
Dua anggota itu lalu membuka pintu dan menarik Mark dengan kasar dan menghempaskan tubuhnya ke lantai, lalu salah satu anggota Charles menahan kedua tangan Mark kebelakang, dalam posisi duduk dilantai Mark dipaksa membuka mulutnya oleh anggota Charles yang lain
"Apa yang kalian lakukan" teriak Mark yang ditahan dan mulutnya yang dibuka paksa oleh anggota Charles
"Mark Clisten, kami hanya ingin memberimu makan makanan dari tong sampah ini, ini sangat cocok untukmu, kawan" ujar Harry dengan menuangkan nasi yang sudah basi dan banyak ulat itu
"Tidaaaaakk" teriakan Mark
Mark dipaksa telan semua nasi yang dituangkan Harry kemulutnya, mulutnya dibuka secara paksa, disaat Mark tidak bisa menelannya maka mereka akan memukul bagian perutnya dengan sekuat tenaga
Bruk...bruk..
"Aaaarggghhh" jeritan Mark yang kesakitan
Fannie dan Mona yang melihat kejadian itu merasa mual dan jijik sehingga membuat mereka sangat mereka ketakutan
Dimalam itu Mark dipaksa makan nasi yang sudah tidak layak dimakan dan selain itu dia harus menerima beberapa pukulan keras dibagian perutnya untuk memaksa dirinya menelan semua nasi yang masuk kedalam mulutnya
Setelah 15 menit kemudian mereka pun melepaskan Mark yang tersiksa dan mual ingin memuntah semua makanan itu, akan tetapi mulutnya langsung disumbat kain oleh Harry
"Bagaimana rasanya, Mark Clisten? bukankah nasi seperti ini kau berikan pada putrimu selama ini?" ujar Harry
"Em...em.." jeritan Mark yang matanya mengeluarkan air matanya sambil mengeleng kepala
"Kau adalah pria dan tidak bisa menahan siksaan ini, bukan? dan bagaimana dengan nona Flower yang adalah anak gadis yang harus mendapat siksaanmu?" tanya Cole
Mark menangis karena mendapat penghinaan ini, selama hidup dirinya selalu menyantap makanan mewah dan baru kali ini dia harus dipaksa menelan makanan yang berulat dan selain itu dia harus menerima beberapa pukulan, setelah selesai anggota Charles menariknya dan mendorong kembali kedalam ruangan itu, dan kemudian mereka pun menarik Fannie dan Mona keluar untuk memaksa mereka makan makanan itu
"Tidak, aku tidak mau, aku tidak mau, aku tidak mau" teriak Fannie yang meronta-ronta
"Lepaskan kami cepaaat" bentak Mona dengan nada tinggi
Plak....
Tamparan dari Harry melayang ke wajah Fannie
"Aaaarrgghh" teriakan Fannie yang kesakitan
Plak..
Tamparan Dari Harry melayang ke wajah Mona
"Aaaararggghh" teriakan Mona yang kesakitan
__ADS_1
"Diam, di saat nona Flower menyantap makanan pemberian dari kalian, bukankah kalian merasa gembira dan tertawa? jadi kalian juga boleh merasakannya"ketus Harry dengan kesal
"Tahan mereka" perintah Cole dengan tegas
"Baik Kak" jawab serentak mereka berdua
"Jangan melakukan ini pada kami, itu sangat menjijikan" teriak Fannie
"Menjijikan? ini makanan yang sangat cocok untukmu, karena dirimu juga sangat menjijikan" ujar Harry dengan menghina
Fannie dan Mona sama-sama dipaksa menelan makanan basi yang telah banyak ulatnya, mereka hanya bisa pasrah dan menangis, disaat mereka tidak mampu menelannya mereka juga harus menerima pukulan demi pukulan dibagian perutnya
Setelah beberapa menit kemudian Fannie dan Mona muntah makanan yang sudah ditelan karena merasa jijik dan aroma yang tidak sedap
Woaaaak.....woaaaak....woaaak...
