Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Flower Bertemu Julia


__ADS_3

"Flower,.terima kasih karena membelikan sarapan untuk paman," ucap Vic dengan senyum


"Sama-sama! Asal paman suka, Flower bisa sering membelikan sarapan untuk paman," jawab Flower dengan ramah.


"Ha ha ha.. kalau begitu paman tidak akan sungkan lagi," ujar Vic dengan tertawa gembira.


"Asal paman mau makan, Flower akan belikan sarapan untuk paman setiap hari," ujar Flower.


"Paman berjanji padamu akan makan setiap hari, terutama yang kamu beli," ucap Vic dengan tertawa.


"Charles, kelihatannya boneka kesayanganmu itu lebih hebat dariku, aku sudah menjadi anaknya selama 30 tahun lebih masih tidak mampu membujuknya," kata Steve dengan berbisik di telinga Charles.


"Kelihatannya kau harus lebih banyak belajar dengan boneka kesayanganku," ujar Charles dengan seraya bercanda.


"Benar, aku harus bertanya pada Flower dengan cara apa dia mampu menaklukan papaku," jawab Steve dengan senyum.


"Tidak menyangka jika Flower bisa membuat papa menurut begitu saja, tadinya suasana hati papa sedang buruk dan dalam seketika bisa berubah, Flower juga bisa begitu akrab dengan papa, dulunya dia sangat trauma di saat melihat orang asing, jika bukan karena dia adalah putri Mark aku akan mengira dia adalah bayi kecil yang ku lihat itu" batin Steve


Setelah satu jam kemudian


Charles masih sedang berbincang dengan Vic dan Steve di kamar, sementara Flower sedang berada di kamar kecil di rumah sakit itu, saat ia keluar dari kamar kecil dan ingin menuju kembali ke kamar Vic ia di tabrak oleh seseorang wanita yang sedang berjalan dengan cepat


Brugh..


"Aauuhhhgg" jeritan wanita itu yang bekalnya jatuh berserakan di lantai


"Apa kau tidak punya mata di saat berjalan ya?" teriak wanita itu dengan nada tinggi hingga menarik perhatian pasien lain ataupun orang-orang di sana


"Nyonya, Anda yang menabrakku, kenapa malah membentak ku" ketus Flower dengan kesal


"Ternyata kau ya, gadis pengoda Charles. kenapa di mana-mana melihat muka pelac*r mu itu..ha? cepat ganti rugi dan minta maaf denganku, oh iya..sepatuku jadi kotor karena tumpahan makanan ini gara-garamu, jadi aku ingin kau membersihkan sepatuku dengan cara menjilat hingga bersih," bentak wanita itu dengan menghina.


"Rupanya kamu adalah ibunya kakak Steve, kenapa selalu saja menghina orang dan berteriak tidak jelas," bentak Flower dengan merasa kesal.

__ADS_1


"Kenapa, kau hanya pelac*r, untuk apa kau bisa ada di sini?" bentak Julia.


"Siapapun berhak untuk ke sini, lagi pula rumah sakit ini bukan milikmu, apa aku perlu meminta izin denganmu?," jawab Flower dengan kesal dan ingin melangkah pergi.


"Aku belum selesai bicara denganmu, kau begitu kurang ajar," ketus Julia yang mendorong Flower hingga terkapar.


Brugh


"Aargh...," jeritan Flower yang merasa sakit.


"Dasar wanita pelac*r murahan. apakah kau sudah dibuang oleh Charles dan sekarang datang ke sini mencari pria lain? kelihatannya tubuhmu tidak sebagus wanita lain, aku yakin setelah Charles mencicipi tubuhmu yang kotor itu pasti dia bosan denganmu, kan," ketus Julia yang menghina dengan sengaja meninggikan suaranya.


"Oh iya..bagaimana jika kau menjilat sepatuku saja, mungkin aku akan membayarmu, dari pada kau menjual tubuhmu ke sana sini, dengan tubuhmu yang busuk ini aku yakin tidak ada pria yang akan suka, paling mereka hanya akan merasa jijik. wanita murahan sepertimu hanya akan menyakitkan mata orang, kenapa kau tidak mati saja," ketus Julia dengan tertawa sinis.


