
Jam dinding menunjukan pukul 20.00.
Bared mendatangi tempat tinggal Andrew dengan hanya di temani oleh Steven.
"Tuan, Anda yakin kita harus masuk? kenapa tidak membiarkan saya saja yang masuk?"tanya Steven.
"Yang di inginkan mereka adalah aku, aku harus muncul di depan mata. kita harus mengulur waktu sambil menunggu kedatangan Charles dan kita juga harus memastikan jika Cole dan Liza dalam keadaan baik-baik saja," jelas Bared.
"Baik Tuan," jawab Steven.
Saat mereka turun dari mobil beberapa anggota menyambut Bared dan juga Steven. mereka di bawa masuk ke dalam tempat tinggal musuhnya itu.
Setelah beberapa menit kemudian mereka melihat Andrew yang adalah musuhnya sedang berdiri di pojokan sambil menatap keluar jendela.
"Bos, mereka datang!" ujar anggota yang membawa Bared dan Steven masuk ke dalam yang di mana tempat bosnya berada.
"Hm...." jawabnya dengan cuek dan menoleh ke arah musuhnya yang selama ini yang dia incar.
"Selamat datang ke duniaku, Bared," ucap Andrew dengan menghampiri Bared.
"Aku tidak menyangka kau mengunakan cara licik ini untuk menangkapku," kata Bared dengan senyum sinis.
"Hahahaha....ini bukan penangkapan melainkan hanyalah mengundang dengan cara yang berbeda," jawab Andrew.
"Mengundang dengan cara yang berbeda? ini sangat luar biasa artinya. Andrew, kau selalu saja bersikap licik dari dulu hingga sekarang!"
"Bared, jangan prasangka buruk padaku, kita sudah lama kenal hanya saja selama ini kita tidak memiliki kesempatan untuk bertemu. aku sangat sedih dan berharap kita bisa bertemu suatu saat."
"Lalu, apa yang kamu inginkan sekarang? seorang gangster besar menahan anak buah dari kumpulan lain untuk memancingku keluar, dan sekarang aku sudah di sini. katakan saja apa mau mu dan di mana mereka?"
"Mereka baik-baik saja! tidak perlu khawatir. mereka bukan sasaranku. sasaranku hanya kamu seorang diri," jawab Andrew dengan senyum.
"Katakan apa mau mu dan di mana mereka?" tanya Bared dengan tegas.
"Mereka ada di kamar! setelah urusan kita berdua selesai maka mereka akan ku bebaskan!"
"Baiklah, aku pegang janjimu! dan sekarang katakan apa mau mu?" tanya Bared.
"Serahkan semua bisnis yang kau rebut dari tanganku!"
"Aku merebut bisnismu? apa kamu masih waras? semua bisnis ku itu aku yang mendapatkan dengan tanganku sendiri, dan bukan hasil rebutan denganmu!"
"Bared, selama ini kau telah banyak merebut bisnis-bisnisku sehingga aku kehilangan bisnis yang ku inginkan!"
"Itu hanya karena kamu tidak berkemampuan, bisnis di jalankan dengan strategi bukan dengan kekerasan, aku mendapat semua bisnis itu dengan caraku sendiri, bukan dengan cara kotor."
"Kau bisa memilih dua jalan! pertama serahkan bisnis yang kau miliki termasuk pelabuhan X. aku akan membebaskan Cole dan Liza. dan ke dua, kau bisa saja tidak serahkan bisnis mu itu, akan tetapi mereka akan lenyap di tanganku!" kecam Andrew.
"Apa kau tahu, kau sudah melakukan kesalahan yang besar dan akan fatal akibatnya. mereka berdua adalah anggota Black Dragon yang tidak seharusnya kau singgung," ujar Bared dengan kecaman.
"Bared, aku hanya meminjam saja! akan tetapi jika kau masih bersikeras maka jangan salahkanku jika aku harus membunuh mereka di hadapanmu. sehebat apapun mereka jika sudah jatuh ke tanganku maka mereka sudah kalah," kata Andrew dengan mengancam.
