Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Perubahan Julia


__ADS_3

"Apa kamu sudah cari dokter?"tanya Lina.


"Sudah, dokter mengatakan butuh tiga bulan masa penyembuhan," jawab Stallone.


"Kenapa bisa begitu lama, apa patukan gagak itu beracun?"tanya Lina dengan merasa cemas.


"Iya, mulutnya sangat beracun, walaupun wajahnya cantik tapi sangat liar," jawab Stallone yang masih kesal dengan Winz.


"Wajahnya cantik? bukankah dia adalah burung gagak, kenapa wajahnya cantik?"


"Maksudku wajahnya sudah jelek, tapi masih saja begitu menjengkelkan," jawab Stallone.


Rumah sakit tempat tinggal Julia di rawat.


Vic di temani oleh Steve dan Flower datang melihat mantan istrinya. setelah menerima perawatan rutin di rumah sakit kondisi Julia sudah semakin membaik.ia bahkan tidak menangis, tertawa ataupun bicara sendiri lagi. hanya saja ia duduk diam tanpa bicara selama ini dan tidak tahu apa yang dia pikirkan.


"Selama sebulan ini pasien lebih banyak diam dari pada bicara ataupun menangis, ia lebih memilih bersendirian. sepertinya dia mengingat masa lalu. dan pasien juga sangat menurut dan hanya diam saat di suruh minum obat dan istirahat," jelas dokter Yolanda yang selama ini merawat Julia Julian.


"Dokter, apakah ada kemungkinan mama saya akan sembuh?" tanya Steve dengan berharap.


"Kemungkinan besar pasien akan sembuh, pasien sudah mengalami banyak perubahan, kalian bertemulah dengannya dan mencoba untuk ajak bicara,'" jawab Yolanda.


"Pa, Kakak, ini berita baik jika bibi bisa sembuh. mari kita temui bibi!' ajak Flower.


"Mari kita pergi!" ajak Vic.


Vic bersama putra putrinya melihat mantan istrinya itu, mereka menuju ke kamar Julia.


Klek.


Saat melangkah masuk ke kamar, mereka melihat Julia berdiri di dekat jendela. wanita itu dalam keadaan tenang dan hanya menatap luar.


Steve melangkah pelan dan menghampiri ibunya itu.

__ADS_1


"Ma, bagaimana dengan kabarmu?" tanya Steve.


Wanita itu yang mendengar suara putranya ia pun menoleh ke belakang dan menatap Steve yang matanya berkaca-kaca.


"Ma, aku adalah Steve, putramu. bagaimana dengan kabarmu selama ini? aku merindukanmu," ucap Steve yang mendekati ibunya dengan perlahan.


Saat Julia menatap putranya itu berlinanglah air matanya. ia dengan tersenyum dan menyentuh wajah putranya itu.


"Steve, anakku," ucap Julia yang memeluk putranya itu dengan erat.


Vic dan Flower melihat Julia yang bisa mengenal Steve merasa gembira dan tersenyum. sementara Steve merasa hampir tidak percaya saat ibunya itu mengenal dirinya.


"Ma, apa kamu mengingatku?" tanya Steve.


"Ingat, semua sudah ingat. mama sudah ingat semua masa lalu," jawab Julia dengan senyum dan sambil mengeluarkan air matanya.


"Julia, selamat untukmu akhirnya kau kembali," ucap Vic dengan senyum.


"Selama ini aku memikirkan banyak hal. sebulan yang lalu saat aku baru bangun dari tidur, aku tiba-tiba saja mengingat masa lalu di saat kita masih muda dan Steve masih kecil. aku banyak mengenang masa lalu. aku memikirkan setiap saat kita bersama. akhirnya aku baru tahu selama ini aku seperti sedang bermimpi. dan kemudian aku sadar dari mimpi," ujar Julia yang melepaskan pelukannya dan melangkah menghampiri mantan suaminya itu.


