Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Pertemuan Cole dan Lonela


__ADS_3

Selama beberapa menit melakukan penyelamatan akhirnya bola mata Liza mulai bergerak, pernafasan mulai lancar. Winz dan Suster pun menghela nafas lega.


Winz kemudian memberi kode terhadap semua orang yang sedang berdiri di luar sana.


Melihat kode dari Winz Charles dan lain pun merasa tenang dan tersenyum. sementara Bared dan Cole menarik nafas panjang dengan senyum tipis.


Winz kemudian melangkah keluar dan bertemu dengan mereka semua.


"Winz, bagaimana dengan Liza?" tanya Charles.


"Liza sangat berjuang untuk hidup, dan perjuangannya tidak sia-sia, keajaiban berlaku pada dirinya. dan akhirnya dia bisa melewati masa sulit dalam beberapa hari ini," jawab Winz.


"Winz, maksudnya adalah kak Liza akan selamat?"tanya Flower.


"Benar, dia sudah berhasil melewati masa-masa sulit," jawab Winz dengan senyum.


"Dokter Winz, kapan dia akan sadar?" tanya Yona.


"Tergantung dia, kondisi tubuhnya masih lemah karena kekurangan darah, akan tetapi dalam dua atau tiga hari lagi dia akan pulih. karena kami akan memberi vitamin penambah darah untuknya," jelas Winz.


"Terima kasih, Dokter. karena sudah berusaha menyelamatkan teman kami," ucap Harry dengan merasa gembira.


"Sama-sama," jawab Winz dengan ramah.


"Setelah berjuang selama beberapa hari akhirnya berhasil di lewati," ucap Bared.


"Bos, aku dan Stone akan berada di sini untuk menemani Liza dan Curry," ujar Yona.


"Kalian tinggal saja di sini tidak apa-apa, kalau ada keperluan hubungi markas!" kata Charles.


"Baik Bos," jawab Stone dan Yona dengan serentak.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Lonela muncul di rumah sakit. ia mencari keberadaan mantan suaminya dengan berniat untuk bertemu dengan anak yang dia tinggalkan dulu.


Saat ia melihat Cole yang berdiri di sana bersama Bared ia pun berjalan menghampiri mereka.


"Cole," teriakan Lonela yang di dengar oleh Charles dan lainnya.


Cole yang memandang ke arah wanita itu dengan tatapan dingin.


"Cole, anakku. akhirnya kita bertemu kembali," ucap Lonela yang menangis sambil memeluk putranya itu.


"Apa kamu tahu mama sangat merindukan mu selama ini, tidak menyangka kita sudah kenal dari awal. dan mulai hari ini kita tidak akan berpisah lagi. kita akan tinggal bersama selamanya," kata Lonela yang memeluk Cole dengan erat.


"Cole sudah dewasa biarlah dia memilih sendiri ingin tinggal di mana," ketus Bared yang merasa kesal.


"Tidak bisa! dia harus tinggal denganku! karena dia adalah anakku dan aku yang melahirkan dia," jawab Lonela dengan tegas.


"Cole punya kehidupannya sendiri, kau atau aku tidak berhak menentukannya, kita tidak bisa memaksa Cole melakukan yang dia tidak inginkan," kata Bared dengan tegas.


"Bared, aku tahu kau ingin melarang ku agar aku tidak bisa tinggal bersamanya, aku bukannya tidak tahu niatmu. kau ingin memisahkan kami," ketus Lonela yang menatap mantan suaminya itu.


"Cole, jangan dengarkan dia! dia ingin memisahkan kita. kau akan tinggal bersama ku. sekarang kau tinggal di mana? mama akan tinggal bersama mu," kata Lonela.


"Baru kali ini aku melihat orang yang tidak tahu malu. setelah meninggalkan anaknya sekarang baru sibuk ingin mengakuinya," ucap Harry dengan menyindir.


