
"Flower, tugasmu hanyalah menjadi pengantinku yang bahagia! sisa yang lainnya biar kami yang urus!" ucap Charles.
"Apa tidak perlu bantuanku?"
"Kamu hanya perlu banyak istirahat! karena di saat pernikahaan kita pasti di sibukkan dengan menyambut para tamu!" jawab Charles.
"Dan selain itu malam ini kita akan makan bersama dengan paman Vic, Steve, dan paman Bared, kita akan memberitahu kabar gembira ini kepada mereka," ujar Charles.
"Baiklah," jawab Flower dengan senyum.
Malam hari..
Sebuah restoran mewah.
Charles traktir makan malam bersama Vic, Steve, Bared dan Cole.
"Hahahaha....akhirnya aku mendapatkan undangan dari mu si kepala dingin ini," ucap Steve dengan tertawa gembira.
"Ini yang ku tunggu selama ini, akhirnya putri semata wayangku akan menikah," kata Vic dengan tertawa.
"Keponakan kecilku akan menikah dan ini sangat mengembirakan, dalam waktu dekat aku bisa bertemu kembali dengan Flower dan Cole. ini adalah hal yang paling bahagia bagiku, hahahahaha," ucap Bared dengan tertawa riang.
"Paman, kapan ingin kakak sepupu menikah? jika kakak sepupu menikah maka paman akan segera punya menantu," kata Flower dengan bercanda.
"Flower, apa kamu yakin Cole yang di kenal dingin dan kaku macam patung ini bisa menikah?" tanya Steve dengan seraya bercanda.
"Hahahahaha...." suara tertawa Bared, Vic dan Charles.
"Steve, jangan berkata seperti itu! walau Cole belum pernah mendekati wanita tapi suatu saat hatinya pasti akan terbuka untuk seseorang," kata Vic dengan senyum.
"Kalau memang begitu aku sangat ingin tahu siapa wanita yang kasihan itu," jawab Steve dengan mengusik Cole.
"Tuan Steve, jangan bercanda!" kata Cole dengan merasa segan.
"Jangan memanggilku tuan lagi! usia ku lebih tua darimu dan panggil saja aku kakak!" ucap Steve dengan senyum.
"Cole, kita sudah menjadi satu keluarga jangan memanggil tuan ataupun nona lagi!" kata Charles.
"Iya, di sini aku ingin bersulang untuk semuanya. aku sangat senang karena memiliki sebuah keluarga yang tidak pernah ku miliki selama ini. aku berharap kita semua bisa hidup dengan bahagia," ucap Cole yang- bersulang dengan mereka semua .
"Mari kita bersulang!" ajak Bared yang berdiri dan saling bersulang dengan mereka dan sama-sama meneguk minumannya.
__ADS_1
"Charles, mengenai acara apa kalian membutuhkan bantuan ku?" tanya Steve.
"Tidak perlu! kamu hanya perlu hadir saja di hari itu!" jawab Charles dengan senyum.
"Charles, Flower, kalian tidak mudah untuk bersatu kembali, papa hanya berharap kalian bahagia selalu. saling menghargai, saling mencintai dan saling percaya,"ucap Vic.
"Paman, serahkan putrimu padaku! aku akan menjaganya dengan baik. aku akan merawatnya dengan sepenuh hati," ucap Charles yang menatap ke arah Vic.
"Hahahah...Charles, paman percaya padamu! Flower akan bahagia saat bersama mu!" jawab Vic dengan tertawa.
Di malam itu mereka makan bersama dengan penuh canda tawa dan bahagia. senyuman bahagia terlihat jelas di wajah mereka. saling bersulang dengan hubungan yang sangat akrab antara satu sama lain.
Hotel tempat tinggal Stallone.
Jam dinding menunjukan pukul 23.00.
Terdapat lima pria yang berpakaian jas sambil membawa tas berjalan menuju ke meja resepsionis dengan mencari nomor kamar tujuan mereka.
"Nona, kami sudah buat temu janji dengan pemilik nomor kamar ini!" kata salah satu pria itu.
"Kalau begitu, silakan saja kamarnya ada di lantai 5," jawab wanita itu dengan ramah.
