
"Charles Robertson, setelah tujuh tahun akhirnya kita bertemu lagi," kata Stallone yang turun dari mobilnya.
"Aku juga ingin menemuimu! seorang pengecut yang tidak tahu malu!" ketus Charles yang langsung menyerang musuh lamanya itu."
"Aku juga sudah lama menunggu untuk bertarung denganmu!" ucap Stallone yang sama-sama menyerang lawan lamanya itu.
Charles menyerang wajah musuhnya dan sambil menendang kaki musuhnya, Stallone yang di serang tanpa berhenti berusaha mengelak kiri kanan dan memundurkan langkahnya.
Stallone membalikkan badannya dan menendang dengan kaki panjangnya ke arah tubuh Charles, akan tetapi Charles langsung mengelak ke kiri dan langsung melayangkan pukulan ke wajah samping musuhnya itu.
BRUGH..
Pukulan mengenai wajah musuhnya.
"Sudah tujuh tahun lamanya kau masih saja sehebat dulu!" ujar Stallone.
"Bukan aku yang hebat, tapi kau yang lemah!" ketus Charles.
"Aku tidak lemah sama sekali! aku akan membuktikan padamu jika aku akan mengalahkanmu!" bentak Stallone yang menyerang lawannya itu.
Siang itu mereka bertarung dengan tanpa mengunakan senjata, sama-sama berusaha ingin menumbangkan lawannya, dan di saat mereka sedang bertarung datanglah sekumpulan pembunuh yang berjumlah seratus orang dengan membawakan senjata tajam mereka.
Pertarungan berhenti di saat mereka melihat sekumpulan pembunuh yang berjalan ke arah mereka.
"Apa kau berhutang dengan mereka? sehingga mereka datang ingin mengambil nyawamu?" tanya Charles yang melihat sekumpulan orang itu.
"Aku tidak pernah berhutang pada siapapun, dan aku tidak mengenal mereka!" jawab Stallone dengan kesal.
"Iya! aku tahu! jawab Charles dengan santai dan mengeluarkan pistolnya.
"Kalau kau tahu kenapa kau masih mengatakan aku berhutang mereka?" tanya Stallone yang juga mengeluarkan senjatanya.
"Karena mereka datang untuk mengincarku!" jawab Charles yang melepaskan tembakannya.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
Teriakan para pembunuh yang terkena tembakan.
"Apaa, mereka adalah musuhmu?tanya Stallone yang hampir tidak percaya akan terlibat dalam perseteruan musuhnya itu.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan yang di lakukan oleh Stallone tanpa berhenti.
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
Teriakan para pembunuh yang di tembus oleh peluru.
"Kau bisa pergi kalau kau takut mati!" kata Charles yang sengaja memanasin musuhnya itu sambil melepaskan tembakannya.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
__ADS_1
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Tembakan serentak yang di lakukan oleh Charles dan Stallone yang mengenai para pembunuh itu.
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
teriakan mereka yang terkena tembakan dan kemudian tumbang satu-persatu.
"Kenapa kau bisa memiliki begitu banyak musuh!" ketus Stallone yang merasa kesal.
"Aku tahu kau takut! kau boleh pergi jika kau mau!" ujar Charles yang sambil melepaskan tembakannya
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
"Aku tidak takut, dasar brengs*k!" bentak Stallone yang merasa kesal dan sambil melepaskan tembakannya.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Para pembunuh itu tumbang satu-persatu akibat peluru-peluru yang menancap ke tubuh mereka.
Para pembunuh maju langkahnya sambil memegang pedang mereka dengan berniat ingin membunuh musuhnya itu.
"Charles Robertson, tidak menyangka kau sangat hebat bisa menyinggung kumpulan besar, sehingga begitu banyak yang ingin membunuhmu!" bentak Stallone yang sedang melepaskan tembakannya.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
"Oleh karena itu dirimu hanya bagian kecil bagi mereka," jawab Charles yang sedang melepaskan tembakannya.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
"Kau menghinaku!" bentak Stallone dengan merasa kesal.
