
Villa Clisten
"Hei, pelac*r, cuci ulang semua pakaianku ini," bentak Fannie dengan sengaja sambil melemparkan semua pakaian ke wajah Flower
"Semua ini sudah dicuci, apakah kamu sengaja ya?" bentak Flower yang menahan sakit.
"Aku adalah pemilik rumah ini, aku berhak mengaturmu dan kau harus mendengar perintahku! jangan lupa kau tidak ada status di sini, kau hanya seorang anak yang akan dibuang oleh papaku," ketus Fannie dengan mengejek.
"Kau jangan membanggakan dirimu, karena suatu saat kau pasti akan kehilangan semuanya," ketus Flower dengan kesal.
"Aku wanita tercantik bagaikan bidadari, sedankan dirimu sangat mirip dengan pelac*r," bentak Fannie yang menjambak rambut Flowet.
Flower berusaha melawan dan mendorong wanita itu sehingga membuat Fannie tersungkur.
Brugh...
"Aarrggh...," jeritan Fannie yang kesakita
Mark dan Mona menaiki anak tangga dan menghampiri terkapar di lantai.
"Fannie...," teriak Mona yang menghampiri putrinya.
"Apa yang kau lakukan? kenapa kau mendorongnya?" bentak Mark yang langsung menampar putrinya.
Plak...
__ADS_1
Tamparan dilakukan oleh Mark mengenai pipi kiri dan kanan putrinya.
"Pa, dia yang menghinaku dulu" ujar Flower yang kecewa.
Plak
Tamparan Mark lagi-lagi mengenai pipi kanan Flower.
"Kau dengar baik-baik kataku, dia boleh menghinamu atau menendang kepalamu, tapi kau tidak boleh melawannya. karena kau bukan siapa-siapa di sini. kau hanyalah anak sampah, jika kau masih berani melawan, aku akan membuangmu ke pelac*an," kecam Mark dengan kesal.
"Seorang ayah menghina putri sendiri demi orang lain, apakah ini termasuk perbuatan yang mulia, bahkan binatang buas saja masih sayang dengan anak sendiri. sedang ayahku sendiri lebih buruk dari pada binatang buas," ketus Flower.
Plak
Tamparan yang dilakukan oleh Mark dengan kesal.
"Mark, jangan marah lagi! untuk apa kamu menamparnya, hanya mengotori tanganmu, dari pada kamu marah hanya membuatmu darah tinggi, lebih baik kita hukum saja dia jangan memberi dia makanan. biar dia lapar dan menahan sakit," ujar Mona dengan sengaja.
"Benar katamu! anak ini hanya menyakitkan mataku saja! ibumu sudah gagal karena melahirkan anak sepertimu. seharusnya aku tidak membesarkanmu," ketus Mark.
"Aku tidak memintamu untuk membesarkanku, menyiksa, mengurung dan memberiku makanan yang tidak layak. apakah kamu merasa semua itu harus dibanggakan? di dunia ini kamu adalah orang yang paling gagal. bunuh aja aku! aku juga tidak ingin hidup hanya melihat wajah kalian," bentak Flower.
"Kurang ajar," bentak Mark sambil menendang perut Flower tanpa berhenti.
Bruk...bruk...bruk...
__ADS_1
"Bunuh saja saja aku! aku juga sudah muak denganmu, seorang ayah yang takut dengan istri dan anak tiri," ketus Flower sambil menahan sakit.
"Dasar perempuan tidak tahu diri," bentak Mark sambil menendang perut Flower.
Bruk..bruk...bruk..bruk
"Sebagai seorang suami dan ayah kau tidak berguna sama sekali, suatu saat kau akan mendapatkan karmanya," bentak Flower.
Karena merasa kesal Mark langsung menghantam kepala putrinya sehingga tidak sadarkan diri.
Aksi itu dilakukan di hadapan Mona dan Fannie, mereka tersenyum bahagia saat melihat putri Mark yang harus menerima pukulan dan tendangan keras.
"Mark, hentikan saja, dia sangat kasihan, nanti kalau dia mati bukankah ini hanya merumitkan kita," kata Mona.
"Pa, apapun yang terjadi dia adalah adikku, maafkan saja dia. cukup kurungkan dia saja. kalau papa masih menyiksanya aku hanya khawatir dia tidak bisa bekerja. bukankah sangat sayang kalau harus keluar uang lagi mengunakan pembantu," kata Fannie.
"Mark, jangan membuang energimu hanya untuk menghajar dia, dia hanya dengki dengan Fannie sehingga dia tega melawanmu," ujar Mona.
"Biarkan saja anak tidak berguna ini, jika dia mati juga lebih baik, kalau tidak mati aku juga tidak mau membuang makanan hanya memberi dia makan. kita ambil saja nasi sisa dari anjing liar dan berikan padanya. mengenai pekerjaan rumah seperti biasa biarkan saja dia yang melakukannya agar kita tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk pembantu," ujar Mark.
"Baiklah," jawab Mona.
Fannie berada di kamar bersama Mona dengan tertawa dengan gembiranya
"Mama, aku sangat gembira dan puas saat melihatnya di tampar dan di tendang oleh papa, aku ingin melihat dia menjadi gila dan melepaskan semua pakaiannya di hadapan semua orang," ujar Fannie dengam tertawa.
__ADS_1
"Suatu saat dia pasti akan ditiduri oleh pria hidung belang, mama ingin menghasut papamu untuk menjual anak itu pada pria hidung belang, jika sampai terjadi ini pasti sangat menyenangkan aku. karena bisa melihat dia berteriak ketakutan dan kesakitan, bayangkan saja kalau dia disetubuhi oleh pria hidung belang dia pasti gila," kata Mona.