Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Ancaman Bared


__ADS_3

Setelah beberapa menit kemudian mereka semua pun meninggalkan rumah sakit.


Jam dinding menunjukan pukul 01.00 tengah malam.


Seseorang yang melangkah masuk ke kamar salah satu anggota Charles yang sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri, dia menatap dengan cukup lama ke arah Liza yang sedang di bantu dengan alat pernafasan oksigen. ia memberikan sesuatu di telapak tangan Liza serta mengengamnya dengan erat. setelah setengah jam kemudian ia pergi keluar dari kamar tersebut.


Tempat tinggal Bared.


Bared yang baru kembali langsung berjalan menuju ke kamar Lonela. ia membuka kunci pintu kamar dan melangkah masuk serta menutup kembali pintu kamar tersebut.


Karena mendengar hentakan pintu yang kuat, Lonela terbangun dan melihat mantan suaminya itu yang masuk ke kamarnya.


"Kenapa kau malam-malam muncul di sini? keluar..." teriak Lonela dengan nada tinggi.


"Katakan yang sebenarnya di mana kau letakan kalung itu?" tanya Bared dengan menahan emosi.


"Untuk apa kau bertanya itu lagi? sudah ku katakan kalungnya sudah hilang," jawab Lonela dengan ketus.


"Lonela, hati mu itu apakah terbuat dari hati binatang? sehingga tidak memiliki perasaan? di adalah anak yang kau kandung selama 9 bulan. apakah kau tidak ingin mengetahui bagaimana dengan kondisinya sekarang, hidup atau mati? apa semua ini tidak berarti bagimu?"


"Untuk apa aku harus pikirkan itu? dia adalah darah dagingmu, jika kau masih ingin tahu dia di mana, maka kau saja yang cari dia," ketus Lonela.


"Lonela, kau adalah wanita yang paling tidak setia terhadap suami dan juga ibu yang paling kejam di dunia, kau bahkan kalah dari seekor harimau yang masih sayang pada anaknya, sifatmu ini hanya menghancurkan hidupmu," bentak Bared dengan merasa kesal.


"Hidupku sudah hancur saat menikah denganmu, dan aku menyesal karena menjadikan mu sebagai suamiku," teriak Lonela.


"Apa, aku menghancurkan hidupmu ha? kau yang pergi dan bukan aku yang mengusirmu. selama kita bersama aku bukan tidak membiayai hidupmu. dan kau pergi tanpa kata-kata. dan lebih parahnya adalah kau tinggalkan anak kita yang masih kecil demi seorang baji.ngan itu. apa kau adalah manusia!" bentak Bared dengan nada tinggi.


"Aku berhak untuk mencari kebahagiaan juga, tidak mungkinkan aku harus menghabiskan waktu demi anak mu itu!" teriak Lonela.


Plak...


Tamparan yang di lakukan oleh Bared karena kesal.


"Aarghh..." jerit Lonela yang terhempas ke kasur karena tamparan kuat.

__ADS_1


"Aku tidak peduli jika kau mau menikah dengan siapapun, akan tetapi kenapa di saat itu kau tidak membawa pulang anak ku, kau bisa membawanya ke rumahku. aku tidak akan memohon padamu agar kau bisa tinggal. kau boleh pergi dan aku tetap akan menjaganya. dan sekarang kau hidup dengan pria lain dengan tanpa merasa bersalah pada anak yang kau kandung selama 9 bulan. apakah kau masih layak menjadi ibunya? dan aku berharap jika suatu saat dia akan membencimu dan kau akan menyesal seumur hidup," ketus Bared.


"Aku bisa hidup dengan tanpa kalian, karena aku sudah memilih meninggalkan dia. maka, bukan urusanku lagi mengenai kehilangannya," kata Lonela.


"Apa kau tahu, kau sangat gagal dalam segala hal. banyak wanita di luar yang di khianati suaminya dan wanita itu memilih membawa anaknya pergi dan merawatnya dengan tangan sendiri. tapi kau, aku masih terima kau meninggalkanku, akan tetapi aku tidak akan memaafkanmu karena sudah meninggalkan anakku," kata Bared dengan tegas.


