Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Menunda


__ADS_3

"Flower, selalu pastikan handphone dalam keadaan aktif! agar kita bisa berkomunikasi terus," kata Charles.


"Baiklah, aku tahu."


Markas Black Dragon.


"Harry, mungkin jalan terbaik adalah hapus kumpulan Fernando," kata Charles.


"Bos, ini rencana yang tepat. hanya saja acara pesta hanya sisa beberapa hari," jawab Harry.


"Aku yakin selagi dia masih hidup dia pasti akan muncul dan membuat onar, sampaikan kepada semua tamu undangan kita. aku ingin menunda acara ini. dengan alasan ada urusan penting. acara akan di laksanakan setelah urusan ku dengan Fernando telah berakhir," ujar Charles.


"Apakah nona sudah mengetahui hal ini?"


"Aku akan memberitahunya nanti," jawab Charles


Perusahaan Austin.


Curry sedang duduk di luar kantor Steve, sementara Yona menemani Vic yang kantornya berada di lantai berbeda.


Saat Curry sedang membaca majalah Steve datang menghampirinya.


"Curry, mari kita makan siang dulu!" ajak Steve dengan ramah.


Curry bangkit dari tempat duduknya dan bertatapan dengan kakaknya Flower itu.


"Tuan Steve, bagaimana kalau kita makan di kantormu saja! ini untuk keselamatan Anda!" kata Curry dengan sopan.


"Baiklah kalau begitu, aku mendengarkan saranmu. aku akan memesan makanan dari sebuah restoran dan menyuruhnya antar ke sini!" jawab Steve dengan senyum.


"Aku akan menunggu di sini!"


"Curry, jangan sungkan! kamu dan Yona adalah teman Charles, berarti teman ku juga. tunggu saja di dalam bersamaku!" ajak Steve.


"Aku ingin memeriksa makanannya sebelum di terima oleh Anda, setiap yang mengirim barang ke sini dan siapapun yang ingin bertemu dengan Anda, harus di pastikan dulu siapa mereka dan apakah aman atau tidak," jelas Curry.


"Kalian melakukannya sangat berhati-hati, aku kagum dengan kinerja kalian."


"Ini adalah bagian dari tugas kami, sebelumnya kami sudah latihan. melakukan semua ini demi keselamatan orang yang harus kami lindungi."


"Apakah ini adalah perintah dari Charles?"


"Kami sudah di beritahu saat kami sedang latihan, jika latihan tidak lulus maka kami tidak akan bisa menjadi anggota Black Dragon."


"Tidak ku sangka Charles sangat teliti dalam setiap hal," ucap Steve.


"Aku akan pesan makanan dulu!" kata Steve dengan melangkah ke dalam kantornya.


Setelah setengah jam kemudian.


Makanan yang di pesan oleh Steve telah di antar, saat Curry menerima paket itu ia membuka dan memeriksanya apakah makanan itu aman di makan atau tidak. setelah menyatakan aman dia langsung membawa masuk ke dalam ruangan Steve.


"Tuan Steve, makanan sudah datang, dan sudah bisa di makan," kata Curry yang membawa makanan itu dan meletakan di atas meja yang biasa di gunakan untuk rapat.


Di siang itu mereka makan bersama, begitu juga yang di lakukan Yona yang menjaga keselamatan Vic, demi keselamatan mereka, Steve dan Vic harus pergi dengan di temani oleh pengawal mereka. Curry dan Yona yang sudah menjalani pelatihan telah sadar apa yang harus mereka lakukan untuk melindungi seseorang. bukan hanya dari makanan bahkan minuman juga harus di periksa. selain itu Steve dan Vic tidak bisa bebas kemanapun, dan hanya bisa pergi kerja dan pulang ke rumah.


Markas Black Dragon.


"Mereka sudah mulai bertindak, Fernando sangat keterlaluan," kata Charles yang sedang berdiri dan bersandar ke samping meja.

__ADS_1


"Bos, bagaimana kalau aku pergi melindungi Flower?" tanya Cole.


"Apakah Fernando meninggalkan tempat tinggalnya?" tanya Charles.


"Dia jarang keluar dan hanya anggotanya yang sering keluar, kalau tidak salah namanya adalah Antonio," jawab Cole.


