
Keesokan harinya
Liza dan Curry mendatangi rumah Charles
"Hai...Cole, apakah Flower ada di rumah?" tanya Curry yang melangkah ke ruangan tamu bersama dengan Liza
"Ada!" jawab Cole
"Kami ingin menemuinya" ujar Curry yang ingin berjalan masuk ke dalam, akan tetapi di hadang oleh Cole dengan mengunakan tangannya
"Tidak bisa" jawab Cole dengan tegas
"Kenapa tidak bisa?" tanya Liza
"Untuk apa kalian bertemu dengannya?" tanya Cole dengan dingin
"Kami adalah teman, jadi tidak salah jika kami ingin bertemu dengannya" jawab Liza dengan kesal
"Teman? karena kelalaian kalian hampir saja menyebabkan nona dalam bahaya, kalian masih berani bertemu dengannya" ujar Cole dengan bersikap dingin
"Kau..." ucap Liza dengan terhenti
"Kenapa, tidak suka? hari ini tanggung jawabku melindungi nona" ketus Cole dengan dingin
"Kami bukanlah penjahat, kenapa kau malah menganggap kami sebagai penjahat" bentak Liza dengan kesal
"Demi keselamatan nona, walau teman juga di larang, terutama dengan wanita yang kurang waras sepertimu" ketus Cole dengan merasa kesal
"Kau ini... berani sekali mengatakan aku kurang waras" bentak Liza dengan kesal dan melayangkan tangannya menyerang Cole
Dengan cepatnya Cole menahan tangan Liza, dan kemudian Liza mengunakan kakinya ingin menendang pria dingin itu, tendangannya lagi-lagi sempat di elak oleh Cole. yang memundurkan langkahnya ke belakang, kemudian Liza membalikkan badannya dan langsung menyerang wajah Cole dengan kakinya, Cole dengan tangkas langsung menahan kaki panjang wanita itu dan lalu memutarkan kaki Liza sehingga membuat tubuh Liza berputar dan hampir terbanting di lantai, saat badan Liza berputar ia langsung menahan tangannya ke lantai agar tubuhnya itu tidak terhempas.
"Kurang ajar" ketus Liza yang tidak puas dan bangkit serta menyerang dengan mengunakan tendangan demi tendangan ke arah lawannya itu
"Hei....sudah hentikan, jangan berkelahi lagi" bujuk Curry yang berusaha menenangkan mereka berdua
Serangan demi serangan di lakukan oleh Liza yang berusaha ingin mengenai Cole, akan tetapi serangannya berhasil di elak oleh pria dingin itu.
Selama pertarungan itu serangan Liza tidak mampu mengenai lawannya, Cole hanya mengelak dengan cepat dari serangan Liza. tidak lama kemudian Cole melangkah keluar dengan lompatan tinggi dengan di ikuti oleh Liza..
Curry yang melihat dua rekannya itu melompat keluar ia pun ikuti mereka
"Kenapa bisa begini? padahal bukan masalah besar" ucap Curry yang melihat ke dua temannya itu sedang bertarung
"Tidak ada gunanya kau menyerangku, kau tidak akan bisa mengenaiku" kata Cole yang sedang mengelak dari serangan Liza
"Aku tidak percaya tidak bisa mengenaimu" ujar Liza yang menyerang dengan bertubi-tubi dari serangan tangan hingga dari tendangan kakinya
"Hiaaaak" teriakan Liza yang melompat sambil menendang ke arah Cole
Cole langsung membalas dengan tendangannya mengenai kaki Liza
Bruk
Akibat balasan dari Cole Liza langsung terpelanting ke lantai
Brugh
__ADS_1
"Aaaarrghh" jerit Liza yang terhempaskan ke lantai itu
"Sudah ku katakan, tidak berguna usahamu, kau tidak akan bisa mengalahkanku" ujar Cole dengan bersikap dingin dan ingin melangkah masuk ke dalam rumah
Liza yang tidak puas mengeluarkan pisau yang di selipkan di sepatu botnya itu.
"Cole brengs*k, aku tidak percaya aku tidak bisa melukaimu" teriak Liza yang menyerang dengan pisaunya
"Tidak waras" ketus Cole yang mengelak dari serangan wanita itu
Serangan Liza dengan mengunakan pisau tajam, ia berusaha ingin menyerang wajah dan tubuh Cole, akan tetapi usahanya tetap gagal karena Cole berhasil mengelak dengan cepat
"Apa hanya begini kehebatanmu" ketus Cole yang mengenggam kuat pergelangan tangan Liza, sehingga pisau itu terlepas dari pegangannya
"Mau sampai kapan mereka bertarung seperti ini?" gumam Curry
Tidak lama kemudian Harry datang ke halaman depan itu
"Curry, ada apa dengan mereka, sedang berlatih ya?" tanya Harry yang berjalan menghampiri Currry
"Mereka sedang bertarung bukan berlatih" jawab Curry
"Bertarung? ada apa dengan mereka?" tanya Harry yang sedang melihat dua temannya itu sedang bertarung tanpa berhenti
"Kami ingin bertemu dengan Flower, dan Cole melarang kami, sehingga terjadi perdebatan dan kemudian mereka bertarung dari dalam rumah hingga ke halaman, dan sudah dua puluh menit lamanya" jelas Curry
"Harry, di mana bos? di saat ini hanya bos saja yang bisa menghentikan mereka"
"Jangan menganggu bos, bos kita sedang menemani pujaannya" jawab Harry yang duduk di teras rumah
"Kalau begitu kita hentikan mereka"
"Lalu, apa yang harus kita lakukan?"
