Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Liza Kritis


__ADS_3

Karena kepalanya yang di tembus oleh peluru Andrew berlutut dan kemudian terlungkup dengan tanpa memejamkan matanya.


"Bos...." teriak Ekin yang pistolnya masih mendekatkan di kepala Cole dan Harry.


"Nona Flower..." ucap Cole dan Harry dengan serentak yang melihat Flower sedang memegang senjatanya.


"Kakak Liza, Kakak Curry," teriak Flower yang menghampiri Curry.


"Aku akan membunuh kalian semua!" bentak Ekin dengan kesal.


Saat Ekin ingin melepaskan tembakan tiba-tiba aksinya di hentikan.


DOR...DOR...


"Aargh..."jerit Ekin yang di tembak dari belakang oleh Charles. dan tidak lama kemudian ia tumbang dan tidak bernyawa.


"Bos..." ucap Harry yang menoleh ke arah Charles dan Bared.


"Bos, mereka semua sudah tewas, hanya Andrew yang belum ketemu," kata Stone yang berjalan menghampiri Charles.


"Dia sudah di tembak mati oleh nona Flower," ujar Harry yang menunjuk ke arah Andrew yang sudah tergeletak tidak bernyawa.


Charles dan Bared menghampiri jasad musuh terbesarnya itu.


"Aku tidak menyangka akhirnya dia mati juga," ucap Bared.


"Charles, kak Liza dan kak Curry terluka parah," kata Flower.


"Mari kita cepat membawa mereka ke rumah sakit!" perintah Charles.


Stone mengendong Curry yang sedang kritis. sementara Charles mengendong Liza yang sudah tidak sadarkan diri. Flower dan Bared memapah Cole yang sedang terluka di kakinya, sedangkan Yona memapah Harry yang sedang terpincang-pincang.


Dalam semalam kumpulan Andrew berhasil di kalahkan oleh kumpulan Black Dragon. kediaman yang mewah dan luas sekarang hanya sisa kenangan semata, mayat berserakan di seluruh rumah besar itu. sang pemilik tewas dengan dua butir peluru yang menancap di kepalanya. begitu juga dengan semua anggotanya tewas tak tersisa.


Rumah sakit.


Charles bersama Flower, Bared Stone dan Yona sedang menunggu di luar ruangan, beberapa teman mereka yang harus menerima perawatan termasuk Steven yang di pukul di bagian kepalanya.


"Flower, paman tidak menyangka kali ini kau ikut untuk penyelamatan paman dan Cole," ucap Bared.


"Paman, apakah mereka ada mempersulitkan mu? bagaimana jika paman menemui dokter dulu agar bisa di periksa," kata Flower dengan merasa khawatir.

__ADS_1


"Paman tidak apa-apa, gadis kecil. Cole dan yang lain terluka karena paman," ucap Bared dengan merasa bersalah.


"Paman, kita adalah sekeluarga, menyelamatkan mu adalah bagian dari tanggung jawabku. bukan hanya karena kamu adalah paman Flower, tapi kita juga adalah sahabat," ujar Charles.


"Dari dulu jika tanpamu aku pasti sudah tewas," jawab Bared.


"Paman, jangan merasa bersalah. kita semua secara suka rela ingin menyelamatkan paman dan aku yakin kak Liza dan kak Curry pasti akan selamat," kata Flower.


"Liza sudah terluka, tapi dia masih saja bertahan untuk membantu kami, dia sangat luar biasa," ucap Bared.


"Kak Liza memang sangat baik hati, aku yakin kakak akan selamat. Tuhan akan melindungi orang baik, sama seperti kak Curry, Cole dan Harry mereka akan sembuh," kata Flower.


Tidak lama kemudian dokter yang menangani Cole dan Harry keluar dari ruangan darurat.


"Dokter, bagaimana dengan mereka?" tanya Charles.


"Pelurunya sudah di keluarkan, tidak bahaya sama sekali," jawab salah satu dokter yang menangani Cole.


"Peluru yang menancap ke kaki tuan Harry juga sudah di keluarkan," kata dokter yang menangani Harry.


"Terima kasih, Dokter. pastikan kondisi mereka baik-baik saja!" ucap Charles.


