
"Charles, kenapa dia bisa berada di sana?" Tanya Flower dengan heran
Charles menceritakan semua kejadian yang telah di alami oleh keluarga Clisten selama ini
"Charles, aku tidak menyangka kau bisa melakukan itu" ujar Steve
"Aku merasa kesal atas semua perbuatan mereka terhadap Flower, oleh sebab itu aku ingin membalasnya" jawab Charles
"Flower, bagaimanapun Mark Clisten adalah papamu, bagaimana dengan perasaanmu setelah mengetahui apa yang sudah di alaminya?" Tanya Vic
"Aku tidak merasakan apa-apa, Paman. aku juga merasa heran kenapa aku tidak merasa kasihan padanya, apakah aku sangat durhaka?" ucap Flower
"Mungkin karena luka yang dia berikan padamu sudah terlanjur dalam, sehingga kamu merasa hubungan kalian sudah jauh, jika di pikirkan Mark Clisten memang pantas mendapat balasan ini, termasuk anak tiri dan istrinya itu" jelas Steve
"Saat itu aku merasa sangat kesal, oleh sebab itu aku ingin mereka merasakan apa yang sudah Flower rasakan selama ini" ujar Charles
Saat mereka sedang berbincang tiba-tiba seorang pria masuk ke kamar Vic
Klek
"Tuan Austin" sapa Wiliam yang adalah pengacara Vic
"William, bagaimana hasilnya, apa dia sudah tanda tangan?" tanya Vic
"Tuan Austin, nyonya tidak mau tanda tangan" jawab William dengan sopan
"Apa alasan dia tidak mau tanda tangan? Apakah harta yang ku berikan padanya tidak cukup?" Tanya Vic dengan merasa kesal
"Nyonya tidak mengatakan tentang harta, hanya saja dia bersikeras tidak mau tanda tangan" jelas William
"Sebenarnya dia ingin main ulah apa lagi, jika bukan karena harta?" Ketus Vic dengan merasa kesal
"jangan di pikirkan lagi, Pa. Biarkan aku menemuinya dan bertanya apa maunya" ujar Steve
__ADS_1
"Paman, apakah sudah tekad untuk bercerai dengan bibi?" Tanya Flower
"Iya, paman dan dia sudah tidak mungkin, hubungan seperti ini tidak bahagia sama sekali, aku sudah berusaha selama 35 tahun, tapi tidak membuahkan hasil, daripada memaksa bagus segera akhiri saja" jawab Vic
"Steve, kau tidak perlu lagi bertanya padanya" ujar Vic yang menatap ke arah Steve
"William, sampaikan padanya, jika dia masih keras kepala maka aku tidak akan memberi satu sen untuk dia, jika dia masih mau tanda tangan maka 60 persen harta ku adalah milik dia, aku tidak butuh persetujuan dia untuk bercerai, jika dia tetap menolak maka dia yang rugi bukan aku" kata Vic dengan tegas
"Baik Tuan, akan segera saya lakukan" jawab William dengan sopan
Setelah beberapa menit kemudian Charles dan Flower meninggalkan rumah sakit dan kembali ke Villanya
Mansion tempat tinggal Julia
William kembali bertemu dengan Julia atas pesanan Kliennya
"Nyonya, ini adalah pesanan tuan Austin, saya berharap Anda bisa mempertimbangkan lagi" ujar William yang sedang duduk di ruang tamu bersama Julia
"Dia sangat ingin bercerai denganku sehingga mengunakan cara ini? Sangat keterlaluan, katakan padaku apakah dia ingin menikah lagi?" Bentak Julia dengan kesal
"Aku tidak percaya, dia pasti ada wanita lain oleh sebab itu dia bertekad ingin membuang ku, jangan berharap" ketus Julia dengan nada kesal
"Sampaikan pesanku padanya aku tidak akan tanda tangan, dan jangan berharap dia bisa hidup bersama wanita lain" kata Julia dengan nada ketus