"Bagaimana jika kita taruhan?"
"Taruhan?.apa kau sudah gila ya, temanmu sedang bertarung dengan temanku"
"Temanku tidak akan kalah" jawah Harry dengan yakin
"Tapi temanku akan terluka"
"Tenang saja! jika temanku berniat melukai temanmu, maka dari awal temanmu sudah terluka, dan mana mungkin bisa bertarung hingga sekarang" jelas Harry
"Kalau kita tidak hentikan mereka, maka mereka akan bertarung sampai kapan?"
"Kalau begitu tergantung pada temanmu, jika dia masih tidak ingin berhenti, maka pertarungan ini bisa sampai malam"
"Jangan bercanda, kita semua satu kumpulan, tidak baik jika bermusuhan"
"Kau tenang saja! kau lihat saja mereka, yang satu hanya mengelak serangan, dan yang satu serang tanpa berhenti, jadi pertarungan mereka bukan karena bermusuhan, tapi karena mereka sama-sama berkepala batu" jelas Harry
"Dengan ketangguhan Cole, Liza bukan tandingannya, lagi pula kita berdua tidak akan bisa hentikan mereka" kata Harry
"Kenapa tidak bisa?" tanya Curry yang duduk di samping Harry
"Aku bukan tandingan si dingin itu. jadi, selagi temanmu tidak berhenti, tidak ada sesiapapun yang bisa hentikan mereka" kata Harry
__ADS_1
"Apa kau sudah puas?" bentak Cole yang sedang menahan tangan kiri Liza
"Belum, selagi aku tidak mengalahkanmu" jawab Liza yang ingin menendang kaki Cole akan tetapi Cole langsung menarik tangan Liza dan kemudian menahannya ke belakang
"Aaarrrghh" pekik Liza yang tangan kirinya di tahan dari belakang
"Kurang ajar" ketus Liza dengan ingin menyerang dengan tangan kanannya ke arah Cole yang sedang berada di belakangnya
Saat Liza ingin mengunakan tangan kanannya Cole langsung mengunci ke dua tangan wanita itu, sehingga Liza tidak mampu bergerak.
"Lepaskan brengs*k" teriak Liza dengan kesal
"Kalian ini seperti anak-anak saja. Liza, kau salah juga. kau sudah tahu si kepala batu ini tidak bisa di tantang, tapi kau masih saja ingin melawannya" ujar Harry
"Lepaskan! kita bertarung lagi" bentak Liza
"Kau hanya membuang waktuku saja" ketus Cole yang sedang menahan ke dua tangan Liza
"Kita adalah teman, kalian jangan bertengkar lagi" bujuk Curry yang berusaha menghentikan mereka
"Dia bukan temanku" jawab serentak Cole dan Liza
"Tapi bagaimanapun kita adalah satu kumpulan, jadi kalian jangan bersikap keras kepala" ujar Curry
"Dia yang memulainya" balas Cole
"Kau yang mengatakanku kurang waras" bentak Liza dengan kesal
"Kau bukan kurang waras, tapi tidak waras sama sekali" ketus Cole
"Apa kalian tidak bisa berdamai?" tanya Harry
"Tidak" jawab serentak Cole dan Liza
"Kita adalah teman" ujar Harry
"Aku tidak memiliki teman seperti dia" jawab serentak Cole dan Liza
"Iya..sudah..sudah..Cole, kau jangan keras-keras sama anak gadis, cepat lepaskan tangannya" kata Harry
"Curry, bawa dia pergi dari sini, jangan sampai aku yang menendang kalian keluar dari sini" perintah Cole yang melepaskan tangan Liza dan melangkah menuju ke dalam rumah
"Hei...brengs*k, aku masih tidak puas denganmu" teriak Liza yang melompat lalu melayangkan kakinya ke arah Cole
Cole mengelak ke samping saat wanita itu melompat ke arahnya sehingga~✓
Brugh....
"Aaaarrrgghh" teriakan Liza yang menabrak dinding dan terhempas ke lantai
Brugh....
"Kau benar-benar..?" ucap Harry yang menunjukan jari ke arah Cole
"Kenapa denganku?" tanya Cole
"Kenapa kau tidak menyambutnya? sehingga dia menabrak dinding?" tanya Harry
__ADS_1
"Mungkin saja dengan cara begini dia akan menjadi waras, jadi dunia ini akan berkurang orang yang tidak waras" jelas Cole yang melangkah masuk ke dalam rumah