS_1
"Brad Robertson, kau masih ada waktu untuk melepaskan diri, semoga kau beruntung!" ucap Charles yang melangkah keluar.
"Tolong! padamkan api...kebakaran!" teriakan Brad yang tak berdaya.
Api semakin besar menyebabkan tubuh Brad kepanasan dan berkeringat, dirinya berusaha ingin melepaskan diri akan tetapi ia gagal karena maraknya api sehingga mengenai kakinya.
"Aaarrghhhh!"
"Aaaarrgghh!"
Teriakan Brad yang mulai di lalap api yang semakin lama semakin membesar sehingga menyelimuti seluruh tubuhnya secara perlahan.
"Aaarrghh!"
"Aaarrghh!"
Teriakan Brad yang kesakitan akibat di bakar dengan kondisi terikat dan hanya bisa berguling-guling di dalam maraknya api itu.
Setelah beberapa menit kemudian api menjalar ke seluruh kamarnya.
Charles yang telah berhasil rencananya ia pun melangkah keluar dari markas Red Lion.
"Bos, semua anggotanya sudah tidak sadarkan diri," kata Cole.
"Lemparkan mereka ke dalam markas! biar mereka ikut terkubur di sini!" perintah Charles dengan tegas.
"Baik Bos," jawab Cole dan Harry.
"Bawa mereka semua ke dalam!" perintah Cole kepada anak buahnya.
Semua anggota Brad di tarik paksa dan di lemparkan ke dalam markas dengan kondisi tidak sadarkan diri. karena efek dari asap yang di gunakan oleh anggota Black Dragon saat menyerang tadi.
Di malam itu Cole bersama anggota lainnya mengalahkan anggota Red Lion dengan begitu mudah, Brad bersama semua anggotanya terbakar dan tewas di malam itu juga, dalam satu malam kumpulan Red Lion habis di lalap api. dan semuanya tewas tak tersisa.
"Bos, kenapa pengikutnya tidak muncul? seharusnya mereka berada di dekat sini," tanya Harry
"Mereka tidak akan muncul untuk saat ini, tapi mereka akan muncul setelah menyusun rencana!" jawab Charles yang sedang melihat markas yang sedang terbakar itu.
__ADS_1