
"Jangan berbohong, Mark Clisten. kau akan menyesal!" kecam Bared dengan kesal.
"Aku tidak berbohong! dia tidak bisa menerima kepergian ibunya, oleh karena itu dia kabur dari rumah," jawab Mark.
"Mark Clisten, apa kau juga membunuhnya di saat itu?" tanya Bared dengan nada tinggi.
"Tidak! dia masih hidup di saat itu, dan dia pergi begitu saja, dan tidak pernah kembali lagi," jawab Mark.
Karena merasa kesal Bared memukul kepala Mark dengan senjatanya.
BRUGH...
Pukulan kuat di lakukan oleh Bared mengenai kepala Mark sehingga mengeluarkan darah.
"Jangan pernah main-main denganku, Mark Clisten. di saat itu aku sudah ingin membunuhmu. jika bukan karena Ella yang bodoh itu hamil maka kau sudah mati di tanganku," ketus Bared.
"Bunuh saja aku sekarang! lagi pula aku sudah di jatuhkan hukuman mati!"
"Apa kau mengira begitu mudah aku membiarkanmu mati begitu saja? kau sudah salah. aku sudah menunggu kesempatan ini selama dua puluh tahun lebih, dari sejak awal kau bersama Ella aku sudah ingin membunuhmu, dan apa kau mengira aku akan langsung membunuhmu hari ini!" ketus Bared.
"Bawa dia pergi! aku tidak percaya jika aku tidak bisa menemukan putri Ella!" perintah Bared.
"Baik Tuan," jawab anggotanya.
Anggota Bared menarik Mark dengan secara paksa dan berjalan menuju ke mobil Bared.
"Bunuh saja aku! karena anak itu sudah mati dalam kebakaran di gudang itu," kata Mark yang berusaha meronta.
"Kau adalah bajin.gan!" ketus Bared yang memukul lagi kepala Mark.
BRUGH...
"Aarrghh!" jerit Mark yang kesakitan.
"Aku tidak akan tinggal diam!" bentak Bared yang mendorong Mark masuk ke dalam mobilnya.
Mansion Charles.
__ADS_1
Stone mendatangi kediaman Charles dengan terburu-buru dan langsung menuju ke ruangan bosnya itu, dan di saat yang sama Flower berjalan menuju ke ruangan yang di mana Charles berada.
"Bos, berita buruk!" ujar Stone yang berjalan dengan terburu-buru.
"Ada apa denganmu, Stone. kenapa seperti ada masalah?" tanya Harry.
"Mark Clisten di bawa pergi!" jawab Stone.
Flower yang mendengar ucapan Stone ia langsung menghentikan langkahnya dan berdiri di luar ruangan.
"Siapa yang membawanya?" tanya Charles yang langsung bangkit.
"Bared!" jawab Stone.
"BARED...?" tanya Charles, Cole dan Harry dengan serentak.
"Kenapa dia membawa pergi Mark Clisten?" tanya Harry.
"Tidak tahu juga! dia menghadang mobil tahanan di perjalanan dan membunuh semua polisi itu!" jelas Stone.
"Apa tujuannya? apakah ini penyelamatan atau penculikan?" tanya Cole dengan penasaran.
"Bos, apa yang harus kita lakukan jika Bared memang ingin menyelamatkan Mark Clisten? dia adalah teman kita dan sementara Mark adalah pembunuh ibu nona Flower?" tanya Cole
Flower yang mendengar Mark yang di bawa pergi, ia tidak bisa menerima kenyataan jika Mark lolos dari hukuman.
"Tidak boleh! ini tidak boleh terjadi! jika saja Bared membawanya lari bukankah ini sama saja membiarkan pembunuh mamaku terlepas?" batin Flower.
Mendengar kabar ini Flower langsung berlari keluar dari rumah dan menuju ke salah satu mobil yang berparkir di halaman depan. lalu ia mengendarai mobil tersebut.
"Nona Flower..." teriak salah satu anggota yang menjaga di luar sambil mengejar mobil yang di bawa Flower. sementara anggota lainnya berlari masuk ke dalam rumah untuk melaporkan kepada Charles.
