
"Cukup menari di depan markas Black Dragon, hanya itu saja permintaanku," jawab Charles.
"Apa kau tidak waras sehingga meminta sesuatu yang tidak mungkin bisa aku lakukan!" bentak Stallone dengan kesal.
"Kalau kau tidak sudi juga tidak masalah! tiada pemaksaan!" jawab Charles yang di seberang sana.
"Apa tidak ada permintaan lain?" tanya Stallone dengam menahan emosi.
"Tidak ada! uang aku sudah ada, jadi aku tidak butuh yang lain!"
"Charles Robertson, apa kau sedang mempersulitkan ku? karena kini aku sudah di jalan buntu dan kau sengaja mengajukan permintaan itu untuk membalas dendam," ujar Stallone.
"Sudah ku katakan kau bisa jangan melakukannya, aku tidak memaksamu!"
"Kau sangat...." ucap Stallone terhenti karena sangat menahan emosi.
Karena tidak ada jalan lain dan demi keselamatan markas akhirnya Stallone menuruti permintaan Charles.
"Kalau tidak ada hal lain maka aku harus memutuskan panggilan ini," kata Charles.
"Jangan! baiklah...aku menuruti permintaan mu, apa kau sudah puas?" tanya Stallone dengan kesal.
"Kau bisa menolaknya jika merasa tidak sanggup," ujar Charles yang sedang mengusiknya.
"Aku akan melakukannya setelah semua berakhir, setelah semua permasalahan ku dengan si botak itu berakhir maka aku akan datang mencari mu!" jawab Stallone.
"Baik, aku percaya padamu!"jawab Charles.
"Katakan kapan aku bisa berangkat?"
"Besok subuh kau sudah boleh berangkat! datang ke bandara dan di sana akan ada anggota yang akan menemani mu kembali ke kamboja."
"Baiklah, terima kasih!" ucap Stallone.
Tidak lama kemudian mereka pun memutuskan panggilannya.
Stallone adalah seorang pria yang penuh gengsi sehingga harus meminta tolong terhadap Charles yang juga adalah musuhnya membuatnya merasa sangat malu. mau tidak mau dia hanya bisa menyetujui permintaan Charles demi bisa kembali ke negaranya.
"Bos, apakah Charles sudah setuju?"tanya Chan.
__ADS_1
"Iya, kita akan pergi dari sini besok subuh, kemaskan barang dan besok kita segera pergi ke bandara. mudah-mudahan saja tidak ada halangan untuk kali ini!!" jawab Stallone.
"Apakah dia ada meminta sesuatu untuk Anda membalas kebaikannya?" tanya Guty.
"Tidak perlu di bahas soal ini! mari kita kemas barang dan istirahat lebih awal!" kata Stallone yang melangkah ke arah kamarnya.
"Selama malam, Bos," ucap mereka dengan serentak.
"Chan, syarat apa yang di minta Charles, kenapa wajah bos tidak senang?" tanya Guty dengan suara kecil.
"Tidak tahu, kenapa kau tidak bertanya langsung saja pada bos?"
"Raut wajahnya begitu suram mana mungkin aku bertanya," jawab Guty
"Mari kita berkemas setelah itu istirahat sebentar!" titah Boran.
Jam dinding menunjukan pukul 03.00.
Stallone dan lima pengawal berburu meninggalkan apartemen, mereka langsung menuju ke bandara yang telah di tunggu oleh anggota Charles di sana.
Setelah lima belas menit kemudian mereka tiba ke bandara khusus milik Charles, tiba di sana mereka di sambut oleh beberapa anggota Charles.
"Baik terima kasih," ucap Stallone yang ikuti langkahnya bersama dengan lima pengawalnya.
Setelah beberapa menit kemudian Stallon dan Lima pengawalnya pun berhasil meninggalkan tempat itu.
"Setelah pulang aku harus memikirkan cara untuk bisa menyerang Fernando!" ujar Stallone yang sedang berada di dalam pesawat.
"Sekarang kita harus menyusun rencana dulu! karena di kamboja tidak ada lagi yang berani membantu kita. kita harus berhati-hati agar mereka tidak termakan dengan ucapan Fernando untuk melawan kita," kata Chan.