"Karena tanpa anaknya dia tidak ada tempat untuk bergantung," sambung Stone dengan sengaja


"Enak sekali hidupnya, semasa muda bersama pria lain dan setelah pria itu membuangnya dia baru ingat anaknya," lanjut Harry yang menatap ke arah Stone.


"Bahkan harimau dan anjing saja masih lebih baik. karena menjaga dan melindungi anak mereka," lanjut Stone.


"Apa yang kalian katakan? ini bukan urusan kalian!" bentak Lonela dengan kesal.

__ADS_1


"Hanya orang yang tidak tahu malu makanya masih berani bicara keras di sini," ketus Harry dengan mengejek.


"Kau..."ucap Lonela yang terhenti.


"Apa belum selesai kau bicara?" tanya Cole dengan melepaskan pelukan wanita itu.


"Cole, sekarang kau tinggal di mana? biarkan mama tinggal bersamamu dan mama bisa menjagamu," tanya Lonela dengan berharap.


"Apa aku ada mengatakan kalau aku membutuhkan mu? tidak sama sekali, Lonela. kau jangan lupa siapa dirimu. kau bukan siapa-siapa bagiku sama sekali. kau juga tidak penting bagiku," ketus Cole yang berjalan maju mendekati wanita itu yang semakin memundurkan langkahnya


"Cole, apa kau lupa aku adalah ibumu? aku yang melahirkan mu saat kau masih kecil, mama yang merawatmu dan juga menyusuimu di saat kau masih bayi," ucap Lonela.


"Dan aku juga ingin bertanya padamu, Lonela. apakah kamu masih ingat saat kau membawa ku pergi dari rumah sehingga aku harus berpisah dengan ayahku? setelah itu kau jatuh cinta pada pria yang lebih muda darimu sehingga kau tega meninggalkanku di panti asuhan, apa kau masih ingat dengan semua itu?" tanya Cole dengan tatapan aura membunuh.


"Tapi bagaimanapun aku adalah ibumu, ini adalah kenyataannya," jawab Lonela.


"Kenyataan? apa kau bisa menjelaskan padaku apa itu sebuah kenyataan? dengan begitu mudahnya kau ingin aku melupakan apa yang sudah kau lakukan padaku. kau menjadikan ku sebagai anak yatim piatu. dan sekarang kau sama sekali tidak merasa malu ataupun bersalah, dengan begitu mudahnya kau ingin tinggal bersamaku!" ketus Cole dengan memegang lengan Lonela dengan erat sehingga wanita itu merasa kesakitan.


"Aarrgghh...Cole, lenganku sakit."


"Sakit yang kau rasakan ini hanya di luaran saja, tapi sakit yang kau berikan padaku adalah luka yang sangat dalam bagiku. bahkan rasa sakit ini tidak bisa di hilangkan sampai kapanpun."


" Cole, kita bisa mulai dari awal!"


"Mulai dari awal? bagaimana caranya? dari awal kau sudah mengakhiri semuanya. dan semua ini sudah berakhir. hubungan kita sudah berakhir. di saat kau meninggalkan ku, mulai dari saat itu kita sudah tidak ada hubungan lagi," kata Cole dengan tegas.


"Cole, aku..."


"Tidak perlu basa basi di hadapanku! aku masih ingat apa yang kau katakan sebelumnya saat di tepi jalan itu. kau berusaha ingin memisahkan ku dengan ayahku. kau membiarkan ku hidup tanpa orang tua di sisiku. hati mu lebih kejam dan lebih busuk dari bangkai tikus. apa kau masih layak menjadi ibuku? tidak sama sekali."


"Apa tidak ada maaf darimu?"tanya Lonela dengan sambil mengeluarkan air mata.

__ADS_1


"Aku tidak layak mendapat permintaan maaf darimu, dan di antara kita tidak ada yang harus di bahas lagi," jawab Cole dengan tegas.


"Jangan lupa satu hal walau kau membenciku! aku adalah wanita yang mengandungmu selama sembilan bulan dan melahirkanmu dengan pertaruhkan nyawaku," ujar Lonela


__ADS_2