Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Kita Akan Berlibur


__ADS_3

"Kau hanya bisa menyalahkan diri sendiri dengan kejadian ini. dan aku yakin burung gagak yang kau maksudkan itu pasti ada sebabnya melakukan hal itu," kata Charles dengan mengejek.


"Bukankah burung gagak terbang di atas, kenapa bisa sampai melukaimu? memangnya kau terluka di bagian mana?" tanya Flower.


"Di bagian bawahnya itu, dan tiga bulan baru bisa sembuh," jawab Lina dengan terus terang.


"Kenapa kau tidak bisa diam saja," ketus Stallone dengan kesal.


"Hahahahahahaha.....," suara tertawa mereka yang mendengar ucapan Lina.


Di sisi lain Liza yang sedang melayani tamu-tamu di sana, saat dirinya ingin berpaling tanpa sengaja ia menabrak Cole yang sedang berjalan melewatinya.


Brugh..


"Aargh,"


"Apa kamu tidak apa-apa?" tanya Cole .


"Tidak apa-apa, lagi pula aku bukan orang lemah, hanya sedikit tabrakan mana mungkin ada apa-apa," jawab Liza dengan cuek dan melangkah pergi.


"Liza, kau harus bisa jaga jarak dengan pria ini, agar perasaanmu tidak semakin terjerumus dan sakit," batin Liza.


"Kenapa aku harus merasa tidak nyaman dengan sikapnya? biarkan saja, lebih baik tidak usah peduli," batin Cole.


Acara meriah di mulai dari pukul 17.00 hingga 23.00. saat semua tamu telah pergi Charles dan Steve masih sedang minum bersama. sementara Flower berada di ruang istirahat bersama dengan empat pedampingnya.


"Cheers,"


Saling bersulang Charles dan Steve yang wajah mereka mulai memerah.


"Akhirnya aku menikah dengannya, ini yang ku tunggu selama ini," kata Charles.


"Kau sangat menyukai adikku,"ujar Steve yang setengah mabuk.


"Aku selalu menyukainya selama ini," jawab Charles sambil meneguk minuman.


"Aku berharap kau cintailah dia seumur hidupmu! jangan sakiti dia dan jika ada apa-apa tolong jangan membuat dia menangis, aku hanya memiliki seorang adik," kata Steve yang setengah sadar.


"Tenang saja! dia begitu penting bagiku mana mungkin aku merasa tega membuat dia menangis. keberuntunganku bisa mendapatkan dia," jawab Charles.


Ruangan istirahat pengantin .


"Flower, selamat menempuh hidup baru, dan kami berharap dirimu cepat mendapat momongan," ucap Liza.


"Terima kasih, hari ini kalian semua pasti sudah lelah, kan," ucap Flower.


"Kami tidak lelah sama sekali, kami malah merasa bahagia untukmu dan bos kami," jawab Curry dengan tertawa.


"Winz, kau akan menjadi kakak iparku tidak lama lagi, aku menanti hari pernikahan kalian," kata Flower.


"Flower, bulan depan hanya sebentar saja. di saat itu aku sudah menjadi kakak iparmu," jawab Winz dengan tertawa.


"Kalian berdua sangat serasi, sangat membuat orang iri saja, sahabat menjadi pasangan ini akan lebih menyenangkan dari pada ada yang baru kenalan dan baru menjadi pasangan," ucap Yona.


"Iya juga, karena mereka sudah saling kenal, dan saling memahami di antara satu sama lain," kata Curry.


"Curry, aku malah mengira kamu akan menjadi pasangan tuan Steve," ujar Liza.


"Mana mungkin, kenapa kau bisa berpikir seperti itu? aku dan tuan Steve juga tidak akrab. jadi mana mungkin aku bersama dengannya," jawab Curry dengan senyum.

__ADS_1


"Berarti aku salah paham dari awal," kata Liza.


"Bagaimana denganmu dan si kepala batu itu?" tanya Yona yang melihat ke arah Liza.


"Aku dan dia hanya sebatas teman, tidak lebih tidak kurang. jadi jangan menyangkut pautkan kami lagi!" ujar Liza dengan tegas.


"Apa kamu benar-benar tidak menyukainya?"tanya Winz.


"Tidak suka, di dunia ini masih banyak pria lain, kenapa aku harus memilih dia," jawab Liza.


"Aku malah merasa kalian sangat serasi," kata Winz.


"Tidak ada kecocokan di antara kami," jawab Liza dengan tegas.


"Kak Liza, aku sangat ingin kamu menjadi kakak iparku, apa kalian memang tidak mungkin untuk bersama? Kakak Cole akan ke spanyol minggu depan, apa kakak tidak akan memintanya untuk tinggal?" tanya Flower.


"Flower, mana mungkin aku menyuruhnya tetap tinggal, aku bukan siapa-siapa dia, dan aku juga tidak berhak menyuruhnya tinggal," kata Liza.


"Kalau begitu apa kamu ingin bersama dengan Stone?" tanya Curry.


"Jika dia memang jodoh yang baik kenapa aku tidak menerimanya," jawab Liza.


"Liza, kalau kamu tidak memiliki perasaan maka jangan di paksakan, cinta tidak bisa di paksa. jika tidak memiliki perasaan lebih kalian menjadi teman saja," ujar Yona.


"Benar kata Yona, bersama dengan pria yang kita tidak cintai sama sekali tidak berarti," ujar Curry.


Di malam itu Charles minum bersama dengan Steve hingga pukul 2 malam, sementara Cole, dan Harry hanya menemani bos mereka tanpa menyentuh minuman keras karena ingin melindungi bosnya itu. Liza, Curry, dan Yona telah kembali ke markas bersama dengan Stone. sementara Winz dan Steve juga telah kembali ke rumah mereka masing-masing.


