
Anggota Charles menceritakan semua yang telah terjadi di markas tadi. setelah mengetahui pujaannya lari meninggalkan markas, Charles merasa khawatir dan cemas.
"Cepat cari Flower sampai dapat! dia pasti ketakutan! oleh karena itu dia langsung pergi meninggalkan tempat ini" perintah Charles dengan khawatir.
"Cepat berpencar!" perintah Harry yang ikuti langkah mereka.
Di sisi lain Anto masih sedang mencari keberadaan Flower di halaman itu, ia mengeluar pemetik api dengan melangkah ke gudang penyimpan bahan peledak.
"Nona manis, kau melihat kan tanganku? kalau kau tidak keluar lagi maka aku akan meledakkan gudang kekasih mu!" kata Anto dengan ancaman sambil melihat ke sana ke mari.
"Apakah kau tahu apa akibatnya jika aku membakar gudang ini? semua yang ada di sini akan meledak dan selain itu markas besar ini juga hancur, apa kau ingin melihat kekasihmu mengalami banyak kerugian?" kecam Anto yang berusaha ingin memancing Flower keluar.
"Anto...." panggil Charles yang tiba-tiba muncul di sana.
"Bos...." sahut Anto yang merasa cemas dan langsung menyimpan pemetik api ke saku celananya.
"Bos, aku sedang mencari nona! dan tidak melihatnya di sini," ujar Anto dengan berpura-pura.
"Apakah kau tahu apa yang sudah terjadi?" tanya Charles.
"Bos, saat itu aku sedang ke dapur meminta pelayan untuk menyiapkan makanan, karena nona merasa lapar. dan setelah itu aku mengantar makanan ke kamar nona, akan tetapi dia sudah tidak ada di sana, nona melompat dari jendela," jelas Anton.
"Cepat pergi cari Flower!" perintah Chares.
"Baik Bos," jawab Anto yang melangkah ke arah lain.
Saat Anto melangkah pergi Charles mengeluarkan senjatanya dan menodong ke arah Anto.
"Atas arahan siapa kau melakukan semua ini?" tanya Charles yang sedang mendekatkan senjatanya ke kepala Anton. sehingga membuat Anto terdiam dan tidak berani bergerak
"Bos, apa maksudmu? aku tidak mengerti?" tanya Anto dengan berpura-pura.
"Kau mencampurkan obat ke makanan dan ingin memberikan kepada Flower, apa niatmu sebenarnya?" kecam Charles.
"Ini tidak benar, Bos."
"Kau masih tidak mengakuinya? makanan yang ada di kamar itu sudah aku periksa dan itu mengandung obat bius, kau ingin membuatnya tidak sadarkan diri dan kemudian kau ingin membawanya pergi!"
"Itu bukan aku, Bos. nona merasa lapar dan aku hanya mengambilkan makanannya saja, mengenai obat aku tidak tahu apa-apa!" jawabnya yang tidak ingin mengakui.
"Aku sudah memeriksa rekaman cctv, semua kejadiannya aku sudah melihatnya, di sini adalah markasku, tapi, kau tidak tahu jika di markas ini aku memasang kamera tersembunyi di setiap sudut, dan hari ini aku mengetahui semua tindakan mu!"
__ADS_1
"Hahahahaha...Charles Robertson, walau kau bunuh aku juga tidak berguna, wanita mu itu sudah meninggalkan tempat ini, bisa saja sekarang dia sudah di tangan bosku," kata Anto dengan tertawa.
"Siapa bosmu? suruh dia keluar bertemu denganku!"
"Dia adalah Stallone yang ingin bermain denganmu," jawab Anto.
"Ternyata si setan itu! kau adalah anak buah ku dan kau memilih memihaknya!"
"Semua demi uang! tidak menyangka empat teman ku malah di bunuh oleh wanita mu, dan sekarang walau aku gagal menangkapnya, akan tetapi aku yakin jika Stallone sudah menangkap wanitamu," ujar Anto.
"Jika gadisku jatuh ke tangannya itu tandanya hidup Stallone telah berakhir!" kecam Charles dan langsung memukul kepala Anto dengan senjatanya.
BRUK...
Karena pukulan tersebut Anto langsung tidak sadarkan diri.
"Bos...." panggil Harry.
