
"Kau memang pengecut, dan perkataanku tidak salah!" jawab Charles.
"Aku akan mengambil nyawamu!" ketus Stallone yang ingin menyerang Charles, akan tetapi di halang oleh sekumpulan bersenjata itu.
"JANGAN BERGERAK!" perintah serentak mereka dengan tegas.
"Ini urusanku dan dia, tidak ada hubungan dengan kalian!" ketus Stallone yang menodong pistol ke arah para pembunuh itu.
"Mereka ada 30 pistol dan kau hanya satu, apa kau yakin bisa mengalahkan mereka?" tanya Charles dengan tertawa.
"Karena kau aku harus menghadapi situasi seperti ini, aku sudah lama di dunia gangster dan tidak pernah memiliki banyak musuh seperti mu, kau memang sangat membencikan sehingga banyak yang ingin membunuhmu!" ketus Stallone.
"Kau sebagai gangster tapi kerja mu hanyalah bermain dengan wanita, jadi mana mungkin kau ada musuh, kalau aku beda denganmu, aku adalah salah satu bos gangster yang tidak takut pada kematian, oleh karena itu banyak yang ingin membunuhku," kata Charles dengan mengejek.
"Kalian dengar baik-baik! aku ingin menyelesaikan dendamku dengan si bocah ini, jika kalian membiarkan aku menghajarnya dulu maka aku akan memberikan lima juga dollar untuk kalian," kata Stallone yang melihat ke arah mereka semua.
"TIDAK BISA!" jawab mereka dengan serentak.
"Bagaimana jika aku beri kalian uang satu miliyar dollar untuk mengirim si busuk ini ke kamboja!" ujar Charles.
"Apa maksudmu!" bentak Stallone dengan nada kesal sambil menatap ke arah Charles.
"KAMI TIDAK BERMINAT DENGAN TAWARAN KALIAN" jawab mereka dengan serentak.
"Apa kalian datang hari ini adalah untuk membunuhku?" tanya Charles.
"Bukan! kami ke sini dengan tujuan berharap Anda mengikut kami pergi!" jawab salah satu pembunuh itu.
"Apa kalian ingin membunuhku di suatu tempat?" tanya Charles.
"Bos kami ingin bertemu dengan Anda!".
"Ternyata bos kalian yang pengecut itu akhirnya berani muncul juga!" ketus Charles.
"Apa kau begitu bodoh harus ikut mereka pergi?" tanya Stallone.
"Sebodoh-bodohnya aku ikut mereka, lebih bodoh lagi kalau aku berada di sini melayanimu," jawab Charles dengan mengejek.
"Ini kesempatan yang baik bisa bertemu dengan Andrew!" batin Charles.
"Aku akan ikut kalian pergi!" jawab Charles.
"Kau tidak bisa pergi! karena urusan kita belum selesai! ujar Stallone yang menghadang dari depan.
__ADS_1
"Kalau kau tidak bisa berpisah denganku, maka kau bisa ikut aku pergi!" kata Charles.
"Siapa yang tidak bisa berpisah denganmu? kalau kau mati di tangan mereka, maka kedatanganku ke london hanya sia-sia!" ketus Stallone.
"Kalau kau takut aku mati maka kau bisa ikut aku pergi, hanya saja jika mereka ingin membunuhku maka resikonya adalah kita akan mati bersama!" ucap Charles.
"Aku tidak mau mati bersamamu,"ketus Stallone.
"Kau kembali saja ke kamboja!" kata Charles yang ingin melangkah pergi.
"Hei...aku akan menunggumu pulang dan bertarung lagi denganmu," kata Stallone dengan tegas.
"Kalau aku masih hidup, kalau aku mati maka sia-sia saja usahamu!"ujar Charles.
"Kalau kau mati aku akan meledakan kuburanmu!" kata Stallone dengan mengancam.
"Kau juga harus ikut kami pergi!" ujar salah satu pembunuh itu yang menodong ke arah Stallone.
"Kenapa aku harus ikut dengan kalian?" tanya Stallone dengan kesal.
"Karena kau ada hubungannya dengan dia!"
"Aku adalah musuhnya bukan temannya!" jawab Stallone dengan nada kesal.
