
3 Minggu kemudian.
Spanyol.
Bared yang telah pensiun di gantikan oleh putra tunggalnya, Cole. Cole mengurusi semua urusan kumpulan milik ayahnya itu. Cole sendiri sering turun tangan untuk berlawan dengan orang yang menganggu kawasan mereka, bukan hanya itu ia juga menjalankan bisnis keluarganya, Bared yang sudah pensiun tidak ikut
campur lagi semua urusan yang telah dia serahkan kepada putranya itu.
"Minggu depan adalah hari pernikahan Steve, apa kau akan hadir?" tanya Bared yang sedang duduk di halaman sambil membaca koran.
"Iya, aku akan hadir," jawab Cole sambil meneguk minumannya.
"Bagaimana setelah menjadi bos selama ini?"tanya Bared dengan senyum.
"Menjadi bos ataupun pengawal perasaan tetap sama, hanya saja menjadi bos tanggung jawab menjadi lebih berat. dan aku baru sadar selama ini bosku menanggung beban yang cukup berat," jawab Cole.
"Papa mengerti perasaanmu. kalian ini seperti saudara kandung yang tidak bisa di pisahkan."
"Dia yang memberiku jalan, tanpa seorang Charles aku bukan siapa-siapa," ujar Cole.
"Papa juga sangat berterima kasih padanya, kita berhutang budi karena dia telah menyelamatkan kita, minggu depan kita akan hadir bersama," kata Bared.
"Baiklah," jawab Cole dengan senyum.
Skotlandia.
Charles dan Flower bulan madu di Skotlandia, mereka mengelilingi kota indah itu sambil menikmati makanan mewah, pemandangan mewah. serta berbelanja banyak barang dari pakaian dan pernak pernik unik dari negara itu.
"Charles, selama di sini kita menghabiskan banyak uang. jangan belanja lagi!" kata Flower yang duduk bersama dengan suaminya di sebuah restoran mewah.
"Ini tidak seberapa, yang penting istriku bahagia. kita sudah sampai di sini, beli saja apa yang kita inginkan," ucap Charles dengan mencium wajah istrinya.
"Pakaian kita sudah banyak, lagi pula beberapa hari lagi kita harus pulang. pernikahan kakak hanya tinggal hitungan hari," kata Flower.
"Baiklah istriku," jawab Charles dengan senyum.
Tidak lama kemudian pelayan restoran menghidangkan makanan lezat yang di pesan oleh Charles tadi. pelayan wanita itu menatap Charles dengan diam-diam. Charles menyadari jika wanita itu sudah menatapnya dari awal dia baru masuk ke restoran itu.
"Silakan di nikmati, Tuan dan Nyonya," ucap wanita itu yang menatap dengan senyum mesra ke arah Charles.
__ADS_1
"Terima kasih," ucap Flower yang menyadari tatapan wanita itu terhadap suaminya.
"Flower, makan dulu ya! aku pergi cuci tangan dulu," kata Charles yang bangkit dari tempat duduknya. Charles menatap ke arah wanita itu dengan senyum memberi kode padanya untuk bertemu dengannya di belakang.
Wanita itu yang sudah mengerti langsung pergi mengikuti langkah Charles. Flower yang memerhatikan wanita itu mengikuti suaminya ia hanya duduk diam dan sambil menyantap makanannya.
"Flower, Flower, kau harus percaya pada suami mu sendiri, aku tahu dia bukan pria sembarangan. tapi wanita itu cantik sekali. wajahnya cantik, kulitnya juga mulus, dan sangat tinggi. apakah Charles akan tergoda?" batin Flower
Charles melangkah masuk ke kamar kecil dan di ikuti oleh wanita cantik itu.
"Kenapa kau ikut aku ke sini?" tanya Charles.
"Tuan, bukankah kau yang mengajakku? apa aku boleh mengajakmu makan bersama?" tanya wanita itu dengan mengoda.
"Aku sudah menikah, dan kau sudah melihat aku sedang bersama istriku," jawab Charles.
Wanita itu mendorong Charles hingga ke dinding. ia menyentuh dada pria itu dan mendekatkan wajahnya dengan Charles.
