
Lima puluh pembunuh bersenjata api itu berhasil menerobos masuk ke dalam Villa mewah milik Charles. mereka berpencar mencari keberadaan sasarannya, dalam Villa juga di jaga oleh beberapa anggota Charles
DOR.....DOR....DOR....DOR....DOR...DOR...DOR...
Tembakan di lakukan oleh anggota Charles yang menghadapi anak buah Brad
DOR....DOR....DOR....DOR...DOR...DOR....DOR...
Balas tembakan di lakukan oleh utusan Brad
"Aaaarrgggghhhhh" teriakan serentak anggota Charles yang di tembus oleh puluhan peluru
Setelah para pembunuh berhasil membunuh anggota Charles, mereka menuju ke lantai dua dan berpencar mencari keseluruhan ruangan-ruangan di lantai dua itu
"Berani sekali kalian masuk ke sini" bentak salah satu anggota Charles sambil melepaskan tembakannya
DOR....DOR...DOR....DOR...DOR...DOR...DOR...DOR..
Tembakan di lakukan oleh anggota Charles yang mengenai beberapa pembunuh itu
"Aaargghh" jeritan mereka yang kemudian tewas di tempat
Sekumpulan pembunuh itu dengan ganasnya melepaskan tembakan beruntun ke arah anggota Charles serta menembak dinding-dinding rumah itu
DOR...DOR....DOR....DOR...DOR...DOR...DOR ...DOR....DOR....DOR...DOR
Tembakan tanpa berhenti di lakukan oleh para pembunuh yang mengenai semua anggota Charles
"Aaaargggggghhhh" teriakan serentak anggota Charles yang kemudian tewas tak tersisa
Anggota Charles lalu muncul lagi dari arah lain dan langsung melepaskan tembakannya
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR....DOR...DOR..DOR
Tembakan serentak di lakukan oleh beberapa anggota Charles yang mengenai beberapa pembunuh itu
"Aaarrgghh" teriakan serentak pembunuh itu yang di tembus oleh peluru
Kemudian pembunuh lainnya melepaskan tembakan ke arah anggota Charles
DOR....DOR....DOR....DOR....DOR...DOR...DOR...DOR
"Aarrgghh" jeritan serentak anggota Charles yang tertembak dan akhirnya tewas tak tersisa
Setelah berhasil membunuh semua anggota Charles, para pembunuh itu memeriksa semua ruangan yang ada di lantai dua, dan kemudian melepaskan tembakan ke dalam ruangan tersebut
Klek
__ADS_1
"Keluar Charles Robertson" teriak pembunuh itu sambil melepaskan tembakan ke dalam ruangan itu
DOR......DOR.....DOR....DOR...DOR....DOR....DOR...DOR.......DOR..
Tembakan di lakukan oleh pembunuh itu yang memghancurkan sofa dan seisi barang yang di dalam ruangan mewah itu
Begitu pula dengan pembunuh yang memeriksa setiap ruangan dan menembak seisi ruangan.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Tembakan para pembunuh pada setiap ruangan yang mereka periksa
Puluhan ruangan di rumah mewah milik Charles di hancurkan di setiap sisi dengan peluru-peluru yang menancap ke semua dinding, serta semua barang yang ada di sana.
Lalu mereka menuju ke kamar yang belum mereka periksa, yaitu kamar milik Charles yang sedang terkunci dari dalamnya
Klek..Klek...Klek .
"Kamar ini terkunci dari dalam, dia bersembunyi di dalam kamar ini", ucap salah satu pembunuh itu
Karena tidak bisa membuka pintu itu, maka mereka pun menembak gagang pintu sehingga rusak dan terbuka pintunya, saat di buka mereka langsung menembak ke arah dalam kamar itu
DOR....DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Tembakan beruntun di lakukan oleh semua pembunuh yang berhasil merusakkan semua barang di dalam kamar itu
"Di mana mereka?"
