
"Di sini ada Cole dan Harry yang menjagaku. jadi, tidak ada siapapun yang bisa melukaiku!" ucap Flower.
"Aku tidak bisa tenang kalau kamu di sini, dan aku tidak bisa tidur sendirian juga tanpamu," kata Charles.
"Kenapa?"
"Karena aku sudah terbiasa memeluk mu setiap kali aku mau tidur," jawab Charles dengan senyum dan sambil memeluk pujaannya dengan erat.
"Kalau begitu peluk aku agar aku bisa tidur dengan nyenyak," ucap Flower dengan senyum.
"Aku akan memeluk setiap kamu ingin tidur! selamat malam," ucap Charles dengan mengecup dahinya Flower.
"Selamat malam," balas ucapan Flower yang di dalam pelukan Charles.
Keesokan harinya.
Winz baru selesai menangani seorang pasien wanita yang hampir tewas karena pemerko.saan.
"Dokter Winz bukankah dia adalah pasien Anda sebelumnya, kenapa bisa begitu mengenaskan setelah dia keluar dari sini?" tanya suster yang sedang berjalan dengan Winz yang baru keluar dari kamar darurat.
"Mungkin saja di culik dan di perko.sa. ini akan meninggalkan luka yang mendalam baginya," jelas Winz.
"Bagaimana dengan kondisinya?"
"Sangat buruk! bagian kewanita*nnya. telah robek, dan pendarahan dalam juga. bisa saja dia di paksa melayani banyak pria," jelas Winz.
Apakah dia tidak memiliki keluarga?"
"Tidak ada keluarga! tidak ada teman, tidak ada saudara. yang ada hanya mantannya saja," jawab Winz.
"Dia sangat kasihan! Dokter Winz, aku hanya khawatir jika dia tidak sanggup terima kenyataan ini di saat dia sadar, apa dia akan melakukan hal bodoh di saat dia sadar nanti?"
"Perhatikan saja setelah dia sudah sadar besok! andaikan tadi terlambat beberapa menit saja nyawanya pasti sudah melayang. kondisinya sangat lemah sekali," jelas Winz.
"Si pelaku sangat kejam, setelah memperko.sa, dia di buang begitu saja dalam kondisi tanpa pakaian. kalau saja bukan karena di temukan warga sana gadis itu pasti sudah mati. dia juga sudah pucat dan hujan deras membuat tubuhnya mengigil , kondisinya sangat mengenaskan," ujar suster.
"Kita berusaha semaksimal mungkin agar bisa menyembuhkan dia dari segi fisik ataupun fiksi!" kata Winz.
"Hubungi mantan pacarnya! agar dia tahu kondisi wanita itu!" pinta Winz kepada susternya.
"Baik Dokter Winz," jawab susternya.
"Winz," sapa Charles yang berjalan menghampirinya.
"Charles, ada apa?" tanya Winz.
"Winz, Flower meminta pulang ke rumah. apakah kondisinya baik-baik saja?"
"Flower pingsan karena dia merasa tertekan, jika kondisinya sudah stabil maka dia bisa keluar kapanpun," jelas Winz.
"Apa perlu melakukan pemeriksaan lagi untuk kesehatannya?"
"Apa kamu mau Flower di periksa lagi?"
"Iya, aku mau memastikan kondisi kesehatannya sebelum pulang!"
"Aku akan ke sana sebentar lagi! dan aku akan mengambil sampel darahnya," kata Winz.
"Baiklah terima kasih!" ucap Charles.
"Sudah! jangan ucap terima kasih terus, Flower juga sudah seperti adikku sendiri," jawab Winz dengan ramah.
Mansion Stallone.
Stallone sedang duduk di sofa sambil menonton rekaman aksi pem*rkosaan yang di alami oleh Jesse.
"Bos, wanita itu telah di larikan ke rumah sakit, lukanya cukup parah sehingga pendarahan," ujar Juve.
"Biarkan saja! asal dia masih hidup," jawab Stallone.
"Bos, kenapa kita harus membawanya ke rumah sakit, bukankah kita sudah menyelamatkan dia?"
