
"Aku adalah Fernando yang paling di takuti di kamboja, dan aku akan membunuhmu hari ini dan juga si breng.sek ini,''bentak Fernando dengan kesal.
"Fernando, permusuhan kita seharusnya kita yang menyelesaikannya, tapi kau malah melibatkan orang lain. kau adalah gangster yang memalukan," ketus Stallone.
"Aku pasti akan mencabut nyawamu setelah aku membunuh Charles Robertson, dendam kita belum berakhir. kau membunuh adikku setelah kau tiduri dia," ketus Fernando.
"Jangan membuang waktu lagi! Fernando, buktikan kalau sanggup membunuhku dan jangan hanya sekadar omong kosong!" ketus Charles yang sedang memanas-manasin lawannya itu.
"Jangan merendahkanku! rasakan serangan ku. hiaaaaaaak!" teriak Fernando yang berlari ke arah lawannya itu. Fernando melompat dengan melayangkan tangannya ke arah Charles.
Charles yang melihat gerakan lawannya itu ia langsung menangkap tangan lawannya dan langsung membanting ke lantai tubuh lawannya itu dengan kuat.
Bruk...
Hentakan yang kuat tubuh Fernando ke lantai itu.
"Aargghh...." jeritan Fernando yang merasa kesakitan.
Saat Fernando di banting Charles langsung memukul sebelah matanya.
Brugh...
"Aarrghh...." jeritan Fernando yang kesakitan pada bagian matanya.
Charles menarik rompi tersebut sehingga dari tubuh Fernando.
Charles menyerang bertubi-tubi bagian dada lawannya itu yang sedang di tekan olehnya.
Brugh...
"Aarrghh...."
Brugh...
"Aarrghh...."
Brugh...
"Aarrghh...."
Pukulan demi pukulan yang di lakukan oleh Charles tanpa berhenti. Fernando yang menerima pukulan keras sehingga mengeluarkan darah di mulutnya.
Brugh...
"Aarrghh...."
Brugh...
"Aarrghh...."
Brugh...
__ADS_1
"Aarrghh...."
"Dia pasti mati," ucap Steve yang melihat aksinya sahabatnya itu.
"Hari ini kalau aku tidak membunuhmu maka aku bukan Charles Robertson," bentaknya yang masih sedang memukul dada lawannya itu yang sudah tidak berdaya.
Pukulan keras yang di lakukan oleh Charles membuat Fernando tidak mampu berlawan. ia hanya bisa tergeletak menerima pukulan berulang kali sehingga mulutnya mengeluarkan darah yang banyak.
"Charles, hentikan! dia juga adalah musuhku jangan mematikan dia dulu! biarkan aku yang matikan dia," kata Stallone yang menahan tangan Charles.
Charles menghentikan pukulannya dan kemudian berhadapan dengan Stallone.
"Jangan sampai dia lolos lagi! kalau tidak aku yang akan mencarimu," kecam Charles.
"Fernando, hari ini kau sudah berakhir!" bentak Charles.
"Sudah! jangan marah lagi! biarkan aku yang membunuhnya, karena dia sangat meresahkan, dan dendam kami harus segera di akhiri," kata Stallone yang merangkul pundak Charles sambil berjalan ke arah lain..
"Lihatlah wajahmu sekarang seperti badut saja, bunuh dia dan lenyap dari hadapanku!"
"Kau tenang saja aku pasti bisa, lagi pula dia sudah sekarat dan tidak sanggup lagi," ujar Stallone.
Di saat mereka sedang bicara Fernando mengambil pisau tajamnya yang jatuh di lantai itu. dengan niat ingin melempar pisau tajam miliknya ke arah Charles. ia berusaha untuk berdiri dan menoleh ke arah dua musuhnya itu yang sedang berbicara.
"Aku harus membawanya ke kamboja dalam hidup-hidup, dan buktikan pada mereka bahwa sibotak itu sudah di tangkap olehku. nama baikku sudah tercemar di sana karena ulah dia, oleh karena itu aku harus mengunakan cara ini untuk mencuci nama baikku," kata Stallone.
DOR...
Saat Charles dan Stallone memandang ke arah Fernando, mereka melihat pria botak yang berdiri dengan peluru yang menancap di bagian perut kirinya.
"Aarrghh...." jerit Fernando yang tertembak dan masih melangkah maju selangkah dan~✓
DOR...