"Kau akan berhadapan dengan bos mereka!"
"Bisa di katakan jika Charles Robertson ada hubungan saudara denganmu juga. wanitanya adalah keponakan mu," kata Andrew.
"Ini bukan urusanmu, Andrew. lebih baik kita urus saja urusan kita. utamanya adalah jika kau masih tidak ingin melepaskan Cole dan Liza maka kau sendiri yang akan rugi!" kecam Bared.
"Serahkan semua bisnismu! setelah itu kau bisa membawa mereka pergi tanpa lecet sedikitpun," ucap Andrew.
"Apa hanya itu yang kau inginkan?" tanya Bared dengan tatapan tajam
"Benar! hanya itu saja! setelah itu kita tidak akan saling berhubungan lagi!" jawab Andrew.
"Hanya ini satu-satunya cara untuk menyelamatkan Cole dan Liza. aku tidak ada pilihan lain. hanya bisa serahkan semua bisnis yang sudah ku jalani selama ini. walau aku harus kehilangan segalanya. demi Cole dan Liza aku tidak boleh ragu. mereka menjadi korban karena aku juga. lagi pula Cole juga sudah ku anggap sebagai anakku sendiri," batin Bared.
"Aku ingin melihat mereka! untuk memastikan kau tidak berbohong!" pinta Bared.
"Bared, aku tidak akan berbohong padamu, aku bisa menjamin jika mereka baik-baik saja. hanya saja aku tidak bisa membawa mereka keluar. karena kita semua juga tahu ketangkasan seorang Cole mampu membunuh semua anak buahku," jawab Andrew.
"Apa kau sedang ketakutan? dia bisa dengan begitu tenang bertemu denganmu dan tanpa rasa takut sedikitpun. sedangkan dirimu adalah salah satu bos gangster yang besar. tapi kau malah ketakutan. ini sangat lucu!" kata Bared dengan mengejek.
"Hahahahaha....Bared...Bared...apakah aku kelihatan sedang ketakutan? aku hanya berhati- hati saja. di sini adalah sarangku tidak ada yang bisa bertindak sesuka hati," ujar Andrew dengan tertawa.
Tidak lama kemudian anggota Andrew menuju ke ruangan yang di mana bosnya sedang berada.
"Bos," panggil anggotanya yang melangkah masuk.
"Ada apa?"
"Mereka berdua sedang bertarung di dalam. sudah berlangsung lama. barang-barang yang di kamar juga sudah pecah di banting mereka!" jawab anggotanya.
Bared yang mendengar jawaban dari anggota itu merasa sangat gembira di dalam hatinya, karena dirinya sudah tahu kondisi Cole dan Liza sama sekali tidak terancam.
"Hahahahaha....Andrew, dua orang itu memang selalu tidak pernah akur, sama-sama bisa bertarung. jadi kau harus bersabar. yang satu sikapnya sangat dingin dan tidak akan mengalah pada siapapun, dan yang satu lagi keras kepala. dua orang ini di kurungkan dalam satu tempat maka ini adalah kesalahan besar. mereka bisa menghancurkan semua barang yang ada di kamar," ucap Bared dengan tertawa senang.
BRUK...BRUK...BRUK...BRUK...
"Lihat saja bagaimana aku menghajarmu," bentak Liza yang terdengar hingga keluar.
"Wanita gila!" ketus Cole.
BRUK...BRUK...BRUK...BRUK...
Bunyi hantaman dan pukulan yang dari dalam kamar itu.
PRANG...
PRANG...
PRAK...
PRAK...
Bunyi pecahan barang yang berjatuhan.
__ADS_1
Anggota yang sedang berdiri di luar hanya diam mendengar keributan dari dalam kamar itu
PRAK...PRANG...
PRAK...PRANG...
PRAK...PRANG...
PRAK...PRANG...
"Apa yang mereka lakukan di dalam sana, kenapa bunyinya lebih menakutkan dari pada di saat kita sedang berperang dengan musuh!" ucap anggota itu dengan penasaran.
