Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Siksaan untuk pengkhianat


__ADS_3

"Tuan Bared, jika butuh bantuan katakan saja padaku!" ujar Charles.


"Charles, untung saja aku mengenalmu! kau sudah menyelamatkan ku berkali-kali," ucap Bared dengan senyum.


"Tuan Bared, untuk saat ini sebaiknya kita mencari tempat tinggal yang aman untukmu, anggota Andrew ada di mana-mana, dia bisa mengetahui Anda di sini itu berarti mereka sudah mengikuti Anda selama ini!" ucap Charles.


"Aku sangat menganggap remeh sehingga tidak tahu di ikuti!" ujar Bared dengan menghela nafas.


"Tuan Bared, aku tahu tempat yang aman untukmu," kata Charles.


"Apa kamu ingin aku pindah sekarang juga?" tanya Bared.


"Benar! sekarang aku akan membawa Anda ke sana!" jawab Charles.


Sesaat kemudian Charles dan Bared pergi menuju ke tempat tinggal baru untuk Bared.


Setelah setengah jam kemudian mereka tiba ke sebuah tempat tinggal yang di kelilingi tembok pagar dan memiliki halaman yang cukup luas.


"Charles, apa ini adalah rumahmu?" tanya Bared.


"Iya, hanya saja aku tidak pernah tinggal di sini," jawab Charles.


"Mulai hari ini tinggal saja di sini! tidak ada yang tahu tempat ini, walau agak pendalaman akan tetapi di sini sangat aman," kata Charles.


"Heheheeh...Charles, kamu sangat banyak membantuku, aku tidak tahu harus mengunakan apa untuk berterima kasih padamu!" ujar Bared dengan senyum


"Tinggal saja di sini dengan tenang! dan tidak perlu khawatir dengan hal lainnya!" kata Charles.


"Aku akan tinggal di sini selama aku berada di london, dan aku ingin menghubungi anggotaku, bagaimanapun urusanku dengan Andrew harus ada penyelesaian!"


"Lakukan saja yang seharusnya!" ujar Charles.


Markas Black Dragon.


Anto yang mengkhianati Charles harus menerima siksaan di dalam penjara.


SYIUK...


"Aaarrghh...."


SYIUK...


"Aaarrghh...."


SYIUK...


"Aaarrghh...."


SYIUK...


"Aaarrghh...."


SYIUK...


"Aaarrghh...."


Sebatan demi sebatan di lakukan oleh Harry yang sedang menyiksa Anto.

__ADS_1


Anto di ikat dengan tangannya yang di gantung sambil menerima sebatan tanpa berhenti, seluruh tubuhnya di penuhi dengan luka-luka yang mengeluarkan darah.


"Bunuh saja aku!" ketus Anto yang sedang menahan sakit.


"Ingin mati setelah mengkhianati bos? jangan bermimpi!" bentak Harry yang sedang melakukan penyiksaan terhadap Anto.


SYIUK...


"Rasakan akibatnya!"


"Aaarrghh...."


SYIUK...


"Aaarrghh...."


SYIUK...


"Aaarrghh...."


SYIUK...


"Aaarrghh...."


Tidak lama kemudian Charles mendatangi ke penjara itu dengan di temani oleh Cole.


"Bos," sapa Harry dan anggota lainnya.


"Kenapa tidak membunuhku saja?" tanya Anto yang sedang menahan sakit.


"Membunuh sangat mudah bagimu! peraturan sini jika kau berani mengkhianati kumpulan Black Dragon maka kau harus menerima nasibmu!" kata Charles.


"Demi uang kau mengkhianati bos! dan masih saja banyak bicara!" bentak Cole.


"Harry, lanjutkan! jangan membiarkan dia cepat mati!" perintah Charles.


"Baik Bos," jawab Harry dengan menurut dan melanjutkan siksaannya terhadap Anto.


SYIUK...


"Aaarrghh...."


SYIUK...


"Aaarrghh...."


SYIUK...


"Aaarrghh...."


Setelah beberapa menit kemudian Charles dan Cole meninggalkan penjara, sementara Harry masih sedang menyiksa tahanannya itu.


Markas Black Dragon


"Flower, beberapa hari ini kamu tinggal di sini, apa kamu akan merasa bosan?" tanya Charles yang sedang memangku Flower.


