
Charles yang mendengar ucapan tamu yang tak di undang itu tertawa dengan terbahak-bahak sambil berkata," hahahahahah....Stallone, mereka datang untukmu bukan untukku. apakah kau membayar sejumlah uang tempat ini untuk mereka datang membunuhmu?"
"Memangnya lucu ya?" tanya Stallone dengan ketus.
"Playboy kamboja di incar hingga ke inggris, lihat saja mereka sama sekali bukan dari tempatan. mereka semua dari negaramu. apa yang sudah kau lakukan sehingga mereka mengikuti mu ke sini apakah kau menghamili istri mereka?" tanya Charles dengan tertawa.
"Apa kau bisa diam brengs*k, dari tadi kau tertawa seperti orang gila!" bentak Stallone dengan kesal.
"Aku hanya kasihan padamu!"
"Kenapa kasihan padaku?"
"Lihatlah wajahmu itu, bisa menakuti hantu, dan aku kagum mereka karena masih bisa mengenalmu. sebelah matamu dan wajahmu sudah bengkak, dan sekarang lebih lucunya adalah kita berdua harus menghadapi sekumpulan badut kamboja yang tidak berguna!" kata Charles dengan tertawa dan langsung mengeluarkan dua senjata dan langsung menembak ke arah kumpulan itu.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Tembakan beruntun di lakukan oleh Charles..
"Aarghh...."
"Aarghh...."
"Aarghh...."
"Aarghh...."
Jeritan serentak para pembunuh itu yang terkena tembakan. dan tumbang satu-persatu.
Stallone mengeluarkan senjata dan melepaskan tembakan ke arah mereka.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
"Aarghh...."
"Aarghh...."
"Aarghh...."
"Aarghh...."
Pekik lawan-lawannya yang di tembus oleh peluru..
Charles dan Stallone melepaskan tembakan dan sambil berlari ke arah tempat duduk para penonton.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
"Aarghh...."
"Aarghh...."
"Aarghh...."
"Aarghh...."
Jeritan mereka yang terkena tembakan.
Para pembunuh mengejar langkah dua sasaran mereka sambil melepaskan tembakan
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Charles dan Stallone berlindung ke dalam gedung stadion dan sambil melepaskan tembakan mereka.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
__ADS_1
"Aarghh...."
"Aarghh...."
"Aarghh...."
"Aarghh...."
Jeritan mereka yang tertembak dan tumbang satu-persatu.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Puluhan tembakan dari para pembunuh yang mengarah ke Charles dan Stallone yang sedang berlindung di balik tembok tersebut.
Para pembunuh itu maju dan menembak tanpa berhenti.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Tembakan mereka menembus tembok-tembok tersebut.
"Stallone, keluar kalau kau berani. jangan seperti wanita yang bersembunyi!" teriak salah satu musuhnya yang sambil melepaskan tembakan.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
"Hei...dia mengatakan jika kau seperti wanita, dan aku baru tahu ternyata dia ada benarnya!" ucap Charles.
"Apa kau tidak bisa diam saja," ketus Stallone sedang berlindung di balik tembok.
Puluhan pembunuh masih berada di luar sedang menembak tanpa berhenti dan semakin dekat jarak mereka dengan Charles dan Stallone yang sedang berlindung di dalam gedung itu.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
"Kita maju!" seru Charles.
"Gila! lihat saja berapa jumlah mereka semua, kalau kita keluar maka kita hanya antar nyawa," ujar Stallone.
"Tidak mungkin kita hanya bersembunyi seperti kura-kura dalam tempurung," jawab Charles yang keluar sambil melepaskan tembakan.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
"Hei...gila sekali bocah ini!" ketus Stallone yang menyusul dan melepaskan tembakan.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Para lawannya menembak tanpa berhenti.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
"Sh.itt.." ketus Charles yang lengannya di tembus oleh peluru dan sambil menembak lawan-lawannya.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
__ADS_1
"Aarghh..." teriakan beberapa pembunuh itu yang terkena tembakan satu-persatu.
Di saat Charles dan Stallone sedang menghadapi sejumlah pembunuh itu, Harry bersama Flower dan Liza lalu muncul dan melepaskan tembakan bersama.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Flower dan Liza menunduk di belakang kursi sambil melepaskan tembakan mereka.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR.
"Aarghh...."
"Aarghh...."
"Aarghh...."
"Aarghh...."
Jeritan lawannya yang terkena tembakan dan tewas satu persatu.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR.
Tembakan dari pembunuh dan melukai tubuh Stallone.
"Sia.lan," ketus Stallone yang pundaknya di tembus oleh peluru.
Para pembunuh yang jumlahnya sudah semakin sedikit mereka mundur dan sambil melepaskan tembakan.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR.
Tembakan mereka yang sambil berlari sehingga tembakannya tidak tepat pada sasaran.
Charles dan lainnya maju sambil menembak musuh yang hanya sisa beberapa orang.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR.
"Aargghh...."
"Aargghh...."
"Aargghh...."
Jerit mereka yang di tembus oleh peluru dan tewas hingga tak tersisa.
"Apa mereka sudah mati semua?" tanya Stallone yang memegang pundaknya yang sedang mengeluarkan darah yang banyak.
"Kau bisa keluar dari di sini dan coba melihat di luar apa mereka masih di luar sana!" jawab Charles.
"Charles, kau terluka!" ujar Flower yang merasa khawatir dan menghampiri Charles
"Ini luka ringan tidak masalah," jawab Charles.
"Bagaimana kalau kita ke rumah sakit dulu!" kata Flower yang mengeluarkan sapu tangan dan mengikat luka di lengan Charles.
"Aku juga terluka kenapa kau tidak mengikat luka ku?" tanya Stallone.
"Luka mu di pundak, jadi tidak bisa di ikat. tapi kamu bisa mengunakan sapu tanganmu untuk menutupi lukamu agar tidak kehilangan banyak darah!" jawab Flower.
"Flower, adalah istriku untuk apa dia harus mengikat lukamu!" ketus Charles.
"Kau ini sangat pencemburu!," bentak Stallone.
"Bos, kita ke rumah sakit dulu!" ujar Harry.
__ADS_1
"Mari kita pergi! akan tetapi kita harus tetap waspada, karena musuh brengs*k ini tidak hanya kumpulan tadi!" ucap Charles.
"Kau yang breng.sek!" ketus Stallone