
"Kenapa kau menendang adikku, dia tidak pernah menyinggung mu," kata Stallone yang sedang menahan sakit dan melilit kembali handuknya.
"Di saat wanita lain menikmatinya kau malah melukainya," ucap Stallone.
"Charles, Charles..."teriak Flower yang berlari menuju ke ruangan pribadi Charles.
"Flower, ada apa denganmu? kenapa kau sepertinya sedang ketakutan?" tanya Charles yang bangkit dan menghampiri Flower.
"Stallone dia ada di luar," jawab Flower
"Kenapa dia datang lagi? apa dia menyentuhmu?"
"Tidak, hanya saja dia datang dalam keadaan tidak berpakaian. dan hanya mengenakan handuk," jawab Flower.
"Hanya mengenakan handuk?"
"Iya, handuk dia terlepas dan membuatku terkejut, lalu aku menendangnya," jelas Flower dengan merasa malu.
"Apa, handuknya terlepas?" tanya Charles dengan menahan emosi.
"Iya, tapi aku yakin dia juga tidak sengaja," jawab Flower.
"Keterlaluan. Flower, kau di sini saja jangan keluar!" ujar Charles yang melangkah keluar.
Charles dengan penuh emosi berjalan keluar menemui Stallone yang masih berdiri di luar.
"Breng.sek!" bentak Charles yang langsung melayangkan pukulan ke wajah Stallone.
BRUK...BRUK...
Dua pukulan mengenai wajah kiri kanan Stallone.
"Sial*n..." ketus Stallone yang merasa kesakitan.
"Hei..kenapa kau memukulku?"tanya Stallone dengan kesal.
"Seharusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kau muncul di sini dengan penampilan seperti ini? apa kau tidak tahu jika Flower ada di sini!" bentak Stallone.
"Aku bukan sengaja mau seperti ini, aku juga tidak menyangka handuk ku akan terlepas di depan dia."
Charles yang merasa kesal lagi-lagi melayangkan pukulannya.
__ADS_1
BRUK...
"Arrrghh..." jerit Stallone.
"Kalau wanita lain aku tidak peduli, tapi ini di depan Flower mana mungkin aku tidak marah!" bentak Charles.
"Apa kau bisa mendengar penjelasanku sebelum kau menghajarku?"tanya Stallone dengan kesal.
"Lihat dari gayamu kau pasti sedang bermain dengan wanita kan? dan kemudian kau di kejar dan mencari tempat perlindungan, oleh karena itu kau ingin bersembunyi di sini."
"Apa yang kau katakan betul sebagian dan sebagiannya salah," jawab Stallone.
"Aku tidak peduli, kau boleh pergi!" bentak Charles
"Setidaknya kau memberikan aku baju sebelum aku pergi!"
"Kenapa aku harus memberimu baju? kau bisa membelinya di toko pakaian!"
"Apa kau tidak melihat aku hanya membawa handuk dan handphone, bagaimana aku bisa membelinya jika tidak punya uang?"
"Aku akan berbaik hati memberimu uang dan kau segera menghilang dari hadapanku!"kata Charles yang mengeluarkan dompetnya.
"Hei...hei...apa kau tidak salah?kau ingin aku pergi membeli baju dengan kondisi seperti ini?".
"Apa kau gila ya? siapa yang percaya dengan katamu itu?" tanya Stallone dengan merasa kesal.
"Kalau tidak mau juga tidak apa-apa! kau boleh pergi sekarang!"
"Aku ingin meminjam bajumu dan meminjam sedikit uang dan aku akan tinggal di hotel. setelah anggota ku sampai dari kamboja maka aku akan mengembalikan uangmu," ujar Stallone.
"Lihat dari penampilan mu kau pasti sedang meniduri istri orang sehingga di kejar oleh suaminya," kata Charles dengan mengejek.
"Kau bicara sembarangan! tadi ada sekumpulan orang yang datang menyerang ke tempat tinggalku. sehingga aku tidak sempat ingin mengambil dompet oleh karena itu aku tidak memiliki sepersen uang pun," jelas Stallone.
