
"Nona, menurut Anda gaun ini warna apa yang sesuai untuk anak gadis ? saya ingin memberikan kado untuk teman, hanya saja tidak tahu warna hijau atau kuning lebih cantik?" tanya Pria itu dengan sopan
"Hijau" jawab Flower yang kemudian berpaling dan langsung menghampiri Liza
"Hijau? baiklah, kalau begitu. aku akan memilih warna hijau" gumam pria itu yang kemudian berjalan menuju ke kasir
"Kakak, apa kita sudah bisa pulang?" tanya Flower yang merasa was-was dengan pria tadi itu
"Kenapa, apa kamu tidak ingin membeli baju?" tanya Liza
"Tidak! baju ku masih ada" jawab Flower
"Flower, apa kamu sedang khawatir? tenang saja, di sini begitu ramai pengunjung, jadi aman-aman saja" ujar Curry
"Tapi pria tadi itu kelihatannya bukan orang baik" ujar Flower
"Aku ada melihatnya, selain tampan dia tidak kelihatan jahat" jawab Curry dengan seraya bercanda
"Jangan bercanda" ucap Flower
"Marilah kita pergi, aku tahu kamu sedang khawatir" ajak Liza dengan senyum
Mereka bertiga ingin meninggalkan Mall dan di saat mereka sedang berjalan bersama, terdapat lima pria asing yang bersenjata mengikuti dari belakang.
"Jangan bergerak jika tidak mau mati" kecam pria asing itu yang mendekatkan senjata ke punggung mereka
"Siapa kalian?" tanya Liza
"Serahkan wanita Charles Robertson, dan kalian boleh pergi" jawabnya sambil mengancam dari belakang
"Di sini begitu ramai, apa kalian bisa melarikan diri?" ujar Curry
"Hanya wanita ini saja yang kami mau" bentak pria itu yang menarik lengan Flower sambil mengancam dengan pistol ke arah Liza dan Curry
"Kalian main belakang, jika kalian berani saling berhadapan dengan kami" ketus Curry
Lima pria bersenjata mengancam Liza dan Curry dari belakang sehingga menyebabkan mereka tidak bisa membalas secara langsung
Salah satu pria bersenjata itu mengancam Flower dan berniat ingin membawanya pergi. tidak lama kemudian pria yang mengancam Flower tiba-tiba di pukul seseorang dari belakang.
BRUGH...
"Aaargghhh" jerit sesaat pria itu dan kemudian tidak sadarkan diri
Saat temannya di pukul, mereka berempat langsung menoleh ke arah temannya yang sudah tergeletak di lantai
Liza dan Curry langsung mengambil senjata masing-masing dan menembak ke arah mereka berempat
DOR...DOR....DOR...DOR..
Tembakan Liza dan Curry mengenai tubuh empat pria bersenjata itu
"Aaaaarggggghh" jerit mereka sesaat dan kemudian tergeletak tidak bernyawa
__ADS_1
Mendengar bunyi tembakan para pengunjung berlarian keluar dari Mall karena ketakutan
"Nona, apa Anda tidak apa-apa?" tanya seorang pria yang tadinya menyelamatkan Flower
"Terima kasih! saya tidak apa-apa" ucap Flower dengan sopan
"Bukankah Anda yang tadi bertanya warna gaun itu?" tanya Curry
"Iya, saya melihat mereka sedang mengancam kalian, makanya saya menyerangnya dari belakang" jawab pria itu dengan sopan
"Siapa nama Anda, Tuan?" tanya Liza
"Nama saya adalah Stallone" jawabnya dengan sopan
"Kak, mari kita pulang" ajak Flower
"Terima kasih karena telah membantu kami, Tuan Stallone" ucap Liza
"Sama-sama" jawab Stallone dengan ramah
Sementara ada seorang pria yang berlari ke arah Flower dan langsung melingkarkan tangannya ke leher Flower
"Aaarrghhh" pekik Flower yang di kejutkan oleh pria yang tiba-tiba mengancamnya dari belakang
"Turunkan senjata kalian" bentak pria itu yang mengunakan senjata tajam
"Kau mengunakan pisau mu untuk melawan kami?" ujar Liza yang sedang mencari kesempatan untuk menembak pria itu
"Jangan coba-coba kalian melawan, jika tidak mau wanita ini mati di tanganku" kecamnya yang mendekatkan pisau tajam itu ke leher Flower
"Aku tidak butuh uang kalian, aku hanya ingin wanita ini" ketus pria itu yang mengarahkan senjata tajamnya ke arah depan.