"Nyonya Austin, kamu adalah istri seorang pengusaha tapi kenapa setiap ucapan yang keluar dari mulutmu seperti orang yang tidak berpendidikan," bentak Flower dengan kesal dan mendorong Julia hingga tubuhnya terhentak ke lantai


Brugh


"Aarrhh...," jeritan Julia yang merasa kesakitan.


"Anda adalah istri orang kaya, tapi sikapmu sangat memalukan," bentak Flower dengan kesal.


"Apa yang kamu pakai adalah pakaian yang bermerk, tapi tidak sesuai dengan sikapmu yang tidak tahu menghormati orang," ketus Flower dengan kesal.


"Kau sangat kurang ajar," bentak Julia yang sedang berdiri.


"Kenapa, apa kau mengira jika kau sedang menghina orang maka orang itu harus patuh padamu dan tidak boleh melawan? memangnya kau siapa? apakah dirimu tidak mencermin?" bentak Flower dengan emosi dan menggengam ke dua lengan Julia dengan hentak kuat ke dinding


Flower yang merasa kesal dengan tidak bisa menahan emosi menghentakkan Julia berkali-kali ke dinding.


Brugh...


Brugh...

__ADS_1


"Dasar wanita tua tidak sadar diri," ketus Flower sambil menghentak tubuh Julia dengan kuat.


Brugh...


"Aaarghh" jeritan Julia yang kesakitan.


"Jangan coba-coba untuk menghinaku, kau adalah wanita yang memiliki sikap yang paling buruk," bentak Flower sambil melakukan aksinya dengan berulang kali.


Brugh...brugh...brugh..


Hentakan demi hentakan tubuh Julia ke dinding dilakukan oleh Flower yang berkali-kali tanpa berhenti.


"Aaarrgghh...," pekikan Julia yang kesakitan


"Jangan setiap kali suka menghina orang, Nyonya Austin. jika tidak maka nasibmu akan lebih tragis, jangan memaksaku untuk menarik lidahmu itu hingga putus" ketus Flower dengan menghempas Julia ke lantai dengan kasar.


Brugh..


"Aaarrgghh...," jeritan Julia.


"Lihatlah dirimu seperti apa, Nyonya Austin. kau sama sekali tidak berdaya di saat aku melawanmu, jangan mengira karena istri orang kaya kau bisa menghinaku, karena suatu saat kau akan hancur jika mulutmu dan sifatmu masih tidak berubah," ucap Flower dengan emosi.


"Kalau putraku mengetahui kau menyakitiku maka dia pasti tidak akan melepaskanmu, " kata Julia yang sedang kesakitan.


"Aku tidak takut dengan siapapun, aku sudah banyak menderita, dan aku yang sekarang tidak akan ragu untuk membalas orang yang menindasku, walau kau adalah ibunya aku tetap akan memotong lidahmu kalau saja di lain kali kau masih tidak menjaga mulutmu," kecam Flower dengan merasa kesal.


"Hari ini aku melepaskanmu, dan jika saja kau masih berani menindasku, lihat saja apa yang akan ku lakukan padamu, jangan mengira statusmu adalah istri orang kaya, kau bisa seenaknya," ketus Flower yang sedang menjambak rambut Julia.


"Aarrgghh...."


"Minta maaf padaku...," ujar Flower.


"Minta maaf padaku atau aku yang akan memotong lidahmu sekarang," kecam Flower dengan tatapan kesal.

__ADS_1


"Maafkan aku," ucap Julia yang sedang kesakitan.


"Untuk hari ini aku melepaskanmu, dan ingat kata ku tadi, jangan coba-coba lagi menindasku lagi. jika tidak, walau di depan kak Steve ataupun paman Vic aku tetap akan mencabut lidahmu," kata Flower dengan mengancam dan melepaskan tangannya. sesaat kemudian Flower meninggalkan Julia yang terduduk di lantai itu.


__ADS_2