Charles kembali ke kamar hotelnya dalam keadaan setengah mabuk dengan di papah oleh Cole dan Harry sampai depan pintu kamar.


"Sudah malam, kalian pergi istirahatlah!" titah Charles yang melepaskan jas luarnya.


Charles melangkah masuk ke kamarnya dan menghampiri Flower yang sudah ketiduran. ia tersenyum bahagia saat menatap istrinya yang sedang tidur dengan begitu pulas.


"Selamat malam, pengantinku," ucap Charles dengan mencium wajah istrinya.


Cole dan Harry yang berada di kamar sebelah masih sedang menikmati minuman alkohol sambil berdiri di balkon.


"Hei...malam ini sangat meriah, pernikahan bos sangat luar biasa," kata Harry sambil menghabiskan minuman di kaleng.


"Pernikahan adalah selamanya, jadi memang sudah seharusnya semeriah ini, ini adalah kenangan indah bagi mereka," jawab Cole.


"Cole, kapan kau pergi?"


"Minggu depan," jawab Cole yang merasa sedih.


"Mungkin saja aku akan merindukanmu, sudah belasan tahun kita berjuang bersama, sekarang harus berpisah dan aku kekurangan seorang teman," kata Harry.


"Aku akan kembali lagi, bukannya tidak kembali menemui kalian," ujar Cole


"Tapi di saat itu kau kembali hanya untuk singgah dan bukan untuk tinggal, kelihatannya aku harus membiasakan diri tanpa mu," jawab Harry.


"Selagi kita masih bisa bertemu, walau singgah juga tidak masalah, kan?"


"Hahaha..iya...asal masih bisa bertemu, hei...ada yang ingin ku tanyakan padamu."


"Tanya saja! ada apa?"


"Apa kamu akan pulang saat Stone dan Liza menikah?" tanya Harry dengan sengaja

__ADS_1


"Menikah?"


"Iya menikah, aku ada mendengar Stone menyebutkan ingin menikahi Liza jika Liza masih sendirian," jawab Harry sambil meneguk minumannya.


"Wanita seperti dia apa mungkin ada yang menyukainya? selain kasar dia juga keras kepala," ujar Cole.


"Kau jangan salah! tipe wanita seperti dia yang adalah wanita pemberani pasti banyak menarik perhatian pria, jadi walau tanpa Stone dia juga pasti akan bersama dengan pria lain," kata Harry.


"Kau sedang memujinya?"


"Aku hanya berkata sesuai dengan kenyataannya,"jawab Harry.


"Lagi pula kau dan Liza juga tidak mungkin, dirimu sudah sia-siakan dia," ujar Harry.


"Sudah minum saja jangan banyak bicara!" kata Cole sambil menghabiskan minumannya dengan sekali tegukan.


Keesokan harinya.


Flower yang baru membuka matanya mendapati dirinya sedang tidur dalam pelukan suaminya itu.


Flower menatap senyum bahagia karena wajah suaminya itu yang masih tertidur pulas.


"Selamat pagi," ucap Flower yang mencium wajahnya Charles.


"Selamat pagi, istriku," ucap Charles yang membuka matanya.


"Kelihatan kau minum begitu banyak bersama kakak," kata Flower dengan senyum.


"Semalam adalah hari yang paling bahagia bagiku. sehingga aku menghabiskan banyak minuman. aku harus menemanimu tapi malah meninggalkanmu sendirian," ucap Charles dengan memgecup dahinya Flower.


"Aku tidak menyalahkanmu, hanya saja jangan minum terlalu banyak lain kali," kata Flower.


"Baiklah, aku mendengarkanmu, istriku," jawab Charles dengan mencium bibir istrinya.


"Apa aku bisa melakukannya di pagi ini?"tanya Charles yang menindih istrinya.


"Bisa," jawab Flower yang mencium bibir suaminya


"Aku ingin melakukannya sampai kau tidak bisa turun dari ranjang," ucap Charles dengan berbisik di telinga istrinya.


Charles melepaskan semua pakaian istrinya dan juga dirinya, mereka berciuman selama beberapa saat, lalu Charles mulai melakukan penyatuan dengan istrinya.


Gesekan yang di lakukan oleh Charles sangat cepat, ia mencium bibir istrinya dengan tangannya sambil memainkan buah dada sang istrinya itu.


Tidak lama kemudian Charles mencapai puncak kenikmatan, dan kemudian ia melanjutkan gesekan tanpa berhenti.


Charles dan Flower melakukannya berulang kali, dan sangat menikmati rasa bahagia dalam hubungan mereka. Charles mencapai puncak kesekian kalinya. bergerak maju mundur di bawah sana dengan sambil memegang pinggang istrinya.


"Flower, aku ingin kita memiliki seorang anak," kata Charles yang sedang bergerak bebas di sana.


"Aku juga ingin melahirkan anak untukmu," jawab Flower yang sedang di kuasai oleh suaminya itu.


Charles bergerak maju mundur di atas tubuh istrinya, ia merasa nikmat dan ingin mengulanginya lagi dan lagi.


Setelah beberapa saat kemudian, mereka menghentikan aksi mereka, Charles langsung menindih tubuh istrinya dan masih sedang berciuman dengan sang pujaan.


"Flower, istirahatlah dulu! setelah itu kita pergi sarapan dan kita akan berlibur!" kata Charles.


"Berlibur? maksudmu kita langsung pergi?"

__ADS_1


"Benar, aku ingin menikmati liburan bersamamu, hari ini juga kita pergi," jawab Charles yang sambil mencium bibirnya Flower.


__ADS_2