"Jangan khawatir! mereka baik-baik saja," jawab dua orang dokter itu dengan serentak.


"Dokter, apa Steven baik-baik saja?" tanya Bared.


"Tuan, tidak perlu cemas! besok pasien akan sadar," jawab dokter.


"Terima kasih," ucap Bared dengan merasa lega.


Setelah satu jam kemudian dokter yang menangani Curry selesai menjalankan operasinya.


"Winz, bagaimana dengan Curry dan Liza?" tanya Charles.


"Curry sudah melewati masa kritis, sementara Liza masih di tangani dokter Jorge," jawab Winz.


"Dokter, apakah Liza dalam keadaan bahaya?"tanya Bared dengan merasa khawatir.


"Liza kehilangan banyak darah lukanya juga cukup dalam, kondisinya sangat lemah. tapi, kami akan berusaha semaksimal mungkin," jawab Winz.


"Winz, tolong selamatkan Liza! apapun yang harus kami lakukan beritahu saja!" pinta Charles.

__ADS_1


"Kami akan berusaha untuk menyelamatkan dia, hanya saja kami tidak bisa memberi janji bahwa dia akan melewatinya," kata Winz dengan melangkah masuk ke dalam ruang darurat.


"Apakah kakak Liza dalam bahaya?" tanya Flower dengan merasa cemas.


"Saat terluka dia masih bertahan dan pada akhirnya dia harus kehilangan banyak darah," ujar Bared.


"Charles, maaf. karena permusuhan ku dengan Andrew sehingga melibatkan semua pengawal andalan mu," ucap Bared dengan merasa bersalah.


"Paman, sudahlah! jangan menyalahkan diri sendiri! aku yakin Liza mampu melewatinya. dia sangat tangguh dia pasti bisa bertahan," ujar Charles.


Setelah satu jam kemudian.


"Winz, bagaimana dengan kondisi Liza?" tanya Charles.


"Pelurunya sudah di keluarkan, hanya saja dia masih belum melewati masa kritis, dia masih dalam keadaan koma," jawab Winz.


"Apa tidak ada cara lain?" tanya Flower dengan khawatir.


"Tidak ada cara lain, semua hanya bergantung padanya, bisa bertahan atau tidak, semua tergantung pada dirinya sendiri," jelas Winz.


"Aku tidak menyangka Liza harus menghadapi masa-masa kritis!" ucap Yona dengan merasa sedih.


"Lebih banyaklah berdoa agar Liza mampu bertahan dan cepat sadar," kata Winz.


Setelah beberapa saat kemudian Winz melangkah pergi, Liza yang berbaring di ranjang baru selesai menjalani operasi di dorong keluar oleh para suster. kondisi lemah dan pucat serta di bantu alat pernafasan oksigen.


"Kak Liza..." ucap Flower yang merasa sedih dengan mata berkaca-kaca.


"Liza, kau pasti bisa melewatinya, kami akan menemanimu," ucap Yona yang sambil memegang tangan sahabatnya itu.


"Stone, Yona, kalian pulang dulu! aku sudah menghubungi yang lain untuk berjaga di sini," perintah Charles.


"Bos, aku ingin menemani Liza dan Curry!" pinta Yona.


"Kak Yona hanya sendirian, Charles, apa aku boleh tinggal di sini untuk temani kak Yona?" tanya Flower.


"Flower, kau dan Yona harus pulang istirahat dulu, besok baru ke sini lagi. kita juga sudah sibuk semalaman. jika kita tidak menjaga kesehatan sendiri, bagaimana kita bisa menjaga mereka!"


"Benar kata Charles, kita pulang dan biar anggota lain yang berjaga di sini. aku akan perintahkan anggota ku juga untuk melindungi mereka, walau Andrew sudah tewas, tapi kita tidak tahu apakah anak buahnya sudah tewas semua," ujar Bared.


"Stone, nanti setelah kembali ke markas sampaikan ke mereka untuk berjaga di sini dan selalu waspada! Cole dan Harry juga belum sadar. jika ada yang datang ini sangat membahayakan!" perintah Charles.

__ADS_1


"Baik Bos," jawab Stone.


__ADS_2