"Tujuan utamaku adalah ingin dia hidup menderita, asal dia masih hidup maka kejadian itu akan menjadi mimpi buruk baginya. aku ingin dia menderita seumur hidupnya untuk membalas dendam dengan apa yang sudah dia lakukan pada Lucy!"
"Rekaman ini untuk...?"
"Setelah dia sadar aku ingin dia melihatnya dan menyebar ke internet, aku yakin dia pasti akan menjadi terkenal," jawab Stallone.
"Bagaimana caranya bos mendapatkan rekaman itu?"
__ADS_1
"Aku menyuruh salah satu anggota yang bekerja di rumah itu untuk merekam semua kejadian yang di sana, setelah rekaman ini di sebar maka para masyarakat akan menganggap dia adalah murahan sehingga melayani delapan pria dalam satu hari," jelas Stallone.
"Baik Bos," jawab Juve.
"Bagaimana wanita yang ku mau, apakah belum di antar ke sini?" tanya Stallone.
"Dalam perjalanan, Bos!"
"Aku sudah di buat kesal karena wanita ini, aku harus mencari seseorang untuk pelampiasan," ujar Stallone.
"Baik Bos, sebentar lagi dia akan tiba."
"Aku mau mandi! kalau dia sudah datang suruh dia ke kamar mandi!" perintah Stallone yang membuka kancing kemejanya.
"Iya, Bos," jawab Juve.
"Sebentar! berapa usianya dan apakah dia secantik Flower?" tanya Stallone.
"Ha...Flower?"
"Maksudku apa dia secantik Lucy!" jawab Stallone yang langsung beralih.
"Dia secantik Lucy, dan tubuhnya juga sangat seksi sesuai dengan selera Anda Bos!"
"Baiklah, kalau dia datang suruh dia jangan membuang waktu. aku tidak mau menunggu lama!"
"Iya Bos!" jawab Juve.
Stallone melepaskan kemejanya dan melempar ke sofa lalu dirinya berjalan menuju ke kamar mandi.
"Kenapa bos tiba-tiba menyebut nama Flower?" ucap Juve dengan penasaran.
Setelah sepuluh menit kemudian di saat Stallone sedang mandi datanglah seorang wanita yang telah di panggil oleh Juve masuk ke kamar mandi.
"Tuan," sapa wanita itu yang sudah tanpa balutan apapun di tubuhnya.
Stallone yang sedang mandi langsung menoleh ke arah wanita itu, hasratnya semakin mengebu-ngebu di saat melihat sesosok wanita cantik yang memiliki tubuh yang seksi, dua buah dada yang menonjol serta kulitnya yang putih. Stallone menatap setiap inci tubuh wanita itu dan kemudian dia menarik dan mendorong wanita itu ke dinding, tanpa menunggu lama Stallone mengangkat kaki mangsanya dan langsung memasukkan senjatanya ke milik wanita tersebut.
Gesekan demi gesekan yang di lakukan oleh Stallone tanpa berhenti. dia menikmati puncak kenikmatan sehingga berkali-kali dan melanjutkan aksinya dengan naf.su. setelah selesai bermain di kamar mandi mereka melanjutkan bermain di kasur.
"Siapa namamu?" tanya Stallone yang sedang menyetubuhi wanita itu.
Setelah dua jam kemudian Stallone menghentikan aksinya. ia mengeluarkan lembaran uang dari dompetnya dan memberikan kepada wanita itu.
"Tuan, apa kamu akan memanggilku lagi?" tanya Alecia yang sedang menghitung uang lembaran.
"Tidak perlu! aku tidak suka melakukan ke dua kali terhadap satu wanita," jawab Stallone.
"Bukankah gadis yang bernama Lucy sebelumnya juga menamani Anda beberapa kali?" tanya Alecia dengan merasa kecewa.
"Juve yang memberitahumu? Lucy beda denganmu! mulai besok tidak usah datang lagi!"jawab Stallone yang melangkah menuju ke kamar mandi.
Keesokan harinya.
Rumah sakit...
Winz menjumpai Flower untuk mengambil sampel darahnya.
"Winz, apa perlu mengambil sampel darah lagi?" tanya Flower.
