Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Taruhan


__ADS_3

"Apa yang kau inginkan?" tanya Brad dengan merasa cemas.


"Sudah lama kita tidak duduk bersama, Tuan besar."


"Charles, apa kau sudah telah lupa dengan identitasmu? kau masuk ke sini, jika saja di ketahui oleh anggota ku, maka nyawamu akan melayang!"


"Hahahahahah. ayah angkatku, aku punya cara tersendiri untuk masuk ke sini, jika tidak, mana mungkin aku begitu yakin berdiri di hadapanmu sekarang."


"Apa maumu, Charles?" tanya Brad dengan menahan emosi serta merasa cemas.


"Mudah saja, tujuanku adalah ingin ambil nyawamu, dan kemudian aku akan melenyapkan Red Lion," jawab Charles dengan senyum sinis.


"Apa kau mengira bisa begitu mudah mengambil nyawaku, Charles Robertson. kau jangan lupa kau adalah anak didikku, ilmu bela diri yang kau kuasai juga aku yang melatihmu!"


"Lalu, kenapa memangnya jika kau yang melatihku? bukan berarti kau bisa membunuhku dengan tanganmu sendirikan?"


"Kau jangan menganggap remeh, sini bukan di Black Dragon, sini adalah Red Lion tempat kamu di besarkan."


"Red Lion akan menjadi abu tidak lama lagi, Brad Robertson. sejak aku mengetahui jika kau adalah pembunuh keluargaku, kau bukan lagi ayah kandungku, dan kau juga mengutuskan begitu banyak pembunuh untuk mengincarku, akan tetapi rencanamu tetap gagal."


"Charles Robertson, di dunia ini hanya ada aku Brad Robertson dan tidak kamu, Charles Robertson!"ketus Brad


"Brad Robertson, apa kau lupa, jika Charles senjatamu itu sudah tewas saat di ledakan, dan yang di hadapanmu sekarang adalah Micheal Care, dan bukan lagi bocah yang kamu gunakan sebagai alat membunuh itu!" ketus Charles dengan kesal.


"Heheheheheh, siapapun dirimu malam ini walau kau membunuhku, kau tetap tidak bisa keluar!" ujar Brad.


Charles menghampiri ayah angkatnya itu yang sedang duduk di kasurnya, kemudian Charles duduk di samping kasur dan berhadapan dengan Brad yang tangannya sedang memegang senjata di bawah selimut.

__ADS_1


"Ayah angkatku, kau tetap tidak berubah dari dulu hingga sekarang, selalu saja merasa dirimu paling hebat, jangan lupa kau sudah tua, tempatmu bukan di sini lagi, malam ini aku ke sini adalah untuk mengirim dirimu kembali ke duniamu, karena ini sudah saatnya," kata Charles dengan kecaman.


Brad yang berniat ingin membunuh anak angkatnya itu ia ingin mengeluarkan senjatanya yang di sembunyikan di balik selimut, saat tangannya baru bergerak ia langsung dihentikan oleh Charles.


"Kenapa, apakah di tanganmu ada senjata dan ingin menembakku?" tanya Charles dengan senyum.


"Heheheheh, Charles, dirimu adalah anak angkatku yang paling cemerlang, mana mungkin aku akan membunuhmu, perseteruan atau perdebatan akan terjadi di mana-mana atau siapapun, jadi, kita juga tidak perlu di perhitungkan masalah ini, walau bagaimanapun hubungan kita adalah ayah dan anak, bukankah begitu?"ujar Brad yang berusaha ingin mengelabui Charles.


"Tapi, aku tidak butuh ayah angkat sepertimu, aku sudah dewasa dan memiliki kehidupan ku sendiri, lagi pula aku tidak berhutang lagi denganmu, kau melatihku dan merawatku hingga dewasa, semua hutangmu sudah ku bayar dengan nyawa keluargaku dan nyawaku sendiri!" ucap Charles dengan senyum sinis.


"Apa kau ingin berubah menjadi orang yang tidak berbudi?" tanya Brad dengan menahan emosi.


