Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Cole Merasa Berat


__ADS_3

"Vic, maafkan aku selama ini tidak pernah menjadi seorang istri yang baik, ini adalah kegagalan ku seumur hidupku,'' ucap Julia yang merasa menyesal.


"Julia, jangan di pikirkan lagi! selama ini sudah banyak hal yang telah terjadi, yang sudah berlalu biarlah berlalu, kita sama-sama melakukan kesalahan. dan aku juga bukan suami yang baik dan papa yang baik. putra kita juga sudah dewasa, dia juga memiliki kehidupannya. kita yang sudah tua ini hanya bisa mendukung apapun yang di lakukan mereka. asal mereka bahagia.


"Sebelumnya aku bersikap kasar pada Flower apakah kamu masih menyalahkanku?" tanya Julia.


"Semua orang juga pernah melakukan kesalahan. asal kita berubah maka hidup kita akan lebih baik," kata Vic.


"Hinaan dan caci maki dariku sangat melukai anak itu, dia bukan hanya tidak menyalahkanku tapi dia juga menerimaku sebagai ibunya. aku tidak menyangka setelah sembuh aku merasa lebih bahagia dari dulu," ujar Julia dengan senyum.


"Bisa mulai dari awal dan belajar melupakan ini akan membuat hari mu lebih bermakna," kata Vic dengan senyum.


"Vic, setelah ingatan ku sembuh, aku memikirkan semua yang pernah ku lakukan, dan semua perkataan yang pernah keluar dari mulutku sangat menyakiti semua orang yang di sisiku. selama sebulan ini aku telah merenung kesalahanku. tidak ada kebaikan yang ku lakukan selama ini. dan aku masih beruntung kamu dan Steve tidak memilih melepaskan semua tentangku. Vic, maaf telah membuat mu menderita selama ini. sering kali aku membangkitkan kemarahan mu sehingga kau harus masuk rumah sakit. aku tahu sekarang walau menyesal juga tidak berguna lagi. semua sudah terjadi. dan hanya bisa membalas dengan kebaikan," kata Julia yang merasa bersalah.


"Julia, hidup bahagialah dan jangan merasa bersalah lagi. kita sudah tua dan yang kita harapkan hanyalah anak-anak bisa hidup bahagia dan memiliki keluarga yang bahagia."


"Vic, aku hanya penasaran dengan satu hal, apakah kamu masih belum melupakan dia?"


"Dia selalu ada di hatiku," jawab Vic.


"Andaikan aku memintamu untuk memberiku satu kesempatan, apakah kau akan menerima ku lagi?"


"Walau kita sudah bukan suami istri, tapi kita masih bisa menjadi teman baik. mulailah menjalani kehidupan yang bahagia. lupakan masa lalu!" jawab Vic.


"Aku mengerti maksudmu," jawab Julia dengan senyum.


Tidak lama kemudian Vic melangkah keluar dari kamar Julia.


Julia hanya tersenyum saat mendengar jawaban dari mantan suaminya itu. walau masih merasa kecewa akan tetapi dirinya hanya bisa menyalahkan diri sendiri.


"Julia, dirimu hanya bisa menyalahkan diri sendiri. dirimu yang dulu sama sekali tidak bisa menghargai suamimu. sehingga dia lari ke pangkuan wanita lain. kini putri dia juga sudah dewasa, dan menjadi putrimu juga," batin Julia.


Perjalanan


Vic bersama Flower dan Steve meninggalkan rumah sakit dan menuju ke tempat tinggal mereka.

__ADS_1


"Pa, apa papa tidak memberi bibi satu kesempatan?" tanya Flower yang duduk di samping ayahnya itu.


"Flower, papa dan bibimu hanya akan menjadi teman baik,"jawab Vic dengan senyum.


"Apa papa masih marah dengan bibi?" tanya Fower.


"Tidak sama sekali, hanya waktu yang sudah berlalu tidak bisa kembali lagi. jadi lebih menjadi teman baik karena hubungan teman adalah selamanya," jawab Vic dengan senyum.


"Apa papa pernah berpikir untuk mencari teman hidup?" tanya Flower.


"Papa sudah memiliki kalian berdua, untuk apa mencari teman hidup lagi?" tanya Vic dengan tertawa.


"Apa papa tidak kesepian? aku tidak bisa tinggal bersama papa dan kakak juga sibuk bekerja," kata Flower.


"Adik, papa adalah pria yang setia pada cinta, jadi papa tidak akan mencari wanita lain lagi," ujar Steve yang sedang menyetir.