"Nyonya, tuan Austin sudah mengatakan jika Anda tidak mau tanda tangan maka Anda tidak akan mendapatkan satu sen dari harta tuan Austin" jelas Wiliam
"Aku menjadi istrinya selama 35 tahun dan dia begitu mudahnya ingin membuangku dan tidak ingin membagi hartanya, apa dia berencana ingin membagikan hartanya pada istri ke duanya nanti?" ketus Julia dengan nada tinggi
"Tuan Austin tidak menjalin hubungan dengan wanita manapun, beliau ingin bercerai dengan Anda karena beliau tidak tahan dengan sikap Anda yang selalu ingin ribut dengannya" jelas William
"Aku tidak mau tanda tangan, dan aku tetap mau hartanya" ketus Julia dengan kesal
"Kalau tanpa cinta untuk apa di pertahankan lagi? selama ini mama hanya ingin uang, papa sudah ingin memberikan sebanyak 60 persen hartanya, tapi kenapa masih menolak tanda tangan dan tetap mau harta?" tanya Steve yang baru tiba
__ADS_1
"Steve, di dunia ini mana ada anak yang mendukung orang tuanya bercerai"
"Awalnya aku tidak mendukung, tapi karena sikap mama yang selalu keras dan bahkan bicara saja tidak mengunakan akal sehat sehingga papa harus berbaring di atas ranjang pasien, oleh karena itu aku mendukung penceraian ini, aku juga sudah lelah karena melihat orang tua ku yang tidak pernah damai untuk sehari, untuk apa memaksa jika tidak ada perasaan?" jawab Steve dengan kesal
"Apa papamu itu memiliki wanita lain oleh karena itu dia harus bercerai denganku?"
"Ma, kenapa dirimu selalu saja suka menuduh yang tidak terjadi, jangan selalu menyalahkan orang lain, padahal semua masalah itu datang dari dirimu sendiri, percuma jika aku menjelaskannya jika dirimu tidak mau mengerti" ketua Steve dengan merasa kesal
"Papa sudah katakan jika mama menolak maka mama tidak akan mendapatkan satu sen pun, dan walau tidak mau tanda tangan papa tetap tidak akan pulang ke sini lagi, dan mama hanya akan hidup sendirian di sini, selain itu papa juga tidak akan menanggung biaya perbulan untuk mama, mama hanya ada dua pilihan, tanda tangan dan mendapatkan harta, dan jika menolak maka tidak akan mendapatkan apa-apa lagi, ini adalah kesempatan terakhir untuk membuat pilihan" kata Steve dengan tegas
Julia yang tidak punya pilihan lain hanya bisa tanda tangan surat penceraian dirinya dan Vic yang sudah bertahan selama 35 tahun lamanya, walau ia merasa menyesal dan tidak rela akan tetapi ia hanya bisa menurut dari pada tidak mendapatkan sepersen pun
Villa Robertson
"Bos, Wilker sudah ku tahan" ujar Cole yang kembali untuk memberi laporan
"Aku akan menemuinya sekarang juga" jawab Charles yang bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan Villanya
Setelah setengah jam kemudian
Charles tiba di restoran tempat Wilker berada dengan di awasi oleh beberapa anggota Charles
Klek
"Paman Wilker" sapa Charles yang masuk ke salah satu ruang makan
"Charles, kenapa tiba-tiba saja ingin bertemu denganku?" tanya Wilker yang merasa cemas
"Paman, hanya makan malam saja, tidak perlu merasa cemas" jawab Charles dengan duduk bersandar
"Apa ada hal penting? dan bukankah masih ada yang lain, di mana mereka?"
"Hanya kita berdua saja" jawab Charles dengan menuangkan minuman ke gelas Wilker
__ADS_1
"Charles, apa ada sesuatu?"
"Iya, ada pertanyaan yang ingin ku tanyakan"