"Perlu! karena ini untuk pemeriksaan seluruh tubuhmu, pacarmu ini sangat khawatir denganmu. sehingga memintaku untuk memeriksa mu lagi," jawab Winz sambil melihat ke arah Charles.
"Charles hanya terlalu khawatir, padahal aku tidak merasa tidak sehat," jawab Flower.
"Flower, ini untuk kebaikanmu juga, aku ingin memastikan jika kamu sehat-sehat saja. aku tidak mau melihat bonekaku ini jatuh sakit," kata Charles yang duduk di samping Flower.
"Tapi kemarin sudah di periksa secara keseluruhan, selama ini aku juga jaga makan. dan tidak pernah makan di luar. apa lagi vitamin yang kamu sediakan untukku setiap hari aku minum dengan rutin. selera ku bagus dan tidur juga nyenyak, selama ini aku tidak merasa ada yang tidak nyaman," ujar Flower.
"Baiklah! hanya untuk kali ini ya," ujar Charles.
"Untuk kali ni saja, jangan ambil darahku lagi ya!"
"Hahahaha..iya aku berjanji padamu," ucap Charles.
"Kalian ini sangat mesra! wanita yang bisa mendapatkan pria sepertimu maka dia sangat beruntung. selalu saja utamakan kesehatan istrinya, dan kau juga tidak pulang sama sekali selama Flower rawat di sini," ujar Winz dengan seraya bercanda.
"Aku tidak bisa tenang kalau Flower tidak berada di sampingku. oleh karena itu selama dia di sini aku juga harus di sini. dengan begini aku baru bisa tidur dengan tenang," jawab Charles dengan senyum.
"Kalian ini memang sangat mengagumkan, aku tidak ingin menganggu kalian lagi. bye...bye..." ucap Winz yang melangkah keluar.
__ADS_1
"Bye...bye..." ucap Flower dengan senyum.
"Charles, lain kali jangan ambil sampel darahku lagi!" pinta Flower.
"Kenapa, apa kamu merasa sakit karena jarumnya?" tanya Charles.
"Bukan! aku hanya tidak mau darahku di ambil. apa lagi yang di ambil tidak sedikit," gerutu Flower
"Hahahah...aku berjanji padamu! akan tetapi kau harus memeriksa kesehatanmu selama dua bulan sekali ya!"
"Kenapa? apa aku menghidap penyakit?"
"Bukan seperti itu! ini hanya untuk menjaga kesehatanmu. aku ingin merawat mu dengan baik, oleh karena itu kau harus selalu minum vitamin yang aku sediakan. dan selalu rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. hanya ini permintaanku padamu!"
"Baik aku mendengarkanmu!" jawah Flower dengan menurut.
"Boneka kesayanganku memang sangat penurut!" ucap Charles dengan mencium bibirnya Flower.
Di sisi lain Steve dan Vic berada di luar penjara besar. mereka datang hanya ingin memastikan hukuman mati yang di jatuhkan kepada Mark Clisten di saat itu. Mark menjalankan hukuman dengan cara di tembak mati. dan di tempat khusus untuk para narapidana yang harus menjalankan hukuman mereka.
Mark di bawa ke tempat itu yang sudah di tunggu oleh dua orang polisi yang bertugas menembak mati setiap narapidana.
"Aku Mark Clisten sudah berakhir, karena kesalahanku aku harus berakhir di sini, semua orang menginginkan kematianku, bahkan langit juga menginginkan kematikanku. Ella, hari ini aku menebus semua kesalahan yang ku lakukan padamu di masa lalu. aku akan minta maaf denganmu di saat kita bertemu di sana." batin Mark
Mark di tekan oleh dua pegawai penjara sehingga berlutut di tempat. dan di saat dua polisi mengarahkan pistol mereka Mark memejamkan matanya dengan pasrah.
Setelah beberapa saat kemudian saatnya tiba.
DOR...DOR...DOR...DOR...