"Betul kata kakakmu, papa tidak akan kesepian karena kalian berdua sudah dewasa, dan papa juga sangat bahagia dan tidak ada kekurangan lagi," ujar Vic.


"Papa sangat setia dan hebat," ucap Flower.


"Mama pasti merasa gembira kalau mendengar ucapan papa," kata Flower dengan senyum.


"Dan mamamu pasti juga akan merasa bahagia kalau mengetahui putri kecil kami sudah mau menikah," ucap Vic yang memeluk Flower.


"Hahahahaha....bagaimana kalau kita makan di luar? hari ini adalah hari yang membahagiakan," ujar Steve.


"Boleh juga! mari kita pesan makanan kesukaan putri kecilku ini," jawab Vic dengan senyum.


"Kita akan pergi ke restoran yang paling mewah,"kata Steve dengan tertawa kecil.


Tempat tinggal Bared.


Bared yang baru kembali ke london ia bertemu dengan Cole dan Charles.


"Charles, aku mendengar info Fernando mencari masalah denganmu. dan terjadi pertarungan besar di antara kalian," ujar Bared.

__ADS_1


"Iya, masalah ini sudah berakhir," jawab Charles.


"Charles, apakah kamu tahu, banyak gangster yang mendengar mengenai kekalahan Fernando, nama mu di puja-puja oleh mereka. dan sekarang banyak yang merasa kagum padamu. nama Black Dragon sudah tersebar ke mana-mana, dan aku yakin tidak lama lagi kau pasti akan memiliki anggota baru," kata Bared dengan tertawa.


"Hahahahaha...semua ini juga di bantu oleh semua anggota Black Dragon, tanpa mereka aku juga tidak bisa apa-apa," kata Charles.


"Charles, si botak itu sudah lama di benci orang, kematian dia membuat banyak orang merasa gembira, dunia gangster sangat banyak mengharapkan kematian dia," ujar Bared.


"Mungkin karena kekejamannya, sehingga dia di benci oleh semua orang," kata Charles.


"Paman, kali ini kamu pulang sangat tepat waktu, acara sisa 3 hari lagi,"kata Charles.


"Hari penting keponakan ku dan sahabatku mana mungkin aku tidak kejar untuk kembali ke sini. hahahahah...selain itu aku juga ingin mengatakan jika aku ingin pensiun," ujar Bared.


"Pensiun? apa kamu serius dan sudah mempertimbangkannya?" tanya Charles.


"Iya, aku serius dan sudah tiba saatnya untuk aku mundur dari dunia gangster, usiaku sudah tidak muda. sudah saatnya aku menikmati hidup. dan aku berharap Cole akan meneruskan posisi sebagai ketua dalam kumpulan ku," jelas Bared yang menatap ke arah putranya.


"Pa, apa begitu cepat ingin pensiun langsung?" tanya Cole.


"Hahahahaha...sudah tidak cepat, Cole. usiaku sudah tua. di saat aku harus terlibat baku tembak dan mengejar musuh, aku baru sadar aku sudah tua. oleh karena itu aku merasa waktuku sudah berlalu. dan sudah waktunya menganti anak muda yang mengurusnya," jawab Bared.


"Cole, betul kata paman. ini sudah saatnya kamu yang meneruskan tugas paman!" kata Charles yang menatap ke arah pengawalnya itu.


"Apa aku harus keluar dari Black Dragon? aku sudah sangat lama di sana," tanya Cole yang merasa berat.


"Cole, seperti yang ku katakan. Black Dragon adalah tempatmu untuk selamanya, kau bisa menjadi ketua di kumpulan ayahmu. dan di saat kau merindukan kami semua, kau juga bisa kembali ke Black Dragon melihat kami," ujar Charles


"Hahahahahah....papa sangat mengerti perasaanmu, Cole. kamu sudah lama ikut Charles, oleh sebab itu kamu merasa berat. semua anggota di Black Dragon adalah teman seperjuanganmu. kalian sudah melalui banyak halangan dan rintangan. jadi tentu saja merasa berat, kamu bisa tinggal di sini untuk beberapa hari sebelum berangkat. dan seperti kata Charles kau bebas dan bisa kembali untuk bertemu dengan temanmu di sini,"lanjut Bared.


"Pa, beri aku waktu beberapa hari sebelum aku ke spanyol!" pinta Cole.


"Tidak apa-apa, papa mengerti perasaanmu," jawab Bared dengan senyum.


Cole menghabiskan minuman dalam sekali tegukan. bukannya merasa gembira bisa mengantikan posisi ayahnya, ia malah merasa ragu dan tidak bahagia.

__ADS_1


__ADS_2