"Tuan, bagaimana jika kita melakukannya sekarang?" ajak wanita itu yang berbisik di telinga Charles dengan memegang tangan kiri pria itu menyentuh bagian dadanya yang menonjol besar.
"Senjataku ini pasti sangat puas di saat menikmatimu," kata Charles yang menodong pistolnya ke bagian perut wanita itu.
Wanita itu mundur beberapa langkah ke belakang saat di todong pistol.
"Kau ingin mengodaku dengan kecantikan dan tubuhmu? tidak ada gunanya bagiku, karena aku sudah memiliki seorang wanita yang ku cintai. ini adalah peringatanku. jangan coba-coba mendekatiku lagi!" kecam Charles.
"Dia hanya wanita biasa, kenapa kau menolakku di saat kau memiliki kesempatan untuk bersenang-senang?"
"Bersenang-senang dengan wanita lain di belakang istriku itu bukan hal yang baik. dalam kamusku tidak ada pihak ke tiga, aku mencintainya dan hanya dia wanita yang akan bersamaku," jawab Charles dengan tegas dan menyimpan kembali pistolnya.
"Istriku sudah tahu niatmu, jangan berani muncul lagi di hadapannya. aku tidak suka jika ada yang membuatnya tidak nyaman," ketus Charles dengan mengancam dan kemudian meninggalkan wanita itu.
Sementara Flower yang merasa yakin terhadap suaminya dia masih tetap duduk di sana sambil mengambilkan lauk ke piring suaminya.
Charles yang menghampiri istrinya tersenyum karena sudah paham pikiran Flower yang percaya terhadap dirinya.
"Flower," panggil Charles yang menghampiri istrinya.
"Charles,makanlah selagi lauknya masih hangat!" ujar Flower.
__ADS_1
"Terima kasih," ucap Charles yang duduk di samping istrinya.
"Kenapa kau tidak melakukan sesuatu?" tanya Charles dengan menoleh ke arah istrinya.
"Aku percaya padamu, Charles," jawab Flower dengan senyum.
"Tidak sia-sia aku sayang padamu," ucap Charles yang mencium wajah istrinya itu.
"Makanlah! aku tahu kau pasti akan mengurusnya dengan baik," ujar Flower.
"Tentu saja, mengusir wanita pengoda tidak perlu istriku yang melakukannya sendiri.cukup suami mu saja yang mengusirnya," kata Charles dengan senyum.
"Seorang istri tidak perlu turun tangan jika suaminya tidak tergoda," jawab Flower.
"Itu benar sekali, istriku tidak perlu melakukannya karena suamimu yang akan mengusirnya sendiri," kata Charles sambil menyuapi istrinya.
Setelah satu jam kemudian Charles dan istrinya meninggalkan restoran mewah itu. saat baru melangkah keluar menuju ke mobilnya Flower tiba-tiba tidak sadarkan diri.
"Flower, Flower, Flower," teriak Charles yang merasa cemas dan mengendong istrinya ke dalam mobil.
Charles yang merasa cemas langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit.
Setelah lima belas menit kemudian Charles tiba di depan rumah sakit.
Ia mengendong istrinya dengan berlari masuk ke dalam rumah sakit itu sambil mencari dokter.
"Dokter, istriku tiba-tiba tidak sadarkan diri," kata Charles kepada dokter yang sedang berada di sana.
Dokter dan suster segera membawa Flower masuk ke dalam ruang darurat. sementara Charles yang merasa cemas berjalan ke sana ke mari dengan tidak tenang.
Setelah beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruangan itu.
"Selamat, Tuan. istri Anda sedang mengandung," ucap Dokter dengan senyum dan bersalaman dengan Charles.
"Mengandung? sudah berapa lama?" tanya Charles dengan perasaan bahagia.
"Dua minggu," jawab Dokter dengan senyum.
"Apakah kondisi istri saya baik-baik saja?"
__ADS_1
"Istri Anda baik-baik saja, janin dalam kandungan juga normal," jawab Dokter dengan sopan.
"Terima kasih, Dokter," ucap Charles.