"Bawa dia pergi dan ikat dia!" perintah Charles.
"Ada lagi! selidiki di mana tempat tinggal Stallone!"perintah Charles.
"Flower, kau ada di mana?"gumam Charles dengan khawatir.
Malam hari.
Pencarian Flower masih berlanjut, semua anggota masih sedang mencari di luar termasuk Charles yang mengendarai mobilnya sambil melihat ke kanan dan ke kiri. di malam itu semua anggotanya mencari di setiap jalan besar dan gang kecil.
Hotel mewah..
Stone membawa Marcus bertemu dengan sang bosnya, Bared.
PRAK...
Hentakan meja di lakukan oleh Bared yang sedang emosi.
"Kau adalah anggotaku yang sudah bekerja selama lima tahun, akan tetapi kau memilih mengkhianatiku!" bentak Bared dengan kesal.
"Tuan, aku di ancam! jika aku menolak maka keluargaku akan mati di tangannya, aku juga merasa bersalah!" ujar Marcus sambil menangis.
"Kau di ancam bisa saja memberitahuku! akan tetapi kau tidak melakukannya, apa kau mengira jika aku tidak sebanding dengannya? sehingga kau begitu takut padanya!" ketus Bared dengan nada tinggi.
__ADS_1
"Tuan, aku mohon jangan membunuhku! keluargaku masih sedang menunggu ku pulang, anak ku masih kecil dan aku akan menerima hukumanmu sebagai ganti adalah aku akan bekerja lembur setiap hari!" pinta Marcus dengan berlutut sambil memohon.
"Kau sangat mengecewakan ku! aku tidak akan membunuhmu, memandang kau sudah lama bekerja denganku, maka kau pergi dan jangan pernah muncul di hadapanku lagi!" bentak Bared.
Bared memerintahkan asistennya memberi Marcus sejumlah uang dan kemudian mengusirnya pergi.
"Stone, bagaimana dengan Charles apa dia terluka?" tanya Bared dengan merasa bersalah.
"Bos tidak apa-apa! hanya saja Andrew memiliki banyak anggota, bos kami sampaikan pesan, ke mana pun Anda pergi selalu di perketatkan perlindungan," ucap Stone
"Aku tahu! kali ini telah melibatkan kalian, dan bagaimana dengan saudara lainnya?"
"Cole dan Liza terluka tembak," jawab Stone.
"Karena dendam di antara aku dan dia telah melibatkan kalian semua, dan jika kali ini bukan karena kalian aku rasa gudangku pasti sudah hancur dan aku pasti mengalami kerugian yang cukup besar!" keluh Bared dengan mengusap kasar wajahnya.
"Tuan, jika tidak ada apa-apa maka aku pamit dulu," ucap Stone dengan sopan.
"Baiklah! sampaikan ke Charles aku akan menjumpainya di markas."
"Baik Tuan, kami menyambut kedatangan Anda kapanpun!" jawab Stone dengan menunduk dan kemudian ia pun meninggalkan hotel tempat tinggal Bared.
"Andrew, aku mau melihat sehebat apa dirimu!" ketus Bared.
"Bos...." sapa pengawalnya yang baru kembali ke hotel.
"Steven, bagaimana?"
"Bos, jejak Andrew sangat misteri, dia tidak menampakan dirinya, hanya pernah sekali ada orang yang melihatnya di bandara saat bulan lalu, dan setelah itu tidak ada yang melihatnya lagi!"
"Dia masih di london, hanya saja dia adalah seorang pengecut, oleh sebab itu dia memilih untuk bersembunyi," ujar Bared.
"Kita tidak tahu dia ada di mana dan bagaimana kita ingin membunuhnya?" tanya Steven.
"Aku ingin melihat apa dia bisa bersembunyi seumur hidup?" ketus Bared.
"Bagaimana dengan orang itu? apakah ada kabar?" tanya Bared
"Maaf Tuan, belum ada."
"Selidiki sampai dapat! aku tidak akan tinggal diam walau sudah begitu lama kejadian ini, di saat terjadi aku di dalam penjara, saat itu aku bersumpah akan membalas dendam setelah aku keluar, tujuanku netap lama di sini adalah ingin menagih nyawa dengannya," ujar Bared dengan merasa dendam.
__ADS_1