Kemudian lima pria pun berjalan menuju lif, setelah masuk ke dalam yang tanpa ada sesiapapun di sana, mereka langsung meletakan tas mereka, kemudian membuka sleting tas dan mengeluarkan lima senjatanya untuk masing-masing. tidak lama kemudian lif berhenti di lantai 5. mereka keluar dengan bersikap tenang sambil menyimpan senjata mereka di balik jasnya.
Tuk...tuk...tuk...tuk...
Ketukan pintu di lakukan oleh salah satu pria itu.
Klek.
Pintu di buka oleh Juve yang masih sedang kesakitan, dengan dahinya yang di lilit oleh perban.
"Di mana dia?" tanya salah satu dari mereka.
"Di kamar!" jawab Juve yang berdiri ke samping dan membiarkan pria bersenjata itu masuk ke dalam. dan setelah itu ia menutup kembali kamarnya.
Pria bersenjata berjalan menuju ke kamar Stallone. dan saat mereka melihat ke arah kasur yang sedang di tutupi selimut itu lalu mereka melepaskan tembakannya.
DOR...DOR...DOR....DOR...DOR...
Tembakan mereka yang menembus kasur dan bantal serta selimut yang berlubang-lubang karena terkena puluhan peluru.
__ADS_1
Setelah sesaat kemudian mereka berhenti menembak dan berjalan menghampiri tempat tidur itu. salah satu pembunuh membuka selimut dan melihat bahwa sasaran mereka tidak berada di sana.
"Kurang ajar! kita di permainkan!" ketusnya dengan merasa kesal.
Mereka yang merasa di permainkan langsung melayangkan pukulan mengenai wajah Juve.
BRUK...
"Aarrghh...." jerit Juve yang terkapar di lantai.
"Apa sudah bosan hidup?"
"Ada apa?" tanya Juve yang mulutnya mengeluarkan darah.
"Dia tidak berada di kamarnya, kau dengan beraninya bermain dengan kami. apa kau ingin cari mati?"
"Tidak mungkin! aku melihat dia masuk ke kamar. dan aku juga dalam keadaan sadar saat dia tertidur," jawab Juve yang merasa ketakutan.
"Kau jangan lupa bahwa kau sudah menerima uang dari bos kami."
"Bawa dia pergi bertemu dengan bos!"
"Ini pasti salah paham, aku yakin dia ada di sini tadi!" teriak Juve yang di tarik oleh mereka.
Saat Juve di tarik keluar oleh mereka, kamar hotel yang di seberang terdapat beberapa orang yang sedang melihat kejadian ini. mereka yang tak lain adalah Stallone dan lima pengawalnya.
"Bos, bagaimana Anda bisa mengetahuinya?" tanya Chan.
"Dia mengatakan pingsan dua hari dan baru sadar, siapa yang bisa percaya orang yang sudah terluka selama dua hari bisa berjalan begitu jauh. dan dia juga bisa mengetahui jika aku tinggal di sini," jawab Stallone.
"Bos, kenapa dia bisa mengetahui jika bos tinggal di sini dan kenapa dia tidak bertindak dari awal saja?" tanya Boren.
"Tujuannya adalah ingin menghapus anggota kita, oleh karena itu dia berpura-pura menjadi korban dan menemuiku dengan tujuan ingin mengetahui apakah anggota kita sudah tiba. dan malam ini mereka ingin merenggut nyawaku setelah mereka berhasil maka mereka akan membunuh anggota kita." jawab Stallone.
"Kenapa Juve mengkhianat?" tanya Guty.
"Mungkin saja demi uang, karena dia tidak memiliki sanak saudara, jadi tidak mungkin di ancam," jelas Borey.
"Tidak ada lagi yang bisa ku percayai di dalam situasi seperti ini. hanya kalian yang bisa ku harapkan. siapa lawan kita sebenarnya?" ucap Stallone.
"Kita akan segera mengetahuinya, Bos. Atith sedang mengikuti mereka," kata Borey.
__ADS_1
"Juve, kau sudah begitu lama menjadi pengikutku. tapi kau malah melakukan hal yang tidak seharusnya. dari awal kau muncul di depan pintu kamarku. aku sudah sadar kau sedang berbohong di depan ku," batin Stallone