"Vic, aku tidak menderita, tapi akulah yang membuat kalian menderita, dari Steve kecil hingga dewasa aku tidak pernah memberi dia kasih sayang seutuhnya. aku selalu saja hidup bebas dan berfoya di luar. kembali ke rumah aku selalu saja bertengkar dengan kalian. aku bukan ibu yang baik dan juga bukan istri yang baik. selama ini kalian berdua sudah bersabar denganku. sebuah pernikahan yang seharusnya bahagia malah aku hancurkan. sebuah keluarga yang bahagia aku juga yang menghancurkannya," ujar Julia yang merasa bersalah.


"Julia, semua ini telah berlalu jangan di pikirkan lagi! yang paling penting jalani hidup yang baik dan tenang. anak-anak juga sudah besar," ucap Vic.


"Mama, jangan memikirkan masa lalu! biarkan di tiup angin! kita akan membuka lembaran baru,"kata Steve.


"Steve, apa kamu menyalahkan mama? selama ini sikap mama sangat keras dan bahkan sering menyalahkan semua orang. dan selalu ingin menang. mama sangat tidak tahu apa yang harus mama lakukan untuk menebus kesalahan mama padamu," ujar Julia yang merasa menyesal.


"Kita adalah ibu dan anak untuk apa di pikirkan lagi, harapan ku hanyalah mama hidup dengan bahagia. lupakanlah masa lalu. semua orang pasti ada kekurangan," kata Steve.


"Mama beruntung memiliki anak yang baik sepertimu," ucap Julia dengan senyum.


"Apapun yang terjadi kita adalah sekeluarga, dan hubungan ini tidak akan pernah berubah sampai kapanpun," ucap Steve.

__ADS_1


"Julia, benar kata Steve, buka lembaran baru dan mulai dari awal. kita semua pasti bisa hidup bahagia setelah menghadapi banyak rintangan," kata Vic.


"Vic, Steve, terima kasih, karena apapun yang terjadi padaku kalian tidak meninggalkanku dan malah selalu datang menemaniku," ucap Julia dengan merasa bahagia.


"Bibi, maafkan aku. semua ini juga salahku karena sudah membuat bibi marah selama ini," ucap Flower yang melangkah maju mendekati Julia.


"Flower, bibi masih ingat setiap ucapan yang bibi lontarkan adalah hinaan dan caci maki terhadapmu. Flower, apa kamu masih marah padaku?" tanya Julia dengan merasa menyesal.


"Bibi, apakah bibi izinkan ku untuk memanggilmu mama?" tanya Flower dengan mata berkaca-kaca, karena ia menginginkan seorang ibu di sisinya.


Julia yang mendengar ucapan Flower serasa tidak percaya karena gadis yang pernah ia hina ingin mengakuinya.


"Flower, kamu tidak marah padaku? dan sudi menjadi putriku?" tanya Julia dengan mengeluarkan air matanya.


"Dari kecil aku sudah kehilangan mamaku. dan aku sangat ingin memiliki seorang mama," jawab Flower dengan menetes air mata sedih karena mengingat kematian mamanya


"Putriku yang baik," ucap Julia yang memeluk Flower.


Julia dan Flower saling berpelukan dengan penuh rasa haru. Flower yang selama ini tanpa kasih sayang seorang ibu, membuatnya sangat menginginkan seorang ibu yang bisa menyayanginya. rasa rindu Flower terhadap Ella tidak pernah berhenti selama ini. sementara Julia yang sudah sadar dari semua kesalahannya ia menerima Flower sebagai putrinya dengan hati yang tulus.


"Putriku yang baik, mama sangat bahagia karena memiliki mu dan Steve," ucap Julia.


Setelah beberapa menit kemudian.


"Vic, ada yang ingin ku bicarakan padamu!" ujar Julia yang menatap ke arah mantan suaminya itu.


"Baiklah, kita sudah lama tidak berbincang-bincang," jawab Vic.


"Kakak, mari kita beli minuman!" ajak Flower dengan sengaja.


"Mari kita pergi!" ajak Steve dengan merangkul pundak adiknya itu dan melangkah keluar dari kamar.


"Kakak, apa papa dan mama ada kemungkinan bersama kembali?" tanya Flower.

__ADS_1


"Tidak tahu juga, apapun keputusan papa, kita tetap mendukungnya," jawab Steve.


__ADS_2