"Antonio adalah anggota terpecayanya? mungkin saja dia yang melakukan semua perintah Fernado," ujar Harry.


"Cole, kamu sering pantau gerak-gerik si botak itu! kalau dia meninggalkan tempat tinggalnya ikuti dia jangan sampai ketahuan!" perintah Charles.


"Iya, Bos," jawab Cole.


" Harry, kau ikuti saja Antonio! jika dia memang mengutuskan anggota maka bunuh saja, dia tidak usah ragu!" perintah Charles.


"Siap Bos," jawab Harry.


Sore hari


Steve dan Vic yang baru lepas kerja mereka pun langsung pulang ke rumah. dalam perjalanan mereka lagi-lagi di hadang oleh beberapa mobil milik anggota Fernando. Steve hanya bisa menghentikan mobilnya. Curry mengeluarkan dua senjata untuk bersiap melawan mereka.


"Tuan Steve, apakah Anda bisa mengunakan senjata?"tanya Curry.


"Bisa," jawab Steve.


"Gunakan ini!" kata Curry yang menyerahkan pistolnya kepada Steve.


"Yona, lindungi tuan Austin!" perintah Curry.


"Siap," jawab Yona yang memegang pistolnya.


Sejumlah anggota Fernando yang ingin menangkap Steve dan Vic menghampiri mereka sambil menodong senjata mereka ke arah mobil.


"Tuan Steve, menunduk dan atret mobilnya!" pinta Curry.


Steve memundurkan mobilnya dengan posisi menunduk. dan sambil melepaskan tembakan ke arah sejumlah anggota musuh yang berada di depanmya. begitu juga dengan Curry dan Yona yang ikut melepaskan tembakannya.


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


Tembakan mereka menembus sebagian anggota Fernando.


Anggota Fernando melepaskan tembakan ke arah mobil yang sedang atret, mereka mengejar sambil melepaskan tembakannya.


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


Tembakan mengenai bagian depan mobil. karena kelajuan maka tembakan mereka tidak tepat pada sasaran.


"Yona, kita lawan mereka!" perintah Curry.


"Tuan Steve, hentikan mobilnya! kami akan berhadapan dengan mereka, Anda dan tuan Austin cepat tinggalkan tempat ini!" pinta Curry.


Steve menghentikan mobilnya dan Curry langsung keluar dari mobil dengan ikuti oleh Yona. Steve yang merasa dua gadis itu dalam bahaya karena harus berhadapan dengan sejumlah anggota ia lalu keluar dari mobilnya.


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...

__ADS_1


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


Tembakan di lakukan oleh Curry, Steve dan Yona dengan serentak dan mengenai lawan-lawan mereka.


" Aaarghh...." jeritan anggota Fernando yang tertembak dan tewas satu-persatu.


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


Tembakan yang di lakukan oleh anggota Fernando yang semakin dekat jaraknya.


"Yona, lindungi tuan Steve dan tuan Austin!" perintah Curry yang langsung maju sambil melepaskan tembakannya.


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


"Aaarrghh....," jeritan serentak anggota Fernando yang di tembus oleh peluru.


"Ini sangat bahaya, kenapa dia harus maju?" tanya Steve yang melihat Curry sedang berlari menghampiri lawan-lawannya itu.


"Curry ingin menembak cara cepat dan mengelak, lebih baik Anda masuk dalam mobil dulu!" jawab Yona.


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


Tembakan Curry yang sambil berlari.


Saat lawannya yang masih tersisa tidak seberapa jumlahnya, mereka melepaskan tembakan ke arah Curry.


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


Curry mengelak dari setiap peluru yang mengarah ke arahnya.


Tentu saja aksinya mengagetkan Steve dan ayahnya itu, puluhan peluru ia berhasil mengelak dan masih bisa melepaskan tembakan dengan jarak semakin dekat.


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


Tembakan Curry yang berhasil membunuh semua lawannya itu hingga tak tersisa.


"Bagaimana cara dia melakukan itu?" tanya Steve dengan merasa kagum.


"Ini semua adalah hasil latihan dari bos kami, di antara kami tidak semua bisa berhasil melakukan ini. yang berhasil hanya dua. yaitu Cole dan Curry. sementara Liza paling ahli dalam ilmu bela diri di antara kami bertiga," jelas Yona.

__ADS_1


__ADS_2