Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Charles mengertak Julia


__ADS_3

"Ma, gadis itu sanggup bayar biaya pengobatannya, jadi apa hak Mama ingin mengeluarkan dia?' ujar Steve yang merasa risih dengan sikap ibunya itu


"Benar kata Steve, sudahlah jangan diperhitungkan masalah tadi, biarkan saja" ucap Vic


"Kalian berdua selama ini selalu saja kompak dan tidak pernah membelaku, aku tidak tahu kenapa aku bisa memiliki suami dan anak seperti kalian" ketus Julia yang keras kepala


"Julia, apa kau sudah cukup? apakah kau mau aku mati didepan mu, baru kau merasa puas..ha.? bentak Vic yang mulai kesal


"Paman, jangan emosi, jaga kesehatanmu" bujuk Charles yang sedang duduk disamping ranjang


"Charles, kau lihatlah bibimu ini, benar-benar tidak masuk akal" ucap Vic yang menahan emosi


"Vic, kau jangan selalu menyalahkanku" ketus Julia dengan kesal


"Mama, sudah cukup. sini adalah rumah sakit dan Papa masih di rawat, kenapa selalu saja ingin mengajak ribut?" bentak Steve dengan nada tinggi


"Kau berani sekali membentakku, aku adalah ibumu" bentak Julia


Steve yang merasa kesal hanya bisa diam dan menarik nafas panjang sambil bersabar demi ayahnya itu


Tidak lama kemudian Cole dan Flower melangkah masuk kekamar, disaat itu semua mata berfokus memandang ke arah Flower Cole


"Bos, nona sedang mencarimu dan ingin melihat tuan Austin" sapa Cole dengan sopan dan berdiri didekat pintu kamar


"Charles" suara panggilan Flower yang melangkah masuk menghampiri Charles yang sedang tersenyum melihat pujaannya itu


Kemunculan Flower dikamar itu menarik pandangan Vic terhadap dirinya, sementara Steve tersenyum gembira disaat melihat gadis itu


"Kau adalah gadis itu? kenapa kau bisa masuk kekamar suamiku..ha? apa kau datang hanya untuk mengoda Charles?" bentak Julia dengan kesal dan ingin menghampiri Flower yang berdiri dihadapan Charles


"Nyonya, jaga sikap mu" tegur Cole dengan tegas dan menghentikan langkah Julia


"Ma, jangan sembarangan menuduh" ujar Steve yang ingin menghentikan teriakan ibunya


"Julia, jangan sembarangan bicara" bentak Vic dengan merasa kesal


"Apa kalian tahu gadis murahan inilah yang mendorongku tadi, kenapa kalian tidak menegurnya?" bentak Julia dengan nada tinggi


"Aku bukan gadis murahan, hati-hati dengan ucapanmu" bentak Flower yang merasa kesal karena mengingat kembali hinaan yang sering diterimanya dulu

__ADS_1


"Flower" ucap Charles yang menarik lengan Flower dan memeluk gadis itu sambil menenangkannya


"Ma, cukup" bentak Steve yang merasa kesal


"Bibi, aku berharap tarik kembali ucapan mu itu dan minta maaf" kata Charles dengan tegas


"Charles, gadis ini tadi yang mendorongku, dia yang seharusnya minta maaf denganku" jelas Julia tidak mau kalah


"Flower, katakan apakah benar kamu tadi mendorong bibi?" tanya Charles yang melepaskan pelukannya


"Iya" jawab Flower dengan mata berkaca-kaca karena dirinya merasa terhina


"Dia mengatakan mamaku wanita murahan makanya aku mendorongnya" jawab Flower dengan kesal dan mengeluarkan air matanya


Charles yang melihat pujaannya itu sedang emosional lalu menyentuh wajahnya dan sambil memeluknya


"Minta maaf dengan Flower" perintah Charles dengan tegas menatap ke arah Julia


"Kenapa?" tanya Julia yang masih tidak mau mengaku salah


"Karena kamu telah menyakitinya, seharusnya tidak perlu melibatkan ibunya Flower tapi Anda sudah melakukannya, dan apa kamu tahu ucapanmu telah menyakiti Flower" bentak Charles yang tegas dengan tatapan aura membunuh


