Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Charles merasa kesal.


__ADS_3

Stallone mengendarai mobilnya dengan membawa sejambak bunga dan menuju ke rumah sakit.


"Tidak tahu bagaimana dengan kondisinya? tidak salah jika aku peduli padanya kan? seharusnya si bocah itu tidak melarangku!" gumam Stallone yang sambil mengendarai mobilnya.


Rumah sakit.


Flower yang telah pingsan semalaman kini ia telah sadar, Charles menemaninya semalaman dan di pagi itu Charles sedang menyuapinya bersarapan bubur.


"Apa kamu tidak pulang semalam?" tanya Flower.


"Kamu ada di sini aku tidak bisa tenang. jadi, aku temani kamu di sini!" jawab Charles sambil menyuapi pujaannya.


"Sebenarnya aman-aman saja di sini, lagi pula di luar ada anggota yang sedang berjaga, jadi kamu tidak perlu khawatir lagi!"


"Mana mungkin aku tidak khawatir dan bisa tidur nyenyak saat kamu tidak berada di sampingku!" ujar Charles dengan senyum dan menyubit pipi calon istrinya.


"Aku juga memiliki pistol yang kamu berikan, aku bisa juga melindungi diriku!"


"Flower, apa kamu tahu yang kamu lakukan semalam sangat membuatku khawatir dan hampir gila. dirimu mengendarai mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi tanpa menghiraukan nyawamu sendiri. itu sangat bahaya!" ujar Charles.


"Maafkan aku! aku tidak berpikir jernih, karena emosi dan aku sangat takut jika dia lolos maka mamaku akan menjadi korban sia sia!" ucap Flower dengan merasa bersalah.


"Jangan melakukan sesuatu yang membahayakan dirimu lagi ya? berjanjilah padaku!" ujar Charles yang meletakan mangkok bubur ke atas meja yang di samping ranjang.


"Aku berjanji padamu aku tidak akan melakukannya lagi!"jawab Flower.


Charles mengecup dahinya Flower dan memeluknya dengan erat.


"Apakah tuan Bared adalah pamanku?" tanya Flower yang di pelukan Charles.


"Benar! dia adalah kakak dari mamamu, dan dia sedang mencari mu selama ini. dia sangat sedih dan menyesal dengan semua yang kamu alami," jawab Charles yang sambil memeluk Flower.


"Aku tidak mau semua orang yang di sisiku ikut sedih dengan kehidupanku, semua ini sudah berlalu, aku tidak ingin mengingatnya lagi. apakah dia sudah di bawa ke penjara untuk menjalani hukumannya?" tanya Flower yang melepaskan pelukannya.


"Harry sudah membawanya ke sana." jawab Charles.


"Kapan dia akan di hukum mati?" tanya Flower dengan merasa sedih.


"Lusa!"


"Dan bagaimana dengan Mona dan Fannie?"


"Mereka sudah di pindahkan ke penjara besar, mereka akan menjalani hidup yang di penuhi dengan kesulitan di sana. mereka semua sudah terima hukuman dan tidak akan bisa bebas lagi."


"Mereka yang dulu hidup serba mewah, dan sekarang harus menanggung akibatnya. perbuatan jahat hanya akan mendapat karma buruk, ini sangat menakutkan. aku yakin hidup di dalam penjara pasti akan lebih sulit dari pada tinggal di ruangan bawah tanah."


"Biarkan saja! ini sudah seharusnya di jalani oleh mereka. jangan memikirkan mereka lagi. selama ini dirimu menerima penghinaan dan siksaan dari mereka, dan kini tidak ada sesiapapun yang bisa menyiksamu lagi, karena aku yang akan melindungimu." kata Charles yang memeluk Flower dengan erat.

__ADS_1


"Apa papa dan kakakku baik-baik saja?" tanya Flower yang di dalam pelukan Charles.


"Papamu sangat mengkhawatirkan mu semalam, dan setelah mendengar penjelasan Winz mengenai kondisimu dia baru tenang, dan kemudian Steve baru mengajaknya pulang," jawab Charles.


"Bared akan datang melihatmu nanti, sudah saatnya kalian saling mengakui," kata Charles.


"Selama ini aku tidak menyangka jika ternyata aku memiliki papa kandung, kakak dan paman. ini semua adalah kejutan bagiku," ucap Flower dengan senyum.


"Mereka yang mencintaimu semua sudah berkumpul, dan dirimu tidak sendiri lagi," kata Charles dengan senyum.


"Aku bahagia memiliki kalian semua, sayang sekali mama tidak merasakan semua ini. jika tidak, dia pasti akan merasa bahagia karena bisa berkumpul dengan papa dan paman Bared."


"Aku yakin mamamu pasti sudah merasakannya sekarang, dan aku harus berterima kasih pada mamamu!" ucap Charles dengan senyum.


"Terima kasih pada mama ku?"