"Apa kau mengira bisa membawaku pergi?" ujar Flower yang dalam tahanannya
"Kenapa tidak bisa?" ketus pria itu yang memundurkan langkahnya sambil menahan Flower
Liza dan Curry mencari kesempatan ingin menembak pria itu, akan tetapi posisi Flower yang ada di hadapan pria itu membuat Curry dan Liza kesulitan untuk melepaskan tembakannya
Saat pria itu menahan Flower dengan tangan kanannya, dan tangan kirinya sedang mengarahkan senjata tajam, Flower langsung menarik ke depan tangan kiri pria itu dengan sekuat tenaga sehingga membanting pria itu ke lantai
BRUK...
"Aaaargghhhh" pekik pria itu yang kesakitan
Saat pria itu tergeletak kesakitan, Flower langsung menahan tangan pria itu ke belakang dan kemudian~✓
KREK...
"Aaaarrrrgghhh" teriakan pria itu yang pergelangan tangannya di patahkan oleh Flower
Sementara Liza dan Curry terdiam dan binggung melihat aksi yang di lakukan oleh Flower, dengan kejam dan tanpa ragu gadis itu mampu membanting seorang pria dan mematahkan tulang pergelangan tangannya
"Ingin menangkapku untuk mengancam calon suamiku? jangan bermimpi" bentak Flower yang memukul kepala pria
__ADS_1
BRUK...
"Aaaarrgggghhh" jerit sesaat pria itu dan kemudian tidak sadarkan diri
"Kakak, kenapa kalian melihatku dengan tatapan yang aneh?" tanya Flower yang melihat ke arah Liza dan Curry
"Tidak ada! Flower, kau sangat hebat" ujar Liza
"Sejak kapan kau belajar ilmu bela diri?" tanya Curry
"Tidak pernah belajar" jawab Flower
"Bos tidak pernah mengajarkanmu?" tanya Liza
"Tidak pernah!" jawab Flower
"Nona, aksimu bagus sekali" ucap Stallone dengan ramah
"Ini hanya kebetulan saja" jawab Flower
"Kalau boleh tahu siapa calon suami Anda?"tanya Stallone
"Dia adalah pemulung" jawab Flower dengan asal-asalan, karena ia tidak ingin ada yang tahu siapa calon suaminya itu
"Pemulung?" gumam serentak Liza dan Curry
"Bos, bagaimana jika Anda tahu Flower mengatakan jika dirimu adalah pemulung?" batin Liza
"Kakak, mari kita pulang" ajak Flower
"Sampai jumpa, Tuan Stallone" ucap Liza
"Sampai jumpa semuanya" balas ucapan Stallone dengan ramah
"Sebentar, Nona" panggil Stallone yang menghampiri Flower
"Ini adalah kartu nama saya, jika Anda butuh sesuatu, maka bisa menghubungi saya" kata Stallone yang memberikan kartu namanya kepada Flower
"Kita tidak saling kenal, kenapa memberi kartu nama padaku?" tanya Flower
"Tadi Anda telah membantu saya, jadi anggap saja saya berhutang budi"
"Tapi, tadi tuan sudah menyelamatkanku"
"Tidak apa-apa! kita bisa berteman, terimalah kartu ini" kata Stallone
"Terima kasih" ucap Flower yang menerima kartu dari tangan pria itu dan kemudian berpaling dan melangkah pergi
Malam hari
Charles kembali ke rumah dan menuju ke kamarnya, saat di kamar ia melepaskan jas dan dasinya dan kemudian ia meletakan jasnya itu atas kasur, kemudian ia melihat jaket yang di kenakan oleh Flower tadi berada di kasur, lalu Charles pun mengambil jaket itu dan ingin mengantungnya di lemari.
Saat ingin mengantung jaketnya tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh ke lantai, lalu Charles memungutnya dari lantai dan membaca nama yang tercantum di kartu nama itu
__ADS_1
Raut wajah Charles langsung berubah saat ia membawa nama tersebut