"Bos...bos...," teriak anggota Charles yang sambil berlari menuju ke ruangan bosnya.
"Ada apa denganmu?" tanya Cole.
"Bos, nona dia keluar dengan membawa mobilnya, kelihatan dia sangat emosi!" jawab anggota Charles.
__ADS_1
"Cepat kerja dia!" perintah Charles langsung beranjak dari tempat duduknya dan berlari keluar dari ruangan dengan di ikuti Cole dan Harry.
Perjalanan.
Flower yang melajukan mobilnya dengan penuh emosional. bagaimana tidak, pembunuh ibunya dan orang yang menyiksanya selama sepuluh tahun di bawa pergi begitu saja, tentu baginya tidak bisa menerima kenyataan jika pembunuh itu akan selamat dari hukumannya.
"Mark Clisten, jangan berharap kau bisa lolos, hari ini aku akan membunuhmu. aku tidak peduli siapa Bared aku juga akan membunuhnya, ingin menyelamatkanmu maka langkah mayatku dulu. Mark Clisten kau menyiksa mamaku dan membunuh dengan cara tidak wajar dan menyiksaku selama ini, kau ingin kabur jangan berharap kau bisa berhasil. jika aku gagal mendapatkanmu hari ini maka aku tidak layak menjadi putri Ella." ucap Flower yang sedang memperlajukan mobilnya.
Flower yang merasa tertekan ia mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. di saat ia mengendarai mobil emosinya semakin memuncak, karena mengingat semula semua kejadian saat di gudang itu, ia melihat semua kekerasan dan pelecehan Mark terhadap sang ibunya. Flower yang sebelumnya di nyatakan pihak dokter mengalami gangguan jiwa kini seakan kambuh kembali penyakitnya itu, karena tekanan membuatnya kembali mengingat kejadian masa lalunya.
"Mark Clisten, kalau kau lolos dari hukuman maka aku yang akan membunuhmu," gumam Flower yang mengeluarkan senjata.
Di sisi lain Steve yang mendapatkan kabar mengenai adiknya ia dan Vic ikut dalam pencarian.
Charles mengerahkan semua anggotanya untuk melakukan pencarian bersama, mereka semua mengendarai mobil masing-masing dan meninggalkan markas Black Dragon.
Perjalanan Bared dan Mark.
"Di mana kau makamkan dia?" tanya Bared yang duduk di samping Mark.
"Sudah ku bakar dan ku buang abunya!" jawab Mark.
"Bahkan anak kecil itu juga tidak kau lepaskan! dia adalah putrimu!" bentak Bared sambil menarik kerah baju Mark dengan ke dua tangannya.
"Bukankah dulu kau juga ingin membunuhnya? aku hanya melakukan sesuai apa yang kau katakan."
"Kau adalah bajing*n! di saat itu aku membantah kalian bersama karena aku tahu sifatmu yang busuk itu, tapi dia malah hamil di saat itu. dia melarangku jangan membunuhmu karena dia sedang hamil. betapa bodohnya dia, begitu banyak pilihan akan tetapi dia malah memilih dirimu yang bajin.gan ini. kau membunuhnya saat aku di penjara dan bahkan anak kecil itu juga kau bunuh!" ketus Bared yang memukul wajah Mark.
BRUK...
"Aarghh...." jerit Mark yang mengeluarkan darah di sudut bibirnya.
"Kau adalah baji.ngan! Ella adalah adikku satu-satunya, dia memilihmu karena dia mencintaimu, dan apa yang sudah kau lakukan padanya? dan bukan hanya istrimu yang harus mati di tanganmu, bahkan putrimu sendiri juga mati di tanganmu. kau memang lebih buruk dari seekor binatang!" ketus Bared.
"Bukankah di saat itu kau juga ingin membunuhnya? kau mengatakan jika Ella berani membawa anak itu ke hadapanmu, maka kau akan mengambil nyawa anak itu."
"Di saat itu aku tidak ingin melihat darah dagingmu! aku bisa menebak nasib adikku karena bersamamu, aku membencimu dan membenci darah dagingmu!" bentak Bared dengan merasa kesal.
__ADS_1
"Seandainya jika dia masih hidup apakah kau akan membunuhnya?" tanya Mark.