"Bunuh mereka semua!" perintah salah satu pembunuh itu yang sambil melempar pedang mereka ke arah Charles dan Stallone.
Puluhan pedang menuju ke arah Charles dan Stallone. mereka berdua langsung melindungi diri di balik mobil masing-masing.
Semua pedang tajam itu tidak mengenai sasarannya, karena menancap ke mobil-mobil tersebut.
"Sia.lan! mobilku jadi rusak karenamu!" teriak Stallone yang merasa kesal sambil mengisi pelurunya, begitu juga yang di lakukan oleh Charles.
"Ini adalah balasanmu karena mencari masalah denganku!" teriak Charles yang lalu berdiri dan maju menembak musuh-musuhnya..
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan beruntun di lakukan oleh Charles yang menembus jantung para pembunuh itu.
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
__ADS_1
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
Teriakan mereka dengan serentak yang terkena tembakan.
"Setelah mereka tewas, kita akan melanjutkan dengan urusan kita!" kata Stallone yang sedang maju menembak para pembunuh itu.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
Tembakan beruntun di lakukan oleh Charles dan Stallone tanpa berhenti, pihak lawan yang hanya mengunakan pedang hanya bisa pasrah karena harus tewas di tembus oleh puluhan peluru.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
Teriakan mereka dengan serentak dan akhirnya mereka tewas satu-persatu.
"Hari ini aku datang untuk bertarung denganmu! tapi malah terlibat dalam pertarungan mu dengan musuhmu itu!" ketus Stallone dengan merasa kesal.
"Walau kau sangat membencikan, akan tetapi kedatanganmu hari ini sudah menghematkan tenagaku untuk membunuh mereka!" kata Charles.
"Tidak perlu basa basi! urusan kita di selesaikan hari ini juga!"
"Dengan cara apa yang kau inginkan? pistol? pisau ataupun tangan kosong?" tanya Charles.
"Tentu saja dengan tangan kosong! aku ingin mengalahkan mu dengan tangan kosong!" jawab Stallone yang menyimpan kembali senjatanya.
"Baiklah! mari kita lanjutkan!" ujar Charles yang menyimpan senjatanya dan mulai pertarungan mereka.
Di sisi lain sejumlah pembunuh yang mengunakan sepeda motor yang memiliki senjata menuju ke arah mereka, sekitar lima puluh orang yang bersiap ingin mengambil nyawa seorang Charles Robertson.
Sementara Charles dan Stallone masih sedang bertarung berusaha saling mengalahkan lawannya masing-masing.
"Aku tidak percaya tidak bisa mengalahkanmu!" bentak Stallone yang menyerang kiri kanan atas bawah lawannya. akan tetapi Charles hanya mengelak setiap serangan lawannya itu
"Apa hanya ini jurus yang kamu bisa? apakah tidak ada yang lebih hebat?" tanya Charles yang sedang mengelak serangan lawannya.
"Jangan merendahkanku! hiaaaaak!" teriak Stallone yang menendang ke arah Charles. tendangannya lagi-lagi tidak berhasil mengenai lawannya.
Tidak lama kemudian suara knalpot racing yang terdengar dari kejauhan. di saat mereka melihat ke arah suara itu berada lagi-lagi aksi mereka di hentikan
"Siapa lagi mereka?" tanya Stallone yang melihat ke lima puluh pembunuh itu.
"Mungkin saja musuhku!" jawab Charles.
"Kenapa mereka muncul di saat kita sedang bertarung?" tanya Stallone dengan merasa kesal.
"Kau bisa bertanya pada mereka kalau ingin tahu" jawab Charles yang melihat ke arah sekumpulan itu yang menodong senjata ke arahnya, dan kemudian Charles berlari ke arah lain.
"Hei....kau ingin ke mana?" teriak Stallone.
"Kalau kau ingin cepat mati maka tunggu saja kedatangan mereka!" jawab Charles yang melarikan diri mencari tempat berlindung.
__ADS_1
"Si.laaaaan! kenapa aku harus ikut melarikan diri!" teriak Stallone yang ikut berlari dan menyusul langkah Charles.