Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Mark mendapat balasan


__ADS_3

"Flower, jangan takut" kata Charles yang langsung menghampiri Flower


"Aarrgghh...jangan sakiti aku lagi, tolong aku mohon, jangan kurung aku ditempat yang gelap" teriak Flower yang trauma dengan siksaan ayahnya itu


"Dasar pelacur, jika dia mengatakan lagi maka Charles akan tahu semuanya" batin Mark


"Flower, tidak ada yang akan mengurungmu, siapapun yang melakukannya padamu aku akan membalasnya dengan cara yang sama, jangan takut, aku akan melindungimu. lihatlah aku" bujuk Charles dengan berusaha menenangkan Flower yang sedang ketakutan


Di saat Charles ingin menyentuh Flower, Flower langsung berteriak


"Aarrghh... jangan pukul aku lagi...," teriak Flower dengan menangis histeris dan sambil menutup wajah dengan kedua tangannya


"Hei...kau kenapa ada disini...ha?" bentak Harry yang mendorong Mark dengan satu tangannya


"Pagi tadi aku kerumah Charles dan anggota kalian mengatakan jika putriku ada dirumah sakit, karena aku khawatir maka aku langsung datang" jelas Mark dengan alasan


"Khawatir? binatang sepertimu apa bisa khawatir pada putrimu?" ketus Cole


"Apa maksud kalian? Flower adalah putriku tentu saja aku merasa khawatir dan cemas" jelas Mark


"Bagus kau jangan coba-coba mendekatinya" kecam Cole yang sedang menahan emosi


"Flower, lihat aku..aku tidak akan memukulmu, aku akan melindungimu dan katakan padaku siapa yang melukaimu sehingga membuatmu takut?" bujuk Charles dengan lembut


"Flower, jangan takut. marilah sini biar aku memelukmu dan melindungimu, tidak ada yang bisa menyakitimu lagi, aku berjanji" bujuk Charles dengan penuh kesabaran dan dengan secara perlahan Charles mendekati gadis itu yang sedang menangis dan gemetaran


"Aku mau mama, mama...mama...aku mau mama" tangisan Flower yang tanpa berhenti


Mark yang melihat putrinya itu sedang histeris dirinya ingin berpura-pura baik dan menghampiri gadis itu


"Putriku, ini papamu ada di sini, jangan takut ya" bujuk Mark dengan berpura-pura senyum dan ingin melangkah ke arah putrinya itu akan tetapi langkahnya dihentikan oleh Cole dan Harry


Disaat Flower mendengar suara pria itu dia langsung memandang kearahnya dan lagi-lagi Flower berteriak dengan ketakutan


"Aarrgghh.., jangan pukul aku lagi! pergi...!" teriak Flower yang langsung memeluk Charles dan mengenggam baju yang dikenakan Charles dengan erat


"Flower, jangan takut. tidak apa-apa dia tidak bisa menyakitimu" bujuk Charles dengan memeluk gadis itu yang sedang menangis dan gemetaran di seluruh tubuhnya


Mata Charles berfokus pada wajah Flower yang ada bekas tamparan Mark tadi, dalam sesaat tatapan Charles berubah menjadi menakutkan


"Mark Clisten, apa tadi kau menamparnya?" tanya Charles dengan menahan emosi


"Ti..tidak" jawab Mark dengan menyangkal


"Jangan biarkan dia membawaku pergi, aku tidak mau, aku tidak mau ikut dia, aku tidak mau dikurung lagi nanti aku dipukul lagi olehnya, setelah itu aku akan dibuang ditempat yang gelap dan ada harimau, aku tidak mau nanti dia menekan kepala ku lagi ke air sehingga aku tidak bisa bernafas, aku tidak mau, dia akan pukul kepalaku lagi, sakit sekali..sakit sekali" teriak Flower yang menangis dengan traumatis


Mendengar perkataan Flower lagi-lagi membuat Charles semakin menahan emosi didalam dirinya, penyiksaan yang di lakukan oleh Mark ternyata bukan cuma pukul, caci maki dan membuang gadis itu, akan tetapi juga menekan kepala kekasihnya itu kedalam air


"Cole, bawa dia keatas loteng" perintah Charles yang sedang menahan emosi


"Baik Bos" jawab Cole dengan menurut

__ADS_1


"Kau tahukan apa yang harus dilakukan?"tanya Charles dengan ada niat lain


"Tahu Bos" jawab Cole


"Harry, panggil dokter Winz" perintah Charles


"Baik Bos" jawab Harry


Sesaat kemudian mereka meninggalkan kamar itu


"Jika bukan karena takut menakuti Flower pria tua itu pasti tadi sudah kuhajar" batin Charles


