Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Burung Gagak


__ADS_3

"Kalau bukan karena di latih oleh bos aku juga tidak akan bisa setangguh ini," kata Cole.


"Ini karena kemampuanmu dan juga usahamu," ujar Charles.


"Cole, kamu harus biasakan memanggilku nama! karena kau adalah kakak Flower," kata Charles.


"Aku hanya merasa masih tidak terbiasa," jawab Cole.


"Tapi kau harus membiasakan diri untuk memanggilku nama. karena hubungan kita adalah satu keluarga,"ujar Charles.


"Baiklah, aku akan mencobanya," jawab Cole dengan bersulang.


"Aku merindukan dia, tidak tahu apakah dia sudah tidur atau belum," kata Charles yang sedang memikirkan pujaannya yang sedang tinggal bersama orang tuanya.


"Hanya beberapa hari saja sudah merindukannya,"ucap Cole dengan bercanda.


"Sudah terbiasa bersamanya, makan bersama dan tidur bersama. setiap hari melihatnya dan aku tidak terbiasa kalau harus pisah begini," jawab Charles.


"Tinggal hitungan hari kalian akan bertemu, jadi bersabarlah untuk beberapa hari lagi,"ujar Cole.


"Mari kita mabukan diri! jika tidak, malam ini aku pasti tidak bisa tidur," kata Charles.


"Iya, minum hingga mabuk, jika tidak mabuk maka tidak akan berhenti," jawab Cole.


Keesokan harinya.


Stallone yang masih merasa sakit hanya bisa berbaring dengan kaki berbuka lebar di atas kasur. sambil melihat ke arah senjatanya ia merasa kesal.


"Dasar wanita sialan, untuk apa memiliki wajah cantik? kejam sekali kau menidurkan adikku sehingga harus beberapa bulan. jika tidak maka semalam aku sudah bisa menikmati tubuh wanita," ucap Stallone..


"Selama di kejar si botak itu aku tidak bisa bertemu dengan wanita manapun, baru saja rencana ini ingin melakukan sepuas-puasnya, kini malah tidur dan tidak ada reaksi. lihat saja nanti ketika sudah bangun kau yang akan ku cicipi, dokter Winz. aku penasaran dengan milikmu," gumam Stallone.


Tidak lama kemudian Chan melangkah masuk ke dalam kamar.


"Bos, ada berita baik," kata Chan.


"Berita baik apapun tidak berguna lagi, karena adikku masih tidur dan tidak mau bangun. jadi berita sebaik apapun juga tidak akan menghiburku," jawab Stallone.

__ADS_1


Chan yang mendengar ocehan bosnya itu hanya menahan tawa.


"Katakan saja berita baik apa lagi!"


"Bos, nona Lucy sudah sadar dan dia juga sudah dalam perjalanan ke london, serta ibunya juga sudah di antar ke rumah lamanya," jawab Chan.


"Akhirnya dia sadar, ini memang berita baik, apakah dia masih normal dan tidak ada gejala lainnya akibat pukulan itu?"


"Tidak ada, dia masih mengingat semuanya," jawab Chan yang berdiri di ujung kasurnya bosnya itu.


"Aku adalah penyebabnya sehingga dia harus menderita, Chan, biayai setiap bulan untuk sekolahnya dan juga keluarganya. biar dia sekolah sampai tamat. aku tahu kondisi keuangannya sangat tidak bagus sehingga dia menjual diri demi ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan!"


"Iya, Bos."


"Ada lagi, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu."


"Siapa lagi?" tanya Stallone.


"Lina, Bos. dia ingin bertemu denganmu."


"Siapa Lina? apa dia cantik dan seksi?"tanya Stallone.


"Ternyata nama dia Lina, untuk apa dia kemari? dia sudah hamil besar."


"Dia ingin menjumpaimu, karena selama ini Anda tidak pernah melihatnya."


"Bawa dia masuk!" perintah Stallone.


"Baik Bos," jawab Chan yang kemudian yang melangkah pergi.


"Lina wanita yang hamil anakku, apakah aku harus menikahinya saja? kalau saja tidak menikahinya bagaimana dengan anak kami? tidak mungkin aku ambil kemudian mengusir wanita itu pergi, dia sudah menderita juga selama ini. pada hal dulu dia adalah gadis cantik yang hidup bebas. iya...sudahlah...aku menikahi dia saja. lagi pula dia juga tidak kalah cantik dengan wanita di luar. hanya saja aku harus belajar untuk berhadapan dengan satu wanita untuk selamanya. aku sudah hampir menyebabkan Lucy kehilangan nyawa. tidak mungkin aku menghancurkan kehidupan Lina lagi," ucap Stallone.


