
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR.
Tembakan di lakukan oleh para pembunuh yang sedang mengendarai sepeda motor.
Charles dan Stallone berlari dan bersembunyi entah di mana, para pembunuh itu berhenti di tengah jalan sana sambil melihat ke sekitarannya, mereka mencari sasaran mereka yang hilang entah tanpa jejak.
"Cari dia sampai dapat! jangan sampai lolos!" perintah salah satu pembunuh itu.
Sejumlah lima puluh pembunuh itu berpencar mencari sasarannya dan sambil menodong senjata ke semua arah dengan bersikap waspada.
Di lokasi itu terdapat beberapa rumah yang sederhana dan juga gudang-gudang yang terbiar.
Beberapa pembunuh itu berjalan dengan perlahan menuju ke gudang yang terbiar, mereka menendang pintu gudang tersebut dan melepaskan langsung tembakan ke dalam sana.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR.
Tembakan mereka dengan serentak.
Di saat mereka sedang melihat ke dalam gudang itu tiba-tiba saja mereka mendapat serangan dari belakang.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR.
Tembakan di lakukan oleh Charles yang mengenai musuh-musuhnya.
"Aarrghhh...." teriakan mereka dengan serentak yang tumbang satu-persatu.
"Siapa yang kau singgung sebenarnya sehingga begitu banyak pembunuh yang mengincarmu?" tanya Stallone yang baru keluar entah dari mana
Pembunuh lainnya yang mendengar suara tembakan langsung berlari menuju ke arah suara tembakan itu berada.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan dari para pembunuh itu yang mengarah ke Charles dan Stallone.
"Si*lan!" ketus Stallone yang langsung membalas dengan tembakannya.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
"Aarrghh...."
"Aarrghh...."
"Aarrghh...."
"Aarrghh...." jeritan mereka yang serentak terkena peluru.
"Siapa yang mengutuskan kalian ke sini untuk membunuhku?" bentak Charles yang sambil melepaskan tembakannya.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
"Aarrghh...."
"Aarrghh...."
"Aarrghh...."
"Aarrghh...." jeritan mereka dengan serentak yang di tembus oleh peluru.
Para pembunuh membalas tembakan ke arah dua sasarannya.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
"Seharusnya kalian membunuhnya, jangan mengincarku!" ketus Stallone sambil melepaskan tembakan.
__ADS_1
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
"Aarrghh...."
"Aarrghh...."
"Aarrghh...."
"Kau boleh pergi jika kau takut!" jawab Charles yang sambil menembak ke arah pembunuh itu.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
"Aarrghh...."
"Aarrghh...."
"Aarrghh...."
"Aarrghh...."
"Siapa yang mengatakan aku takut? aku bukan pengecut!" ketus Stallone dengan kesal.
"Kau memang pengecut! selesaikan ini dan kita lanjut dengan urusan kita!" balas Charles sambil melepaskan tembakan.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Tembakan serentak di lakukan oleh Charles dan Stallone.
"Aarrghh...."
"Aarrghh...."
"Apa mereka sudah tewas semua?" tanya Stallone yang melihat semua jasad yang tergeletak di sana.
"Kalau kau ingin tahu coba saja kau bangunkan mereka!" ujar Charles yang melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
"Hei...urusan kita belum berakhir!" seru Stallone yang mengikuti langkah Charles.
"Mari kita selesaikan sekarang!" ujar Charles yang menyimpan kembali senjatanya.
"Hari ini niatku memang ingin menyelesaikan permasalahan kita!" ucap Stallone yang menyerang ke wajah lawannya itu.
Setelah membunuh semua pembunuh itu Charles dan Stallone melanjutkan pertarungan mereka.
Stallone mengeluarkan jurus tendangan ke arah Charles berkali-kali, sementara Charles hanya mengelak tanpa melawan.
"Kenapa kau tidak membalas seranganku? apa kau menjadi lemah?" bentak Stallone.
"Aku hanya simpati padamu saja!" jawab Charles dengan sengaja.
"Kau simpati padaku? kau menganggapku lemah? kurang ajar!" ketus Stallone dengan merasa kesal dan menyerang dengan bertubi-tubi.