"Aku sudah baik hati mencarikan kalian makanan, tapi kalian malah muntah lagi setelah makan, ini sangat membuatku tidak senang" ketus Harry yang merasa kesal
"Wanita jahat, kau berani sekali muntah dihadapanku, makan semua muntahanmu itu" bentak Harry yang kesal dan menekan kepala Fannie sehingga mulut dan wajah gadis itu mengenai muntahannya dilantai itu, begitu juga dengan Mona yang ditekan sehingga dipaksa untuk menelan kembali yang dimuntahnya itu
Setelah puas menyiksa dua wanita itu maka mereka pun dimasukan kembali keruangan gelap itu
"Inilah akibatnya jika kalian berani menyentuh calon kakak ipar kami" ucap Harry
"Mari kita pergi" ajak Cole yang melangkah pergi yang diikuti oleh Harry
"Hidupku sial karena menjadi istrimu" ketus Mona yang masih merasa ingin muntah dan merasa sakit dibagian perutnya
"Kau juga ikut campurkan saat aku menyiksanya, dan kau juga yang menghasutku untuk beri dia makan makanan sisa anjing" jawab Mark yang harus menahan sakit
"Aku adalah wanita tercantik dikota ini, tapi aku malah harus menerima penghinaan ini, aku tidak puas" ujar Fannie yang menangis
"Kau jangan selalu menganggap dirimu itu cantik, didunia ini masih banyak lebih cantik darimu, lihatlah dirimu sekarang mirip apa" ketus Mark dengan merasa kesal
"Jika bukan karena kau aku dan Fannie tidak akan bernasib seperti ini" ujar Mona
"Disaat kalian hidup mewah dan menikmati kekayaanku kalian tidak mengatakan apapun, dan sekarang tiba ada masalah kalian menyalahkanku, dasar wanita tidak tahu diri" ketus Mark
"Bagaimanapun kami sudah bersamamu selama 10 tahun, memang sudah kewajibanmu memberikan kami hidup mewah" ujar Mona
"Dasar tidak tahu diri, kau adalah janda anak satu tapi masih tidak tahu diri" ketua Mark
"Kau juga duda anak satu, dan lebih parahnya adalah istrimu baru meninggal selama sebulan kau sudah mencari wanita lain, kau bukan suami yang baik" bentak Mona yang sedang menahan sakit
__ADS_1
"Tapi kau juga mau mengikutku pulangkan di saat aku mengajakmu? jika bukan karena uang apa mungkin kau akan ikut denganku, dasar mata duitan" ketus Mark
Dimalam itu Mark dan Mona saling menyalahkan antara satu sama lain, mereka bertiga harus menahan sakit dibagian perut karena dipukul berkali-kali oleh anggota Charles
Rumah sakit
"Selamat pagi Nona" ucap Cole yang baru melangkah masuk kekamar Flower
"Selamat pagi juga, Cole" balas ucapan Flower dengan ramah
"Dimana Charles?" tanya Flower yang sedang duduk diranjangnya
"Bos, sedang menjenguk ayah dari tuan Steve" jawab Vic dengan sopan
"Ternyata begitu, apakah ayahnya kakak Steve sakit parah?"
"Beliau lemah jantung, dan sekarang sudah baikkan'
"Apa bisa aku melihatnya juga?"
"Nona, ingin melihatnya?'
"Iya, kakak Steve seperti kakakku walau kami belum pernah berjumpa, tapi perasaan ku terhadapnya sangat akrab, jadi aku ingin melihat ayahnya" jawab Flower dengan terus terang
"Perasaan sangat akrab? kenapa bisa begini?" batin Cole
'Cole..?"
"Ah..iya, baiklah mari kita pergi" jawab Cole
Disisi lain Charles sedang berada dikamar Vic bersama dengan Steve
"Paman, Steve sudah memberitahuku masalahnya, jangan terbawa pikiran, pergilah berjalan-jalan keluar negeri ini akan membantumu" kata Charles
"Charles, kau bukannya tidak tahu jika bibimu itu sangat keras kepala, kemanapun aku pergi dia pasti ikut, dulu kami sudah pernah keluar negeri, orang lain keluar negeri menikmati pemandangan, sedangkan kami malah bertengkar selama perjalanan" jelas Vic
πππππππππππππππππ
AUTHOR INGIN MENGUCAPKAN BAGI TEMAN-TEMAN YANG MERAYAKAN HARI RAYA IDUL FITRI YANG AKAN DIRAYAKAN BESOK TANGGAL 2 MEI 2022
SELAMAT MENYAMBUT HARI RAYA IDUL FITRI BERSAMA KELUARGA TERCINTANYA DENGAN BAHAGIAππππππππ₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°
DI RAMADHAN INI SEMOGA SEMUA TEMAN-TEMAN AUTHOR SEMAKIN SUKSES DAN SEHAT-SEHAT SELALU YAπππ, REZEKI BERLIMPAH DAN BAHAGIA SELAMANYAππππππππππππππππππ
__ADS_1
Untuk karya akan update setiap harinyaπ€π€π€π€π€π₯°π₯°π₯°π₯°
SALAM HANGAT DARI AUTHOR LINDA HUANG ππππππππππππ