
Puluhan anggota Andrew yang berlari ke tempat yang di mana Liza sedang terjadi baku dengan anggota lainnya.
"Wanita itu ada di sana, cepat bunuh dia!" teriak salah satu dari mereka yang sedang memegang senjata sambil berlari.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan Liza yang mengenai beberapa anggota Andrew.
"Aarggghh...." teriakan mereka yang di tembus oleh peluru.
Liza menembak tanpa berhenti di lorongan yang ada ruangan di sisi kiri dan kanan.
Sejumlah pria bersenjata berlari ke lorongan, Liza yang mendengar hentakan kaki dari mereka langsung menoleh kebelakang.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan di lakukan oleh mereka tidak mengenai tepat sasaran, Liza yang melihat kemunculan mereka di sana langsung berlindung ke salah satu ruangan sana.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan beruntun di lakukan oleh mereka yang maju ke ruangan yang di mana Liza sedang bersembunyi.
Mereka menembak tanpa berhenti saat melangkah masuk ke dalam ruangan itu.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
"Kemana dia?" tanya salah satu dari mereka yang melihat dalam ruangan itu yang tidak melihat bayangan Liza.
"Apa mungkin dia bersembunyi di belakang sofa?"
"Lepaskan tembakan!"
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan di lakukan oleh mereka yang menghancurkan semua sofa yang ada di dalam ruangan itu.
"Tembak terus! aku tidak percaya jika dia bisa kabur!" perintah salah satu pria bersenjata itu sambil melepaskan tembakan.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan beruntun dari mereka yang menghancurkan seisi barang yang di dalam ruangan itu.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Liza yang bersembunyi di atas pintu langsung melompat turun ke bawah dan menembak ke arah mereka.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan di lakukan oleh Liza yang mengenai sejumlah anggota Andrew.
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
Teriakan mereka dengan serentak dan tumbang satu-persatu.
Setelah berhasil membunuh mereka semua, Liza yang ingin melangkah keluar niatnya harus di hentikan, karena serangan mendadak dari sisi lain.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan mereka yang menembus tembok-tembok di lorongan itu.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
"Di ada di sana, ayo maju!" teriak salah satu pria itu dan sambil melepaskan tembakannya.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan bertubi-tubi sehingga membuat Liza kesulitan untuk membalas tembakan mereka.
Lalu ia memanjat kembali ke atas pintu. saat sejumlah anggota Andrew melangkah masuk dengan sambil menembak, mereka hanya melihat sekumpulan jasad temannya dan tidak melihat di mana posisi sasarannya itu.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
"Di mana dia, kenapa bisa hilang?"
Liza yang berdiri di atas pintu langsung mengambil kesempatan menembak ke arah mereka.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
Setelah berhasil, Liza langsung melompat ke bawah dan beranjak dari sana, dengan sambil memandang ke sana sini dengan hati-hati.
Di saat Liza sedang berjalan tiba-tiba saja dia menghentikan langkahnya, sebuah pistol sedang menancap di belakang kepalanya
"Masih ingin berulah? sama saja kau ingin cari mati!" kecam seorang pria yang sedang menodong kepala Liza
DOR...
Tembakan tiba-tiba datang dari arah lain yang menembus kepala pria itu, sehingga tumbang dengan kepalanya mengeluarkan darah yang banyak.
Liza membalikan badannya dan melihat orang yang menyelamatkan dia yang tak lain adalah Cole.
Sesaat kemudian tiba-tiba saja Liza menodong senjata ke arah Cole. Cole yang melihat wanita itu ia pun sudah mengerti situasinya yang sedang terancam.
Setelah sesaat kemudian Liza melepaskan tembakannya.
DOR...
Tembakan di lakukan oleh Liza yang menembus kepala seorang pria yang berdiri di belakang Cole sambil menodong senjata.
Setelah berhasil mereka pun menuju ke lantai bawah.
Saat Cole dan Liza berlari di anak tangga, lagi-lagi mereka di serang dari sisi kanan oleh beberapa anggota yang menembak ke arah mereka.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan dari sisi kanan sehingga membuat Liza dan Cole melompat ke kiri. sebagian peluru-peluru mereka mengenai besi tangga sehingga memantul entah kemana.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
__ADS_1
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan beruntun di lakukan oleh mereka yang nekad ingin membunuh dua orang itu. Cole dan Liza berlindung di samping tangga dengan menunggu kesempatan untuk membalas.
