
Markas Black Dragon
Setelah pulang dari rumah Albert, Charles hanya duduk di sofa kamarnya sambil menatap foto yang di ambil dari Albert
"Jhonson, Tommy Care adalah sahabat, demi uang dia menutupi semua kebenarannya, apakah selama ini Brad masih mencari keberadaannya? Jhonson tewas di bunuh apakah ada hubungan dengannya? Brad Robertson jika saja Tommy adalah papaku maka ahli keluarga ku semua tewas di tanganmu" kata Charles yang sambil meneguk minumannya
"Jika memang begini kenyataannya maka kau hanya menunggu waktu untuk jatuh secara perlahan, aku akan mencari bukti lengkap dan jika memang terbukti maka aku akan menusuk mu dari belakang secara beransur" batin Charles
Klek
"Charles, kamu ada di sini rupanya" sapa Flower yang baru melangkah masuk ke dalam kamar
Melihat pujaannya itu Charles tersenyum dan melupakan masalahnya seketika
"Flower, mari duduk sini" sahut Charles yang menepuk sofa tempat duduknya
"Aku mencarimu di ruang kerja, kak Liza mengatakan jika kamu ada di sini, aku membeli buah-buahan bersama kak Curry tadi pagi, makanlah rasanya sangat manis" ujar Flower yang membawakan potongan buah di piringnya
"Apakah buah ini semanis mu?" tanya Charles yang menatap Flower dengan senyum
"Jangan bercanda, aku serius. ayo makanlah" ucap Flower
"Karena kamu yang membelinya maka aku akan menghabiskannya" ujar Charles dengan mengambil potongan buah yang di piring itu
"Flower, ada yang ingin kukatakan padamu" kata Charles yang sedang makan buah-buahan
"Ada apa?"
"Besok kita harus kembali ke london karena ada urusan penting yang ingin ku lakukan"
"Tidak apa-apa, aku akan berkemas" jawab Flower dengan senyum
"Maaf, karena semalam aku baru berjanji padamu untuk menemani mu lebih lama di sini, " ucap Charles yang menyentuh wajah Flower
"Sudah ku katakan kemarin, jika kamu ada urusan maka kerjakan dulu"
"Flowerku ini sangat pengertian" ucap Charles yang menyubit wajah pujaannya
"Charles, aku melihatmu minum begitu banyak, apa ada masalah yang terjadi?" tanya Flower yang melihat minuman Charles yang di atas meja
__ADS_1
"Iya, aku sedang menyelidiki masa lalu ku, aku ingin tahu punca kematian keluargaku, selama ini aku tidak tahu karena tidak ada yang memberitahuku" jawab Charles yang penasaran
"Bukankah kamu di besarkan oleh tuan besar?"
"Dia memberitahuku jika dia menemukan ku di tepi jalan, seorang anak kecil yang tanpa siapapun yang menemaninya, dan kemudian dia membawa anak kecil itu ke kumpulannya serta melatih anak itu menjadi lebih kejam, jika gagal maka hanya bisa mati tidak bisa hidup" jelas Charles
"Dan kamu adalah anak itu" lanjut Flower
"Iya, apa Flowerku takut padaku?" tanya Charles dengan senyum
"Tidak!" jawab Flower dengan mengeleng kepalanya
"Flowerku memang baik dan menurut, jika saja suatu saat aku memberontak melawan ayah angkatku, apakah kamu akan takut?" tanya Charles dengan menatap ke arah Flower
"Tidak! apakah dia menyakiti mu sehingga kamu ingin melawannya?"
"Aku hanya mengatakan andaikan aku memberontak, jika saja dia terlibat dalam kematian keluargaku maka aku tidak akan diam saja"
"Kamu akan membunuhnya?"
"Pasti! siapapun yang telah membunuh keluargaku, aku pasti akan membalasnya"
"Aku berjanji padamu, bonekaku" jawab Charles dengan mencium bibirnya Flower dan sesaat kemudian Charles melepaskan ciumannya
"Bibirmu lebih manis rasanya dari buah yang kamu beli ini" ucap Charles dengan senyum
"Sejak kapan dirimu bisa mengatakan hal seperti ini?"