"Flower, jangan takut ya, lihatkah dia sudah pergi, dia tidak bisa datang lagi, jangan takut" bujuk Charles dengan memeluk Flower dengan erat


Flower yang mengingat semula masa-masa di saat dirinya disiksa tanpa disadari dia memegang telapak tangan Charles yang sedang menyentuh wajahnya, dan kemudian mengigit tangan Charles dengan waktu yang cukup lama sehingga mengeluarkan darah


Charles yang kena digigit dirinya hanya diam dan menahan sakit, sebenarnya di lubuk hatinya merasa sangat sakit hati dan sedih melihat kondisi mental kekasihnya itu yang sedang terganggu


"Flower, mulai hari ini tidak akan ada lagi yang menyakitimu, karena aku akan selalu menjadi pelindungmu" bujuk Charles yang sambil memeluk Flower yang masih sedang mengigit tangannya


Setelah beberapa saat kemudian dokter Winz melangkah masuk kekamar


"Charles, apa yang terjadi?" tanya Winz yang menghampiri Charles yang sedang memeluk Flower yang duduk dipojokan kamar


"Tadi pria brengs*k itu datang, oleh sebab itu Flower ketakutan"


"Tanganmu..?" ucap Winz yang melihat tangan Charles yang digigit oleh Flower hingga mengeluarkan darah


"Baiklah, aku mengerti" jawab Winz yang mengeluarkan jarum suntik dan menyuntik dibagian pinggang Flower yang sedang duduk dilantai sambil memeluk Charles


Setelah beberapa menit kemudian Flower pun melepaskan gigitannya dan mulai tidur dipelukan Charles


"Dia sudah tidur, bawalah dia ke ranjang, aku akan membalut tanganmu" ujar Winz


'Diusianya yang masih muda dia sudah harus menjalani hidup seperti ini, siapapun tidak akan bisa tahan jika hidup dalam ketakutan selama 10 tahun, semua siksaan yang dia terima telah meninggalkan rasa takut seumur hidup" ucap Charles yang masih sedang memeluk gadis itu yang sudah ketiduran


Tidak lama kemudian Charles mengendong pujaannya dan menidurkan ke atas ranjang


"Semoga mimpi yang indah, Flower" ucap Charles yang mengecup dahi Flower


"Charles, biarkan aku membalut lukamu dulu lihatlah tanganmu gigitannya sangat dalam begitu banyak darahnya yang keluar" ujar Winz


"Luka ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan luka yang dia alami" jawab Charles dengan menyentuh wajah Flower


Setelah Winz membalut luka Charles, Charles langsung menemui Mark yang di atas loteng


Bruk...bruk...bruk...


Pukulan demi pukulan di lakukan oleh Cole dari tadi


"Aarrghh...,"jeritan Mark yang wajahnya sudah bengkak

__ADS_1


"Kenapa kau memukulku? aku adalah papa Flower" kata Mark yang terkapar di lantai


"Papa? didunia ini tidak ada orang tua yang berhati binatang sepertimu" ketus Cole dengan emosi


"Mark Clisten, kau benar-benar iblis" bentak Charles yang baru tiba dan langsung menendang bagian perut Mark


Brugh...


"Aarrgghh...," jeritan Mark yang kesakitan


Brugh...


"Aargghh...."


Brugh....


"Aarrgghh...."


Brugh...


"Aarrgghh...."


"Beginikah caranya saat kau menendang perutnya..ha? dia adalah putrimu tapi kau menganggapnya lebih parah dari seekor anjing" bentak Charles dengan kesal dan sambil menendang tanpa berhenti


Brugh...


"Aargghh...."


Brugh....


"Aargghh...."


"Bagaimana rasanya? apakah nikmat saat perutmu ditendang dengan kuat? ada lagi kau juga menendang dan menginjak kepalanya, kan?' bentak Charles yang menendang kepala Mark


Bruk...


"Aargghh...." teriakan Mark yang kesakitan sehingga mulutnya mengeluarkan darah


Bruk...


"Aarrgghh...."


Bruk...


"Aarrgghh...."


Bruk...


"Aarrgghh...."


"kau mengunakan banyak cara untuk menyakitinya, dan aku akan membalas semuanya padamu" ketus Charles yang menginjak kepala Mark

__ADS_1


"Aarrggh....," jeritan Mark yang sudah tidak berdaya


__ADS_2