Anggota Andrew melakukan tembakan tanpa berhenti selama beberapa menit, dengan berjalan maju ke depan semakin dekat jaraknya dengan Cole dan Liza
Cole yang memberi kode jari kepada Liza ia langsung muncul menembak ke arah lawannya itu dengan menghempaskan dirinya ke lantai dalam posisi terlungkup
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Mereka yang fokus melihat tempat perlindungan Cole dan Liza sehingga lalai tidak perhatikan serangan tiba-tiba dari Cole yang sedang terlungkup di lantai sana.
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
Di saat mereka di tembak Liza maju dan melepaskan tembakannya.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan dari Cole yang kemudian berdiri.
Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
Setelah tewas semua, mereka pun beranjak dari sana. rumah yang luas tidak mudah bagi mereka untuk mencari keberadaan Bared di situasi yang sedang tidak aman. anggota Andrew berkeliaran di mana-mana.
mereka melangkah dengan perlahan sambil menodong pistol ke semua arah.
"Apa kau yakin tuan Bared ada di sini?" tanya Liza dengan nada kecil.
"Jika aku tidak salah menebak, dia pasti ada di sini," jawab Cole.
Ekin melaporkan keadaan rumah bosnya itu yang sedang berada di salah satu ruangan bersama Bared.
"Bos, banyak anggota kita yang sudah tewas!" kata Ekin.
"Di mana mereka?" tanya Andrew.
"Hahahahah....Andrew...Andrew...yang kalian hadapi bukanlah penembak biasa. tapi mereka adalah anggota unggulan dari Black Dragon," kata Bared dengan tertawa.
"Sehebat apapun mereka, mereka masih berada di sarangku! dan anggotaku yang lainnya masih belum tiba. jika saja mereka semua telah tiba, apakah dua unggulan itu masih sanggup mengalahkan mereka!" jawab Andrew dengan merasa kesal.
"Ekin, katakan pada mereka, bahwa si tua ini berada di tanganku. jika saja, mereka masih tidak menampakan diri maka mereka tidak akan bisa lagi bertemu dengannya!" perintah Andrew tegas.
"Baik Bos!" jawab Ekin yang kemudian melangkah pergi.
Cole dan Liza berjalan di salah satu lorongan panjang yang terdapat banyak ruangan di sana. mereka memeriksa satu persatu setiap ruangan itu dengan sangat berhati-hati.
Tak...tak...tak...tak...tak...tak...tak...
Suara kaki dari sejumlah anggota yang tidak tahu jaraknya. Cole dan Liza yang mendengar hentakan kaki yang semakin dekat jaraknya, mereka pun bersiap dan menodong pistol mereka ke ujung lorongan di sana.
Saat mereka baru menuju ke ruangan itu langsung di tembak oleh Cole dan Liza yang sudah menanti kemunculannya.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
Teriakan mereka yang terkena tembakan dari Cole dan Liza.
Cole dan Liza melepaskan tembakan dengan tanpa berhenti.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
Karena tidak sempat melawan dan pada akhirnya mereka tumbang dan tergeletak tidak bernyawa.
"Tidak berguna!" ketus Cole.
Saat mereka melangkah tiba-tiba saja terdengar suara yang keras yang datang entah dari arah mana.
"COLE, LIZA, AKU TAHU KALIAN SEDANG BERKELIARAN DI DALAM RUMAH INI, APAKAH KALIAN TAHU TUAN BARED SEDANG BERSAMA KAMI. DAN JIKA KALIAN MASIH TIDAK MUNCUL, MAKA KALIAN HANYA BISA MELIHAT TUBUHNYA YANG SUDAH TIDAK BERNYAWA. KALIAN HANYA MEMILIKI WAKTU SELAMA LIMA MENIT. DAN LEWAT LIMA MENIT JIKA KALIAN MASIH TIDAK MENAMPAKAN DIRI MAKA KALIAN JANGAN MENYESAL," kecam suara dari Ekin yang mengunakan pengeras suara.
"Dia mengunakan tuan Bared untuk mengancam kita!" ucap Liza.
"Aku akan pergi!" ujar Cole.