"Tidak berbudi? bagaimana aku harus berbudi pada seorang yang membunuh keluargaku? walau kau adalah orang yang membesarkanku, akan tetapi kau mengunakan ku selama ini, aku hidup bersama orang yang telah membunuh ayah dan ibuku, aku sudah menjadi anak durhaka selama ini!" kata Charles dengan merasa kesal.


Charles mengeluarkan senjatanya dan mendekatkan ke bagian leher ayah angkatnya itu, membuat musuh besarnya merasa semakin cemas dan gemetaran.


Brad yang berkeringat dingin mulai membasahi wajahnya dan tidak berdaya untuk melawan anak angkatnya itu.


"Apa yang kau ingin lakukan? membunuhku? apa kau mengira jika kau berhasil kau bisa meninggalkan sini dengan aman?" tanya Brad dengan tak berdaya.


Charles menghelas nafas panjang sambil berkata, " ayah angkatku, aku merencanakan dengan rapi untuk datang menemuimu, aku tahu kau memiliki sejumlah pengawal tersembunyi di sini, akan tetapi kenapa mereka tidak muncul di saat kau sedang berada dalam bahaya?"


"Jangan meremehkan mereka, Charles. membunuhku sama saja kau mencari mati!" kecam Brad.


"Aku tidak akan mati dengan begitu mudah, aku bukan orang bodoh, Brad Robertson. jika aku tidak yakin maka aku tidak akan datang malam ini!" ketus Charles dengan kesal.


"Mereka akan segera tahu jika aku dalam bahaya, dan di saat itu kau tidak akan bisa kabur!"

__ADS_1


"Siapa yang mati kita belum tahu, jika pengawalmu akan datang untuk menyelamatkanmu, maka anggotaku juga sudah bersiap di luar sana!" kecam Charles.


"Tidak ada baiknya kau melawanku, kita adalah sekeluarga, jika saja kita bekerja sama maka kita akan menjadi terkuat di dunia!" ujar Brad yang berusaha membujuk anak angkatnya itu.


"Bekerja sama denganmu? ini adalah lelucon bagiku, karena aku tidak berminat sama sekali, aku sudah memiliki kumpulan yang tidak kalah dengan Red Lion. jadi, aku sudah tidak butuh," kata Charles dengan senyum sinis.


"Si rubah tua, kau dengan beraninya mengirim anggotamu yang busuk itu untuk menangkap gadisku, kau tahu kalau aku tidak suka jika ada yang ingin melukainya, dan aku bisa saja membunuhmu secara langsung, akan tetapi aku urungkan niatku, karena aku memiliki rencana lain untuk membunuhmu!" kecam Charles.


Charles merebut senjata yang di tangan Brad yang dia pegang dari tadinya, dan kemudian Charles juga mengeluarkan seutas tali dengan berniat ingin mengikat musuh terbesarnya itu.


Brad yang melihat tali yang di pegang oleh Charles merasa hidupnya akan segera berakhir, karena dirinya sudah sangat memahami anak didiknya itu, setiap musuh yang berada di tangannya akan mati secara tersiksa begitu juga dirinya.


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Brad dengan tatapan yang sedang ketakutan.


"Aku ingin bermain denganmu dulu, sebelum aku membunuhmu!" jawab Charles yang mulai melilit tubuh Brad yang sedang duduk di kasurnya.


Brad berusaha ingin meronta akan tetapi dia tidak berdaya dan hanya bisa merasa cemas dan ketakutan sehingga memucat.


"Lepaskan aku! aku adalah ayah angkatmu, kau tidak boleh durhaka!" teriak Brad yang merasa cemas.


"Tenang saja! Ayah angkatku, sebelum kau mati, mari kita bertaruh."


"Bertaruh?"


"Iya, jika kau berhasil melepaskan ikatanku dalam waktu dua puluh menit maka kau akan lolos dan selamat, dan jika kau gagal kau hanya bisa mati!"


"Kau mengikatku dan ingin taruhan? apa kau sudah gila? semua pengawalku akan menyerangmu jika aku mati, mereka semua tahu jika kita adalah musuh!" ketus Brad.

__ADS_1


__ADS_2