"Tidak! di sini ada kakak Liza dan lainnya. Jadi aku tidak merasa bosan," jawab Flower dengan senyum.

__ADS_1


"Apa kamu tidak merasa takut di sini?" tanya Charles.


"Tidak takut! kamu jangan mencemaskan ku! aku baik-baik saja!" jawab Flower.


"Bonekaku ini sudah semakin pintar dan berani! dan kamu juga bisa begitu cepat mahir mengunakan pistol," ucap Charles yang sedang memeluk pinggang Flower.


"Kamu adalah gangster dan aku tidak ingin membuatmu khawatir padaku, jadi aku harus bisa melindungi diriku sendiri, selain itu aku juga harus waspada dengan sekeliling agar tidak jatuh ke tangan mereka," kata Flower.


"Kau cukup pintar saat menghadapi Anto!"


" Sebenarnya di saat itu aku juga tidak pasti dia ada di pihak mana! aku merasa yakin di saat aku melihat dia berdiri di luar pintu selama beberapa saat," jelas Flower.


"Kau sangat teliti! jika aku tidak berada di markas maka aku akan membawa mu ke rumah, di sana akan lebih aman, lain kali aku meninggalkan Cole tinggal untuk menemanimu," ujar Charles.


"Tidak perlu! Cole juga sedang sibuk, aku bisa sendiri di rumah!"


"Flower, maaf. jika pernikahan kita di tunda lagi!" ucap Charles dengan merasa bersalah.


"Jangan meminta maaf padaku, aku tahu masalahmu belum selesai, sebelumnya adalah pengikut Brad dan sekarang ada musuh lain yang datang menganggumu," jawab Flower.


"Bonekaku ini akan ku jaga dengan baik!" ucap Charles yang mencium bibirnya Flower.


Malam hari


Cole berdiri di halaman depan sambil melihat kalung liontin di pegangannya itu. kalung liontin berwarna silver yang selama ini dia bawa ke mana-mana.


"Sudah malam! kenapa masih di sini?" tanya Harry yang melangkah keluar dan menghampiri sahabatnya itu.


"Aku belum ingin tidur!" jawab Cole yang tanpa memandang ke arah Harry.


"Sudah lama kau menyimpan kalung itu, apa kau tahu siapa pemiliknya?" tanya Harry yang sedang berdiri di samping sahabatnya itu.


"Tidak tahu! saat aku bangun dan keluar dari kamar, aku melihat kalung ini di depan pintu kamarku, dan hingga sekarang aku tidak tahu milik siapa," jawab Cole.


"Kau tidak tahu milik siapa? tapi kenapa kau membawanya selama ini?"


"Aku hanya merasa aku sangat menyukainya!"


"Apa isi liontin itu?"


"Hanya jam saja dan sudah tidak hidup"


"Unik sekali! aku tidak menyangka jika kau akan membawanya selama ini."


"Tidak tahu kenapa aku sangat menyukainya! walau kalung ini tidak ada manfaat bagiku." kata Cole yang sedang menatap liontin.


"Apa kau berencana ingin mengantung ke leher mu untuk seumur hidup?" tanya Harry.


"Aku berharap bisa bertemu dengan pemilik aslinya." kata Cole yang memasang kalung liontin itu ke lehernya.


"Mana mungkin! kalung ini di tanganmu saja sudah dua puluh tahun lebih, bisa jadi pemiliknya sudah meninggal. lagi pula kau juga tidak kenal siapa pemiliknya!" jawab Harry.


"Apa kau tidak merasa musuh kita menjadi semakin banyak? kita sudah menyelidiki begitu lama akan tetapi hingga sekarang kita masih tidak mendapatkan sarang pengikut si rubah tua itu!" ujar Harry.


"Mereka adalah anggota terlatih! dan Brad mengatur tempat persembunyian dengan begitu rahasia, ini memang sudah sikapnya dari dulu!" kata Cole.


"Walau dia sudah tewas tapi mereka masih tidak muncul! dan yang mengincarkan kita malah musuh tuan Bared," ujar Harry.

__ADS_1


"Di saat kita menerima tawaran tuan Bared, maka semua yang berhubungan dengan dia kita pasti akan terlibat, ini sudah di katakan oleh tuan Bared terhadap bos," jelas Cole


__ADS_2