
Tengah malam
Di tengah malam itu Mona di paksa Farlos untuk memuaskannya, Farlos melepaskan secara paksa celana yang di kenakan oleh Mona, tanpa melepaskan pakaian yang membalut tubuh bagian atasnya, setelah terlepas semua bagian bawahnya Farlos langsung menyetub"hi Mona yang hanya bisa pasrah
"Dasar kau brengs*k, kau sudah tahu aku hamil tapi masih saja memaksaku melayanimu" ketus Mona yang di setub*hi Farlos
"Apa kau mengira kau bisa tinggal dan makan gratis di sini? tentu saja kau harus mengunakan tubuhmu untuk membayarku" jawab Farlos yang sedang melakukan pergerakan di bawah sana
"Aku tidak makan dan tinggal gratis, aku dan Fannie juga bekerja hingga merasa lelah" ujar Mona dengan kewalahan
"Selagi ada yang bisa ku cicipi tentu saja aku tidak melepaskan peluang ini, walau aku sudah muak melihat tubuhmu, tapi bagian mu ini masih bisa memuaskan ku" ujar Farlos dengan melakukan hentakan yang kuat
"Aaaarrrgghhh" jeritan Mona yang menarik sprei dengan ke dua tangannya
"Kau sudah seharian meniduri gadis di kamar itu, tapi kau masih tidak melepaskan aku dan Fannie" ujar Mona dengan menahan sakit
"Karena kalian semua hanya menjadi pemuas ku, dan jangan khawatir jika anakmu ini sudah dilahirkan maka kalian sudah boleh pergi, aku hanya mau anak ini jika dia memang darah dagingku, untuk saat ini kalian bisa ku jadikan sebagai penghangat ranjang, wanita di kamar itu suatu saat juga akan ku usir setelah bosan, apa kau tahu aku sudah mulai mencari wanita untuk penganti dirinya" kata Farlos yang melakukan aksinya tanpa berhenti
"Cukup hentikan, sakit" ketus Mona yang ingin bangkit akan tetapi pinggangnya di tekan oleh Farlos yang sedang melakukan pergerakan di bawah sana
"Jika kau ingin melepaskanmu, mungkin saja ada satu cara"
"Cara apa?"
"Bukankah Flower Clisten adalah anak tirimu?"
"Benar"
"Kalau begitu maka bawalah dia ke atas ranjangku"
"Kau mau wanita itu?"
"Iya, aku mau dia seorang dan menukar kalian berdua, karena dia lebih berharga bagiku" jawab Farlos yang masih melakukan aksinya
"Jika kau mendapatkan dia kau akan menyesal"
"Kenapa, asal dia bisa berada di bawahku aku bisa sangat puas, aku bisa melepaskan kalian berdua dan juga Coco demi dia"
"Hahaha...tubuhnya itu di penuhi oleh bekas luka, aku yakin kau akan merasa jijik di saat melihatnya"
"Dia tetap wanita walau banyak bekas luka, tetap juga bisa memuaskan ku, Charles bisa bersamanya hingga sekarang dan aku yakin dia pasti lebih menyenangkan dari pada kalian bertiga"
"Kau sangat serakah, wanita di kamar itu sudah kau tiduri puluhan kali, tapi kau masih tidak puas dan ingin membuangnya" ketus Mona dengan menahan sakit
__ADS_1
"Dia hanya menjadi pelampias ku, demi ingin membalas dendam terhadap Charles, akan tetapi wanita yang ku inginkan tetap anak tirimu yang menawan itu"
Pagi hari
Villa Robertson
"Bos, hari ini aku akan ajak bertemu dengan salah satu tetua tanpa di ketahui tuan besar" ujar Cole
"Lakukan sesuai rencana mu, aku tidak bisa bertemu dengannya secara langsung, setiap gerak-gerik ku di awasi oleh anggotanya, jadi jika kau sudah mengaturnya hubungi aku" ujar Charles
"Baik Bos" jawab Cole
"Pagi ini kau dan Harry lindungi Flower, setelah kau kembali baru pergi menemui salah satu tetua kita" perintah Charles
"Baik Bos" jawab serentak Cole dan Harry
Cole dan Harry menemani Flower berbelanja di pasar yang di ramaikan oleh para pembeli
Flower memilih bahan-bahan dapur, sementara Cole dan Harry berdiri di belakangnya dengan sambil melihat ke sekitaran sana
Di sisi lain Fannie dan Mona juga sedang berbelanja, dan di saat mereka sedang melihat ke sana ke sini mereka menatap tajam ke arah Flower yang tidak jauh jaraknya, lalu merekapun menghampiri Flower dengan di kawal oleh dua anggota Farlos