__ADS_1
"Kenapa, mungkin saja ini adalah perangkap untuk menangkap kita!"
"Aku saja yang keluar, kau harus segera keluar dari sini. bos sudah dalam perjalanan menuju ke sini!"
"Bagaimana jika mereka membunuhmu dan tuan Bared?"
"Tidak akan! dia hanya ingin kita patuh terhadapnya, yang dia inginkan adalah tuan Bared saja! oleh karena itu kita tidak bisa muncul sama-sama. belakang sana ada jalan keluar, setelah keluar dari sini beritahu bos keadaan sini. dan anggota Andrew sepertinya belum muncul semuanya," jelas Cole.
"Rumah ini sangat besar dan luas, tidak tahu di mana arah jalan belakang!"
"Di sini adalah sarang mereka, oleh karena itu tempat ini sangat luas!" kata Cole.
"Aku tidak yakin apa aku bisa berhasil keluar dari sini atau tidak, jumlah mereka banyak juga."
"Di antara kita harus ada yang keluar, setidaknya masih ada harapan. cepat pergilah!" titah Cole yang melangkah pergi.
Cole dan Liza berpencar, Cole akan keluar untuk bertemu dengan mereka. sementara Liza mencari kesempatan untuk keluar dari sana.
"WAKTUMU SUDAH TIDAK BANYAK, JIKA MASIH TIDAK MENAMPAKAN DIRI MAKA JANGAN SALAHKAN KAMI, JIKA ORANG TUA ITU MATI DI TANGAN KAMI!" kecam Ekin dengan mengunakan pengeras suara
Tidak lama kemudian Cole muncul di hadapan Ekin yang sedang berdiri di anak tangga dengan berkata,"ternyata kalian sangat tidak berguna, karena harus mengunakan cara ini untuk memancingku. apakah kalian semua begitu lemah dan tidak berguna? kau lihatlah semua temanmu itu, hanya keluar untuk mengantar nyawa. tidak ada satupun yang mampu mengalahkanku!"
"Di mana wanita itu?" tanya Ekin yang sedang berdiri di tangga
"Kami sudah berpencar, mana mungkin aku tahu di mana dia berada, mungkin saja dia sudah melompat dari jendela. karena dia sangat mirip dengan monyet yang bisa melompat. dan aku yakin dia pasti sudah menemui bosku untuk meminta pertolongan!" jawab Cole.
"Tidak mungkin! tempat ini tidak mudah bagi orang yang tidak kenal tempat bisa begitu mudah kabur, dan aku yakin dia masih ada di sekitaran sini," kata Ekin.
"Terserah percaya atau tidak! bukankah kau ingin aku keluar? aku sudah di depan matamu. lakukan saja apa yang kau inginkan!" ujar Cole.
"Bos sedang menunggumu di ruangan pribadinya!" kata Ekin yang melangkah pergi dengan di ikuti oleh Cole.
Di sisi lain kumpulan Black Dragon sedang menghadang sekumpulan anggota Andrew yang sedang dalam perjalanan menuju ke tempat tinggal bos mereka.
Terjadilah baku tembak di antara dua kumpulan tersebut.
Charles, bersama Harry, Stone dan anggota lainnya sedang melepaskan tembakan ke arah lawan mereka.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
Teriakan mereka yang di tembus oleh peluru dan tewas satu-persatu.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan di lakukan oleh Flower, Curry dan Yona yang mengenai mobil-mobil musuhnya sehingga terjadi kebocoran pada tangki minyak dan tidak lama kemudian terjadilah ledakan.
DUAR...DUAR...DUAR...DUAR...DUAR..DUAR...DUAR...DUAR...DUAR...DUAR..
Beberapa anggota Andrew yang dekat jaraknya dengan ledakan itu ikut menjadi korban ledakan.
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Bunuh mereka semua!" perintah Charles sambil melepaskan tembakannya.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Ingin melawan kami, rasakan peluru kami!"teriak Harry yang menembak ke arah lawannya itu.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
Sejumlah anggota Andrew membalas tembakan secara beruntun.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
"Aaargghh...."
Jeritan serentak anggota Charles yang di tembus oleh peluru.
"Bunuh mereka hingga ke akar-akar!" teriak Stone yang sedang melepaskan tembakan.
__ADS_1