"Tidak tahu! kenapa mereka bisa begitu ganas!" ucap temannya itu.
PRAK...
PRANG...
PRAK...
PRANG...
PRAK...
PRANG...
PRAK...
PRANG...
Bunyi keributan dari dalam kamar tanpa berhenti.
Tidak lama kemudian pintu kamar tersebut tumbang akibat hentakan kuat dari Cole dan Liza.
PRAK....BRUK...
Dua anggota itu kebingungan saat melihat Cole dan Liza yang sedang berbaring di atas pintu sambil beradu tangan.
"Hiak....kurang ajar!"bentak Liza yang sedang menyerang dengan tangannya.
"Hari ini jika aku tidak menghajarmu maka namaku bukan Cole lagi!" bentaknya sambil melawan serangan wanita itu.
Ke dua anggota yang sedang berdiri di sana lalu menarik dan memisahkan Cole dan Liza.
"Hei...sudah...sudah!" bentak salah satu yang menarik lengan Cole.
"Kenapa kalian lebih parah dari anak kecil saja!" ketus temannya yang menarik lengan Liza.
"Aku akan membunuhmu, dasar!" teriak Liza dengan emosi.
"Aku juga akan membunuh mu!" ketus Cole yang sedang kesal.
"Pinjam pistol kalian!" ucap Liza yang merebut pistol milik anggota Andrew yang di selip di pinggang belakang. sama seperti Cole juga mengambil pistol anggota Andrew yang sedang berdiri di sampingnya.
"Aku pinjam pistolmu sebentar setelah aku membunuh wanita ini, akan ku kembalikan!" jawab Cole yang sedang menodong ke arah Liza.
"Apa kau yakin pistol ini ada pelurunya?" tanya Liza
"Tentu saja! pistolnya kami isi pelurunya dengan penuh. kalau tidak, mana mungkin bisa melindungi bos kami!" jawab anggota yang berdiri di samping Liza.
"Wanita gila, aku akan membunuhmu!" ketus Cole.
"Lakukan saja! siapa lebih cepat dia yang menang!" jawab Liza.
"Kalian jangan sembarangan!"
"Letakan senjata kalian, cepat!"
"DIAM! INI URUSAN KAMI, TIDAK ADA HUBUNGAN DENGAN KALIAN"bentak Cole dan Liza dengan serentak.
"Aku hitung sampai tiga, siapa dulu yang tertembak maka dia yang kalah," ketus Liza.
"Baiklah! aku juga mau melihat siapa yang menang!" jawab Cole.
Suasana tegang saat Cole dan Liza sedang menodong senjata, tidak tahu apa sebabnya yang membuat mereka ingin saling membunuh. sehingga kericuhan pun terjadi. seluruh anggota Andrew pada berlari ke arah mereka demi ingin menghentikan pertikaian mereka
Tap...tap...tap...tap...tap...tap...
Puluhan anggota berlari dengan cepat menuju ke tempat Cole dan Liza berada.
"Letakan pistol kalian!" teriak puluhan anggota yang berlari ke arah Cole
"Hentikan mereka!" teriakan puluhan anggota yang berlari ke arah Liza.
Anggota Andrew datang dari dua sisi lorongan itu.
"Jangan membuang waktu! mulai menghitung!" bentak Cole.
Liza kemudian mulai menghitung dan bersiap ingin melepaskan tembakan.
"Satu, dua, ti..."
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
"Aaargghhh..."
"Aaargghhh..."
"Aaargghhh..."
"Aaargghhh..."
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
"Aaargghhh..."
__ADS_1
"Aaargghhh..."
"Aaargghhh..."
"Aaargghhh..."
"Aaargghhh..."
Tembakan yang di lakukan oleh Cole dan Liza yang mengarah ke anggota Andrew.
Cole menembak kumpulan anggota Andrew yang datang dari belakang Liza,begitu pula sebaliknya di lakukan oleh Liza menembak anggota yang ada di belakang Cole.
"Aaargghhh..."
"Aaargghhh..."
"Aaargghhh..."
"Aaargghhh..."