"Hei..anak sampah" teriak Fannie dengan sengaja mengunakan nada tinggi sehingga semua pembeli di sana memandang ke arah Flower
"Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan anak sampah ini di sini" ketus Mona dengan hinaan
"Apa kalian ingin mati?" kecam Cole dengan tatapan sinis
"Bukankah kalian berdua adalah wanita yang sudah di tiduri oleh Farlos Robertson sehingga hamil?" ucap Harry dengan nada memenuhi satu pasar itu
Dengan ucapan Harry yang membuat semua orang terdengar melihat ke arah Fannie dan Mona
"Fannie, Mona, kalian adalah ibu dan anak tapi bisa saja mengandung anak dari pria yang sama, kalian sangat menjijikan, demi ingin memuaskan pria itu kalian berkongsi dan menunggu giliran untuk di tiduri, apa kalian tidak malu di sentuh oleh pria yang sama? yang satu sudah tua dan satu lagi belum menikah, sangat murahan, oh iya siapa yang tidak tahu jika Farlos sangat menyukai tubuh wanita, makanya kalian rela menyerahkan tubuh kalian demi ingin mendapatkan kesenangan" kata Harry dengan nada tinggi
"Jangan menghina bos kami" bentak dua anggota Farlos
"Kenapa, ingin melawan kami?" kecam Cole yang langsung mengeluarkan senjatanya dan menodong ke arah dua anggota itu, karena melihat Cole yang memiliki senjata para pembeli di pasar sana langsung berlari berhamburan meninggalkan tempat itu
Dua anggota Farlos hanya bisa terdiam pasrah saat di todong
"Sekian lama tidak melihat kalian kelihatannya mulut kalian masih tidak berubah" ujar Flower
"Anak sampah, kalau bukan karena dirimu maka kami tidak bernasib malang seperti ini, kenapa kau tidak mati saja saat kebakaran itu terjadi..ha?" bentak Mona dengan merasa kesal
__ADS_1
"Wanita kurang ajar" ketus Harry yang ingin melayangkan tamparannya akan tetapi di tahan oleh Flower
"Biar aku yang melakukannya sendiri, selama 10 tahun hidupku hancur di tangan mereka, hari ini biarkan aku yang membalasnya" ujar Flower dengan menatap ke arah Harry
"Baik Nona" jawab Harry dengan menurut
"Kau ingin menindasku lagi?" ketus Flower dengan melayangkan tamparan ke wajah Mona
PLAAAAKKK
Tamparan kuat di lakukan oleh Flower mengenai wajah Mona
"Aaarghhh" jeritan Mona yang kesakitan
"Mama" teriak Fannie yang memegang ibunya
"Kau berani sekali menampar mamaku" bentak Fannie dengan merasa kesal dan ingin membalas tamparan ke wajah Flower
PLAAAAKK
Tamparan kuat di lakukan oleh Flower yang mengenai wajah Fannie
"Aaarrghhh" pekikan Fannie yang kesakitan sehingga meninggalkan bekas tamparan di wajahnya
"Kau berani sekali, kurang ajar" ketus Mona dengan kesal
"Kurang ajar? jadi bagaimana dengan putrimu yang selama suka membanggakan dirinya dan suka menindas, bukankah sama saja kurang ajar, dan bagaimana caranya kau mendidik putrimu ini" bentak Flower kesal
"Selama ini kalian hanya numpang makan di rumahku dan selalu dengan sengaja menghasut papaku yang tidak berguna itu untuk menyiksaku, dan lihatlah kalian sekarang mirip apa, bukan lagi nyonya yang suka hidup pamer dan bukan juga nona yang suka membanggakan diri" ketus Flower dengan nada tinggi
"Semua ini karena mu, jika bukan karenamu maka kami tidak akan bernasib seperti ini" teriak Fannie
"Aku tidak tahu apa yang sudah terjadi pada kalian, tapi kelihatannya kalian tidak baik-baik saja, jika saja kalian mengalami masalah maka ini adalah balasan untuk kalian" ketus Flower
"Bagaimanapun kau adalah anak tiriku dan aku masih ibumu" bentak Mona dengan kesal dan ingin memukul Flower
Flower yang melihat wanita itu berniat menyakitinya ia pun langsung mendorong kuat Mona hingga terjatuh
Brugh...
"Aaarrgghhh" pekikan Mona yang merasa kesakitan
"Jangan coba-coba untuk menindas ku lagi, apa kalian masih tidak puas sekian lama sudah menyiksaku" teriak Flower yang menarik rambut Fannie
__ADS_1
"Sakiiit" jeritan Fannie yang kesakitan