"Ma, Flower adalah kekasih Charles" jelas Steve


"Bos, tuan Austin dan tuan Steve, izinkan saya berbicara' pinta Cole dengan hormat


"Cole, katakan saja" ujar Steve


"Tadi disaat kami ingin kesini, nyonya Austin tiba-tiba saja menabrak nona Flower, karena itu terjadilah pertengkaran, nyonya Austin tidak mau mengakui kesalahannya dan ingin menampar nona Flower dan saya melarangnya, dan kemudian karena nyonya menghina ibunya nona maka dia didorong oleh nona" jelas Cole


"Julia, tadi bukankah kau mengatakan jika gadis itu menabrakmu, dan kenapa yang kau katakan bisa beda dengan apa yang dikatakan Cole?" tanya Vic dengan nada kesal


"Itu bukan salahku, jika saja dia berjalan dengan mengunakan mata maka tidak mungkin aku bisa menabraknya" jawab Julia dengan mencari alasan


"Perkataan seperti apa itu? aku tidak menyangka seorang istri pengusaha besar bisa seenaknya menindas orang. Nyonya Austin, kau yang bersalah tapi kau yang juga menghinanya serta ingin menamparnya, apakah sikapmu bagitu buruk?" bentak Charles dengan kesal


"Aku..?' ucap Julia yang gemetaran melihat kemarahan Charles


"Ma, cepat minta maaf dengan Flower, ini bukan salah dia" bujuk Steve yang merasa bersalah

__ADS_1


"Julia, jika salah maka harus bertanggung jawab, kau sudah salah dari semua sisi" ujar Vic


"Paman, tidak perlu lagi, jika seseorang mengakui kesalahannya maka dia akan minta maaf tanpa paksaan" ujar Charles sambil menatap tajam kearah Julia


"Nyonya Austin, kau beruntung karena kau adalah istri paman Vic dan ibunya Steve, jika tidak maka lidahmu itu sudah ku potong" kecam Charles dengan tanpa rasa segan


"Ma..maaf" ucap Julia yang ketakutan terhadap Charles sehingga memaksa dirinya mengucap kata maaf dan sesaat kemudian dia pun meninggalkan kamar itu karena merasa malu


"Flower, sudah tidak apa-apa, abaikan saja" kata Charles yang mengelus ujung kepala pujaan hatinya


"Flower, maafkan mamaku, dia sangat keras kepala dan ingin melukaimu, apa kamu baik-baik saja?" ucap Steve dengan nada lembut


"Kak Steve, aku baik-baik saja" jawab Flower


"Mari aku perkenalkan, ini papaku" kata Steve sambil kenalkan mereka berdua


"Paman, namaku Flower" ucap Flower dengan mengulurkan tangannya


"Flower nama yang bagus" kata Vic dengan senyum dan bersalaman dengan Flower


"Aneh! gadis ini kenapa aku bisa merasa akrab dengannya" batin Vic


Steve yang memperhatikan ayahnya mendapati ada perbedaan terhadap ayahnya itu, karena tidak biasanya ayahnya yang dikenal dengan sikap angkuh bisa langsung akrab dengan seseorang yang baru dia kenal


"Charles, apa kalian sudah lama kenal?" tanya Vic dengan senyum


"Sudah lama, kami sudah kenal tiga tahun, hanya baru tidak lama ini kami bertemu kembali" jawab Charles dengan sambil merangkul pundak Flower


"Tiga tahun kami sudah saling kenal? kenapa aku tidak tahu?" batin Flower


"Sering-sering bawa Flower datang ke Villa paman" kata Vic dengan ramah


"Baiklah Paman" jawab Charles dengan senyum


"Flower, mengenai Julia paman berharap kamu jangan simpan di dalam hati" ucap Vic dengan merasa bersalah


"Paman, tidak apa-apa, itu sudah berlalu" jawab Flower dengan ramah


"Reaksi papa terhadap gadis ini sangat berbeda, selama hidup ini kedua kalinya dia bersikap ramah dengan seorang gadis setelah bibi itu, jika bukan karena gadis ini putri Mark Clisten aku akan mengira dia adalah adikku" batin Steve

__ADS_1


__ADS_2