"Benar! karena mamamu telah melahirkanmu dan menyelamatkanmu, sehingga aku bisa bisa memilikimu," jawab Charles dengan mencium bibir Flower.


Di saat mereka sedang berciuman pintu kamar tiba-tiba di buka oleh seseorang yang tak lain adalah Stallon yang datang dengan membawa sejambak bunga.


"Hei....ini adalah rumah sakit, apa kalian tahu apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Stallone yang cemburu karena melihat Charles bermesraan dengan Flower.


"Kenapa kau ada di sini?" tanya Charles dengan kesal dan bangkit dari tempat duduknya.


"Aku salah masuk kamar!" jawab Stallone dengan alasan.


"Kalau kau sudah tahu salah masuk kamar seharusnya kau keluar sekarang!" kata Charles yang mendorong Stallone menuju ke pintu.


Saat Stallone menghampiri Flower langkahnya langsung di hentikan oleh Charles.


"Bunga ini untuk siapa?" tanya Charles dengan tatapan kesal.


"Tentu untuk nona manis ini, tidak mungkin untukmu!" jawab Stallone dengan kesal.


"Apakah kau mencuri bunga tetangga?" tanya Charles dengan sengaja.


"Aku membeli dengan uangku, mana mungkin aku mencurinya!" jawab Stallone dengan emosi.


"Kau membelinya untuk dirimu sendiri atau untuk calon istriku?"


"Aku membelinya untuk calon istrimu," jawab Stallone dengan ketus.


"Bukannya tadi kau mengatakan jika kau salah masuk kamar?" tanya Charles dengan kesal.


"Aku tidak perlu menjelaskan padamu! aku hanya datang untuk melihatnya." jawab Stallone.


"Kenapa kau bisa tahu jika Flower ada di sini?"

__ADS_1


"Kemarin aku ada di lokasi, calon istrimu ini membawa mobil dengan begitu laju, aku dari arah selatan mengejar hingga ke barat, dan kemudian di saat aku tiba kalian semua sudah berkumpul di sana," jelas Stallone.


"Aku baru ingat, apakah semalam kamu yang mengajakku menikah di kamboja?"tanya Flower.


"Apa, kau mengajak calon istriku menikah?" tanya Charles yang merasa kesal.


"Iya, akulah orang yang melamar mu di tengah jalan semalam!" jawab Stallone yang melihat ke arah Flower.


"Stallone, apa kau masih sayang dengan nyawamu?" tanya Charles dengan tatapan aura membunuhmu.


"Aku masih mencintai nyawaku, kau tidak bisa menyalahkan ku jika aku melamarnya, karena aku mengira jika kau mengkhianatinya, oleh karena itu aku melamarnya," jelas Stallone.


"Jangan coba-coba mendekati calon istriku!" kecam Charles yang menarik lengan Stallone dan melangkah keluar.


"Hei...hei...lepaskan tanganmu!" bentak Stallone yang di tarik keluar oleh Charles.


"Sebenarnya mereka itu adalah teman atau musuh? kenapa lebih mirip berteman?" gumam Flower.


"Kenapa kau menarik ku keluar?" tanya Stallone dengan kesal yang sudah berada di luar kamar


"Apa kau sadar apa yang sudah lakukan?"tanya Charles dengan merasa risih.


"Memang salahku di mana?"


"Gadis yang di dalam kamar itu adalah istriku, dan kau jangan coba-coba mendekatinya!" kecam Charles dengan serius


"Kau aneh sekali! kalian belum menikah kenapa tidak boleh ada pria yang mendekatinya!" ketus Stallone.


"Karena dia hanya milikku," jawab Charles dengan tegas.


"Kalian belum menikah. jadi, siapapun masih bisa mendekatinya!"


"Siapapun yang mendekatinya hanya akan mati tanganku."


"Apa kau tidak merasa sangat lucu? dia belum menjadi istrimu saja kau sudah begitu ketat padanya," ketus Stallone.


"Aku tidak akan ketat jika orang yang menghampirinya bukan kamu!" jawab Charles.


"Kau gila!" ketus Stallone.


"Apakah kau masih mau di sini menganggu ku berduaan dengan istriku?" tanya Charles dengan kesal


"Jangan lupa urusan kita berdua belum selesai,"kecam Stallone yang melangkah pergi sambil membawa bunganya.


"Dasar pria aneh!" ketus Charles.


Stallone yang berjalan ke arah pintu langkah terhenti karena melihat seseorang yang baru melangkah masuk ke dalam rumah sakit.

__ADS_1


"Kenapa dia bisa berada di sini? apa hanya kebetulan ataupun dia berniat jahat?" gumam Stallone.


"Mungkin seharusnya aku ikuti saja dia, agar lebih pasti untuk apa dia bisa muncul di rumah sakit ini," batin Stallone.


__ADS_2