"Kita sudah masuk perangkap, cepat kita keluar" ajak salah satu temannya yang ingin melangkah keluar dari kamar Charles
Karena merasa tidak beres maka mereka segera keluar dari kamar dan ingin menuju ke lantai dasar
Tidak lama kemudian Villa Charles pun~✓
DUAR....DUAR....DUAR....DUAR....DUAR....DUAR
DUAR.....DUAR....DUAR....DUAR....DUAR....DUAR
Ledakan besar terjadi pada Villa milik Charles itu sehingga menewaskan semua utusan Brad yang belum sempat tinggalkan Villa.
DUAR.....DUAR....DUAR....DUAR....DUAR....DUAR
Ledakan besar yang kobaran apinya sangat besar dan serpihan berterbangan entah ke mana-mana
Di malam itu Villa milik Charles hancur akibat ledakkan beserta semua utusan Brad yang harus tewas tak tersisa
Kumpulan Red Lion
__ADS_1
"Tuan besar, rencana kita sudah berhasil, hanya saja...?" ucap Ricky yang terpotong
"Hanya saja apa?" tanya Brad yang sedang berdiri di dekat jendela
"Semua utusan kita tewas dalam ledakkan itu, tidak ada yang hidup" jawab Ricky
"Terjadi ledakkan?"
"Iya! Villa milik Charles meledak sehingga hancur berantakan, tentu saja Charles bersama anggotanya sudah tewas di dalam" jelas Ricky
"Apa kau yakin jika bocah itu masih berada di dalam?" tanya Brad yang merasa curiga
"Di saat Villa mereka di serang aku masih melihat dari jauh jika Cole dan Harry masih berada di lantai dua, dan kemudian terjadi baku tembak dengan waktu yang cukup lama" jawab Ricky
"Utuskan lagi anggota kita untuk mencari tulang-tulang bocah itu, aku tetap ingin memastikan apakah dia sudah berakhir" perintah Brad
"Sudah ku pesan kepada anggota kita, mereka akan mengawasi dari luar hingga api padam, mereka akan memeriksa semua sisa bakar itu" jawab Ricky
"Aku ingin melihat sesuatu yang milik bocah itu, aku baru bisa percaya jika dia sudah mati" ujar Brad
"Charles adalah bocah yang ku latih selama ini, dia tidak begitu mudah untuk di kalahkan selama ini" gumam Brad
Keesokan harinya
Ricky membawa puluhan anggota ke lokasi kejadian, saat itu kondisi Villa milik Charles sudah tidak berbentuk, tembok-tembok sudah roboh dan hancur berantakan dengan semua yang ada di dalam sana
Semua anggota memeriksa jasad-jasad yang hanya sisa tulang, terdapat banyak tulang-tulang manusia di Villa yang sudah hangus.
"Kak Ricky, bagaimana kita bisa memastikan apakah Charles sudah mati atau belum?" tanya salah satu anggotanya
"Cincin yang di pakai, kata tuan besar kita cari cincinnya itu, jika ada di sini bisa jadi dia sudah tewas" jawab Ricky yang sedang berjalan di atas sisa-sisa bakar yang berantakan itu
Ricky berjalan sambil melihat ke semua arah, dengan berniat memastikan apakah incarannya itu juga tewas di dalam ledakkan tersebut
Selama satu jam mereka bongkar barang sisaan bakar itu, sambil mencari cincin yang di pakai oleh Charles
"Kak Ricky, ini ada cincinnya" teriak salah satu anggotanya yang sedang memegang sebuah cincin yang berwarna Silver yang sudah hitam
"Ini adalah cincinnya" ucap Ricky yang menatap ke arah cincin itu
"Charles Robertson, akhirnya kau tewas juga dan tewas di tangan orang yang melatihmu selama ini" gumam Ricky
Setelah mendapatkan cincinnya Ricky kembali ke kumpulan Red Lion
"Tuan besar, ini cincinnya. cincin ini selama ini di bawa ke mana-mana, dia tidak pernah melepaskan cincinnya selama ini" kata Ricky yang menyerahkan cincin kepada Brad
"Benar! cincin silver ini adalah kesukaan dia, bocah ini akhirnya sudah tewas, tapi kenapa aku malah merasa ada kehilangan" jawab Brad
__ADS_1