
"Baik, Tuan besar" jawab Ricky dengan menunduk
Villa Robertson
Di siang itu Coco mendatangi depan rumah Charles, dengan berniat ingin bertemu dengan pria yang telah mengabaikan dirinya itu.
"Nona, Anda ingin mencari siapa?" tanya salah satu anggota penjaga pintu
"Aku ingin bertemu dengan Charles, biarkan aku masuk" jawab Coco yang ingin melangkah masuk ke dalam pagar, akan tetapi di halang oleh dua anggota yang berdiri di pagar itu
"Aku adalah teman Charles, kalian tidak layak menghalangku bertemu dengannya" ketus Coco dengan nada kesal
Kehadiran Coco yang di depan pagar itu bisa di lihat oleh Charles yang sedang berada di dalam ruangan kerjanya
"Bos, untuk apa dia ke sini lagi? bukankah dia di tahan oleh Farlos?" tanya Cole yang sedang melihat ke rekaman
"Usir dia! aku tidak mau lagi dia menginjak ke dalam rumah ini, dia sudah sering kali berniat jahat terhadap Flower, jika bukan karena paman Tony, aku benar-benar ingin membunuhnya" kata Charles yang merasa kesal dengan wanita itu
"Baik, Bos" jawab Cole dengan menurut dan kemudian melangkah keluar dari ruangan Charles
"Cepat pergi!" bentak dua anggota Charles yang berusaha mengusir wanita itu
"Aku ingin bertemu dengannya. jika tidak, maka aku tidak akan pergi" teriak Coco dengan ingin memaksa membuka pintu pagar itu
Tidak lama kemudian pintu pagar di buka oleh Cole dari dalam
"Cole, akhirnya kau keluar" sapa Coco yang mengira Charles ingin bertemu dengan dirinya
"Aku tahu dia pasti akan bertemu denganku" ucap Coco dengan yakin dan ingin melangkah masuk, akan tetapi langkahnya di hentikan oleh Cole yang berdiri di hadapannya
"Cole, kenapa kau tidak membiarkanku masuk?"
"Aku keluar untuk menyuruhmu pergi" jawab Cole dengan cuek
"Apakah dia di dalam?"
"Iya"
"Sampaikan padanya aku ingin bertemu dengannya"
__ADS_1
"Tidak perlu"
"Kenapa tidak perlu? ada yang mau ku katakan padanya"
"Bukan urusan bos"
"Ini ada hubungannya dengan Charles, jadi mana mungkin tidak ada hubungan dengan dia"
"Kalau begitu katakan saja padaku, akan ku sampaikan nanti"
"Tidak mau! aku mau katakan padanya secara langsung" ucap Coco yang bersikeras ingin melangkah masuk ke dalam halaman
"Hentikan saja niatmu itu" ketus Cole dengan mendorong tubuh Coco dengan mengunakan jari telunjuknya
"Kenapa, apa kau mengira kau layak mengusirku?" bentak Coco dengan kesal
"Aku memang layak untuk mengusir cacing seperti mu" ketus Cole dengan bersikap dingin
"Ca-cacing? kau menganggapku cacing?" bentak Coco dengan merasa kesal
"Jika tidak ada apa-apa lagi, pergi" ketus Cole dengan tegas
"Aku ingin bicara dengannya" ujar Coco dengan bersikeras ingin melangkah masuk, lagi-lagi dia di dorong oleh Cole dengan kasar
"Jika ada sesuatu katakan saja, jika tidak ada maka pergi dari sini" bentak Cole dengan kesal
"Baiklah, kalau begitu kau sampaikan ke dia, Farlos si bejat itu menangkapku karena ingin membalas dendam terhadap Charles, dan aku sudah menjadi korbannya selama ini, jadi aku ingin Charles bertanggung jawab untuk semua ini"
"Dengan cara apa? membayarmu uang atau kau ingin bos membunuh Farlos untukmu?"
"Semua itu tidak perlu, aku bukan wanita mata duitan, dan aku juga tidak mau egois sehingga menyuruhnya membalas dendam untuku"
"Lalu, apa yang kau inginkan?"