Charles menahan tangan Stallone, dan kemudian membalikan badannya dan langsung menendang mengenai wajah lawannya itu.
BRUGH...
Tendangan Charles tepat mengenai wajah Stallone.
"Si.alan!" ketus Stallone yang lap darah yang keluar dari sudut bibirnya.
"Kau masih selemah dulu!" kata Charles dengan mengejek.
"Ini baru permulaan," ketus Stallone yang menyerang dengan kaki dan tangannya dengan serentak, Charles dengan menahan tangan lawannya dan kemudian langsung menghantam di bagian tubuh lawannya itu.
__ADS_1
BRUGH...
"Aargh...uhuk..uhuk...uhuk..."
"Bajing*n...." ketus Stallone.
"Sudah tujuh tahun kau masih saja tidak semakin hebat, dan lemah seperti dulu!" ujar Charles dengan sengaja.
"Pertarungan belum berakhir, jadi belum tahu siapa menang dan siapa kalah!" ujar Stallone.
"Kau sudah kena dua seranganku, dan ini membuktikan jika kau memang sudah kalah dariku!" ucap Charles yang mengejek.
"Belum tentu! aku masih belum pemanasan." balas Stallone yang tidak mau mengaku kalah.
"Kita sudah pemanasan dari tadi, kau tidak perlu mencari alasan lagi" balas Charles.
"Aku tidak akan kalah darimu! terima seranganku, hiaaaak...." teriak Stallone yang melayangkan pukulan ke arah lawannya itu.
Serangan atas bawah mampu di tahan dan di elak oleh Charles. Charles melayangkan beberapa pukulan ke arah lawannya itu, dan kemudian langsung menendang bagian tubuh lawannya itu dengan sekuat tenaga.
BRUGH...
"Aarghh!" jerit Stallone yang terpelanting ke atas tanah.
"Tiga serangan! apa kau masih mau?" tanya Charles.
"Aku tidak puas! aku masih belum kalah!" bentak Stallone yang mengelus dadanya.
"Kau juga sudah terkena serangan dariku masih saja tidak mau mengaku kalah!" bentak Charles.
"Aku masih bisa berdiri dan tandanya aku belum juga kalah!" kata Stallone yang tidak mau mengaku kalah.
"Hiaaaaak!" teriakan Stallone yang berlari dan melompat tinggi sambil menendang ke arah Charles.
Charles mengelak ke kiri sehingga membuat serangan lawannya itu menyasar.
Charles langsung menyerang dengan melayang pukulan ke arah lawannya, Stallone menahan serangan Charles, dan kemudian Charles menendang bagian pinggang lawannya itu.
BRUGH....
Tendangan kaki Charles mengenai pinggang lawannya.
BRUGH...
Pukulan Charles mengenai wajah Stallone.
"Aargh..." jerit Stallone yang merasa kesakitan.
"JANGAN BERGERAK!" perintah serentak tiga puluh orang yang bersenjata yang tidak tahu kapan mereka muncul di sana.
"Siapa lagi mereka?" tanya Stallone dengan kesal.
"Penghuni kuburan!" jawab Charles yang menghentikan serangannya.
"Apa kalian bisa menunggu kami selesai bertarung kalian baru membunuh dia?" tanya Stallone.
"Tidak bisa!" jawab mereka dengan serentak sambil menodong senjata ke arah mereka.
"Kenapa kalian bisa begitu menjengkelkan? dia adalah musuhku, dan kalian malah sibuk ingin membunuhnya, jika dia mati maka dendamku tak terbalas," bentak Stallone dengan kesal.
"Itu urusanmu!" jawab mereka dengan serentak.
"Sebenarnya ada berapa musuhmu? apa yang kau singgung itu adalah bos besar?" tanya Stallone.
"Yang tadi itu adalah utusan Brad dan yang ini adalah kumpulan lain!" jawab Charles.
"Dan aku sangat menyesal datang mencari mu hari ini!" ketus Stallone.
"Hari ini aku kedatangan sekumpulan pengecut seperti kalian dan dia," kata Charles yang melihat ke arah pembunuh bersenjata itu dan menoleh ke arah Stallone.
__ADS_1
"Kau mengatakan aku pengecut!" bentak Stallone.