"Ini adalah balasan untukmu yang selama ini terlalu suka bermain wanita, dan akhirnya menjadi seperti ini. aku berharap anak buah mu bisa melihat penampilan mu, dan apa yang akan mereka pikirkan jika bosnya harus melarikan diri dengan hanya di balut handuk," kata Charles dengan mengejek.
"Kau jangan mengejek ku terus! aku hanya ingin meminjam uang dan pakaian mu, pasti akan ku kembalikan!" ucapnya dengan tegas
"Anggaplah aku berbaik hati membantumu kali ini. akan tetapi jika ada ke dua kali kau muncul dengan kondisi seperti ini di hadapan Flower maka jangan salahkan aku akan mengambil nyawa adikmu itu," kecam Charles.
"Iya...iya...aku tahu. aku juga tidak sengaja, aku berjalan dari rumah ke sini. Juve juga menghilang tidak ada kabar. tidak tahu dia masih hidup atau tidak," jelas Stallone.
__ADS_1
"Mungkin saja dia menghadapi kesulitan atau saja dia telah terbunuh. kau harus siap menghadapi musuhmu itu," kata Charles.
"Aku tahu, lagi pula selama aku hidup di dunia gangster, ini bukan pertama kali aku di kejar musuh," jawab Stallone.
Setelah beberapa menit kemudian Stallone meninggalkan markas Black Dragon dan menuju ke salah satu hotel yang akan dia tempati untuk sementara.
"Flower, dia sudah pergi," kata Charles yang melangkah masuk ke ruangan pribadinya.
"Apa dia ada masalah?" tanya Flower yang sedang duduk di sofa
"Dia di kejar oleh sekelompok orang yang tidak di kenali," jawab Charles yang duduk di samping pujaannya.
"Apakah dia tidak ada anggota yang melindunginya? sangat bahaya kalau dia hanya sendirian," kata Flower.
"Jangan mencemaskan pria lain! cemaskan saja pria milikmu!" ucap Charles dengan mengecup dahinya Flower.
"Apa kau cemburu?" tanya Flower dengan seraya bercanda.
"Iya, aku cemburu dan aku tidak mengizinkan mu memikirkan pria lain," jawab Charles dengan mencium bibirnya Flower.
Rumah sakit.
Bared yang sedang menunggu hasil laporan tes DNA dengan merasa cemas dan tidak sabar.
Setelah beberapa saat kemudian suster membawa laporan tersebut dan menyerahkan kepada Bared.
"Tuan, ini hasil laporannya sudah keluar!" kata suster yang menyerahkan laporan itu kepada Bared.
"Terima kasih!" ucap Bared dengan sopan.
Bared yang sudah tidak sabar ia pun langsung mengeluarkan laporan DNA itu dan kemudian membaca hasilnya. dengan mata berkaca-kaca serta perasaan yang tidak bisa di ungkapkan lagi, dia pun langsung terduduk di kursi dengan lemas.
Saat Bared sedang melihat hasilnya tidak lama kemudian Lonela berlari menghampiri mantan suaminya yang sedang duduk dengan lesu sambil menangis. tangannya menggengam kertas lapor dengan erat.
"Bared...Bared...katakan di mana anak kita? cepat katakan padaku!" bentak Lonela dengan kesal.
"Siapa yang menyuruhmu ke sini?" tanya Bared dengan tanpa menoleh ke arah Lonela yang berdiri di sampingnya.
"Aku berhak untuk mengetahui siapa anakku, kalau kau tidak ingin memberitahu ku, maka aku akan mengikuti mu setiap saat," jawab Lonela dengan tegas
"Kau adalah orang yang gagal dan bermuka tebal, kau yang meninggalkan dia dan selalu saja tidak ingin memberitahu kebenaran agar aku tidak bisa menemukan dia. dan sekarang kau sudah tidak ada tempat tujuan maka kau ingin mencari dia untuk di jadikan tempat bergantung. kau sangat egois, Lonela. dan kau juga sangat menjengkelkan sekali," ujar Bared dengan duduk tanpa menatap mantan istrinya itu.
__ADS_1
"Bared, aku yang mengandung dia selama sembilan bulan, dan aku pertaruhkan nyawaku untuk melahirkan dia. jadi, aku lebih berhak dari siapapun!" jawab Lonela