Teriakan mereka yang di tembus oleh peluru Cole dan Liza. dua kumpulan yang datang dari dua sisi masing-masing di tembak dengan secara tiba-tiba dan tewas satu-persatu.
Setelah selesai membunuh mereka, Liza dan Cole berpencar. sementara Andrew dan Bared mendengar suara tembakan yang terjadi di lantai atas.
Andrew langsung mengeluarkan pistolnya dan menodong ke arah Bared dan Steven.
"Kenapa, apa kau takut?" tanya Bared dengan bersikap tenang.
"Bos...Bos," mereka berdua membunuh anggota kita! teriak salah satu anggota yang berlari ke ruangan itu.
"Bunuh mereka!" perintah Andrew dengan kesal.
"Siap!" jawab anggotanya yang kemudian keluar dari ruangan itu.
"Tidak ada yang bisa keluar dengan selamat dari sini!" kecam Andrew.
"Andrew, orang yang kau tahan, kau tidak akan mampu menghentikan dia. dia akan melakukan apa saja, untuk menghancurkanmu!" ujar Bared.
"Hahahahah...Bared, kau jangan lupa di sini adalah sarangku, semua anggota ku ada ratusan. dan mereka sudah dalam perjalanan ke sini. lantas, apa yang bisa kau lakukan. mungkin saja kau akan mati bersama mereka!"
"Aku tidak takut pada kematian, setiap orang akan pergi di saatnya tiba. dan aku sudah siap untuk itu. apa lagi hidup di dunia gangster akan mati kapanpun dan di manapun!" jawab Bared.
"Baiklah, kau tidak takut pada kematian. kita tunggu dan lihat saja. aku tidak akan membiarkanmu mati dengan kesepian. dua bocah itu akan menemanimu," ucap Andrew.
Di sisi lain Cole sedang berlindung di balik salah tembok yang di lantai dua sana, puluhan anggota lainnya berjalan sambil mencari keberadaannya. mereka memeriksa setiap ruangan di sana sambil menodong pistol di setiap tempat yang mereka periksa.
Cole yang melihat mereka sedang tidak menyadari dengan posisinya ia langsung maju dan melepaskan tembakannya.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan dari Cole sambil maju ke arah mereka.
"Aaargghhh...."
"Aaargghhh...."
"Aaargghhh...."
"Aaargghhh...."
Teriakan anggota Andrew dengan serentak.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan yang tanpa berhenti dari Cole ke arah anggota Andrew yang sedang berlari ke arahnya sambil melepaskan tembakan.
"Aaargghhh...."
"Aaargghhh...."
"Aaargghhh...."
"Aaargghhh...."
Jeritan mereka yang terkena tembakan dan tumbang satu-persatu.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan serentak dari mereka yang menembus ke setiap tembok, Cole berlindung di balik tembok itu untuk mencari kesempatan membalas tembakan mereka.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan beruntun di lakukan oleh mereka, sementara Cole masih berlindung di balik tembok itu.
"Tidak bisa menunggu lagi, jika perhitunganku tidak salah bos pasti sudah dalam perjalanan dan tuan Bared pasti sedang bersama Andrew," batin Cole.
"Lebih baik maju dari pada membiarkan mereka menembak terus, ini hanya membuang waktu," gumam Cole sambil mengambil senjata milik anggota Andrew yang sudah tewas di bunuhnya, kemudian Cole munculkan dirinya melepaskan tembakan dengan ke dua senjatanya.
"Ingin membunuhku, lakukan saja!" teriakan Cole dengan nada keras.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan di lakukan oleh Cole yang mengenai mereka sehingga tewas dan tumbang satu-persatu.
Sementara di sisi lain anggota Andrew menaiki anak tangga menuju ke lantai dua. Cole melihat mereka langsung melangkah ke arah tangga dan langsung menembak sejumlah lawannya itu
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
"Aarrgghhh...."teriakan mereka yang tertembak dan jatuh saling menimpa di anak tangga dan berguling-guling hingga ke lantai dasar.
__ADS_1