"Aku ingin Charles menikahiku"
"Atas dasar apa bos ku harus menikahi mu yang kurus macam cacing ini?" tanya Cole yang berterus terang
"Karena jika bukan demi dia keperawanan ku tidak mungkin di renggut, jadi dia harus menikahiku dan menjadikan ku sebagai istri tercintanya"
__ADS_1
"Nona Coco, apakah sel-sel dikepala mu sudah putus? sehingga bicara yang tidak masuk akal sama sekali, menyukaimu saja sudah tidak mungkin, apalagi harus menikahimu, bos tidak mengambil nyawamu bisa di anggap kau masih beruntung, jika di saat itu kau tidak jatuh ke tangan Farlos maka kau pasti sudah mati, karena ulah mu nona Flower terjatuh dan keguguran, apa kau tahu di saat itu bos sangat ingin membunuhmu, dan hari ini kau masih pasang muka tebal untuk datang menemuinya, apakah kulit wajahmu itu terbuat dari kulit monyet? sehingga tidak ada rasa malunya" ketus Cole yang merasa kesal
"Kau..?" bentak Coco yang ingin menampar Cole akan tetapi tangannya langsung di tahan oleh pria dingin itu
"Ingin menamparku? kau masih tidak layak" bentak Cole yang melepaskan tangan Coco dengan kasar
"Pergi atau mau aku mengirim mu pergi menemui ayahmu?" kecam Cole dengan tatapan tajam
"Aku akan ke sini lagi" bentak Coco yang berpaling pergi ke arah lain
Setelah Coco pergi Cole masuk kembali menjumpai Charles
"Bos, dia sudah pergi. kenapa kita tidak membunuhnya saja?" tanya Cole
"Aku juga ingin membunuhnya, karena dia telah membunuh anakku dan Flower terluka karena ulahnya, tapi dia sudah mendapat balasan yang lebih menyakitkan, dia di tahan oleh Farlos dan di paksa melayaninya sehingga hamil, dan selain itu dia juga keguguran. bukankah ini adalah karma?" jelas Charles
"Benar juga, bisa di katakan dia sudah hancur karena mendapatkan perlakuan begini dari Farlos"
"Ini adalah untuk terakhir kalinya aku membiarkan dia hidup, demi ayahnya" ujar Charles
"Bos, bagaimana dengan Farlos?"
"Dia masih di rumah sakit, aku sedang menunggunya untuk sadar kembali, dan setelah itu aku ingin membunuhnya di depan para tetua, aku ingin mereka tahu siapa saja yang berani menantangku akan berakhir seperti Farlos"
"Bukankah tuan besar akan merasa curiga?"
"Dia tidak bisa curiga apapun, aku membunuh Farlos adalah karena Farlos sudah melakukan hal yang tidak seharusnya, Tom dan Figo jika saja dua orang ini berani menghalangku, maka aku tidak ragu untuk membunuhnya"
"Selama ini mereka berdua ada di pihak Farlos, jika melakukan pembunuhan di hadapan para tetua apakah ini tidak akan menimbulkan masalah?"
"Tidak akan! aku hanya ingin mereka tahu jangan coba-coba berani menyentuh orang yang di sisiku"
Rumah sakit
Setelah pingsan dua hari akhirnya Farlos telah sadar, ia membuka mata dan masih tidak ingat kejadian yang menimpa dirinya, ia menoleh ke samping melihat Harry yang sedang berdiri di sana dengan tersenyum.
"Apa kabarmu?" tanya Harry dengan sengaja
Farlos yang teringat kembali kejadian yang dia alami, dirinya ingin bangkit dan melihat ke arah bagiannya itu, karena ikatan tali pada tubuhnya membuatnya tidak bisa bangkit
__ADS_1
Harry sengaja mengikat tali ke besi samping ranjang dari sisi kiri dan kanan agar pria itu tidak bisa melarikan diri
"Sudah, tidak perlu memastikan lagi, barangmu itu sudah ku hancurkan dan sudah di buang oleh Cleaning service ke tong sampah, dan aku yakin pasti sudah di bakar di tempat pembakaran sampah" ujar Harry dengan tertawa