Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Ruby Terluka


__ADS_3

"Bukankah tadi kau menghinaku? kenapa kau merasa sakit?" teriak Flower dengan sambil mencambuk tanpa berhenti.


"Aarrrghh...," jeritan Ruby yang menangis karena kesakitan.


"Tertawalah lagi, bukankah tadi kau tertawa..ha? kenapa kau bisa begitu lemah sekarang, kau baru menerima puluhan pukulan dari ku, aku sudah menerima ratusan dan 10 tahun pukulan dari ayah kandungku" bentak Flower dengan melanjutkan aksinya tanpa berhenti


"Aarrghh...," jeritan Ruby yang kondisinya sudah lemah.


"Mulai hari ini kau akan sama seperti ku," ketus Flower dengan kesal sambil melanjutkan aksinya.


"Aarrghh...," jeritan Ruby yang tergeletak tidak berdaya.


Tidak lama kemudian Charles mendatangi ruang makan bersama Yona, Harry dan Stone


"Flower," suara panggil Charles yang sedang melihat Flower sedang mencambuk Ruby yang sudah terluka parah di tubuhnya itu


"Ruby...," teriak Stone dan Yona yang merasa kaget melihat kondisi luka di tubuh Ruby yang mengeluarkan darah.


"Flower," seru Charles yang ingin menghampiri pujaannya itu


"Jangan mendekat! apa kau ingin aku berhenti? jika kau tidak bisa menghukumnya biar aku yang melakukannya" bentak Flower dengan kesal


"Flower, aku akan menghukumnya sesuai peraturan, aku sudah tahu semuanya, Ruby sudah salah tentu aku tidak akan memaafkan dia. Flower, jangan gegabah bertenanglah" kata Charles yang berusaha membujuk pujaannya yang sedang tertekan, karena Charles sudah memahami kondisi Flower yang sedang tertekan


"Aku cukup sabar selama ini, dia menghinaku, aku akui jika aku cacat di seluruh tubuhku, tapi ini bukan pilihanku, dan bukan keinginan ku sama sekali, selama ini aku sudah sabar dengannya, dia menghinaku dan merekam di saat aku sedang mandi, apa sangat menyenangkan di saat menghinaku? aku tahu dia mencintaimu selama ini oleh karena itu dia mencari masalah denganku, dan menganggapku sangat lemah dan hanya menyusahkan mu, dia berencana ingin menyebar fotoku untuk di lihat orang luar, apa menurutmu aku salah jika aku membalasnya?" ketus Flower dengan kesal


"Flower, aku mengerti perasaanmu, ini salah dia dan aku tidak akan membiarkan semua ini terjadi, percayalah padaku" ucap Charles


"Charles, aku juga tidak ingin semua bekas luka ini, setiap aku melihatnya aku merasa sakit hati, setiap pukulan yang ku dapatkan meninggalkan luka mendalam bagiku, bahkan hingga sekarang ini masih mimpi buruk bagiku, aku juga merasa jijik dengan semua bekas luka ini, dia mengingatkan ku pada Mark Clisten serta istri dan anak tirinya" ujar Flower dengan mengeluarkan air matanya


Charles menghampiri pujaannya dan mengambil rotan dari tangannya, serta melempar ke sembarang arah dan langsung memeluk Flower yang masih sedang emosi

__ADS_1


Stone dan lainnya segera membawa Ruby yang sudah tidak sadarkan diri keluar dari ruang makan itu, sementara Charles sedang menenangkan Flower yang masih histeris


"Maaf, ini salahku. karena terjadi hal yang tidak menyenangkan. Flower, aku berjanji padamu tidak akan membiarkan Ruby begitu saja, dia pasti akan menerima hukuman dariku" ucap Charles dengan memeluk pujaannya


"Harry, panggilkan Billy" perintah Charles


"Baik Bos" jawab Harry dengan menurut


Flower yang mengerti maksud Charles lagi-lagi kembali merasa tertekan dan mendorong Charles menjauh darinya