"Sejak bersamamu" jawab Charles dengan melanjutkan ciumannya
Kumpulan Red Lion
"Hahahahahah, akhirnya dia tewas juga, ke manapun dia pergi tetap akan kita dapatkan" ujar Brad dengan tertawa senang
"Selama Tuan besar, Anda tidak perlu khawatir lagi" ucap Ricky
"Bagaimana caranya kalian mendapatkan dia?" tanya Brad sambil tertawa
"Dengan mengunakan fotonya, ada yang melihat seorang pria tua yang mirip dengan foto Jhonson, saat ke rumahnya utusan kita langsung tahu jika pria tua itu adalah dia, dan langsung menembaknya" jawab Ricky yang sedang berdiri di hadapan Brad
__ADS_1
"Walau dia tinggal di spanyol tapi dia belum bertemu dengan Charles, untung saja" kata Brad dengan tertawa
"Tuan besar, tidak perlu khawatir lagi, saksi satu-satunya sudah tewas, jadi Charles tidak ada alasan untuk memberontak" kata Ricky dengan yakin
" Hahahahaha, sangat di sayangkan jika dia memberontak di suatu saat, karena dia adalah senjata paling jitu di kumpulan kita, sedangkan Farlos hanya membuang usahaku saja, jika bukan karena dia masih ada sedikit berguna maka dia sudah mati dari awal" ujar Brad
"Benar kata Anda" ucap Ricky dengan yakin
Mansion keluarga Steve
Steve berkumpul dengan ayahnya di ruangan keluarga
"Pa, rutin minum obat dari dokter, jika tidak penyakit ku akan kambuh lagi" ujar Steve yang sedang duduk di samping Vic yang sedang duduk bersandar di sofa
"Sudah banyak obat yang ku telan, tapi masih tidak sembuh dan sering kambuh, obat ini sangat membuatku muak" kata Vic yang merasa kesal
"Pa, jika tidak rutin maka penyakit mu tidak akan bisa sembuh" bujuk Steve yang memberikan obat kepada ayahnya
"Tidak usah, jika saja setiap hari aku merasa kesal dan emosi, obat apa aja juga percuma" ketus Vic yang merasa risih
"Pa, jangan begini. bukankah papa masih ingin mencari adik?"
"Papa tidak tahu apakah ada kesempatan untuk bertemu dengan adik mu, tidak tahu di mana dia tinggal sekarang" ujar Vic dengan menarik nafas panjang
"Pa, jodoh ayah dan anak tidak akan putus, jadi kita pasti akan bertemu dengannya kembali"
"Sudah begitu lama sekali, dia sudah usia 24 tahun, papa hanya berharap dia hidup bahagia saja"
"Pa, walau kita tidak memiliki foto mereka, tapi aku yakin kita pasti bisa menemukan mereka, karena adikku ada tanda lahir di bagian belakang pundaknya"
"Steve, kau pikirkan saja, bagaimana kita bisa tahu gadis mana yang memiliki tanda lahir itu, tidak mungkin kita membuka baju mereka"
"Kata papa ada benarnya, tapi jika sudah jodoh aku yakin kita pasti akan mendapatkan adik" kata Steve dengan senyum
"Apakah Charles belum ada kabar?"
"Charles sedang berada di spanyol karena ada urusan di sana, dia memberitahu ku sudah mencetak foto bibi dan memberikan kepada anak buahnya untuk mencari keberadaan bibi, aku yakin dengan cara begini bisa saja kita akan segera tahu di mana mereka berada" jelas Steve
"Jika saja mereka masih berada di London maka kita pasti bisa mendapatkannya, tapi jika dia sudah tidak tinggal di sini, lalu bagaimana caranya untuk mendapatkannya" ucap Vic dengan merasa khawatir
__ADS_1