Suara tembakan yang lagi-lagi menembus perut bagian kanannya.
"Aarrghh...." jerit Fernando yang tertembak dan lagi-lagi melangkah maju selangkah dengan niat ingin menikam salah satu musuhnya itu.
DOR....
"Aarrghh...." jerit Fernando yang tertembak di bagian tengah perutnya.
Tiga tembakan melukai tubuh pria botak itu sehingga mulutnya mengeluarkan darah yang semakin banyak.
Fernando berjalan dengan memaksakan diri walau dirinya sudah tidak sanggup dan menahan sakit yang luar biasa.
Sesaat kemudian Fernando tumbang dan tidak bernyawa.
Charles dan Stallone langsung memandang ke arah orang yang melepaskan tembakan itu.
"Ke-kenapa kau membunuhnya?" tanya Stallone yang melihat ke arah Flower.
__ADS_1
"Apa kamu tidak melihat tangannya sedang memegang pisau dan ingin melempar ke arah Charles," jawab Flower.
"Bagaimana kamu bisa tahu kalau sasarannya adalah Charles?" tanya Stallone.
"Matanya melihat ke arah Charles, hanya dirimu yang lalai karena tidak mengetahuinya," jawab Flower.
"Istriku saja bisa melihatnya, kenapa kau bisa begitu bodoh," ujar Charles.
"Jangan mengatakan aku bodoh!" ketus Stallone.
" Kalau kau pintar seharusnya kau bisa membunuhnya, kan? tapi kau malah gagal," kata Charles dengan mengejek.
"Apa kau mengejekku ya?" tanya Stallone dengan merasa kesal.
"Bawa jasad Fernando ke kamboja untuk kau jadikan kenangan," ujar Charles yang melangkah pergi dan sambil memegang tangan Flower.
"Kenangan kepalamu!" ketus Stallone.
Charles dan lainnya turun ke lantai bawah.
Di bawah sana banyak jasad yang berserakan di mana-mana. banyak anggota Fernando yang tewas akibat ledakan dan juga tembakan. sementara anggota Charles tewas sekitar empat puluhan orang dan sisanya ada yang terluka. sebagian anggota Fernando ada yang masih hidup dan terluka parah.
"Bos, mereka yang masih hidup apa kita bunuh saja?" tanya Stone.
"Serahkan saja pada Stallone! biar dia yang urus!" jawab Charles.
"Apa, untuk apa serahkan mereka padaku?" tanya Stallone yang menuruni tangga.
"Karena mereka sekampung denganmu, lagi pula bos mereka sudah menganggumu selama ini. sudah waktunya kau ambil ahli kumpulan mereka, bukan?" jawab Charles.
"Aku tidak berminat sama sekali," kata Stallone.
"Kau sangat luar biasa sekali, tiduri adik dia dan kemudian membunuhnya. karena dendam kalian maka melibatkan begitu banyak orang," kata Charles.
"Aku tidak membunuhnya, tapi adiknya itu yang mengodaku,' jawab Stallone.
"Kalau bukan karena kamu bersikap miang apa mungkin akan terjadi hal seperti ini. ini adalah balasan untuk mu. dan pelajaran bagimu yang suka gonta-ganti wanita," ujar Charles.
"Sejak kapan kau seperti nenek tua saja?" tanya Stallone dengan kesal.
"Sudah! aku tidak mau membuang waktuku denganmu," ketus Charles.
"Mari kita pergi ke rumah sakit dulu!" perintah Charles yang melangkah pergi bersama kumpulannya.
"Dasar botak beruntung sekali bisa cepat mati, seharusnya dia mati di tanganku. tapi ternyata tidak," ketus Stallone
Di siang itu Black Dragon berhasil mengalahkan kumpulan besar dari Fernando. markas Fernando berantakan akibat ledakan, semua pagar pembatas telah roboh, anggotanya tewas dan terluka parah. sesaat kemudian Charles dan lainnya meninggalkan tempat itu.
Rumah sakit.
Charles dan anggotanya yang terluka mendatangi rumah sakit tempat Winz bekerja.
__ADS_1
"Sudah lama tidak melihat kalian, sekali muncul sampai ratusan orang, dirimu sangat panjang umur sekali. setiap tertembak pasti tidak mati," ucap Winz dengan seraya bercanda