"Pergi sana" bentak Flower dengan kesal dan mendorong Charles


"Flower"


"Aku tidak gila jadi tidak butuh dokter" teriak Flower dengan merasa sedih


"Flower, bukan itu maksud ku, aku hanya ingin dia memberi mu vitamin" jawab Charles dengan alasan


"Flower, aku akan menghukumnya karena dia sudah menghinamu"


"Kau memanggil dokter untuk memberi ku obat penenang, bukan? aku tidak gila aku masih waras dan mengenal kalian semua, aku tidak bersalah karena hanya ingin melindungi diri ku sendiri, walau aku bukan bagian dari kalian tapi bukan berarti dia bisa menindas ku" kata Flower dengan nada tinggi


"Flower, jangan emosi. tenangkan dirimu dulu aku tidak bermaksud lain, aku hanya untuk kebaikanmu" bujuk Charles dengan menghampiri Flower


"Apa kau akan seperti yang dia katakan jika bekas luka ku ini sangat menjijikan?"


"Apa yang kamu katakan, Flower? jangan simpan dalam hati dengan ucapannya, itu tidak benar"


"Aku tidak butuh dokter, aku tidak butuh obat, aku hanya tidak ingin mendapatkan penghinaan dari siapapun lagi, karena aku sudah muak" teriak Flower dengan terisak


"Aku mengerti perasaanmu, aku berjanji tidak akan melepaskan siapapun yang menghinamu" ujar Charles

__ADS_1


"Flower, bertenanglah" bujuk Charles yang berusaha menenangkan pujaannya itu


"Aku tidak butuh dokter, karena aku masih waras, dan aku tidak butuh obat penenang sama sekali" ketus Flower yang masih histeris dan berlari keluar dari ruangan itu


"Flower"teriak Charles yang mengejar langkah Flower


Flower yang merasa kesal ia pun berlari dengan berniat ingin meninggalkan markas


"Flower" teriak Charles yang mengejar pujaannya itu, dan kemudian menarik lengannya


"Lepaskan, jika kau masih merasa aku membutuhkan dokter maka lepaskan tanganmu" teriak Flower dengan meronta


"Flower, bertenang. jangan seperti ini, aku tidak akan memanggil dokter, aku berjanji padamu" ucap Charles yang menarik pinggang Flower dan memeluknya dengan erat


"Aku tidak gila, aku masih normal seperti yang lainnya, jangan menganggapku gila, Charles" tangisan Flower yang di dalam pelukan Charles


"Flowerku tidak gila dan sehat-sehat saja, aku tidak akan memanggil dokter, tapi berjanjilah padaku jangan lari keluar dari sini, ini akan membuat ku semakin khawatir padamu jika kau bertemu orang jahat di luar sana, karena aku memiliki banyak musuh di luar sana" bujuk Charles yang merasa perih di hatinya karena kondisi Flower yang sedang terguncang


Flower menangis di dalam pelukan Charles selama beberapa menit, dan setelah kondisi Flower mulai tenang Charles mengendong Flower kembali ke kamarnya


Sementara Ruby yang tidak sadarkan diri akibat luka parah tersebut membuat Liza dan Yona harus mengunting pakaiannya untuk mengoles obat pada lukanya itu


"Luka ini cukup dalam" ujar Yona yang sedang melihat bekas sebatan rotan yang mengeluarkan darah


"Aku tidak menyangka Flower yang kelihatan sangat pendiam bisa begitu ganas, emosinya tidak bisa di kendalikan" ucap Liza


"Ini semua juga karena salah Ruby sendiri, tentu saja Flower merasa histeris dan sakit hati, jika aku di posisinya aku juga akan begitu" jawab Curry


"Kelihatannya kehidupan Flower cukup menderita, tadi dia menyebut ayahnya yang memukul dia selama 10 tahun, ini sangat gila" lanjut Liza


"Pantas saja dia emosi karena mengingat kejadian masa lalunya, tentu sudah meninggalkan bekas di hatinya" ujar Yona

__ADS_1


__ADS_2