"Sama saja! kalian tetap ada hubungan!" jawab mereka dengan tegas.
"Siapa yang hidup dan mati kita belum tahu, kau tidak perlu bersikap sombong!" ketus Stallone.
"Apa kalian sudah selesai bicara!" bentak salah satu anak buah Andrew."
"SUDAH!" Jawab Charles dan Stallone dengan serentak.
Setelah beberapa saat kemudian Charles dan Stallone pergi bersama dengan kumpulan bersenjata itu.
Satu jam kemudian.
Mereka tiba di suatu tempat yang adalah rumah mewah milik Andrew, saat tiba mereka di sambut oleh para anggota Andrew dengan hormat.
"Selamat datang tuan Robertson, bos kami sedang menunggu Anda di dalam," sapa anggota Andrew dengan hormat.
Anggota Andrew mempersilakan Charles menjumpai bosnya yang berada di ruangan pribadinya.
"Kenapa musuhmu bisa begitu menghormatimu?" tanya Stallone yang berjalan bersama Charles ke dalam rumah besar dan luas itu.
__ADS_1
"Nanti bisa kau tanyakan pada orangnya!" jawab Charles.
Anggota Andrew membawa mereka menuju ke ruangan yang di mana bosnya sedang duduk sambil menikmati minuman anggur.
"Bos, tuan Robertson sudah datang!" kata anggotanya dengan sopan.
Andrew yang pertama kali melihat sesosok Charles Robertson ia langsung berdiri dan menyambutnya dengan ramah. sama seperti Charles juga pertama kali bertemu dengan musuh Bared tersebut.
Andrew adalah pria tampan dan seusia dengan Charles, sikap kejam dan dewasa, dirinya hanya menginginkan kemenangan tanpa kekalahan, apapun yang dia inginkan tidak pernah terlepas dari genggamannya.
"Charles Robertson adalah bos Red Lion yang paling cemerlang, dan bukan hanya itu sekarang dirimu juga adalah pendiri Black Dragon, dan aku tidak menyangka kita bisa bertemu," ucap Andrew dengan menyalami tamunya itu.
"Terima kasih karena sudah mengundangku kemari!" ucap Charles dengan bersalaman dengan pria yang adalah salah satu gangster terpengaruh.
"Dengan siapa tuan ini?" tanya Andrew yang melihat ke arah Stallone.
"Aku adalah Stallone dari kamboja!" jawabnya dengan bersikap dingin.
"Oh..ternyata kalian adalah teman, tidak menyangka!" ujar Andrew.
"KAMI BUKAN TEMAN," jawab Charles dan Stallone dengan serentak.
"Silakan duduk!" ucap Andrew sambil mempersilakan dengan ramah.
"Terima kasih!" balas ucapan Charles yang duduk di sofa bersama dengan Stallone.
Mereka duduk bersama di ruangan itu, dengan di kelilingi oleh anggotanya sambil menikmati minuman anggur favorit mereka.
"Suatu kebanggaanku karena bisa duduk bersama dengan seorang pendiri Black Dragon, namamu sudah di kenal di mana pun, dan aku sangat senang bisa bertatap muka denganmu," kata Andrew dengan senyum.
"Aku juga tidak menyangka jika aku bisa bertemu dengan gangster yang cukup terkenal seperti Anda," ujar Charles.
"Mungkin saja kamu tahu tujuan ku untuk bertemu denganmu," ujar Andrew.
"Apa kamu ingin aku mundur dari urusan mu dan tuan Bared?" tanya Charles.
"Hahahahaha...iya benar katamu! memang itu yang ku inginkan." jawab Andrew dengan tertawa kecil.
"Aku tidak akan mundur apapun yang terjadi, tuan Bared adalah sahabatku," kata Charles.
"Aku tidak berharap kita bermusuhan,' ucap Andrew sambil meneguk minumannya
"Kita berada di jalan yang berbeda," kata Charles.
__ADS_1
"Charles, aku ingin bekerja sama denganmu, tentu saja ini akan membuat bisa mendapatkan keuntungan yang besar," ujar Andrew.
"Aku tidak kekurangan uang," kata Charles dengan tegas