Empat tembakan menembus ke jantung Mark sehingga akhirnya ia tumbang tidak bernyawa. Mark telah meninggal karena di hukum mati yang harus dia jalani, sementara Mona dan Fannie walau mereka di penjara akan tetapi kehidupan mereka di dalam sana penuh dengan penderitaan.
PLAK...PLAK...PLAK...PLAK...
Tamparan yang di lakukan oleh tahanan wanita lainnya mengenai wajah Mona dan Fannie
"Aarrghh..."
"Aarrghh..."
"Jerit serentak Mona dan Fannie yang tak berdaya karena di tahan oleh tahanan lainnya.
PLAK...PLAK...PLAK...PLAK...
"Aarrghh..."
"Aarrghh..."
Selain menerima tamparan setiap hari mereka juga di paksa minum air kencing para tahanan lainnya, jatah makanan yang di berikan oleh penjaga penjara juga di rebut oleh sesama tahanan lainnya, sehingga membuat Mona dan Fannie harus menahan lapar dan di paksa makan kotoran.
"Beri kami makan!" pinta Mona yang tergeletak lemas dan tersiksa
"Haus!" keluhan Fannie yang bibirnya kering karena sudah lama tidak mendapatkan minuman, setiap hari ia di paksa menelan air kencing oleh mereka.
Mereka harus menerima siksaan setiap saat, dan hanya bisa pasrah di pukul, di tendang serta minum dan makan kotoran. wajah mereka bengkak, seluruh tubuh kesakitan dan rambut mereka yang berantakan. tidak ada lagi penampilan rapi dan bersih. kini mereka hanya bisa berpenampilan dengan berantakan dan kotor.
"Dulu kalian adalah wanita sombong yang hidup mewah, karena kesombongan kalian maka kalian harus menerima nasib tragis ini," ujar salah satu tahanan wanita.
"Kami tidak kenal kalian! kenapa kalian melakukan ini pada kami?" tanya Mona yang sedang kesakitan.
"Kami di bayar untuk menyiksa kalian!" jawab salah satu dari mereka.
"Siapa dia?" tanya Mona.
"Bos Black Dragon, Charles Robertson. kami di bayar dengan harga selangit hanya untuk menyiksa kalian. selama kalian menjalani masa hukuman maka kami akan menyiksa kalian setiap saat."
"Bunuh saja kami!" pinta Mona yang sudah tidak tahan dengan siksaan tersebut.
"Kami tidak dibayar untuk membunuh kalian. kami di bayar untuk siksa kalian, tugas kami hanya membuat kalian menderita."
"Kalian berdua sudah menyinggung salah orang, sehingga harus menerima akibat ini. apa kau tahu kami di sini bukan tahanan sebenarnya. kami hanya tinggal di sini untuk menyiksa kalian. kami mendapat bayaran tinggi setiap bulan. dan akan berlangsung selama masa hukuman kalian."
Mendengar jawaban wanita itu Fannie dan Mona hanya bisa menangis tak berdaya, mereka harus menerima nasib yang lebih menderita dari pada di hukum mati. setiap saat, setiap hari sehingga masa hukumannya mereka harus menjalankan kehidupan yang menakutkan bagi mereka. tidak ada lagi makanan yang layak, pakaian mewah, fasilitas mewah yang biasa mereka nikmati dulu. kini mereka bahkan tidak bisa mendapatkan setetes air bersih untuk menghilangkan rasa haus mereka. beginilah kehidupan dan nasib yang harus mereka terima. hidup dan mati tidak ada yang tahu, apakah mereka mampu bertahan hidup selama masa hukuman atau mereka akan meninggal karena tidak bisa menahan siksaan tersebut.
Sementara di luar Vic dan Steve yang masih berada di luar penjara telah mendengar suara tembakan dari hukuman itu.
"Pa, dia sudah mati. bibi pasti sudah tenang di sana!" ujar Steve.
"Bagaimana dengan dua wanita itu? mereka sangat keterlaluan juga," tanya Vic.
__ADS_1
"Pa, Charles tidak akan membiarkan mereka hidup tenang di dalam penjara. mari kita pulang. aku akan menceritakan kondisi mereka di dalam sana!" ajak Steve yang masuk ke dalam mobil, begitu juga dengan Vic.