"Di kondisi saat ini kita baru sadar mereka sama sekali bukanlah teman bagi kita. pada hal kita satu negara," ucap Atith dengan merasa kecewa.
"Benar! karena menghadapi masalah ini kita di jauhkan oleh mereka semua. dulu bos selalu berkumpul dengan mereka dan sekarang mereka menjauh setelah kita menghadapi masalah. inilah teman yang kita kenal selama ini," kata Boran.
"Setelah masalah ini selesai maka hubungan pertemanan ku dengan mereka juga sudah berakhir. aku tidak butuh mereka lagi. selama ini mereka juga tidak pernah membantu apapun di saat kita menghadapi masalah," kata Stallone.
"Bos, untuk saat ini hanya Charles Robertson yang membantu kita tanpa ragu, sebenarnya jika saja Simon dan lainnya ingin membantu kita mereka bisa bekerja sama dengan kumpulan lain. asalkan kita kompak maka Fernando pasti tidak akan menang. hanya saja mereka memilih menjauh," ujar Borey.
"Biarkan saja mereka! aku tidak peduli lagi kepada mereka. siapa lawan dan siapa kawan aku sudah tahu sekarang,"jawab Stallone dengan penuh merasa kecewa terhadap mereka.
__ADS_1
"Mari kita fokus saja pada rencana kita setelah tiba ke kamboja!" kata Stallone dengan tegas.
"Baik Bos," jawab mereka berlima dengan serentak.
Mansion Charles
"Bos, si botak itu aneh sekali. kenapa setiap hari mengirim surat tantangan? kita sudah menolak setiap kali, tapi dia masih saja mengirimnya," kata Harry yang sedang berdiri di hadapan Charles yang sedang melihat majalah.
"Abaikan saja! itu tidak penting sama sekali!" jawab Charles.
"Aku merasa khawatir dengan satu hal," ujar Cole.
"Tentang apa?" tanya Harry.
"Pesta pernikahan sudah dekat, jika saja dia mengetahuinya aku khawatir dia akan berulah," kata Cole.
"Kalau dia berani melakukan itu maka kita akan menghancurkan markasnya," ucap Harry.
"Apakah kalian tahu dia tinggal di mana?" tanya Charles.
"Dia memiliki rumah mewah di sini," jawab Cole.
"Apakah dia memiliki markas di london?" tanya Charles.
"Tidak ada, Bos. hanya saja anggota yang tinggal bersamanya di rumah mewah itu, dan jumlahnya tidak sedikit," jawab Cole.
"Dan mereka juga sedang mencari Stallone, setiap kami keluar kami melihat anggotanya. karena wajah mereka kelihatan adalah orang kamboja maka kami bisa mengenalinya," ujar Harry.
"Aku tidak mau dia menganggu acara ku, tapi tidak tahu kenapa tiba-tiba saja aku merasakan firasat buruk," ucap Charles.
"Bos, mungkin karena belakangan ini agak sibuk untuk mengurus perlengkapan pesta sehingga bos merasa lelah, dan juga khawatir," kata Cole.
"Aku berharap begitu juga, aku hanya tidak mau melibatkan pernikahan ini karena sudah dekat. oleh karena itu aku tidak mau menerima tantanganya," jawab Charles
"Bos, jangan merasa cemas! kalau saja dia ingin bertindak dia pasti pertimbangkan dengan teliti. karena jika tidak dia pasti akan mati. apa lagi di sini adalah london dan bukan kamboja. tentu dia tidak berani terlalu terbuka," kata Harry.
"Sifat gila seperti dia tidak mungkin akan merasa takut, karena yang dia inginkan adalah menjadi terkenal di london. oleh sebab itu dia menantang bos," ujar Cole.
"Di hari acara itu sampaikan perintah ke anggota kita periksa semua tamu yang datang, kalau mendapati sesuatu yang aneh, maka jangan ragu untuk mengambil tindakan!" perintah Charles.
__ADS_1
" Baik Bos," jawab Cole dan Harry.