Sesaat kemudian Lina melangkah masuk ke kamar dan menghampiri pria itu yang sedang tepar di kasur.


"Stallone, apa kamu baik-baik saja? kenapa kamu berbaring tidak bergerak? apa kamu sakit? dan sakit di mana? apa sudah bertemu dokter? kalau sudah apa kata dokter?" tanya Lina yang tanpa berhenti.


"Apa kamu bisa jangan bertanya sekaligus?" tanya Stallone.

__ADS_1


"Stallone, selama beberapa bulan aku di sana kau tidak pernah datang menemuiku, aku yakin kau pasti sedang bermain dengan wanita lain. tapi aku tetap menunggumu bersama anak kita. dan kali ini aku sangat ingin melihatmu. oleh karena itu aku menghubungi Chan," jelas Lina yang duduk di tepi kasur.


"Kita menikah saja!"


"Menikah? apa kau sedang melamarku?"


"Iya, aku sedang melamarmu. hanya saja tanpa cincin karena aku sedang tidak sehat. setelah aku sembuh total kita baru menikah," jawab Stallone.


"Stallone, terima kasih akhirnya kamu menerima ku juga. tidak sia-sia aku menunggumu selama ini," ucap Lina dengan memeluk Stallone.


"Kenapa kamu tidak membenciku? selama ini aku menelantarkan mu di sana. sementara aku meniduri banyak wanita lain. mungkin saja aku tidak akan mencarimu lagi dan hanya akan mengambil anak kita."


"Aku kenal denganmu, kau sangat suka mendapatkan kepuasan dari banyak wanita. tapi aku yakin dengan menunggu mu mungkin saja suatu saat kau akan kembali padaku. dan kamu pasti akan berubah setelah melihat anak kita. aku yakin kau akan berubah," jawab Lina.


"Aku bahkan tidak hafal namamu, kenapa bisa yakin denganku?"


"Stallone, aku mencarimu hingga ke sini karena aku ingin mencoba apakah kau akan menerimaku, kalau kau masih tidak bisa menerima ku, maka aku akan tetap kembali ke kamboja. dan melahirkan anak ini dan menunggumu bersama anak kita. aku yakin di saatnya tiba kau pasti pulang ke pangkuanku," jawab Lina.


"Lina, kau adalah wanita yang paling bodoh di dunia ini. dan aku adalah pria yang paling beruntung di dunia ini," ucap Stallone dengan memeluk wanita itu.


"Mungkin sudah saatnya aku mendirikan sebuah rumah tangga. semua wanita yang ku kenal hanya Lina yang menungguku dan rela hamil anakku. selama ini aku bermain dengan semua wanita, sementara dia masih dengan setianya menunggu ku di sana. kenikmatan yang ku rasakan selama ini hanya sesaat. akan tetapi bukan kebahagiaan yang asli. menikahi Lina bisa di katakan kebahagiaan. bersama dengan orang yang mencintai kita adalah suatu kebahagiaan yang sulit dicari," batin Stallone.


"Terima kasih telah membuatku sadar, kini aku sudah tahu siapa yang membutuhkan ku dan siapa menungguku dengan setia. aku akan mengunakan seumur hidupku untuk membalas kebaikan mu," ucap Stallone dengan mencium bibir wanita itu.


"Apa kau ingin aku melayanimu?" tanya Lina dengan senyum


"Untuk saat ini jangan dulu," jawab Stallone.


"Kenapa, apa kau tidak suka padaku?"


"Bukan...bukan seperti itu. hanya saja adikku kemarin di patuk burung gagak sehingga masih terasa sakit," jawab Stallone.


"Apa, kenapa bisa begini?" tanya Lina yang langsung menarik selimut dan melihat kebengkakan pada bagian pusaka pria itu.


"Kenapa bisa bengkak?"tanya Lina.


"Sudah ku bilang karena di patuk burung gagak, dan akan sembuh dalam beberapa bulan," jawab Stallone

__ADS_1


"Burung gagak? bagaimana caranya dia patuk di bagian mu ini?"


"Itu karena dia mengira pusaka ku adalah suaminya," jawab Stallone dengan asal-asalan.


__ADS_2