"Aku tidak butuh maaf dari mu, aku ingin keluar dari sini," teriak Lonela yang ingin melangkah keluar dari kamar akan tetapi lengannya di tahan oleh Bared.


"Kau ingin kabur begitu saja? tidak semudah itu, Lonela!" kecam Bared.


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Lonela yang ingin meronta.


"Jangan lupa! aku adalah gangster, demi anakku aku bisa melakukan apa saja," gertak Bared.


"Apa maksudmu?"


"Katakan di mana kau buang kalungnya saat itu? katakan!" bentak Bared yang mengenggam erat lengan mantan istrinya itu.


"Sakit...arggh..." erangan Lonela sambil meronta.


Bared mengeluarkan kalung yang di berikan oleh Cole dan menunjukan kepada mantan istrinya itu.


Lonela terdiam saat melihat kalung yang ada di tangan mantan suaminya itu.


"Tentu kau masih ingatkan? selama ini kau selalu saja berbohong. kau berusaha ingin menjauhkan ku dengan putraku," bentak Bared dengan kesal dan menghempaskan wanita itu ke lantai


Brugh...


"Aarghhh...."jerit Lonela yang merasa sakit.


"Aku bertanya sekali lagi padamu, di mana kau meletakan kalung ini di saat itu?" tanya Bared dengan nada keras.


"Tidak tahu!" jawab Lonela dengan nada tinggi.


"Apa kau sangat ingin aku tidak bisa menemukan putraku?"

__ADS_1


"Benar, aku memang tidak ingin kalian bersatu," teriak Lonela.


Plak...


Tamparan kuat di lakukan oleh Bared karena kesal.


"Aarghh...." jeritan Lonela yang kesakitan.


"Kau sama sekali tidak penasaran di mana aku temukan kalung ini?"


"Tidak, bukan urusanku!" teriak Lonela.


"Mungkin saja pemuda itu adalah anak kita yang kau tinggalkan itu," ujar Bared


"Siapa dia?"


"Untuk apa aku memberitahu siapa dia, jika dia memang adalah anak kita dengan sifatnya aku yakin kau pasti akan menyesal," bentak Bared.


"Katakan padaku siapa dia?" tanya Lonela yang menarik tangan mantan suaminya itu.


"Jika kau ingin tahu maka kau harus katakan padaku, di mana kau letakan kalung ini?" tanya Bared dengan tegas.


"Jangan bermimpi! aku tidak akan memberitahumu!" jawab Lonela.


"Baiklah, ini adalah pilihan mu dan jangan menyesalinya," kecam Bared.


"Apa yang kau ingin lakukan lagi, gangster breng.sek," ketus Lonela


"Walau aku adalah breng.sek, akan tetapi aku tidak meninggalkan anakku, tidak sepertimu wanita yang tidak bertanggung jawab. dan kau akan segera tahu apa yang akan ku lakukan. dan jangan menyesal. kau jangan lupa, aku adalah gangster yang akan melakukan apa saja karena kebencianku padamu sudah terlalu dalam. karena benci maka aku tidak akan merasa kasihan padamu. kau ingin memisahkanku dengan putraku, maka aku ingin kau juga merasakan kehilangan," kecam Bared.


"Aku akan melakukan tes DNA besok, jika dia memang putraku maka Tuhan telah membantuku selama ini. karena aku telah mengenalnya selama ini," kata Bared.


"Katakan padaku siapa dia?" tanya Lonela yang berusaha berdiri.


"Kau ingin tahu siapa dia? jangan bermimpi, Lonela. urusan kita belum berakhir. lihat saja nanti apa yang akan ku lakukan. kau mencintai bajin.gan itu dan memilih membuang anak sendiri. dan aku juga penasaran apakah bajing*n itu mencintaimu dengan tulus," kecam Bared.

__ADS_1


"Kau jangan coba-coba menyentuhnya!" bentak Lonela.


"Kau tidak bisa merubah keinginanku, Lonela. aku bahkan bisa melakukannya dengan lebih kejam," gertak Bared.


__ADS_2